I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 31 " Laptop Di Cuci "


__ADS_3

Amanda menceritakan pada Ibu Yani dan Rani, masalah pekerjaannya. Ia diminta orang tua Lingga untuk tidak bekerja lagi dikantor anaknya itu. Ibu Yani tidak bisa berkata apa - apa, ia hanya bisa mengatakan mana yang terbaik untuknya. Tidak dengan Rani, Rani kurang setuju, karena sifat Lingga yang semena - mena.


" Manda, lebih baik kamu cari kerja yang lain aja, saya punya kenalan, kebetulan di kantornya juga butuh tenaga OG. Kamu mau kan? saya itu kasihan sama kamu, Manda !"


" Tapi ?"


" Ga ada tapi - tapian, pokoknya kamu harus keluar dari kehidupan bos sableng kamu itu. "


" Ran, sebenarnya saya juga pengen ga kerja lagi sama Pak Lingga. Kamu tahu Ibu Nadine kan? Bu Nadine pernah bilang, jangan pernah dekat - dekat sama Pak Lingga."


" Nah, yang dua itu sama aja, Manda. Sama - sama sableng. Uda deh, kamu ga usah lagi kerja sama Pak Lingga. "


" Ia, tapi saya selesaikan dulu kerjaan saya ya ! nanggung mau keluar, gaji saya nanti ndak keluar to !"


" Ia nak, tunggu kamu gajian aja baru kamu keluar, sabar ya ! ambil dulu hak mu baru kamu pergi. Ibu sih kasihan sama kamu, kamu itu seperti bola di oper - oper kesana - kesini. Jadi art itu repot, capek, nak !"


" Ia Bu, saya akan coba ngomong baik - baik sama Pak Lingga !"


****


Sekar ingin sekali bertemu dengan Amanda. Ia mencoba mendatangi rumah kediaman Lingga. Ia tahu kalau pagi ini, Lingga sudah berangkat ke kantornya.


Sekar pun tiba di lokasi rumah mewah itu. Perasaannya mulai tidak tenang. Tapi ia mencoba berusaha kuat.


Ting..tong..ting..tong...


Sekar menekan bel rumah itu. Tak berapa lama Amanda membukakan pintu rumah.


" Ibu Sekar ?"


" Hai Manda, selamat pagi !"


" Selamat pagi, Bu. Tapi Pak Lingga uda pergi ke kantor, Bu !"


" Ehhmmm...oh begitu. Sa..sa..saya..saya mau ngomong sama kamu, Manda !" Sekar tampak gugup karena tatapan Amanda.


" Mau ngomong apa, Bu?"


Sekar menarik nafas dalam - dalam. Ia tidak tahu mau bicara dari mana. Ia mulai ketakutan berada di hadapan anak yang uda lama ia tinggalkan.


" Bu, gimana kalau kita ngomongnya di dalam aja !"


Sekar menganggukkan kepalanya.


Diperjalanan Lingga baru sadar kalau ponselnya ketinggalan. Mau tak mau, ia pun putar balik pulang kerumah lagi.

__ADS_1


" Astaga, kenapa juga bisa ketinggalan ponselnya?" ucap Lingga. Ia pun mulai tancap gas.


Lingga pun tiba di rumahnya. Ia melihat kalau pintu rumah terbuka. Seingatnya, Amanda telah menutupnya ketika ia pergi ke kantor. Perasaan Lingga mulai tidak tenang. Ia mencoba perlahan - lahan masuk kedalam rumah.


Lingga melihat kalau disana ada Tante Sekar sedang berbicara pada Amanda. Sepertinya mereka sangat serius sekali. Lingga tidak mengganggunya, ia mencoba mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


" Manda, Ibu mau nanya sama kamu, bolehkan?"


" Boleh, Bu. Ibu mau nanya apa?"


" Oh ya, kamu orang mana? maksud saya, kampung kamu dimana?"


" Saya dari desa Tegal Sari, Bu !"


Perasaan Sekar semakin tidak tenang.


" Tegal Sari? nama orang tua kamu siapa?"


" Orang tua? saya ga punya orang tua, Bu !"


Mendengar ucapan Amanda, hati Sekar seperti tersayat pisau yang sangat tajam. Ia begitu terpukul mendengar ucapan anaknya itu.


" Emang orang tua kamu kemana?"


Sekar menggelengkan kepalanya. Ia mencoba menahan tangisnya.


" Jadi nenek Surti itu adalah nenek kamu?"


" Ia, Bu. Nenek Surti adalah nenek yang paling saya sayang. Nenek Surti sekaligus Ibu dan Ayah buat saya. Nenek lah yang mengurus saya dari kecil, karena Ibu dan Ayah saya berpisah. Jadi , saya hanya tinggal bersama nenek. Tapi nenek sekarang uda meninggal. Sekarang hanya saya sendiri. Saya ga tahu dimana Ibu dan Ayah saya."


" Apa kamu ga mau mencari Ibu dan Ayah mu?"


Amanda menggelengkan kepalanya.


" Ga Bu, saya ga akan mencari mereka. Karena kata nenek, mereka uda punya keluarga masing - masing. Mereka uda hidup bahagia, Bu. Saya ndak mau menganggu kehidupan mereka. "


" Kamu serius ga mau mencari orang tua mu? kamu ga rindu?"


" Ga Bu, saya ga rindu sama mereka. Mereka uda tega ninggalin saya dan nenek. Saya dan nenek hidup menderita, Bu. Saya ga bisa sekolah, karena nenek ga punya uang. Untuk makan aja, kita berdua harus banting tulang. Nenek adalah wanita yang kuat, nenek selalu sabar mendidik saya, walaupun ia sudah tua. Badannya yang uda membungkuk tidak pernah ia hiraukan, itu semua demi saya, Bu. Ibu tahu dimana Ibu dan Ayah saya?"


Sekar pun menangis.


" Ibu kenapa menangis?"


" Ga Manda, Ibu hanya sedih mendengarkan cerita kamu."

__ADS_1


" Ga usah sedih, Bu. Hidup orang itu berbeda - beda, Bu. Bersyukurlah Ibu Nadine punya orang tua masih lengkap, ada Ibu dan ada Pak Alvan."


" Kamu ga menginginkan seperti itu?"


" Ga Bu, saya ga akan menganggu kehidupan mereka. Biarlah mereka bahagia degan keluarganya. Kalau mereka bahagia, saya juga bahagia, Bu !"


" Manda, kamu bisa kok menganggap saya sebagai Ibu kamu, Ibu kandung kamu."


" Maaf, Bu. Terimakasih. Oh ya, Ibu mau minum apa?"


" Ga usah Manda, saya pamit pulang aja !"


" Ia Bu,"


Lingga mendengarkan semua percakapan mereka. Lingga tahu, apa sebenarnya yang terjadi. Tebakan Lingga tidak salah, pasti lah mereka berdua mempunyai hubungan.


Lingga bersembunyi di balik pepohonan. Ibu Sekar pun pergi meninggalkan rumah itu. Ketika Amanda mau menutup pintu, tiba - tiba Lingga datang. Amanda pun terkejut.


" Bapak?" Amanda buru - buru menghapus air matanya.


" Kamu kenapa?"


" Ga kenapa - Napa, Pak. Bapak kok balik lagi?"


" Ponsel saya tinggal. "


Lingga langsung masuk kedalam.


" Manda, nanti bersihkan ruangan kerja saya, laptop saya juga ya !"


" Ia, Pak."


Lingga pun langsung pergi meninggalkan rumah itu. Pekerjaan rumah pun selesai. Sesuai perintah Lingga, Amanda diminta untuk membersihkan ruang kerjanya.


Amanda masuk keruangan kerja itu. Benar saja, ruangan Pak Lingga sangat kotor sekali. Dimana - mana banyak sampah berserak.


Amanda membersihkan semua ruangannya. Ia melihat laptop Lingga . Tampak banyak debu. Ternyata Pak Lingga itu merokok. Puntungan rokoknya berserak di lantai. Ruangan itu sedikit bau rokok.


Setelah membersihkan ruangan, ia juga membersihkan laptop Lingga. Karena banyak debu di sela - sela keyboardnya, Amanda mencuci laptop itu. Ia membawa laptop itu ke wastafel dapur. Ia mulai membersihkan laptop itu.


Alhasil laptop itu pun basah. Ia langsung menjemurnya di bawah terik matahari. Karena cuaca pada saat itu panas, laptop itu pun sudah kering. Hasilnya memang laptop itu bersih, mengkilap seperti baru. Tapi sayangnya, laptop itu sudah bleng, tidak dapat hidup kembali.


Amanda tidak tahu menahu soal laptop. Ia juga tidak mengetahui apa fungsi benda itu. Ya, Amanda gadis yang sangat polos.


Rumah itu pun sudah bersih, tidak ada tampak debu sama sekali. Begitu juga kamar dan ruang kerja Lingga, bersih dan wangi.

__ADS_1


__ADS_2