I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 27 " Amanda Mendapatkan Pujian "


__ADS_3

" Pak, saya takut Pak !"


" Takut kenapa ?"


" Saya ga pintar masak, saya takut nanti keluarga Bapak ga suka masakan saya,"


" Ga usah langsung pesimis gitu, semangat dong. Kamu mau gaji kamu saya potong lagi ?"


Amanda hanya menggelengkan kepalanya.


" Pak, kalau gitu saya ambil pakaian saya dulu ya Pak, trus saya juga mau minta ijin sama Bu Yani dan Rani !"


" Oke..."


Lingga langsung berputar arah, mereka menuju kosan Amanda. Amanda buru - buru mengambil beberapa potong pakaiannya dan ia pun menemui Ibu Yani. Amanda menceritakan kalau dirinya di minta atasannya itu untuk tinggal dirumahnya beberapa hari. Ibu Yani memberikan ijin, ia hanya dapat berpesan agar baik - baik disana.


Setelah perpamitan mereka pun pergi. Lingga hanya diam, begitu juga Amanda.


Mereka pun tiba dirumah itu, Amanda langsung membawa semua belanjaan itu ke dapur. Ia mulai merapikannya. Satu persatu belanjaan itu, ia bersihkan lalu disimpan di lemari kulkas.


Lingga menemui Amanda yang sedang sibuk di dapur itu.


" Kamu masak yang enak ya, awas kalau ga enak. Saya mau ke bandara dulu. "


Amanda menganggukkan kepalanya. Lingga langsung pergi meninggalkannya seorang diri di rumah besar itu. Tiba - tiba saja, Amanda menangis. Ntah kenapa ia teringat akan neneknya. Amanda juga kepikiran akan kedua orang tuanya. Amanda ingin sekali dapat bertemu dengan mereka.


Selesai beberes, Amanda mulai memasak. Ia mulai memotong - motong sayuran. Sesuai perintah atasannya itu, kedua orang tua Lingga menyukai masakan tradisional. Amanda mencoba membuat sambal resep dari neneknya. Tak terasa pekerjaannya pun selesai. Amanda menghidangkan makanan itu di meja makan yang super besar dan mewah itu.


Tak berapa lama, keluarga Lingga pun tiba. Lingga menekan bel rumah. Amanda langsung berlari membukakan pintu itu.


Ckleekkkk...pintu pun terbuka.


Semua terpana akan Amanda. Mereka bertanya - tanya siapa wanita itu. Amanda pun jadi salah tingkah ditatap keluarga Lingga.


" Maaf Pak, saya kelamaan buka pintunya, tadi saya lagi ada dibelakang !" ucap Amanda.


Semuanya terdiam. Begitu masuk, mereka semua pada bersin - bersin.


" Kamu siapa?" tanya Mama Lingga.


" Sa..sa..saya..saya !"


" Dia OG di kantor, Ma."


" OG dikantor? tapi kenapa ada dirumah kamu?"


" Kita masuk aja dulu, nanti kita bahas. Semua uda pada laparkan ? Manda, kamu bawain semua barang itu kedalam !" titah Lingga.


" Ia, Pak."


Amanda membawa semua koper - koper milik keluarga Lingga.


" Lingga, rumah kamu tampak bersih, apakah wanita itu yang bersihin ini semua?" tanya Papa Lingga.


" Ia, Pa."


" Kenapa ga cari art, nak ? kenapa harus OG dari kantor?" tanya Mama Lingga.


" Susah cari art, Pa - Ma. Ga ada yang bisa dipercaya. "

__ADS_1


" Uda dong ceritanya, uda laper nih !" ucap Lita, adik Lingga.


" Ceritanya kita lanjut sambil kita makan, gimana Pa - Ma ?"


" Boleh. Kamu masak apa?" tanya Mama Lingga pada Amanda.


" Sa..sa..saya masak..? anu Bu, masak? masak apa to namanya Pak Lingga?"


" Pa - Ma, karena Papa dan Mama itu suka makanan tradisional, jadi saya nyuruh Manda, untuk masakin makanan tradisional ini. Makanan khas Indonesia, pasti Papa dan Mama juga Lita suka !"


Mereka langsung menuju meja makan. Wajah Amanda mendadak pucat. Ia takut kalau keluarganya tidak menyukai masakannya. Mereka pun duduk. Amanda melayani mereka semua. Setelah selesai melayani, Amanda pergi ke belakang. Disana ia mengintip keluarga Lingga yang sedang makan.


Papa Lingga paling suka sambal terasi. Ia melihat kalau ada sambal kesukaannya.


" Lingga, siapa nama wanita itu?" tanya Papa Lingga.


" Amanda, Pa. "


" Papa mau cobain sambal buatannya. Enak apa ga,"


Papa Lingga mengambil secuil sambal itu. Ia memulai memakannya.


" Hhhmmm...!"


" Pa, gimana rasanya? kalau ga enak biar diganti !" ucap Lingga.


" Kenapa ga dari dulu sih, si Amanda itu disini?"


" Maksudnya, apa Pa?" tanya Mama Lingga.


" Kalian coba deh sambalnya." titah Papa Lingga.


" Enak, Pa. Serius, ini enak banget, Pa !'' puji Lita.


" Ya kan? apa Papa bilang, sambalnya enak banget ! coba panggilin si Amanda, suruh dia kesini !"


" Nanti dong Pa, kita makan dulu, semua uda pada laparkan?" ucap Lingga.


Akhirnya makan malam pun dimulai. Semua sangat suka masakan Amanda, terlebih Papanya dan Lita, paling doyan makan makanan sederhana seperti ini. Ntah sudah berapa kali mereka nambah , sepertinya rasa kenyang belum juga menghampiri perut tengah mereka.


Selesai makan, mereka semua kumpul di taman belakang. Amanda membersihkan seluruh meja makan. Ia melihat kalau makanan itu habis semua tidak bersisa satu pun. Lalu Amanda membawa semua nya ke dapur. Disana ia mulai membersihkan semua piring.


" Manda !" panggil Lingga.


" Bapak?"


Lingga tersenyum.


" Bapak kenapa senyum - senyum ?" tanya Amanda.


" Masakan kamu ?"


" Ga enak ya , Pak ?"


" Kalau menurut kamu, makanan itu habis berarti karena ga enak ya?"


Amanda terdiam.


" Bisa ajakan Pak takut mubajir !"

__ADS_1


" Masakan kamu enak Manda. Papa, Mama dan Lita suka. "


" Oh ya? alhamdullilah, Pak !"


" Ia, makasih ya !"


" Berarti gaji saya ga dipotong kan, Pak ? hehehe...!"


Lingga kembali tersenyum. Ia menatap wajah Amanda yang sangat cantik. Ntah mengapa, semenjak ia lebih dekat dengan Amanda, ia menjadi lebih nyaman, merasa lebih baik, tenang, dan tidak bisa lagi marah - merah pada nya. Ia sangat berharap, Amanda tetap tinggal bersamanya. Lingga semakin memikirkan wanita desa yang dulu pernah di hinanya. Ingin sekali ia melindungi wanita cantik itu.


" Ga, saya ga akan potong gaji kamu, kecuali ?"


" Kecuali apa, Pak ?"


" Kamu ga akan balik lagi jadi OG."


" Saya di pecat ya Pak? dikantor uda ada pengganti saya ya Pak?" tanya Amanda.


" Ternyata kamu cerewet juga ya !"


" Maaf Pak...!" jawab Amanda sedikit bersedih.


" Kamu akan tetap tinggal disini bareng saya !"


" Tinggal disini ? bareng Bapak?"


" I..i..ia..ia...tinggal bareng saya, emang kenapa?"


" Ga Pak, saya ga mau !"


" Kenapa ga mau?"


Amanda menangis.


" Manda, jangan kayak anak kecil, pake nangis segala !"


" Tapi saya ga mau tinggal bareng Bapak !"


" Kamu mau tiap bulannya gaji kamu habis untuk bayar kosan? kamu ga mau nabung ? biaya transport kamu, biaya makan kamu, biaya kosan kamu, uang kamu akan habis gitu - gitu aja ! ini kota besar, Manda. Disini juga kamu akan saya gaji."


Amanda masih terdiam.


" Saya akan kasih ijin kamu keluar untuk main bersama Rani. Pikirkanlah !"


Lingga pergi meninggalkannya seorang diri di dapur itu. Dan diam - diam, Lita mendengarkan percakapan mereka. Setelah Lingga keluar, Lita masuk menemuinya.


" Hai mbak..!" sapa Lita.


Amanda yang masih menangis, terpaksa ia harus menghapus air matanya. Ia melihat kalau Lita sudah ada disampingnya.


" Maaf, nama mbak siapa ya?" tanya Lita.


" Nama saya Amanda, mbak !" jawab Amanda malu - malu.


" Oh, nama yang bagus. Oh ya , mbak tadi yang masak makanan nya ya ?"


" Ia, mbak. Maaf kalau ga enak, mbak !"


" Mbak, mulai besok bisakan ajari saya masak?"

__ADS_1


Mendengarkan ucapan Lita, Amanda terkejut. Ia tak menyangka adik seorang pengusaha terkenal itu minta diajari memasak.


__ADS_2