
" Mas, uda dong, kalau ibu ga ada, kita pulang aja. Ga enak ribut di rumah orang, mas !"
" Ga sayang, kamu harus ketemu sama ibu kamu, biar semua berjalan dengan lancar. "
" Tapi ibu ga ada, mas. Kita pulang aja, lagian percuma kita kesini, ibu ga pernah sayang sama saya, mas !"
Mendengar kata tidak sayang, Lingga merasa semakin sedih melihat calon istrinya itu.
" Jadi gimana ?"
" Kita pulang aja !"
Dengan hati yang sangat hancur, Amanda harus pulang tanpa mendapatkan doa restu dari ibu nya.
" Masalah kita belum selesai, pak !" ucap Lingga pada mantan mertuanya itu.
Amanda dan Lingga pun pergi meninggalkan rumah itu. Amanda mencoba tidak menangis lagi. Percuma saja ia menangis, mengeluarkan air mata sebanyak - banyaknya tidak akan ada lagi artinya.
****
Hari yang dinantikan pun tiba. Amanda dan Lingga akan menikah hari itu juga. Penghulu sudah tiba. Mama Nania tidak mau keluar dari dalam kamarnya.
Pernikahan yang mendadak. Tanpa ada acara mewah sama sekali. Amanda lah yang memintanya pada Lingga agar tidak ada acara pesta. Ia ingin menghargai ibu Nania.
Lingga pun mengabulkan permintaan Amanda. Lingga berjanji, jika suatu saat mama nya sudah menerima Amanda, Lingga akan membuat acara pesta untuk hari bahagia itu.
Acara pernikahan pun dimulai. Penghulu memimpin acara itu.
" Sah....!" ucap penghulu.
" Saaaahhhhh....!" suara gemuruh para tamu yang hadir.
Akhirnya Amanda dan Lingga resmi sudah menjadi suami istri. Air mata Amanda pun berlinang. Akhirnya Lingga menepati janjinya mempersunting Amanda sebagai istrinya.
Amanda menjabat tangan suaminya itu. Air mata kembali berlinang. Lingga langsung memeluknya dan mencium kening istrinya itu.
Amanda juga tidak lupa, meminta doa restu kepada pak Chandra. Kini pak Chandra sudah menjadi bapak mertuanya.
" Selamat ya nak, semoga kalian berdua bahagia selalu, cepat di berikan momongan, dan ingat, yang namanya berumah tangga akan banyak sekali ujian - ujian nya. Papa hanya berpesan pada kalian berdua, jalani seperti air yang mengalir, jika ada masalah, sebaiknya di bicarakan dengan kepala dingin. Dan buat kamu Lingga, kamu akan menjadi imam buat Amanda dan anak mu nanti, jadilah imam yang baik ya nak, bisa membimbing anak dan istri mu, bisa membahagiakan mereka kelak. Hanya itu yang bisa papa sampaikan. Kalau pun Mama mu tidak hadir di acara ini, jangan bersedih hati, suatu saat hatinya akan luluh dan menerima Amanda sebagai menantunya. Dan buat kamu Amanda, jadilah istri yang baik, bijak, dan istri yang bisa membanggakan keluarga. Istri itu adalah jantungnya rumah tangga. Kalau jantung itu rusak, ada celah yang kurang baik, maka hancurlah seluruhnya. Jadi, pesan papa, jadilah istri yang bisa menjadi panutan untuk semua orang. Mama mertua mu ga bisa hadir hari ini, bukan karena ia membenci mu, nak. Tapi Mama mu belum siap aja. Bawa dalam doa mu, mama Nania bisa berubah dan sayang sama kamu. Tunjukkan sama dunia, kalau kamu itu bisa menjadi istri idaman Lingga. "
Amanda terus menangis. Harus seperti inilah jalan hidupnya. Hanya Lingga, bapak mertua dan iparnya saja yang mau menerima dia apa adanya.
__ADS_1
Amanda tidak tahu, ntah sampai kapan ia dapat kuat menahan kisah hidupnya ini. Amanda sangat berharap, Lingga selamanya mencintainya dan menyayanginya.
Hanya pada Lingga lah , Amanda menaruh harapannya.
" Pak, terimakasih banyak karena sudah mau menerima saya sebagai menantu bapak. Ajari saya pak, tegur lah saya jika dikemudian hari, saya melakukan kesalahan. Perjalanan hidup saya begitu sangat pahit, pak. Bapak lah yang sudah banyak membantu saya, mengajari saya, kalau ga ada bapak, saya ga tahu harus gimana lagi. Jadi, buat bapak, bapak sehat selalu ya, terimakasih banyak ya pak !"
Pak Chandra tersenyum.
****
Mendengarkan kabar kakaknya sudah menikah, Lita tidak percaya. Ia sangat terkejut mendengar berita baik itu.
Lita pun sangat bahagia, karena akhirnya kakaknya menikah juga.
Reza belum mengetahui tentang hal ini. Lita mencoba bungkam dan tak mau membeberkannya.
****
Malam hari tiba, Amanda sudah tinggal dirumah milik Lingga. Itu artinya juga, Amanda dan Lingga sudah bisa tidur bersama.
Dirumah itu, masih ada bapak mertua dan ibu mertuanya. Jadi, Amanda masih malu - malu pada mereka.
Mama Nania tidak mau keluar dari dalam kamar. Lingga mencoba menemui mama nya. Tapi, mama Nania tidak mau bertemu dengan anak nya itu.
Kabar menikahnya Lingga terdengar sampai ke seluruh penjuru. Banyak yang meminta padanya agar segera melaksanakan pesta. Semua penasaran dengan istri seorang pengusaha tampan dan kaya raya itu.
Rani dan keluarganya juga telah mengetahui kabar baik itu. Mereka sangat bahagia sekali, akhirnya Amanda jadi juga menikah dengan Lingga.
Karena masih pengantin baru, untuk sementara Lingga belum masuk ke kantor. Begitu juga Amanda, Lingga meminta padanya agar berhenti untuk bekerja.
Awalnya Amanda menolak, tapi karena Lingga terus memintanya, akhirnya Amanda pun menuruti keinginan suaminya itu.
Jantung Amanda berdetak kencang, ketika ia bersama Lingga sudah ada di dalam satu kamar. Sebelumnya juga mereka pernah bercinta. Tapi, kali ini ada rasa yang sangat beda.
Lingga memberikan sebuah kotak yang tidak begitu besar.
" Ini buat kamu, semoga kamu suka !" ucap Lingga sambil tersenyum.
" Apa ini, mas ?"
" Buka aja,"
__ADS_1
Amanda tersenyum tipis. Ia membuka kotak pemberian Lingga. Lingga terus tersenyum.
Kotak tersebut berhasil dibuka. Amanda mengambil nya dan melihatnya.
" Astaga ? apa ini mas ?"
Lingga tertawa.
" Lingerie, kamu pakai ini setiap kita sudah ada di dalam kamar. Mau ya sayang !"
" Kenapa harus pakai ini ?"
" Biar kamu makin cantik, "
" Ga pakai ini juga, saya uda cantik, mas !" ucap Amanda tertawa
Lingga memeluknya dari belakang.
" Kamu itu terlalu cantik buat mas ,sayang !" Lingga mengecup leher milik Amanda.
" Hahaha, bisa aja to, mas !"
" Malam ini kita akan bercinta, kamu uda siap kan ?"
" Masih capek, mas !"
" Capek apa ?"
Lingga terus menciumi leher istrinya itu, ciuman semakin buas. Nafasnya mulai tak beraturan. Amanda mulai merasakan ******* - ******* karena aksi suaminya itu.
Mereka pernah bercinta, tapi Lingga tidak pernah memberikan aksi yang sangat luar biasa itu.
" Masss...!"
" Ya, sayang ?"
" Pintu kamarnya belum di tutup !"
Lingga melihat ke arah pintu kamar. Benar saja, pintu kamar itu belum tertutup rapat. Lingga menghentikan aksinya, ia langsung menutup pintu kamar itu dan menguncinya.
" Papa dan mama itu ada dikamar bawah kok, jadi kamu ga usah takut !"
__ADS_1
Lingga mulai menciumi bibir manis milik istrinya itu dan permainan pun di mulai.