
Lita melihat kalau sudah ada perawat yang akan memeriksa kakaknya itu, tiba - tiba saja, ponselnya berdering.
" Suster, saya mau terima telpon dulu, saya bolehkan nitip kakak saya ? siapa tahu, dia butuh sesuatu, tolong di jagain bentar ya !" pinta Lita.
Amanda sangat senang sekali, itu artinya dia punya banyak waktu untuk bersama Lingga.
" Baik, Bu !" jawab Amanda gugup.
Lita pun pergi sambil menerima telpon. Sepertinya sangat penting sekali. Tanpa menunggu lama, Amanda langsung memeluk Lingga. Ia menangis di pelukan itu.
" Masssss...bangun, ini Amanda !"
Lingga langsung terbangun dari tidurnya.
" Mas, ini saya Amanda,"
" Amanda ? kamu Amanda ? kenapa baru sekarang kamu datang ? ini uda malam kan ?"
" Panjang ceritanya mas kenapa baru saya ada disini."
Amanda pun menceritakan kenapa ia harus pergi. Mendengar cerita Amanda, Lingga menangis. Ia begitu kecewa pada Mama nya. Tapi Amanda meminta untuk tidak marah kepada Mama Nania.
" Semua demi kesembuhan mas Lingga, jadi saya mohon, jangan pernah marah sama Ibu Nania,"
" Tapi ga gitu juga Manda,"
" Kalau memang kita berdua jodoh, Tuhan pasti akan pertemukan kita kembali. Jadi jangan putus asa, mas harus sembuh."
" Kamu harus ikut saya ke Amerika,"
" Ga mas, Manda tetap disini. Manda akan tetap berdoa untuk kesembuhan mas Lingga."
" Kalau kamu ga ikut, itu artinya kamu ga sayang sama saya,"
" Bukannya ga sayang mas, tapi kan ada Bapak , Ibu dan Lita yang akan jagain mas. Manda akan tetap tunggu mas Lingga. Manda akan tetap ada disini untuk mas Lingga."
" Kamu janji kan ga akan menikah dengan orang lain ?"
" Ga mas, Manda janji. Manda akan cari kerja disini mas, doakan Manda ya mas , Manda lekas dapat kerja."
" Gimana kalau kamu kerja di kantor saya aja !"
" Ga mas, Manda ga mau merepotkan mas Lingga."
" Kamu takut sama Mama ?"
" Ga mas. Manda ingin berusaha sendiri. Apa pun pekerjaan yang Manda dapat yang penting halal."
" Kamu anak hebat Manda,''
Amanda menangis. Sebenarnya ia takut semakin mencintai Lingga, karena perbedaan yang sangat jauh, ia juga tidak terlalu berharap kalau memang kelak Lingga tidak akan kembali padanya, ia akan ikhlas menerima ini semua.
Seperti kata Ibu Nania, mungkin Lingga akan selamanya tinggal di Amerika, ucapan Ibu Nania membuat hati Amanda sangat terpukul. Kalau memang Lingga akan tinggal disana, mungkin ini lah pertemuan terakhir antara Lingga dan Amanda.
__ADS_1
Amanda akan mengikhlaskan semuanya. Hanya ada keyakinan dalam hatinya, jika berjodoh pasti mereka akan bertemu kembali.
Amanda mencium kening Lingga. Air mata itu pun jatuh membasahi wajah pria tampan itu. Lingga juga merasakan kesedihan harus meninggalkan wanitanya.
" Cepat sembuh ya mas, Manda akan tetap setia menunggu mas Lingga disini !" ucap Amanda dengan isak tangisnya
Amanda semakin tidak bisa menahan tangisannya. Ia pun pergi meninggalkan Lingga begitu saja. Amanda kembali ke kamarnya. Disana Rani sedang menunggunya.
" Manda, kamu kenapa ?" tanya Rani
" Mas Lingga, Ran. Besok mas Lingga akan pergi, saya ga tahu kapan mas Lingga pulang ke sini lagi,"
" Astaga, Manda ? kamu yang sabar ya ?"
..." Hari - hari ku akan kesepian tanpa kamu mas, aku ga bisa hidup tanpa kamu, hiks..hiks..hiks..hiks.." gumam Amanda....
" Besok Pak Lingga pergi ? kamu masih mau kan melihat dia ?"
Amanda menggelengkan kepalanya.
" Kamu takut Ibu nya ?"
Amanda terdiam.
" Manda percayalah, kalau kalian berjodoh pasti kalian akan bertemu lagi. Yakin dan percaya lah."
Amanda masih saja terus menangis. Ia tidak yakin bisa bersama Lingga. Secara Lingga adalah orang terpandang, kaya raya, pengusaha. Amanda takut perubahan Lingga yang tidak akan pernah mau lagi kenal dengan dirinya.
Rani terus menghiburnya , menguatkannya, dan menenangkannya. Memang berat rasanya, harus berpisah pada orang yang kita cintai. Apalagi manisnya cinta baru saja mereka lalui.
Lingga tidak bisa jauh dari Amanda. Hidupnya hampa tanpa Amanda. Amanda lah yang bisa merubah hidupnya menjadi lebih baik. Amanda lah cinta pertama pria dingin itu.
Lita melihat kalau kakaknya menangis. Lita pun menanyakan apa yang terjadi. Lingga menceritakan semua yang terjadi yang dialami Amanda.
Lita merasa sedih, karena ia tahu bagaimana kisa cinta mereka berdua.
" Mas, mas jangan takut, Lita akan bantu mas Lingga. Lita nanti akan terus mengabari sama mbak Amanda perkembangan mas Lingga selama di Amerika. Jadi, mas Lingga ga usah sedih gitu ya !"
" Beneran ? "
" Ia, mas. Lita janji."
" Amanda itu anak gaptek, kamu harus bantu dia ya !"
" Hehehe ia mas Lingga, Lita akan bantu mbak Amanda. Mas tenang aja !"
Sebelum pergi ke Amerika, Lita ingin sekali bertemu dengan Amanda. Lita pun berhasil menghubungi Amanda.
Mereka berdua pun bertemu di salah satu taman dekat rumah sakit.
" Mbak Amanda !" sapa Lita setelah melihat Amanda duduk di salah satu bangku taman.
Amanda menoleh ke arah suara. Ia tersenyum melihat kehadiran Lita. Amanda menghapus air matanya.
__ADS_1
" Maaf ya mbak, saya telat !" ucap Lita
" Ga papa Lita,"
"Mbak, nanti siang, mas Lingga akan pergi ke Amerika. Mbak, saya tahu pasti mbak Amanda akan sedih karena harus pisah untuk sementara dari mas Lingga. Mbak Manda, akan setia kan sama mas Lingga ?"
" Ia Lita, saya akan tetap menunggu mas Lingga disini."
" Oh ya, saya akan bantu mbak biar mbak bisa tahu keadaan mas Lingga. Kalau saya ga sibuk, saya akan selalu menghubungi mbak Amanda.
" Makasih banyak ya Lita. "
" Ia mbak, sama - sama."
Lita dan Amanda pun berpelukan.
****
" Nadine, gimana rencana mu sama David ?" tanya Mama Sekar.
" Rencana kita berdua mungkin bulan depan, Ma. "
" Oh ya , ada yang mau Mama bilang sama kamu, "
" Apa itu , Ma ?"
" Tentang Lingga dan Amanda."
" Kenapa dengan mereka ?"
" Lingga dan Amanda itu punya hubungan spesial, nak. Amanda pernah hamil anak nya Lingga."
" Apa ? Nadine ga salah dengar , Ma? Amanda pernah hamil ? kapan ? Lingga itu impoten, Ma. Ga mungkin Lingga bisa menghamili anak orang,''
" Kamu uda di bohongi nya, Lingga itu ga impoten nak, Lingga itu normal. Lingga benar - benar ga mencintai kamu, makanya dia ga mau menyentuh kamu. Dia lebih mencintai Amanda. "
" Sampai segitunya Lingga ? tega banget dia ? jadi sebelum kami bersama, dia uda duluan bersama Amanda ? sampai hamil? terus anaknya gimana ?"
" Mereka harus kehilangan anak nya ,karena kecelakaan yang menimpa mereka waktu itu."
Mendengar itu, Nadine pun terkejut.
" Apa ? jadi Amanda ikut juga dalam kecelakaan itu? "
" Ia nak, " Ibu sekar menangis.
" Mama kenapa nangis ?"
" Mama pengen cerita ke kamu, tapi Mama takut sayang, "
" Cerita apa ?"
" Tentang Amanda."
__ADS_1
" Kenapa dia , Ma? siapa sebenarnya Amanda ? kenapa sih kok jadi istimewa banget dia ? "
Mama Sekar terus menangis. Ia takut menceritakan kalau Amanda itu adalah anaknya, ia takut kalau Nadine tidak terima dengan semua ini.