I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 26 " Belanja Berdua "


__ADS_3

Perasaan Amanda dan Rani pun sangat bahagia sekali bisa keluar dari rumah pria sombong itu.


" Manda, saya kasihan sama kamu !"


" Kenapa Ran?"


" Punya atasan di tempat kerja sombong kayak gitu, kamu sabar ya ! pasti kamu tiap hari kena marah kan?"


Amanda hanya diam. Air matanya pun keluar membasahi kedua pipinya.


" Kamu nangis ya? Manda, maafkan saya ya ? saya ga ada maksud buat nyakitin hati kamu, saya hanya kasihan aja sama kamu. Oh ya, gimana kalau kamu keluar aja dari sana?"


" Keluar gimana?"


" Kamu cari aja kerjaan yang lain, gampang kan?"


Amanda terdiam sejenak.


" Ran, saya ga punya sekolah yang tinggi Ran, saya hanya duduk di bangku SMP aja. Kalau saya punya sekolah yang tinggi, pasti saya akan cari yang lebih baik. Saya takut Ran, ga ada yang mau nerima saya. Saya ga papa kok kerja di tempat Pak Lingga. Syukur Pak Lingga mau nerima saya, Ran. Lagian, saya juga tahu tempat kosan milik Ibu mu, itu tahu dari Pak Lingga. Pak Lingga yang ngantarin saya ke kosan milik Ibu kamu. Jadi, mau tak mau saya juga harus berbalas budi pada Pak Lingga. Sebelum saya dapat kerja, Pak Lingga lah yang membantu biaya kosan saya. Kalau ga ada Pak Lingga, mungkin Ibu Yani uda ngusir saya, hehehe..!"


Mendengar penjelasan dari Amanda, Rani merasa sedih. Ia langsung memeluk Amanda.


" Maafkan saya ya Manda. Saya salut sama kamu, walaupun kamu hidup sebatang kara, tapi kamu bisa menjadi anak yang dewasa. Kamu hebat Manda, kamu bisa selalu bersyukur. "


" Ran, beginilah nasib saya. Saya juga sangat senang sekali dan berterima kasih banyak sama kamu, kamu mau berteman dengan saya, Ibu kamu juga baik, mau menganggap saya sebagai anaknya. Hidup di kota besar seperti ini, saya pikir ga akan ada orang yang mau menerima saya, ternyata kamu dan Ibu mu sangat baik sekali. Kamu tahu ga, saya kadang suka sedih, saya selalu mikir, gimana nanti kalau kamu sudah menikah, saya akan kesepian, hehehe...!"


" Manda, kalau jadi saya menikah, saya akan tetap di kota ini kok. Saya ga akan pergi kemana - mana. Kasihan Ibu, ga ada temannya. "


" Tapi kamu masih mau kan berteman dengan saya?"


" Hahahaha...ya mau lah, masa ga mau !"


Amanda dan Rani berpelukan, air mata kedua nya pun berlinang.


****


Mentari pagi bersinar sangat cerah, hari untuk bekerja pun tiba. Pagi itu Amanda telah bersiap - siap hendak pergi bekerja. Seperti biasa, ia selalu bersama Rani. Rani mengantarkannya terlebih dahulu. Setelah berpamitan, Amanda pun masuk dan langsung keruang pantry untuk mengganti pakaiannya.


Amanda langsung beberes dan ia membuat minuman untuk para pegawai dan atasannya itu. Pagi - pagi sekali Lingga sudah tiba dikantor. Amanda melihatnya kalau pria sombong itu sedikit sibuk.


" Pagi Pak !" sapa Amanda.


Lingga hanya meliriknya saja. Ia hanya memainkan alisnya.

__ADS_1


" Pak, ini kopinya !"


" Letakkan aja disitu. "


Amanda meletakkan kopi itu di atas meja kerja. Lalu ia pun pergi. Lingga sepertinya banyak pekerjaan. Waktu pun berlalu. Akhirnya Lingga dapat bernafas lega. Ia melihat jam arlojinya. Saatnya makan siang. Lingga memanggil Amanda. Tak berapa lama, Amanda pun tiba diruangan nya.


" Ada apa ya, Pak ?"


" Manda, saya mau minta tolong sama kamu, nanti malam keluarga saya tiba di Indonesia. Jadi, saya minta sama kamu, hari ini kamu ikut sama saya lagi kerumah. Hhmmm..gini...gini..Papa saya itu, suka banget makanan tradisional gitu, seperti tempe goreng, tahu goreng, cah kangkung, sambal - sambalan, jadi saya minta sama kamu, kamu masakin untuk Papa saya."


" Kenapa harus saya, Pak ? kenapa ga diajak aja makan diluar, lebih enak to Pak !"


" Masalahnya, Papa itu ga suka makan diluar, Papa itu lebih suka makan dirumah, bareng keluarga. Pliss...kamu yang masakin."


" Saya harus ke pasar lagi ya, Pak ?"


" Ia, sekarang kita pergi."


" Tapi, saya ga pintar masak Pak !"


" Lihat di google atau di youTube, ga ada alasan ga tahu. Ya uda, sekarang ganti pakaian kamu, kita pergi sekarang juga !"


Dengan berat hati, Amanda pun harus mengikuti perintah atasannya itu. Selesai mengganti pakaiannya, mereka pun pergi ke supermarket terdekat. Ini baru pertama kali Amanda memasuki supermarket , ia begitu terpesona. Ia tercengang melihat semua bahan - bahan makanan ada di sana semua.


" Begitulah !" jawab Lingga singkat.


Mereka berdua pun belanja untuk keperluan memasak. Diam - diam , Lingga memperhatikan Amanda. Amanda sangat cantik. Ketika mereka berdua memilih - milih tomat, tak sengaja Lingga menyentuh tangannya. Jantung keduanya pun berdetak kencang.


" Ma..maaf...kamu aja yang pilih !" ucap Lingga.


Lingga menghindar, ia mencoba berdiri di belakang Amanda. Amanda hanya bisa diam. Ia pun melanjutkan memilih keperluan lainnya.


Seorang teman Lingga melihat kalau Lingga ada di supermarket itu. Ia pun menyapanya.


" Linggaaaa? ngapain loe disini ?" tanya seorang wanita yang sedang membawa seorang anak kecil.


" Desi ? kamu Desi kan?"


" Ia, syukur deh loe masih ingat gue. Gue kira lupa,"


" Ya ga lah, masa saya bisa lupa sama teman sendiri."


" Loe ngapain disini? kenapa ga dikantor?"

__ADS_1


" Saya lagi beli sesuatu, Papa, Mama dan Lita mau datang. Kamu tahu sendiri kan, kalau Papa itu paling ga mau kalau makan diluar, harus masakan rumah baru mau makan !"


" Oh jadi keluarga loe mau datang ? Trus, siapa dong yang masakin ini semua? loe?"


Lingga menggelengkan kepalanya. Dia menunjuk Amanda.


" Dia siapa loe? pacar ?"


Lagi - lagi Lingga menggelengkan kepalanya.


" Dia OG dikantor saya, jadi saya minta tolong sama dia supaya dia yang nyiapin semuanya."


" Oh gitu. Loe pintar banget ya, cari OG secantik dia. Jadi, siapa dong pacar loe sekarang ?"


" Belum ada, Des. Wanita itu bikin ribet, banyak maunya."


" Itulah namanya wanita, mereka ingin dimengerti. Ehh Pak bos, hati - hati ya, jangan sampe kecantol ama tu OG, hahahaha..!"


Lingga hanya tersenyum. Ia langsung melihat Amanda. Desi pun pamit pergi.


" Pak, uda selesai semua Pak !"


Lingga terus menatap kedua bola mata Amanda, Amanda pun merasa risih karena di lihatin terus.


" Pak, belanjaannya uda selesai !" ucap Amanda lagi.


" Oh ya, uda lengkap semua kan ?" tanya Lingga.


Amanda hanya menganggukkan kepalanya. Mereka pun langsung ke kasir supermarket itu. Setelah selesai membayar, mereka pun pulang.


" Manda, mungkin keluarga saya itu seminggu atau dua minggu tinggal di sini, jadi saya mau minta sama kamu, selama keluarga saya disini, kamu ga usah kerja dulu jadi OG, kamu dirumah aja dulu !"


" Kenapa saya harus dirumah, Pak?"


" Ya, biar ada yang masakin makanan untuk keluarga saya !"


" Maksudnya saya tinggal dirumah Bapak?"


" Ia, kamu tinggal dirumah saya. Kenapa? ga mau? kamu mau, gaji kamu saya potong lagi ?"


" Bukan...bukan..Pak, bukan itu maksud saya, tapi ?"


" Tapi apa? kamu ga usah takut keluarga saya ga suka makan orang kok, "

__ADS_1


Perasaan Amanda pun tidak enak, ia takut kalau keluarganya tidak akan menyukai masakannya. Ia hanya gadis desa, di desa makanannya apa adanya saja. Di perjalanan Amanda hanya diam. Sedangkan Lingga sibuk dengan telpon yang selalu berdering. Mungkin saja itu masalah pekerjaan.


__ADS_2