I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 23 " Nonton Bioskop "


__ADS_3

Hari Sabtu pun tiba, Amanda dan Rani merencanakan hendak mengisi waktu liburnya dengan menonton.


" Ran, kita sebenarnya mau nonton apa sih?"


" Itu lho, film yang lagi viral, ngeri - ngeri sedap. Katanya bagus. Uda, ga usah khawatir, saya aja yang bayarin. "


" Trus, nontonnya dimana?"


" Di bioskop, Manda !"


" Bioskop itu apa sih, Ran ?"


" Ga usah banyak tanya deh..ntar juga kamu tahu. Ya uda..cuss kita pergi."


Rani semakin menambah kecepatan laju sepeda motornya. Tiba di lampu merah, mereka bersebelahan dengan mobil Lingga. Amanda memperhatikan sekelilingnya. Ia melihat kalau mobil bos nya itu ada di samping mereka. Amanda langsung menepuk pundak Rani.


" Ran, ada Pak Lingga !"


" What ? Pak Lingga ? Pak Lingga sableng itu? bos kamu ?"


" Ia, Pak Lingga ada disamping kita."


Rani pun mencoba menoleh ke arah mobil Lingga, dan benar saja itu adalah mobilnya.


" Manda, kenapa dia ga buka kaca mobilnya ya?"


" Ga tahu juga, paling sama pacarnya kali, hahaha..!"


" Ia juga ya, pasti ada temannya di dalam. Kita uda sering ketemu di lampu merah, pasti selalu aja bos sableng kamu itu buka kaca mobilnya."


" Ia, biarin aja deh. Uda hijau tuh, Ran !"


Rani pun melihat kalau lampu lalu lintas itu sudah hijau. Rani langsung tancap gas. Ternyata Lingga juga melihat mereka berada di lampu merah. Tapi sayangnya ada Nadine bersamanya.


Tibalah Rani dan Amanda di sebuah bioskop. Rani langsung mencari parkiran untuk sepeda motornya. Ternyata Lingga dan Nadine juga mengunjungi bioskop yang sama. Lingga melihat mereka berdua.


Rani dan Amanda begitu sangat girangnya, mereka seperti menikmati weekendnya. Setelah membeli tiket masuk , Rani juga tidak lupa membeli popcorn untuk cemilan mereka di dalam. Petugas bioskop pun mempersilahkan mereka masuk. Amanda baru pertama sekali ke bioskop. Ia sangat kagum dengan ruangan yang sangat besar itu.


" Ran, besar sekali ruangannya !"


" Ia, Manda. Ini namanya bioskop."


" Trus kita duduknya dimana?"


" Kita di atas aja yuk, lebih enak duduk di atas !"


" Terserah kamu aja deh !"


Rani dan Amanda langsung mencari tempat duduk yang nyaman buat mereka. Tidak berapa lama, Lingga dan Nadine pun masuk. Tapi sayangnya Rani dan Amanda tidak melihat ke datangan mereka, dikarenakan orang sudah berlalu lalang. Lingga dan Nadine duduk tepat di belakang Rani dan Amanda.


Lingga sengaja mengarahkan pandangan Nadine, agar Nadine tidak melihat Amanda ada disana. Setelah semua pengunjung masuk, film tersebut pun di putar. Semua tenang dan sangat antusias menonton film tersebut. Amanda menangis begitu melihat adegan tersedih yang ada di film tersebut. Lingga melihat gerak - gerik kalau Amanda menangis.


Karena tempatnya yang gelap, Nadine tidak begitu memperhatikan Lingga. Lingga tidak fokus dengan filmnya, ia lebih fokus memperhatikan Amanda. Diam - diam ia melemparkan sebungkus tissue berukuran kecil. Dan tissue itu jatuh tepat di pangkuan Amanda. Amanda heran siapa yang melempar tissue itu padanya, karena keadaan yang gelap, ia mencoba mencari tahu siapa yang melemparkan tissue itu.


" Ran, ada yang melemparkan tissue ini sama ku. Kira - kira siapa ya ?"

__ADS_1


" Oh paling juga itu punya penonton yang lain, mungkin pas adegan lucu tadi, dia tertawa tanpa disadari terlempar deh tissue nya !"


" Oh gitu ya !"


" Ga papa atuh Manda, ga ada yang sengaja lempar kamu kok !"


Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu nangis ya ?" tanya Rani sambil tersenyum.


" Heheh, ceritanya sedih, Ran !"


" Pake aja tissuenya, kan itu uda hak milik kamu !"


" Ah takut, Ran. Siapa tahu aja nanti pemiliknya ada yang ngambil !"


" Hhmm...terserah deh."


Amanda dan Rani kembali fokus pada ceritanya. Dan tak terasa film itu pun berakhir sudah. Lampu di ruangan itu kembali di nyalakan. Amanda dan Rani buru - buru keluar. Ingin sekali rasanya Lingga mengejar mereka berdua, tapi sayangnya Nadine selalu menggandeng tangannya.


" Manda, gimana dengan filmnya, seru ga ?"


" Seru Ran. Ternyata enak juga ya nonton di bioskop, hehehe !"


" Ya enak dong, apalagi gratis !" ledek Rani sambil tersenyum.


" Kamu ngeledek saya to ?"


" Ga, siapa juga yang ngeledek kamu? hahaha...!"


" Bulan depan, gantian saya yang traktir ya hehehe !"


Akhirnya Manda dan Rani pun pulang. Lingga kehilangan jejak kedua anak itu. Lingga terus mencari - cari Amanda dan Rani. Nadine pun memperhatikan apa yang dilakukan Lingga.


" Mas, kenapa sih ? dari tadi matanya muter - muter terus ?"


" Hhmm..ga papa kok Nadine!"


" Ada yang hilang ?"


" Hhmm..ga..ga..ga ada yang ilang.."


" Mas, ga usah bohong, dari tadi saya perhati'in mas itu seperti mencari sesuatu. Apa jangan - jangan, ada pacar mas ya ?"


" Pacar ? pacar siapa?"


" Pacar kamu lah, pacar siapa lagi !"


" Hahaha, saya belum ada pacar !"


" Baguslah kalau belum ada pacar."


Nadine langsung masuk kedalam mobil. Merasa di cuekin, Nadine pun ngambek. Lingga melihat kalau Nadine lagi cemberut.


" Nadine, kamu kenapa? kok wajahnya murung gitu ?"

__ADS_1


" Ga kenapa - napa, Mas. Ya uda buruan pulang !"


Lingga pun menyalakan mesin mobilnya, lalu mereka pulang.


" Kita mau kemana lagi ?" tanya Lingga.


" Pulang aja deh !"


Lingga tersenyum.


" Menurut mas gimana tadi filmnya ?"


Lingga melamun, ia tidak mendengarkan kalau Nadine bertanya padanya.


"Mas Linggaaaaaaa, dengar ga sih ?"


" Ohh ya, maaf..., apa tadi ?kamu nanya apa barusan ?"


" Ga jadi deh, males ah..!"


" Come on Nadine, jangan cepat ngambek gitu dong. Tadi saya itu lagi mikirin Bonyok, karena minggu depan mereka akan datang ke Indonesia !"


" Oh ya? om dan tante akan datang ke Indonesia? mas serius ?"


" Ia, serius. Saya yang minta supaya mereka datang, saya kangen. Saya ga bisa kesana, karena banyak kerjaan. Kamu tahu kan, sekretaris saya itu ga ada. Jadi, mau ga mau saya lah yang ambil alih. "


" Kenapa ga dicari ?"


" Uda dicari, tapi ya itulah ga ada yang betah, pada keluar. "


" Kasihan banget kamu,as. Perlu ga saya bantu ?"


" Ga usah, kamu nanti capek. "


" Mas Lingga, sebenarnya kita ini gimana sih ?"


" Maksud kamu?"


" Kita uda dewasa mas. Apakah kita hanya temanan aja atau gimana?"


" Hahaha, kamu itu ya !"


" Saya lagi ga becanda, mas. Saya serius. "


" Emang kamu belum ada pacar ya?"


" Kalau saya uda punya pacar, saya ga bakalan mau jalan sama kamu !"


" Ya, siapa tahu aja kan, pacar kamu di luar kota atau di LN barangkali !"


" Capek deh ngomong sama kamu !"


" Sorry becanda. "


" Ya, kalau kamu anggap kita hanya temanan aja, ya ga papa sih, saya bisa mundur pelan - pelan, takutnya saya jadi salah melangkah !''

__ADS_1


" Nadine, maaf ya saya belum bisa mengatakannya sekarang. Kita kan baru kenal. Kamu juga belum tahu sifat saya gimana. Takutnya kita uda jalan, trus kamu tahu sifat asli saya gimana, kamu menjauh dari saya. Saya ga mau seperti itu. Kamu sabar ya, kita sama - sama saling mengenali dulu aja, kalau kita uda tahu sifat kita masing - masing, kalau cocok, bungkus aja, ya kan? bener ga ?"


Mendengar ucapan Lingga, Nadine pun terdiam. Ia tidak dapat berkata apa - apa lagi. Padahal Nadine sangat berharap sekali dapat segera memiliki pria tampan yang ada disampingnya itu.


__ADS_2