I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 16 " Membantu Atasan "


__ADS_3

Amanda terus mencari ruang HRD itu. Sepertinya ia sangat kesulitan untuk menemukan ruangan itu. Kantor yang sangat besar dan memiliki banyak ruangan, membuat dirinya kelelahan.


" Dari tadi muter - muter terus, dimana ruangan HRD nya ya ?" gumam Manda


" Kamu cari siapa?" tanya seorang wanita cantik berambut panjang.


" Ruang HRD, Bu !"


" Oh, kamu ya namanya Amanda ?"


" Ia, Bu."


" Ya uda, kita naik ke atas yuk, ruangan saya ada disana !"


" Oh, jadi ruangan Ibu bukan di lantai 3, toh ?"


" Bukan, ruangan saya itu ada di lantai 4."


" Kalau gitu saya di bohongi Pak Lingga to, Bu ?


" Hahaha, betul. Kamu itu uda dibohongi Pak Lingga, "


" Astaga !" Amanda menepuk jidatnya.


Ibu Liana membawa Amanda masuk keruangannya yang berada di lantai 4.


" Manda, mulai sekarang kamu bisa kerja disini, dan masalah gaji kamu, kamu yang akan berurusan dengan Pak Lingga, trus ini kamu baca - baca, apa - apa saja tugas kamu, kalau kamu merasa kurang ngerti, kamu bisa tanyakan langsung sama saya ya !"


" Ia Bu,"


" Oh ya, karena sekretaris Pak Lingga uda resign , jadi kamu harus tepat waktu untuk buatin minuman Pak Lingga, ruangannya harus bersih. Kamu jangan sampe telat datang ya !"


" Ia, Bu ,"


" Ya uda, kalau begitu, kamu bisa kerja sekarang. Ruangan pantry kantor ada di lantai 2. Kamu bisa lihat nanti disana ada apa aja. "


" Ia, Bu. Saya permisi dulu ya, Bu !"


Amanda pun keluar dari ruangan Ibu Liana. Ia langsung menuju ruangan pantry yang ada dilantai 2. Karena sebelumnya sudah pernah menjadi OG, Amanda pun tidak kaku lagi. Ia sudah tahu apa - apa saja yang harus ia kerjakan.


Pagi itu, Amanda menghidangkan kopi untuk Lingga. Ia mengantarkannya keruangannya.


Tok..tok..tok..


Karena tidak ada jawaban dari dalam, Amanda langsung saja masuk ke dalam ruangan itu.


" Pagi Pak Lingga, ini kopi nya Pak !" Amanda meletakkan kopi itu di atas meja kerja Lingga.


" Pak, kalau di sapa itu dijawab to, Pak ! jangan diam aja !"


" Ribut banget sih kamu !"


" Maaf, Pak. Bapak kan selalu bilang harus ada etika, Bapak aja ndak ada etika nya, di sapa ndak mau dijawab. Piye to, Pak !"


" Ga usah ceramah sama saya, uda buruan keluar !"


Mendengar ucapan Lingga, Amanda hanya ngelus dada. Tibalah jam makan siang, Lingga tidak bisa pergi keluar untuk makan. Karena sekretarisnya yang bernama Vera sudah risign terpaksa yang mengambil alih sementara Liana, HRD dikantor itu.


" Liana, tolong panggilin Manda !"


" Baik, Pak !"

__ADS_1


Liana segera memanggil Amanda. Amanda yang lagi makan siang, buru - buru menghentikan makan siangnya. Ia pun langsung cepat berlari ke ruangan Lingga.


Karena biasanya kalau di ketuk, Lingga malas menyahut, Amanda langsung nyelonong masuk.


" Bapak manggil saya?"


" Kenapa ga ketuk pintu ?"


" Biasanya juga kalau diketuk, Bapak ga akan mau ngejawab, Pak !''


" Dijawab atau ga dijawab, kamu harus tetap ketuk pintu dulu, Manda !"


"Ia, Pak..Maaf ya, Pak !"


" Buatin saya teh, buruan. Ga pake lama !"


" Bapak mau minum teh? Bapak ga makan siang dulu ?"


" Ga usah pake nanya, buruan dibuatin !"


" Ia..ia..Pak."


Amanda pun pergi. Tak berapa lama, Amanda pun kembali membawa secangkir teh hangat.


" Ini teh nya, Pak ! silahkan diminum !"


Amanda buru - buru pergi keluar. Tapi Lingga memanggilnya.


" Manda !"


Amanda pun menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya.


" Ya, Pak !"


" Makan Pak, tadi waktu Ibu Liana manggil saya, saya lagi makan."


" Oh ya uda lanjutkan makan siang mu. Habis itu kamu langsung kerja. Hari ini kamu lembur ya !"


" Lembur ?"


" Ia. Kamu bersihin ruang meeting, besok akan ada meeting penting. "


" Ia, Pak !"


Amanda langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Ia kembali ke pantry kantor. Lalu ia melanjutkan makan siangnya .


Jam pulang kantor pun telah tiba, tapi Amanda tidak bisa pulang, dikarenakan ia harus lembur, sesuai perintah Lingga.


Amanda membersihkan seluruh ruangan meeting itu. Ruangan yang begitu cukup luas. Amanda sangat takut, karena kantor itu sangat luas. Ia takut terkunci dari luar. Amanda buru - buru membersihkannya. Ia berharap, masih ada pegawai yang lain . Sore itu, Lingga juga belum pulang. Ia teringat akan Amanda, kalau hari ini Amanda lembur. Lingga langsung menemuinya ke ruang meeting.


Perlahan Lingga memasuki ruangan itu, ia membuka pelan pintu ruangan itu. Disana ia melihat kalau Amanda sedang membersihkan ruangan meeting itu. Lingga tersenyum.


" Manda !'' panggil Lingga.


Amanda langsung menoleh ke arah suara.


" Pak Lingga ?Bapak belum pulang ?" Amanda ketakutan. Ia begitu takut karena di kantor itu hanya ada mereka berdua.


" Kenapa ?"


" Bapak belum pulang ?"

__ADS_1


" Belum. Habis ini kamu keruangan saya ya !"


" Keruangan Bapak? ngapain? saya belum boleh pulang setelah selesai membersihkan ruangan ini?" tanya Amanda sedikit kesal


" Belum , kamu belum boleh pulang !"


Lingga pun pergi meninggalkannya. Amanda sangat kesal sekali. Padahal ia sudah lelah. Amanda pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Rasanya mau menangis, tapi itu tidak mungkin. Amanda tahu betul mencari pekerjaan itu sangatlah sulit.


Setelah selesai membersihkan ruangan meeting, Amanda pun pergi ke ruangan Lingga.


Tok...tok..tok...


" Masukkk...!"


Amanda pun langsung masuk keruangan itu.


" Maaf Pak, yang mana mau dibersihkan, Pak ?"


" Kamu duduk aja dulu disitu !"


" Duduk dimana, Pak ?"


" Di sofa, Manda !"


Amanda pun duduk di sofa itu. Ia hanya bisa melihat - lihat ruangan itu saja. Matanya terbelalak ketika melihat sebuah bingkai fhoto dengan ukuran yang sangat besar. Sebuah fhoto keluarga Lingga. Disana ada Papa, Mama, Lingga dan adik perempuannya.


" Ternyata Pak Lingga punya adik perempuan juga, cantik sekali adiknya !" gumam Amanda.


Lingga melirik Amanda, ia tahu kalau Amanda sudah kelelahan.


" Kamu uda lapar belum ?" tanya Lingga.


Amanda melamun, hingga ia pun tak mendengarkan apa kata atasannya itu.


" Manda ?" panggil Lingga.


Sejenak Amanda pun terbangun dari lamunannya.


" Ia, Pak ? ada apa, Pak ?"


" Kamu kenapa ?"


" Ga papa, Pak !"


" Anak gadis itu ga boleh melamun, pantang !"


" Ia Pak, maaf. Pak , saya belum boleh pulang ya ?"


" Belum. Kamu harus bantu saya. Kamu ketik ini di komputer, trus kalau uda selesai, kamu kasih ke saya !"


" Tapi, saya ga bisa pake komputer, Pak !"


" Ga ada yang ga bisa, kamu harus belajar. Disana komputernya, kamu duduk manis, trus kamu kerjakan ini."


Amanda segera bangkit berdiri. Ia menghampiri komputer yang ada di meja kerja sebelahnya. Amanda sudah ada didepan komputer. Ia sangat kebingungan apa yang harus ia lakukan.


" Pak, komputernya mati, gimana ngidupinnya ?" tanya Amanda.


Lingga pun tarik nafas dalam - dalam, ia segera menghampiri Amanda dan menyalakan komputer itu.


" Nih , kamu ketik sesuai aslinya. Jangan sampai salah !"

__ADS_1


" Ia, Pak."


Amanda mulai mencobanya. Ia terus saja menanyakan pada Lingga, bagaimana selanjutnya. Awalnya Lingga emosi melihat Amanda, tapi begitu melihat wajah teduh Amanda, Lingga langsung sadar. Ia sadar kalau Amanda bukan ahlinya dengan dunia perkantoran. Lingga dengan sabarnya mengajari Amanda. Dan tak terasa waktu terus berjalan. Sudah pukul 21.30 malam. Pekerjaan pun selesai. Lingga melihat Amanda sudah sangat lelah. Lingga mengantarkan Amanda ke tempat kosannya. Karena ia tak mau Amanda pulang sendirian.


__ADS_2