I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 14 " Amanda Di Pecat "


__ADS_3

" Makanya kalau jalan itu pake mata !"


" Pake mata kok, Pak ! hanya saja matanya tadi lagi kelilipan, "


Lingga pun meninggalkan Amanda seorang diri di halte itu. Tidak ada rasa kasihan nya pada Amanda. Ia sama sekali tidak mau menolong Amanda.


Amanda berusaha bangkit berdiri, walaupun sebenarnya kakinya sangat sakit. Darah segar mengalir dari lutut sebelah kanannya. Perlahan - lahan Amanda berjalan pulang.


Lingga masih saja memperhatikan Amanda. Ternyata ia tidak tega meninggalkan Amanda di malam itu, ia khawatir kalau Amanda di ganggu preman - preman itu lagi.


Lingga masih memantau dari kejauhan. Kosan Amanda tidak lah begitu jauh dari halte dimana ia berhenti tadi.


Amanda tidak tahu bagaimana besok ia harus bekerja. Dikarenakan kakinya yang sakit. Belum lagi harus bolak balik membersihkan ruangan dari lantai bawah sampai lantai atas.


Lingga tiba dirumahnya. Lingga hanya tinggal seorang diri. Ia merasa jenuh. Rumah mewah itu terkadang tidak terurus. Ntah sudah berapa kali Lingga harus mengganti ART. Tidak ada yang pernah betah bekerja di rumah besar itu.


Dikarenakan Lingga terlalu sombong, angkuh dan suka sekali merendahkan para ART nya. Keluarganya sudah mendesak agar Lingga segera menikah, supaya ada yang mengurusnya.


Tapi ntah kenapa sampai sekarang Lingga belum juga mempunyai pendamping hidup, padahal umurnya sudah tidaklah muda.


****


Akhirnya Wina harus pindah tugas ke kota. Karena ia harus ikut suaminya. Sebenarnya Denis tidaklah mencintainya. Tapi, karena desakan kedua orang tuanya, akhirnya Denis pun menuruti keinginan orang tuanya.


Denis masih saja memikirkan Amanda. Denis mencoba mencarinya. Ia sangat berharap dapat bertemu dengan Amanda. Denis merasa bersalah karena dulu ia memberikan alamat palsu pada Amanda. Ia sangat menyesal.


Wina sangat kagum dengan rumah milik Denis. Bagai mendapatkan bongkahan berlian, itulah yang dialami oleh Wina. Mendapatkan Denis, pria tampan, mapan dan sukses sebagai seorang pengusaha .


Tapi tidak dengan Denis, ia hanya berpura - pura saja mencintainya. Denis pun mulai menjaga jarak. Denis selalu berlama - lama pulang dari kantor, karena ia merasa tidak suka dengan kehadiran Wina.


****


Pagi itu adalah pagi yang sangat na'as bagi Amanda. Di kantor tempatnya bekerja, lagi mengadakan meeting. Semua para pemimpin perusahaan State Grid hadir di acara meeting itu. Lingga, Denis pun turut hadir.


Pagi itu Amanda sangat sibuk sekali. Ia merapikan ruang meeting itu. Tamu - tamu pun mulai berdatangan. Lingga juga turut hadir di sana. Lingga buru - buru memakai maskernya agar tidak dilihat Amanda.


Dengan pe - de nya Amanda menyapa semua tamu kantor.


" Pagi, Pak !" sapa Manda pada tamu - tamu kantor itu. Tapi sayangnya tak satu pun membalas sapaan nya.


" Hhmm..sombong banget sih ! manusia terbuat dari tanah, kenapa harus melangit sih? ciri - ciri anak kota ya begitu !" ucap Amanda sambil mencibirkan bibirnya.


Nadine melihatnya.


" Manda, kamu kenapa?"


" Maaf, Bu !"

__ADS_1


" Kamu kerja yang bener dong ! oh kamu mau TP..TP..( tebar pesona )sama tamu kantor ?"


" Ga Bu, tadi ada tamu kantor , saya uda capek - capek nyapa, ehh Bapak itu ga mau membalas sapaan saya Bu !"


" Pe - de banget sih kamu? kamu itu sok cantik, tau ga ?"


" Heheh makasih, Bu !"


Nadine terus saja memarahinya. Diam - diam Lingga melihat kalau Amanda terus dimarahi.


" Aneh anak itu, uda tahu kena marah, masih aja cengar - cengir, dasar orang kampung !" umpat Lingga.


Karena masih suasana pandemi, Pak Alvan meminta pada para tamu meeting untuk memakai maskernya. Meeting pun segera di mulai.


Amanda masuk kedalam ruangan itu menggunakan masker. Ia membawa makanan dan minuman untuk para tamu. Denis tidak mengenalinya.


Amanda meletakkan minuman itu satu persatu di hadapan para tamu. Tanpa sengaja, ia menumpahkan minuman. Minuman itu tumpah dan mengenai Lingga. Spontan saja Lingga marah besar pada Amanda, ia ingin menampar Amanda, tapi Denis melerainya. Ia memberikan kode pada Lingga untuk tidak berbuat kasar.


Lingga membuka maskernya dan ia memarahi Amanda. Amanda pun sangat terkejut melihat Lingga ada disana.


" Kamu gimana sih? kamu itu kerja pakai mata, jangan teledor ! " bentak Lingga.


" Maaf, Pak ! saya ga sengaja, Pak !" ucap Manda dengan ketakutan.


Amanda mencoba membersihkan tumpahan kopi itu di baju Lingga dengan tissue, bukannya bersih malah semakin kotor. Pak Alvan dan Nadine sangat malu sekali.


" Manda, sekarang juga kamu saya pecat. Silahkan keluar dari kantor saya, atau saya akan panggil security untuk melempar kamu !" ucap Nadine dengan geramnya.


" Bu, saya minta maaf, saya ga sengaja , Bu !"


" Sekarang juga kamu keluar, jangan lagi datang ke kantor saya, ngerti kamu !"


" Bu, jangan pecat saya, Bu. Saya mohon !"


" Saya uda muak sama kamu, sekarang keluarlah !"


Amanda pun menangis. Ia masih menatap Lingga, ia berharap Lingga mau menolongnya. Tapi nyatanya tidak. Lingga semakin benci pada Amanda.


Karena masih memakai masker, Denis tidak mengenalinya. Denis merasa kasihan, tapi ia tidak bisa ikut campur.


Amanda pun keluar dari kantor itu. Ia masih saja menangis.


" Gimana saya bisa bayar hutang saya? sekarang saya uda di pecat."


Amanda terus berjalan. Ia mencoba mencari pekerjaan. Amanda jadi takut kalau bertemu dengan Lingga.


" Bapak itu ternyata ada disana. Ya Tuhan, apa yang uda saya lakukan ? pastilah baju itu sangat mahal, saya ga punya uang untuk menggantinya. " ucap Amanda.

__ADS_1


Seharian Amanda mencari pekerjaan. Ia mencoba mendatangi toko - toko, rumah makan, cafe - cafe, tapi tidak satu pun menerimanya.


Malam pun tiba, Amanda pun kembali ke kosannya. Ia sudah pasrah, kalau ibu kosan itu akan mengusirnya. Manda bisa kos ditempat itu karena pertolongan Lingga.


Perut semakin lapar, ia baru saja membayar hutangnya pada Lingga. Uang nya semakin menipis. Amanda hanya bisa menangis.


****


Lingga sangat kesal akan kelakuan Amanda. Baju itu adalah baju kesayangannya, tapi sekarang sudah rusak karena tumpahan kopi. Lingga pun mengganti bajunya.


Lingga mendatangi kosan Amanda.


Tok..tok..tok..tok..


Tok..tok..tok..tok..


Lingga terus mengetuk pintu kosan itu. Amanda sudah sangat ketakutan. Amanda mengira, Ibu kosan akan mengusirnya.


Pelan - pelan Amanda mendekati pintu kosan itu. Ia membukanya.


" Bu, maaf Bu, jangan usir saya, saya mohon !" ucap Manda menundukkan kepalanya.


Lingga heran.


" Sekarang juga kamu ganti baju saya ini, kalau ga saya akan menghukum mu !" ucap Lingga.


Suara itu tidak asing ditelinga Manda, ia pun melihat kalau Lingga ada dihadapannya.


" Bapak ?"


" Ini baju kesayangan saya, sekarang juga kamu harus menggantinya !"


" Ganti ? saya harus menggantinya?"


" Ia, kamu harus menggantinya. Sekarang juga !"


" Saya harus menggantinya sekarang juga ?"


" Ia. Kenapa ?"


" Saya ga punya uang Pak, Bapak lihatkan saya uda kena pecat !"


" Itu bukan urusan saya, itu salah kamu. Kamu itu kerja ga becus. Saya ga mau tahu, sekarang juga kamu ganti baju ini !"


Mendengar ucapan pria sombong itu, Amanda pun menangis.


" Makan aja susah, apalagi harus mengganti baju mahal milik pria sombong ini," gumam Amanda.

__ADS_1


__ADS_2