I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 66 " Denis dan Amanda "


__ADS_3

Setelah perpisahannya dengan Wina, kini Denis hidup menyendiri. Perusahaannya pun kini semakin berkembang. Seluruh dunia telah mengenal Denis, pria smart, tampan tak kalah dengan Lingga.


Denis semakin giat bekerja, ntah mengapa kedua orang tua nya pun kini menyuruh Denis untuk segera menikah kembali. Amanda, adalah wanita pilihan kedua orang tua nya. Mereka menyuruh Denis untuk segera menikahi Amanda, wanita yang dulu pernah Denis cintai.


Betapa bahagianya Denis ketika Ayah dan Ibu nya merestui Amanda sebagai calon menantunya. Kini, Ayah dan Ibu nya sudah sadar, kalau Denis dan Amanda itu sangat lah pantas untuk hidup bersama.


Denis terus mencari keberadaan Amanda. Tuhan maha tahu segalanya apa yang dirasakan Denis. Suatu hari Denis dan Amanda pun di pertemukan Tuhan.


Saat itu hujan sangat deras, Denis mampir di salah satu resto yang terkenal di kota itu. Perut tengahnya pun sudah tidak bisa lagi diajak kompromi.


Denis masuk ke resto tersebut. Ia langsung memilih tempat yang paling nyaman untuknya. Ntah mengapa ketika Denis mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan resto, ia melihat sosok Amanda. Amanda yang sedang sibuk melayani para pengunjung lain.


Betapa bahagianya Denis ketika ia melihat wanita yang di cari - carinya ternyata ada di resto tersebut.


Perasaannya semakin tidak tenang. Denis sangat gugup. Ntah mengapa nyalinya kali ini sangat down ketika melihat Amanda. Padahal dulu kalau bertemu Amanda perasaan Denis biasa saja.


Denis pun memanggil salah satu pelayan resto itu.


" Selamat siang, Pak. Maaf Pak, Bapak mau pesan apa, Pak ?"


" Saya mau pesan yang ini..!" sambil menunjuk menu makanan dan minuman yang ada di daftar menu.


" Oh ya mbak, saya boleh minta tolong kan ? ntar yang ngantar makanannya, mbak yang di sana ya !" Denis menunjuk Amanda.


Pelayan itu memutar balik tubuhnya dan melihat ke arah Amanda.


" Amanda maksudnya ?"


" Ia, Amanda."


" Baik, Pak. Ditunggu ya, permisi !"


Perasaan Denis semakin tidak karuan. Ia semakin gugup. Pesanan Denis selesai. Teman nya meminta pada Amanda agar Amanda yang mengantarkan makanan itu pada Denis. Amanda pun sangat heran, kenapa harus dirinya yang mengantarkannya. Rasa penasaran Amanda pun semakin besar, siapa orang yang meminta dirinya untuk mengantarkan makanan pengunjung itu.


Amanda sempat kepikiran kalau itu adalah Lingga. Tapi, mana mungkin Lingga tahu kalau ia bekerja di resto itu. Amanda kembali bersedih, ia kembali mengingat Lingga.

__ADS_1


" Kenapa juga aku masih mengingat mas Lingga, mas Lingga uda benar - benar melupakan aku. Piye to ndok, move on..move on..!" gumam Amanda.


Amanda pun membawakan pesanan itu. Perasaannya pun mulai tak tenang. Siapa sebenarnya orang tersebut. Amanda melihat tubuh pria itu. Berpakaian rapi, tubuh nya sedikit berisi. Tapi tidak tahu wajahnya seperti apa.


" Selamat siang, Pak. Ini pesanan Bapak !" Amanda tidak melihat wajah pria yang memesan menu makanan itu. Amanda langsung meletakkan nya di meja dan ia mulai menyusun nya.


Amanda pun selesai mengantarkan semua pesanan itu. Amanda tidak berani menatap pria yang ada disampingnya itu. Ketika ia hendak pergi, Denis menarik tangannya . Amanda sangat terkejut. Di pikirannya pasti itu Lingga.


" Manda...!"


Detak jantung Amanda semakin cepat, keringat dingin langsung mengucuri tubuhnya.


" Ini saya, Denis. Kamu masih ingat saya kan ?"


Begitu mendengar nama Denis, detak jantung Amanda pun mulai stabil. Amanda menarik nafasnya perlahan - lahan.


" Mas Denis ?" Amanda mengarahkan wajahnya ke Denis. Amanda sangat terpukau akan penampilan Denis, Denis tidaklah seperti yang dulu. Denis semakin rapi dan aura ketampanannya sangat terpancar. Tubuhnya semakin berisi. Denis yang dulu sangat beda sekali dengan Denis yang sekarang.


" Kamu apa kabar ?" tanya Denis.


" Ga usah gitu dong ngeliatnya, saya malu !" ucap Denis menunduk.


Amanda pun tersenyum.


" Mas Denis ?"


" Ia, kenapa dengan saya ?"


Amanda kembali tersenyum. Mereka berdua pun saling menatap. Denis adalah pria yang sedikit pemalu.


" Kamu kerja disini ?" tanya Denis membuyarkan lamunan Amanda.


" Ia mas,"


" Oh ya, duduk dulu dong, masa mau berdiri terus !" ucap Denis. Mereka berdua pun duduk dan Amanda masih tak percaya kalau pria yang ada di hadapannya itu adalah Denis.

__ADS_1


" Mbak Wina mana mas ?" tanya Amanda.


Wajah yang tadi kelihatan bahagia, tiba - tiba berubah menjadi muram. Denis menundukkan kepalanya.


" Wina uda nikah dengan pria asing, pria yang sangat di cintainya. " ucap Denis terbata - bata.


" Apa ? mbak Wina nikah lagi ? kenapa bisa gitu mas ?"


" Ya mana saya tahu, ya gitu lah .."


" Sayang sekali mas, "


" Kenapa sayang sekali ?"


" Mbak Wina itu baik, cantik. Mas Denis sih, kurang perhatian kali, hehehe...!"


" Wina baik ? kalau dia baik, apa yang salah bilangin ke dia, pasti dia dengar, ga ngelunjak, ga ngelawan, ga selingkuh sama laki - laki lain, ga kasar sama saya. Itu yang kamu maksudkan baik ? Manda, kalau kamu tahu, pernikahan saya sama Wina itu hanya formalitas, tidak di dasari saling cinta. Nikah ya nikah aja, ga ada perasaan cinta, sayang. Semua demi Ibu dan Ayah. Gimana biar mereka bahagia, saya ikutin aja,"


Amanda pun mendadak sedih mendengarkan cerita dari Denis.


" Manda, maafkan saya, saya ga bisa memperjuangkan cinta saya ke kamu. Kamu tahu kan Ayah dan Ibu saya itu gimana ?"


" Ia mas, ndak papa kok," Amanda menundukkan kepalanya.


" Manda, gimana dengan Lingga ?"


Tiba - tiba saja air mata Amanda tumpah ruah. Kenapa harus diingatkan lagi dengan nama itu ? Denis tahu tentang kejadian yang menimpa Lingga. Tapi Denis tidak tahu kalau ada Amanda ikut dalam tragedi kecelakaan itu. Amanda juga enggan mengatakan kepada Denis kalau dirinya ada bersama Lingga, dan ia sedang mengandung anak Lingga.


Amanda semakin menangis. Ia mengingat semua kenangan manis itu. Anak Lingga yang dikandungnya selama 9 bulan, perjuangan yang tidak mudah untuk Amanda, mengalami kesakitan, hinaan dari Ibu Nania, dan kini Amanda harus kehilangannya untuk selamanya. Janji manis dari Lingga juga, Amanda harus menelannya dengan rasa pahit dan sakit.


Amanda merasa dirinya begitu bodoh, menerima semua ucapan Lingga begitu saja. Dan kini, sudah lebih dari setahun Lingga tidak pernah lagi memberikan kabar kepadanya.


Amanda sekarang hanya pasrah dengan keadaan. Ia tak terlalu berharap pada Lingga lagi. Bagi Amanda semuanya tinggal kenangan. Amanda harus lebih kuat menjalani hari - harinya tanpa ada orang yang benar - benar tulus mencintai dan menyayanginya.


Masalah dengan Ayah dan Ibu, Lingga semua itu adalah titipan dari Tuhan untuk hidup Amanda, agar Amanda bisa menjadi anak yang lebih kuat.

__ADS_1


Amanda akan menutup rapat - rapat masalah hidupnya, tentang kehamilannya dulu dan Ibu Sekar, Ibu kandung yang sangat membenci dirinya. Hingga sampai sekarang, Amanda takut menerima pria dalam hidupnya. Ia takut akan mendapatkan nasib yang sama.


__ADS_2