I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 13 " Denis Dan Wina Menikah "


__ADS_3

Keadaan di desa..


Pak Lurah, yang tak lain adalah Ayah Denis, jatuh sakit. Pak Lurah meminta pada Denis untuk segera datang ke desa. Pak Lurah memintanya agar Denis segera menikah.


Denis tidak tahu harus mengabulkan permintaan Ayahnya atau tidak, dikarenakan Denis belum punya calon pendamping hidup.


Ayahnya tidak mau tahu, ia selalu mendesak Denis. Denis pun punya rencana akan melamar Amanda. Amanda lah satu - satunya penyelamat Ayahnya disaat sakit.


Denis pun kembali ke desa. Ia sudah tak sabar ingin segera melamar Amanda. Tibalah Denis di desa itu, ia langsung pergi menuju rumah Amanda.


Denis mencari - cari rumah Amanda, seingatnya didepan rumah Amanda tumbuh sebuah pohon bambu kuning . Tapi, Denis tidak menemukan pohon itu, apalagi rumah Amanda.


Denis sangat heran, apa sebenarnya yang telah terjadi. Ia pun bertanya pada para tetangga Amanda. Mereka pun mengatakan kalau rumah Amanda sudah di hancurkan oleh Pak Bagas, karena hutang yang tidak bisa dibayar Amanda. Mereka juga mengatakan kalau nenek Surti telah meninggal dan Amanda telah kabur ke kota.


Denis merasa sedih , ia sangat kasihan pada hidup Amanda. Dengan hati yang hancur, Denis pulang kerumah orang tuanya.


" Denis ? kapan kamu datang, nak?" tanya Ibu nya.


Denis hanya diam , tampak di raut wajahnya kesedihan yang amat mendalam.


" Ayah mu ada dikamar, pergi temui lah Ayah mu !"


Denis pun menemui Ayahnya. Ia langsung memeluknya.


" Akhirnya kamu datang, nak !" ucap Ayah nya.


" Ia, Yah, "


" Kamu kenapa sedih?" tanya Ayah nya.


" Amanda, Yah !"


" Kenapa dengan Amanda ?"


" Amanda ga tinggal di desa ini lagi, Denis tadi mampir kerumahnya, tapi rumah Amanda uda ga ada lagi, "


"Baguslah, nak !"


" Kok bagus sih, Yah ?"


" Kamu tahu, Amanda itu ga tahu diri. Uda ditolongin, eh main kabur aja ,"


" Yah, ga boleh ngomong kek gitu, Yah !"


" Ayah berkata benar nak, Ayah ga mengada - ada. Amanda itu ga bisa bayar hutangnya, makanya dia lari." ucap Ayah nya lagi.


" Ayah ada ga bantu Amanda?"


" Untuk apa kami bantu Amanda? dia itu anak ga tahu diri. " ucap Ibu Denis.


" Bu, ga boleh ngomong gitu !"


" Udah lah ga usah bahas Amanda terus, sekarang Ayah mau nanya sama kamu , gimana sekarang kamu, kapan nikah?" tanya Ayah nya lagi.


" Nikah mulu sih yang ditanya?"


" Kami uda tua, nak. Nak, gimana kalau kamu sama Wina, putrinya Pak Bagas ?Dia punya sekolah yang tinggi, trus dia juga uda ASN, lho !" ucap Ibu nya.

__ADS_1


" Ini bukan zaman Siti Nurbaya Bu, pake dijodohin segala. Mau ASN kek , mau pengusaha kek, apa pun itu, Denis ga mau, Bu ! Ayah dan Ibu tahukan , kalau Denis itu suka nya sama Manda ?"


" Manda lagi ..Manda lagi..emang ga ada perempuan lain? kenapa harus Amanda? Manda itu ga pantas buat kamu. Sekolahnya aja ga ada, hidupnya susah. Paling juga sekarang dia dikota sana jadi gembel, ngemis barangkali !" ucap Ayahnya.


" Denis, apa yang dikatakan Ayah mu benar, nak. Wina itu pantas buat kamu. Kamu tahu ga, dia bidan di desa ini, pasiennya juga banyak, apalagi yang kurang nak? kalian itu serasi,"


Denis hanya diam.


" Kamu seorang pengusaha sukses di kota, masa ia kamu mengharapkan Amanda jadi istri kamu ? apa kata teman - teman mu, apa kata teman bisnis mu ?"


Denis pun mulai goyah, ia mulai menerima apa yang dikatakan Ayah dan Ibu nya. Denis melihat Ayahnya semakin tua, ia juga tidak mau menjadi anak yang durhaka.


" Kalau kamu mau, malam ini kita akan kerumah Pak Bagas. Kita akan melamar Wina sekarang juga !" ucap Ayahnya.


" Denis, kasihan Ayah mu, nak. Hanya kamu yang kami harapkan, kamu lah kebahagian kami. Jangan buat Ayah mu kecewa, ingat perjuangannya !"


Denis langsung memeluk Ayah dan Ibu nya.


" Baik Bu, saya akan terima apa kemauan kalian. Saya akan menikahi Wina,"


" Alhamdullilah..!" ucap Ibu Denis dengan senangnya.


Malam itu Denis, Ayah dan Ibu nya telah bersiap - siap akan pergi kerumah Pak Bagas. Pak Bagas dan istrinya pun sangat heran akan kedatangan Pak Lurah dan keluarga.


" Pak Bagas, maafkan kami , kalau kami telah menganggu waktu kalian. Maksud kedatangan kami kesini, Denis ingin melamar Wina, putri Pak Bagas. Kalau Pak Bagas bersedia, kita akan jadi besan, hehe !" ucap Ayah Denis.


Mendengar ucapan Pak Lurah, Pak Bagas sangat senang sekali. Karena Denis akan menjadi menantunya. Denis pengusaha terkenal dan sukses itu akan segera menikahi Wina, anak gadisnya. Pak Bagas dan istrinya pun sangat setuju dengan rencana tersebut.


" Wina, apakah kamu mau jadi menantu Ibu, nak?" tanya Ibu Denis.


" Kalau mas Denis mau, Wina juga mau Bu !" jawab Wina malu - malu.


" Denis gimana nak?" tanya Ibu nya lagi .


" Ya Bu, Denis mau. "


Singkat cerita, Denis dan Wina pun menikah. Denis membawa Wina ke kota.


****


Amanda selalu lembur dan pulang malam. Ia terus membersihkan kantor dari lantai 1 sampai lantai 5. Tidak ada rasa kasihan pada Amanda. Nadine selalu menyuruhnya dan tak segan - segan di depan para pegawai lain pun Nadine membentak Amanda.


Amanda tetap sabar, ia terus saja melakukan apa yang di suruh Nadine. Nadine tidak suka kalau Amanda ber- istirahat. Ia mau Amanda itu capek lalu keluar dari kantor itu. Ntah kenapa Nadine begitu benci pada Amanda.


Sudah pukul 11.30 malam. Amanda baru saja pulang kerja. Ia sangat kelelahan. Hujan deras pun turun. Terpaksa Amanda harus berteduh sejenak. Amanda duduk di halte seorang diri. Ia menangis.


Kebetulan halte itu dekat dengan lampu merah, arah kantor Lingga. Malam itu Lingga juga baru pulang dari kantor. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia melihat - lihat sekeliling jalanan itu.


Lingga melihat Amanda duduk melamun. Masih saja lampu merah, Lingga menerobos jalanan itu.


Ia langsung menghampiri Amanda. Ia menepikan mobilnya.


" Hei...! panggil Lingga.


Amanda mendengar suara itu. Perlahan ia mengangkat kepalanya, dan ia melihat kalau Lingga sudah ada dihadapannya.


" Bapak ?"

__ADS_1


" Bapak ... Bapak... Bapak..emang saya Bapak mu ?"


" Maaf,"


" Kamu ngapain disini ? tanya Lingga ketus.


" Lagi nunggu hujan reda, Pak."


" Kamu punya janji kan?"


" Janji? janji apa, Pak?"


" Katanya kalau uda punya uang, kamu bayar utang kamu !"


Amanda pun langsung diam.


" Oh ia, Pak. Saya masih ingat kok. Tunggu ya pak !"


Amanda mengambil dompet dari dalam tasnya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang. Amanda menghitung uang itu.


" Ini Pak, sisanya nanti saya bayar lagi ya ! soalnya belum cukup, Pak !"


Lingga tidak berkedip melihat wajah Amanda .


" Pak, saya janji, saya akan melunasinya, untuk sementara ini ya Pak ! makasih banyak ya, Pak !"


" Kamu kerja dimana?"


" Saya kerja di PT. Citra Wahana ,pak !


" Sebagai apa?"


" OG, Pak."


" Apa itu OG ? "


" Itu lho Pak, yang kerjanya bersih - bersih, ngepel, nyapu, buatin kopi, teh sama pegawai, masih banyak lagi lah,Pak !"


" Oh, pantesan !"


" Pantesan kenapa , Pak?"


" Kamu itu memang pantes kerja kayak gitu, kamu masih ingat kan? kamu datang ke kantor saya mau jadi sekretaris saya, seharusnya kamu mikir, kamu itu bagaimana, punya sekolah tinggi ga? kamu itu buat malu !"


" Maaf Pak, saya ga tahu apa itu sekretaris, hehehe...!"


" Pake ketawa lagi !"


" Ia Pak, maaf, "


" Kamu ingat hutang mu, jangan sampe lupa, awas kalau lupa ."


" Ia Pak. Oh ya hujannya uda reda Pak, saya pamit ya Pak, makasih banyak lho, Pak !"


Amanda pun pergi meninggalkan Lingga, Amanda merasa gugup, ia tidak melihat kalau ada bongkahan batu didekat halte itu. Amanda pun terjatuh, ia tersungkur ke trotoar itu.


Lingga melihatnya, wajah Amanda pun memerah seperti kepiting rebus, ia sangat malu.

__ADS_1


__ADS_2