I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 24 " Bantu Bersih - Bersih "


__ADS_3

Hari minggu, masih hari istirahat Amanda. Tapi sayangnya bos nya itu tidak bisa melihat orang hidup senang. Ada aja alasan untuk menganggunya.


Pagi - pagi sekali, Lingga mendatangi tempat kosan Amanda. Ia mengetuk pintu kamar kosan itu begitu kuat sekali. Amanda yang masih nyenyak tidur, langsung terbangun dan sangat ketakutan.


Amanda mencoba mengintip siapa yang datang di pagi buta begini. Betapa terkejutnya Amanda, ketika melihat bos nya itu ada di luar.


Lingga terus mengetuk pintu kosan itu, hingga membuat Rani dan Ibu nya merasa terganggu. Rani pun langsung keluar menemui Lingga.


" Woiiiiii Pak, ribut amat sih ? Bapak tahu jam berapa ini? Bapak masih ingatkan ini hari apa?"


" Maaf Rani, saya perlu sama Manda bukan sama kamu !"


" Ya kira - kira dong Pak, memang perlu sama Manda, tapi lihat dong ini jam berapa ?"


" Sorry !"


" Enak aja pake sorry, Bapak itu uda menganggu penghuni kontrakan. Pakai etika dong bertamu ke rumah orang, jangan seenaknya aja !"


" Ia, sorry Rani !"


Amanda pun mendengar kan keributan itu. Ia langsung keluar dan menemui mereka.


" Bapak ? ada apa pagi - pagi datang kesini ?" tanya Amanda.


Lingga langsung terpesona begitu melihat wajah Amanda yang baru bangun tidur. Masih menggunakan daster pink dan rambut yang digerai.


" Saya perlu sama kamu !"


" Perlu apa, Pak? ini masih pagi, Pak. Apa ndak sebaiknya agak siangan atau sorean gitu datangnya !"


" Ini perlu, makanya saya datang sekarang !"


" Perlu apa, Pak?" tanya Amanda


" Kamu ikut saya sekarang !"


" Kemana, Pak ?"


" Kerumah saya."


" Hah ? kerumah Bapak? mau ngapain ?" tanya Rani tidak percaya.


" Bersih - bersih, kalian berdua ikut kerumah saya sekarang juga !"


" Iss..ogahh dahh...emang saya budak Bapak ? ga usah mau Manda !''


" Saya bisa kan minta tolong sama kalian berdua ?"


Amanda hanya diam. Sebenarnya ia juga sangat kasihan pada bos nya itu.


" Rumah segede kapal pesiar, tapi ga ada asisten rumah tangganya, beuuhh..apa'an itu?" ledek Rani .


" Emangnya Bapak ga bisa bersih - bersih ya?" tanya Amanda.


" Orang tua saya mau datang. Jadi, saya perlu kalian berdua !"

__ADS_1


" Ohhhhh...!" Sahud Rani dan Amanda.


" Gimana, kalian berdua mau?''


'' Rani - Manda, silahkan gih, nak. Ga ada salahnya kita ngebantu orang lain !" ucap Ibu Rani.


" Ya uda, Pak. Kita berdua mau !'' jawab Amanda.


" Ehh..enak aja, saya ga mau, kamu aja kali,Manda !"


" Ga boleh gitu, Ran. Suatu saat nanti, pasti kita butuh bantuan Pak Lingga." bisik Amanda pada Rani.


" Ya uda deh, tapi kali ini aja saya mau bantuin dia ,"


" Lah, sama. Saya juga kali ini aja. Ya uda kita bantuin Pak Lingga ya !"


Dengan wajah yang jutek, akhirnya Rani dan Amanda mau membantu pria itu. Mereka berdua pun langsung beberes, tanpa mandi terlebih dahulu.


" Masuklah !" ucap Lingga.


Amanda dan Rani pun langsung masuk kedalam mobil itu. Keduanya duduk di seat belakang.


" Saya itu bukan supir kalian berdua, Amanda kamu duduk di depan !" titah Lingga.


Rani pun tersenyum.


" Kok harus saya sih , Pak ?"


" Saya maunya kamu !"


" Nanti kotor gimana, Pak ?''


Wajah cantik itu pun berubah menjadi murung.


" Ga papa, Manda. Dia kan bos kamu. Sabar ya !" bisik Rani.


Amanda pun pindah tempat duduk. Dengan rasa malu - malu, ia pun duduk dibangku depan. Lingga menyalakan mesin mobilnya. Mereka pun pergi. Ibu Rani hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mereka.


****


Mereka pun tiba di rumah itu. Rumah yang sangat besar, bak istana raja. Lingga langsung menepikan mobilnya.


" Turunlah, kita uda sampai !"


Rani dan Amanda pun turun. Mereka berdua sangat kagum melihat keadaan rumah yang sangat besar itu.


" Pak, ini rumah Bapak?" tanya Amanda.


" Mau kamu ini rumah siapa ?"


" Nanya doang kok, Pak. Masa nanya aja ga bisa ?" ucap Rani


" Ya uda masuk,"


Mereka berdua pun mengikuti Lingga masuk kedalam rumah besar itu. Amanda yang belum pernah sama sekali melihat rumah sebesar itu, ia selalu memperhatikan setiap sudutnya.

__ADS_1


" Pak, trus mana yang harus kami kerjakan?" tanya Amanda.


" Yang harus kalian kerjakan, seluruh rumah ini, dari lantai bawah sampai lantai atas. Ga banyak kok, semua barang - barang yang ada di rumah ini kalian bersihkan, jangan sampai ada debu sama sekali. Semua harus bersih."


Amanda dan Rani saling berpandangan. Mereka berdua mengernyitkan kening masing - masing.


" Uda buruan kalian berdua kerja," titah Lingga.


Mau tak mau, Amanda dan Rani mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Lingga. Mereka berdua sangat cekatan, tidak mengenal lelah. Benar - benar mereka dengan tulus membantu pria sombong itu.


Tak terasa, sudah hampir 3 jam mereka membersihkan seluruh isi rumah itu. Lelah, pasti.


" Pak, kita berdua laper !" ucap Rani


Lingga melirik Amanda. Ia melihat kalau Amanda sangat kelelahan. Keringat deras mengucur dari pelipis wajahnya.


" Coba lihat ke dapur, siapa tahu ada makanan, saya mau istirahat dulu !" ucap Lingga.


Mendengar jawaban bos nya itu Amanda menjadi lemas tak berdaya. Ia tak yakin kalau di dapur itu ada makanan. Dengan meraba - raba, Rani dan Amanda pun menuju ke dapur.


Dapur yang sangat besar. Rani membuka kulkas yang sebesar lemari pakaian itu. Ia mendongak ke dalam kulkas, ia hanya menemukan 5 bungkus mie instan.


" Oh my God, kulkas segede lemari pakaian saya, hanya ada mie instan doang, astajimmmm....!" ucap Rani.


Amanda hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Rani yang dari tadi hanya ribut tak menentu.


" Di syukuri toh Ran, dari pada ga ada sama sekali."


Amanda mengambil mie instan itu, ia mulai memasaknya. Tapi sayangnya ia tak tahu cara memakai kompor nya. Rani pun tertawa terbahak - bahak. Karena merasa lucu, Amanda juga ikut tertawa.


Siang itu, perut mereka hanya di isi oleh mie instan saja. Mereka berdua tidak perduli pada pemilik rumah. Setelah selesai makan, mereka berdua pun ngantuk.


Ternyata didalam kamar, Lingga tidak istirahat. Ia sibuk kerja di ruang kerjanya. Banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikannya. Lingga lupa kalau dirumah itu ada Amanda dan Rani. Perut tengahnya pun mulai lapar, ia mencoba turun untuk melihat apakah ada makanan. Ia pergi ke dapur, disana ia melihat kalau Amanda dan Rani tertidur di meja makan.


" Astaga...?" ucap Lingga. Lingga mencoba membangunkan Amanda. Amanda pun terbangun dari tidurnya.


" Bapak ?"


" Kalian uda pada makan belum ?"


" Hhmm..u..u..uda Pak, maaf Pak kalau tadi kami uda lancang masak mie instan yang ada di dalam kulkas Bapak !" jawab Amanda sangat ketakutan. Lingga tersenyum melihat Amanda.


" Saya lapar !"


" Bapak mau dimasakin mie juga?"


" Emang kamu bisa masak?"


" Bisa Pak."


" Ya uda, kamu buatin saya mie kuah tapi yang enak, trus ga pake lama. Oh ya, satu lagi, kopi. Jangan lupa !'


Amanda hanya menganggukkan kepalanya. Ia pun mengambil mie itu. Ia mulai memasaknya.


" Tahu kan pakai kompornya?" tanya Lingga

__ADS_1


" Tahu Pak, Rani tadi yang kasih tahu cara pakainya hehehe,"


Lingga mencoba tersenyum melihat anak itu. Ia pun pergi kembali ke kamarnya.


__ADS_2