I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 39 " Pura - Pura Sakit "


__ADS_3

" Ran, ada yang harus saya omongin ke kamu !"


" Apa itu?"


" Ibu nya Pak Lingga."


" Kenapa dengan Ibu nya?"


" Saya ? saya di suruh berhenti kerja disini !"


" Berhenti ? kenapa?"


" Karena ?"


" Karena apa?"


" Pak Lingga?"


" Ayo dong cerita, Manda. Kenapa dengan Pak Lingga ?"


" Ran, Pak Lingga suka dengan saya !"


" Maksudnya Pak Lingga jatuh cinta sama kamu ? gitu ya?"


Amanda menganggukan kepalanya. Rani tertawa lepas mendengarkan ucapan Amanda.


" Kenapa ketawa ?"


" Bagus dong Manda, hahaha...!"


" Bagus kenapa ?"


" Tau ga Pak Lingga itu adalah pengusaha terkenal, dia tampan, dia itu idola para ciwi - ciwi sejagat raya. Bersyukur banget kamu Manda !"


" Justru itu saya takut, Ran. Saya ini ga layak to sama Pak Lingga. "


" Didunia ini ga ada yang ga layak, Manda. Semua bisa kalau sudah ijin dari Tuhan. Itu artinya Tuhan sayang sama kamu, Tuhan berikan laki - laki yang tepat untuk kamu."


" Saya takut Ran kalau Pak Lingga itu hanya main - main aja, "


" Kamu sendiri gimana ? kamu suka ga sama Pak Lingga ?"


Amanda tersenyum malu.


" Ia Ran, saya juga suka sama Pak Lingga. Tapi saya takut, Ran !"


" Kamu ga usah takut, kalau Pak Lingga tulus sama kamu, pasti kamu akan tetap di pertahankannya, sekalipun orang tua nya ga setuju sama kamu."


" Ran, ada satu rahasia yang harus saya kasih tahu ke kamu."


" Apa itu ?"


" Ibu Sekar, Mamanya Bu Nadine itu adalah Ibu kandung saya sendiri, "


" Apa? Ibu Sekar itu Ibu kandung kamu? kamu ga bohongkan ?"


" Ga Ran, saya ga bohong. "


Amanda menangis menceritakan yang sebenarnya. Rani merasakan kesedihan sahabatnya itu. Rani pun memeluknya.


" Kamu yang sabar ya ? oh ya, saya juga mau kasih tahu ke kamu, kalau minggu depan, saya mau tunangan. "


" Tunangan ?"


" Ia Manda, kamu datang ya !"


" Selama ini saya ga tahu kalau kamu itu punya pacar,"


" Ia, mas Angga itu seorang Polisi, dia tugas di daerah Sulawesi. Kita itu LDR 'an , jarak jauh gitu !"


" Oh jadi kamu mau jadi Ibu Bhayangkari ya ? selamat ya Ran, hebat kamu !"

__ADS_1


" Apanya yang hebat, biasa aja !"


" Tapi kamu masih mau kan temanan sama saya?"


" Astajimmm Manda ?? saya itu tetap akan menjadi sahabat kamu, selamanya,"


Amanda pun menangis.


" Janji ya kamu ga akan lupa sama saya !"


" Ia dong, lagian mas Angga juga akan pindah tugas ke sini, jadi kita bisa tinggal bersama."


" Saya senang dengernya Ran !"


****


Ibu Sekar terlalu sayang sama Nadine. Ia tidak mau membuat Nadine kecewa karena Amanda. Diam - diam Ibu Sekar mempunyai niat jahat pada putrinya itu, Amanda.


Sebelum orang tuanya Lingga pulang ke LN, Ibu Sekar mengajak Mamanya Lingga, Ibu Nania untuk bertemu. Ibu Nania pun mengiyakan ajakan Ibu Sekar itu. Mereka berdua bertemu di sebuah cafe yang tidak begitu jauh dari komplek rumah Lingga.


" Ada apa sih jeng, ngajak ketemuan segala ?" tanya Ibu Nania.


" Jeng, ada hal yang penting yang mau saya omongin. Ini masalah Lingga dan Nadine."


" Masalah Lingga dan Nadine ?"


" Ia jeng, jeng ga mau kan punya menantu seperti Amanda ?"


" Aduhhh kenapa si dengan anak itu ? kenapa dibawa - bawa Amanda, jeng ?"


" Jeng tahu kan, Amanda itu suka sama Lingga ?"


" Suka sama Lingga ? aduh amit - amit deh..!"


" Ia, dia itu suka sama Lingga, masa jeng ga tahu sih ?jeng, pasti tahulah kalau tipe seperti Amanda itu hanya ngincar harta doang, maklumlah jeng, Amanda kan gadis desa, butuh uang. Ya, jadi incarannya ya majikannya sendiri. "


" Trus, rencana jeng apa?"


" Gini jeng, jeng tahukan Lingga itu uda membatalkan tunangannya sama Nadine ? gimana kalau mereka langsung kita nikah kan aja?"


" Ia, saya tahu. Gini aja deh, gimana kalau jeng pura - pura sakit, pasti Lingga nurut apa kata jeng, gimana ?"


Ibu Nania pun merenungi tawaran Ibu Sekar. Ia pun tak mau kalau anaknya itu menyukai Amanda.


" Kalau Amanda jadi mantu saya, enak dia dong ? semua harta Lingga akan jatuh ke tangannya..Wah...ga bisa dibiarin ini, bener juga kata jeng Sekar, lebih baik aku pura - pura sakit trus aku minta Lingga segera nikahin Nadine. Lingga itu paling ga tega'an sama Mamanya, apa yang aku bilang pasti dia nurut. " gumam Ibu Nania


" Gimana jeng?"


" Trus masalah rumah sakitnya gimana dong? dokternya, perawatnya ?"


" Kalau itu serahkan sama saya jeng, saya punya teman dokter bagian penyakit dalam, nanti saya bicarakan sama dia masalah ini, "


" Oke, baiklah, saya akan lakukan apa kata jeng, semoga berhasil !"


Ibu Sekar pun tersenyum.


" Rasain kamu Manda, kamu berani macem - macem sama Ibu !" gumam Ibu Sekar.


****


Rencana yang diinginkan pun tiba. Pagi itu Lingga sarapan bareng dengan kedua orang tuanya. Seperti biasa, Amanda telah menyediakan sarapan di meja makan.


" Akhir - akhir ini, Mama kurang enak badan, tiba - tiba aja Mama mau pusing,"


" Cek ke dokter dong, Ma !" titah Lingga.


Permainan Ibu Nania pun dimulai.


" Aduhhh....kepala Mama sakit banget, " rintih Ibu Nania.


Melihat Mamanya kesakitan, Lingga dan Papa nya pun langsung berdiri menolongnya.

__ADS_1


" Mama ? Mama kenapa?" tanya Lingga panik.


" Ma, kamu kenapa ?"


" Pa, gimana kalau kita bawa ke rumah sakit aja?" titah Lingga.


Akhirnya Mamanya pun dibawa ke rumah sakit.


" Pa, ke rumah sakit dekat komplek aja, kan uda langganan disana, " pinta Ibu Nania.


" Ia, Ma. Mama bertahan ya !" pinta suaminya itu.


Lingga memapah Mamanya masuk kedalam mobil. Dan tak berapa lama, mereka pun pergi kerumah sakit yang dimaksud. Dan disana sudah ada dokter yang di maksudkan Ibu Sekar. Kerja sama pun di mulai.


Ibu Nania menceritakan kepada dokter itu maksud dan tujuannya. Dan dokter itu pun ikut membantunya.


Dokter itu pun selesai memeriksa Ibu Nania.


" Keluarga pasien atas nama Ibu Nania Prabu Ningrat ?"


" Ya dok, saya suaminya, gimana kondisi istri saya dok?"


" Pak, sepertinya Ibu Nania harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif."


" Kira - kira sakit Mama saya apa ya dok?"


" Ibu Nania mengalami sakit yang sangat langka, sepertinya sakitnya itu jarang sekali ada di dunia ini, satu diantara seribu lah, untuk itu saya minta sama kalian, turuti apa yang menjadi kemauannya agar pikirannya tenang, karena sakitnya begitu rumit untuk dijelaskan secara medis."


" Sakit langka?" tanya Lingga.


" Ia, sambil menunggu hasil labnya, sebaiknya kalian harus dapat membuat pikirannya tenang, jangan membuat Ibu Nania sedih, banyak pikiran. "


" Dok, apa kami boleh masuk kedalam?" pinta Pak Chandra.


" Ya silahkan !"


Mereka pun masuk kedalam ruangan itu. Lingga melihat kalau Mamanya lemah tak berdaya.


" Ma, cepat sembuh ya !" ucap Lingga.


" Lingga, kepala Mama sakit banget, nak !"


" Mama harus tenang, itu karena Mama banyak pikiran. "


" Gimana ga banyak pikiran, Pa. Mama pengen lihat Lingga dan Lita itu bahagia. Terlebih Lingga, Mama pengen dapat cucu dari Lingga, hiks..hiks..hiks..!"


" Mama jangan nangis dong !"


" Lingga menikahlah dengan Nadine, nak. Mama pengen banget punya cucu, pengen banget untuk terakhir kalinya lihat kamu bahagia."


" Nikah dengan Nadine ?"


" Ia, kabulkan lah permintaan Mama ini, nak. Sebelum Mama....?" Ibu Nania tidak melanjutkan perkataannya, karena ia sebenarnya takut untuk mengatakannya.


Lingga hanya diam. Ia keluar dari ruangan itu. Ia tak tahu harus berbuat apa, ia sangat kebingungan dengan permintaan Mamanya.


" Ma, kenapa harus memaksakan Lingga menikah dengan Nadine ?" tanya suaminya.


" Emang kenapa, Pa? salah ya kalau Mama ingin mereka menikah ?"


" Tapi Mama tahukan , kalau Lingga itu ga suka sama Nadine ?"


" Kalau dijalani pasti nanti suka, Pa. Pelan - pelan Lingga pasti akan cinta sama Nadine."


" Ma, Mama tahu ga Lingga itu sukanya sama Amanda. "


" Mama ga setuju, Pa. Mama ga akan merestui hubungan mereka. Lebih baik Mama mati dari pada melihat Amanda jadi mantu kita. "


" Mama ga boleh gitu, mereka itu sama - sama saling suka !"


" Manda itu suka karena harta Lingga aja, Pa. "

__ADS_1


" Terserah deh, "


Suaminya itu pun pergi meninggalkan ruangan itu. Ia tidak mau melanjutkan perdebatan itu, ia tahu karena istrinya itu adalah wanita keras kepala.


__ADS_2