
Acara pesta pun dimulai. Nadine sangat cantik sekali dengan gaun nikahnya. Wajah cantik itu selalu menebarkan senyum manisnya pada semua tamu undangan. Amanda juga melihat Ibu nya, Ibu nya juga tak kalah cantiknya dari Nadine. Hari itu adalah hari bahagia buat mereka.
Hati siapa yang tak sedih melihat keluarga yang begitu lengkap. Nadine sangat beruntung sekali, dikelilingi Ayah dan Ibu yang benar - benar tulus mencintainya. Ayah dan Ibu nya sangat sayang kepada Nadine. Amanda mencoba memberikan selamat kepada Nadine.
" Nadine, selamat ya !" ucap Amanda.
Sontak saja, Nadine terkejut adanya Amanda di pestanya. Apalagi Amanda hanya mengenakan pakaian pelayan saja.
" Kamu ngapain disini ? saya ga ada ngundang kamu lho, "
" Ia memang ga ada, tapi catering nya dari resto tempat saya bekerja."
Nadine pun terdiam.
" Apa ? kok bisa ?"
" Ya bisalah, kan WO kamu yang siapin semuanya. Kamu cantik sekali Nadine !"
" Maaf, saya ga butuh pujian kamu, kamu ga usah sok dekat - dekat sama saya, kamu pergi dari sini !"
Ibu Sekar melihat kalau Amanda dan Nadine sedang berbicara. Ibu Sekar langsung menghampiri mereka.
" Amanda ? kamu ngapain disini ?"
" Ibu ? hhmm..anu Bu, saya sebagai pelayan disini, oh ya Bu, selamat ya untuk pernikahan Nadine dan David."
" Ga usah sok akrab kamu, Ibu ga butuh ucapan dari kamu,"
Karena merasa risih ada Amanda disana, Nadine langsung pergi. Ibu Sekar langsung menarik tangan Amanda dan membawa Amanda kebelakang. Nadine melihat mereka berdua. Karena rasa penasaran Nadine, Nadine mencoba mengikuti Mamanya dan Amanda.
" Saya ga mau kamu itu menganggu acara anak saya,"
" Saya ga ada menganggu, Bu. Saya cuma melayani para tamu Ibu aja. Bu, kalau Ibu malu punya anak seperti saya, saya ga papa ga dianggap kok, Bu. Tapi ijinkan saya untuk bekerja disini, karena saya disuruh Pak Angga. "
Nadine mendengar percakapan mereka berdua.
" Apa ? Amanda itu anak nya Mama ? masa sih ? kenapa Mama ga pernah cerita ?"
__ADS_1
Nadine kembali mendengarkan pembicaraan mereka.
" Kamu itu buat malu aja, Manda. Kenapa sih nasib kamu itu apes banget ?"
" Apes gimana, Bu ?"
" Hidup kamu itu susah, kamu ga bisa kayak Nadine. Nadine punya segalanya, ga kayak kamu !"
" Nadine bisa seperti ini karena Ibu memfasilitasi dia kan? Ibu berikan dia pendidikan yang tinggi , Ibu memberikan kasih sayang untuk nya, Ibu selalu mendukungnya. Nadine mendapatkan semua nya dari Ibu dan Ayahnya. Sedangkan Manda Bu, apa yang Manda dapat Bu ?jangankan pendidikan , kasih sayang aja Manda ga pernah mendapatkannya, Bu? Ibu tahu kan, Manda hanya tinggal sama nenek, nenek yang uda tua, ga bisa berbuat apa - apa lagi. Tolong Bu, jangan pernah bandingin Manda dengan Nadine, kalau pun Nadine sekarang hidupnya lebih enak, Ibu banyak - banyak lah bersyukur, karena ga semua orang bisa seperti Nadine. Manda hanya minta sama Ibu, hargai apa yang Manda lakukan, apa yang Manda kerjakan, mungkin inilah rejeki Manda Bu, hanya bisa sebagai pelayan di resto aja, itu pun Manda syukuri."
" Uda deh Manda, kamu ga usah ungkit - ungkit masa lalu mu, ga berfaedah buat saya, kamu itu memang layak dibandingkan dengan Nadine, kamu harus bisa dong kayak Nadine, kerja keras biar hidup kamu itu enak, ga jadi babu kayak gini, "
Amanda hanya diam. Ibu Sekar pun pergi meninggalkannya. Diam - diam Amanda pun menangis.
Amanda langsung kepikiran dengan Lingga. Ntah mengapa disaat sedih ia selalu teringat akan pria dingin itu.
Malam itu acara pesta masih berlanjut. Amanda terus melayani para tamu , ia tak mengenal lelah. Walaupun sesekali ia merasa sedih melihat Ibu nya sangat bahagia bersama keluarga barunya.
Ibu Sekar terus menghindar dari tatapan Amanda. Ia selalu menebarkan senyum manisnya untuk putri kesayangannya, Nadine.
Hingga acara pesta selesai, Ibu Sekar tidak mau sama sekali melihat Amanda, ia terus menghindar seperti rasa jijik jika melihat putrinya itu.
****
Karena terapi dan pengobatan yang rutin, akhirnya Lingga dapat kembali berjalan. Ada seorang dokter asal dari Indonesia, dokter Tasya, dialah yang selalu membantu perawatan Lingga.
Hingga keluarga Lingga pun sangat menyayangi dokter tersebut. Terlebih Mama Nania, ia sangat menyayangi dokter cantik itu dan ia pun menjodohkan Lingga dengan dokter itu.
Tasya, asal dari kota J yang bertugas di salah satu rumah sakit di Amerika itu, diam - diam dia pun menaruh harapan pada Lingga. Dengan sabarnya , Tasya selalu merawat Lingga.
Dokter Tasya pun menaruh harapan besar pada pria tampan itu. Ternyata Lingga mulai merasa nyaman jika bersama dokter Tasya.
Tak ada sedikit pun di dalam hatinya terukir nama Amanda, wanita yang dulu pernah ia cintai. Lita mengetahui kalau kakaknya itu mulai nyaman bersama Tasya.
" Mas, selamat ya untuk kesembuhannya,"
" Makasih ya !"
__ADS_1
" Mas, Lita mau nanya, boleh ?"
" Boleh,"
" Pernah ga kepikiran dengan mbak Manda ?"
Lingga terdiam.
" Setahun uda berlalu mas, ntah kenapa Lita kangen sama mbak Manda,"
" Ga usah dibahas,"
" Kenapa ? kenapa sekarang mas Lingga jadi ga suka kalau Lita itu menyebut nama mbak Amanda ? apa karena ada dokter Tasya ?"
" Apa hubungannya dengan Tasya ?"
" Mas yakin ? semenjak hadir dokter Tasya, mas Lingga banyak berubah. Mas Lingga lebih nyaman dekat dengan nya. Kalau Lita nyebut mbak Manda, mas Lingga langsung menghindar, mas Lingga pura - pura ga tahu,"
" Kamu jangan fitnah, mas itu sama Tasya ga ada apa - apa, kita hanya temanan aja, "
" Oh ya? tapi mas Lingga sering curhat sama Mama kan tentang dokter Tasya ?"
" Emang kenapa kalau mas sering cerita tentang Tasya ? salah ?"
" Salah mas, mas Lingga salah besar. Mas Lingga pernah ga mikirin mbak Amanda ? mas Lingga yang minta, mbak Manda harus sabar menunggu mas, mas Lingga pernah berjanji akan menikahinya kan? ingat ga? sekarang apa? mas Lingga sama sekali ga mau tahu tentang mbak Amanda. Benar kan ? mas, Lita itu terus berjuang demi kalian berdua. Kasus kecelakaan mas aja belum selesai, jangan nambahi pikiran Lita lagi dong !"
" Mas ga mau buat Manda itu kecewa, biarlah dia menemukan pria yang tepat untuknya, "
" Sekarang mas Lingga uda bisa jalan, kedua kaki mas Lingga uda sembuh. Mas Lingga pernah ga kasih tahu tentang ini sama mbak Manda ?"
" Untuk apa ?"
" Masih nanya untuk apa ?"
" Lita, mas kan uda janji, mas ga mau lagi menganggu kehidupannya. Lagian mas juga uda nyuruh Manda untuk mencari kebahagiaan baru untuknya. Jadi apa lagi yang mau dipermasalahkan ?"
Mendengar ucapan kakaknya itu, Lita menangis.
__ADS_1
" Sekarang Lita tahu mas kenapa mas bisa berubah. Baiklah, permisi !"
Lita pergi meninggalkan kakaknya itu. Lita merasa kecewa. Lingga tidaklah seperti Lingga yang dulu. Kakaknya itu kini benar - benar berubah, ia tidak mau tahu lagi dengan janji - janjinya.