I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 58 " Di Bully "


__ADS_3

Kabar mengenai kedua mata Lingga buta dan tak bisa berjalan kini sudah tersiar di keluarga Nadine. Mereka semua sangat senang sekali mendengarkan kabar ini. Apalagi Mama Sekar. Mama Sekar mengatakan kalau ini adalah karma atas perlakuan Lingga pada Nadine.


Tapi sayangnya, rencana Nadine ingin mengambil semua harta milik Lingga gagal total. Mama Sekar punya rencana, ia tetap menyuruh Nadine untuk terus menguras harta milik Lingga, dengan dalih harta gono gini ketika mereka masih bersama.


Nadine hanya mengiyakan ajakan Mama nya itu. Ia tidak tahu kalau Lita adalah pengacara yang sangat handal. Keluarga Alvan ingin mencoba bermain api pada keluarga Ningrat.


Suatu hari, Mama Sekar bertemu dengan Mama Nania. Mama Sekar senang sekali akhirnya dapat bertemu lagi dengan mantan besannya itu.


" Hallo jeng, apa kabarnya ?" sapa Mama Sekar dengan mencibirkan bibir merah meronanya.


" Baik," jawab Mama Nania singkat .


" Ehh..gimana kabarnya Lingga ? dengar - dengar, Lingga anak kamu itu, buta dan lumpuh ya? OMG...ngeri sekali hidupnya !"


" Kamu itu prihatin atau mau mengejek ?"


" Kamu mau yang mana ? eh...jeng Nania, asal kamu tahu, itu adalah karma atas perbuatan Lingga sama Nadine. Gila aja, baru 6 bulan, Nadine langsung di cerai'in, waras ga tuh si Lingga ?"


" Eh..jeng Sekar, seharusnya kamu mikir, kenapa anak saya itu menceraikan si Nadine ? seharusnya kamu mikir dong, anak kamu itu layak ga sama Lingga ?"


" Pasti layak dong, siapa sih yang ga kenal dengan Nadine, cantik, pintar, wanita mandiri, bisa segalanya. Ehh..jeng Nania, tapi untung aja si Nadine itu pisah dari anak kamu, asal kamu tahu, Lingga itu laki - laki ga normal, impoten. Oh, apalagi dia buta, lumpuh, trus impoten lagi, apa ada yang mau ya? hahahaha...kasihan kali hidup si Lingga,"


" Impoten ? kamu tahu dari mana ?"


" Ya Nadine lah, awal menikah mereka ga pernah malam pertama, Lingga malu, malu ga bisa kasih jatah batin buat Nadine,"


" Hahahaha, kasihan banget Nadine ya? setahu saya, anak saya itu laki - laki perjaka, sehat."


" Oh ya? situ tahu dari mana ? ga usah sok ngebela anak sendiri, ga usah malu jeng, kalau Lingga ga normal, ga mungkin dong, dia ga mau menyentuh Nadine. Nadine itu cantik, laki - laki mana yang ga tertarik sama kecantikan Nadine ?"


" Jeng Sekar, kenapa Lingga ga mau menyentuh Nadine, karena Lingga itu ga suka sama anak sampean, Lingga itu lebih mencintai Amanda. Kamu tahu, Amanda itu hamil anak Lingga, sekarang Nadine dan Lingga kan uda pisah tu, secepatnya Lingga akan menikahi Amanda. Gimana ? masih mau bilang Lingga impoten ? buktinya dia berhasil tu buat Amanda hamil,"


" Apa ? Amanda hamil anak Lingga ?"


..." Amanda ? Amanda hamil anak Lingga ? pantasan waktu saya ketemu Manda, Manda malah menghindar. Jadi, anak yang dikandung Amanda itu anak Lingga ? gumam Ibu Sekar. ...


" Ia, dan kamu tahu kejadian yang menimpa Lingga dan Amanda, saya akan secepatnya mencari tahu apa penyebabnya Lingga harus buta dan lumpuh, dan Amanda harus kehilangan anaknya. Saya yakin, ini bukan kecelakaan karena keteledoran Lingga, tapi ada yang sengaja mencelakainya. Saya tahu betul anak saya itu bagaimana mengemudikan mobilnya. Sekarang polisi akan menyelidiki kasus ini, dan siap - siap aja orang yang telah membuat Lingga sampai seperti ini akan menerima balasan yang setimpal."


Mama Sekar hanya bisa diam. Wajahnya mulai ketakutan.

__ADS_1


..." Amanda ikut juga dalam kecelakaan ini ?" gumam Ibu Sekar lagi...


" Jadi kamu nuduh Nadine biang dari semua ini ?" tanya Ibu Sekar.


" Saya ga nuduh, tapi kebenaran akan terungkap. Dan ingat, saya sangat menyesal karena telah menikahkan Lingga dengan Nadine. "


" Terserah jeng, tapi saya sangat bersyukur kalau Lingga mengalami musibah seperti ini. Ga nyangka, ternyata Lingga telah membohongi Nadine, kalian jahat. "


" Lingga melakukan ini, karena dia tahu Nadine itu seperti apa, dan harus kamu ingat, Lingga itu tidak pernah mencintai Nadine. Lingga melakukan ini karena saya, karena Mama nya, Lingga terpaksa menikahi Nadine, agar saya bisa senang."


Mama Sekar menjadi sangat geram.


" Dengar jeng Nania, kamu jangan pernah lagi muncul di hadapan saya, saya ga akan segan - segan menyakiti mu."


" Kamu pikir saya takut ? oh tidak, saya ga pernah takut sama manusia kayak kamu, "


Wajah Mama Sekar pun berubah seketika, ingin rasanya ia menampar pipi Mama Nania itu.


****


Seminggh sudah berlalu, Amanda pun sudah di perbolehkan pulang. Ia semakin pulih. Mau tidak mau, ia harus bisa terima keadaan ini.


Karena kondisi Lingga yang masih belum stabil, Lingga masih tetap di rawat di rumah sakit. Amanda selalu menemaninya. Menyulangi makan, mengganti pakaiannya dan sampai menemani Lingga untuk terapi.


" Mas, sekarang kita makan siang dulu ya !" Amanda mulai menyiapkan makan siang untuk Lingga.


" Manda, pasti kamu capek kan ? kamu istirahat aja dulu, biar Lita yang suapin saya makan !"


" Ga papa mas. Lita lagi pergi, dia ada urusannya. Oh ya, dulu mas Lingga itu kalau nyebutkan untuk dirinya selalu kata mas, kenapa sekarang berubah ?"


" Saya takut terlalu berharap sama kamu, "


" Jadi mas Lingga ga mau terlalu berharap sama saya ?"


" Bukan begitu, saya takut kalau saya terlalu berharap sama kamu, kamu nya nanti malah menjauh, saya takut kecewa,"


" Hahaha, ya ga to mas. Justru saya yang takut mas, kalau mas Lingga sembuh, bisa melihat lagi, bisa berjalan lagi, pasti nanti banyak wanita cantik yang dekat mas Lingga, ya to ?"


Lingga tersenyum.

__ADS_1


" Kamu itu ada - ada aja ya. Manda, kamu mau kan menikah dengan saya ?"


Papa dan Mama Lingga mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Papa Lingga menangis, ia tak kuat melihat anak nya itu.


" Saya mau mas, hanya mas Lingga yang Manda punya, jadi saya mau hidup selamanya sama mas Lingga,"


Lingga tersenyum. Mama Nania menangis mendengarkan jawaban Amanda.


" Tapi mas, Ibu Nania tidak menyukai saya, Ibu Nania lebih menyukai Nadine. Saya takut mas, kalau Ibu Nania tidak merestui kita,"


" Kamu ga usah takut, suatu hari nanti Mama akan menerima kamu sebagai mantu nya, kamu sabar ya !"


Amanda pun menganggukan kepalanya. Papa dan Mama Lingga saling memandang. Pak Chandra mengajak istrinya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


" Mama uda dengarkan, Amanda itu juga mencintai Lingga,"


" Tapi Mama ga yakin, Pa !"


" Ga yakin gimana ? Mama harus tahu, Amanda menerima Lingga seperti itu, dia mau hidup sama Lingga sampai pada masa tuanya. Ma, mana ada di dunia ini mau menerima Lingga dalam keadaan seperti itu ?"


Mama Nania pun menangis.


" Kenapa ini semua harus terjadi, Pa ? Mama ga ikhlas Lingga harus menderita seperti ini, Mama ga ikhlas, hiksss..hiksss..hikss..hiks..."


" Mama yang sabar, minggu depan Papa akan membawa Lingga ke Amerika. Disana ada dokter yang akan menangani Lingga. Semoga semua berjalan dengan baik, Lingga dapat melihat kembali dan berjalan lagi. Mama tetap doakan Lingga !"


" Pasti Pa, Mama selalu berdoa untuk Lingga."


" Tadi polisi nelpon Papa, katanya rem mobil Lingga blong itu, karena ada seseorang yang merusaknya. Itu artinya Lingga punya musuh yang diam - diam ingin melihat Lingga sengsara,"


" Siapa kira - kira, Pa?"


" Papa belum tahu pasti, Lita juga masih menyelidiki kasus ini. Semoga pelakunya segera di temukan, "


" Setahu Mama, Lingga itu ga punya musuh, Papa tahu kan, Lingga itu sangat di segani para pengusaha di mana pun,"


" Nah justru itu, Papa yakin ada teman nya yang tidak menyukainya. Kita berdoa sama - sama Ma, mudah - mudahan ada titik terang masalah ini,"


" Tapi filling Mama, Nadine pelakunya, Pa !"

__ADS_1


" Jangan asal menuduh , Ma. Itu ga baik, dosanya besar."


Mama Nania hanya bisa menganggukan kepalanya, ia pun menghapus air matanya.


__ADS_2