
Amanda menghapus air matanya, ingin sekali ia memeluk neneknya, ia juga ingin menceritakan kalau ia sudah bertemu dengan Ibu kandungnya.
" Sekarang kita pulang, saya ga mau karena masalah kamu ini, kamu larut dalam kesedihan dan kerjaan kamu jadi terbengkalai." ucap Lingga dengan tegas.
Amanda menatap majikannya itu. Tidak mungkin lagi, ia akan meneruskan bekerja di rumah Lingga, karena pasti Amanda akan selalu bertemu dengan Ibu nya itu. Apalagi Nadine menyukai Lingga.
****
Lega rasanya telah melihat anak kandungnya sendiri. Tapi sayangnya Amanda tidak bisa menerimanya. Sekar tahu betul, berat bagi Amanda untuk bisa memaafkannya, selama 24 tahun ia meninggalkan Amanda.
Sekar pun berlapang dada bisa menerima ini semua. Sekar ingin fokus pada keluarga barunya saja.
Kabar baik pun menghampiri keluarga Nadine dan Lingga. Keluarga Lingga memutuskan untuk segera melakukan tunangan antara Nadine dan Lingga. Ternyata Lingga belum siap untuk segera tunangan dengan Nadine.
Kedatangan orang tua Lingga ke Indonesia membuat Amanda terkejut. Amanda pun kembali di sibukkan dengan segala pekerjaan. Amanda diminta untuk membersihkan semua ruangan yang ada dirumah itu. Amanda hanya nurut perintah dari Mamanya Lingga.
Mamanya Lingga lah yang sangat sibuk mengurusi masalah pertunangan Lingga dengan Nadine.
" Emangnya mau ada acara apa ya, Bu?" tanya Amanda.
" Lingga dan Nadine akan segera tunangan, Manda !" jawab Mama Lingga.
" Pak Lingga mau tunangan?"
" Ia, emang kenapa?"
" Ehhmm ga papa, Bu !" jawab Amanda tampak sedih.
Air mata itu pun mengalir, Amanda merasa sedih mendengar kabar kalau majikannya itu akan segera tunangan. Dan itu artinya, ia tidak akan bekerja lagi pada Lingga.
" Manda, tolong kamu rapikan bunga -bunga ini ya !" titah Mama Lingga.
" Ia, Bu." Amanda langsung merapikan semua bunga - bunga itu, ia menatanya di semua meja.
Taman belakang rumah itu sangat indah sekali. Banyak bunga - bunga yang sangat indah. Lingga pun menghampiri mereka. Ia melihat kalau Mama nya dan Amanda sedang sibuk mendekor taman.
Lingga selalu menatap Amanda. Lingga merasa sangat kasihan pada anak itu. Lingga selalu memikirkannya, memikirkan bagaimana kehidupan Amanda selanjutnya.
" Lingga, kamu kenapa melamun, nak?" tanya Mamanya.
" Ga ada yang melamun, Ma !"
" Oh ya, Mama mau kedalam dulu, tolong kamu jagain ya !"
Lingga menganggukkan kepalanya. Ia melihat kalau Mamanya sudah masuk kedalam rumah, ia pun segera menghampiri Amanda.
" Manda....!"
" Ya Pak, ada apa, Pak?"
Lingga mendekatinya. Lingga mengelus rambut Amanda. Amanda pun sangat heran mengapa Lingga melakukannya.
" Saya mau bicara sama kamu, "
" Bicara aja to, Pak !"
Lingga menggelengkan kepalanya.
" Ga mungkin Manda, kalau aku itu suka sama kamu, kenapa jadi kamu yang selalu ada dipikiran ku, kenapa harus kamu?" gumam Lingga.
" Pak Lingga kenapa melamun?"
" Ma..maaf..kamu lanjutkan kerjaan kamu !" Lingga langsung pergi. Amanda pun kebingungan melihat sikap Lingga.
__ADS_1
Hari yang dinantikan pun tiba. Keluarga Nadine tiba di rumah itu. Semua tamu undangan juga sudah pada hadir. Malam itu Nadine sangat cantik sekali, seperti seorang bidadari. Begitu juga Ibu Sekar, ia sangat cantik dengan gaun merah nya.
Amanda hanya bisa mengintip mereka. Ia tak mungkin ikut hadir disana. Ia tak mau kalau Ibu nya juga melihatnya. Amanda menangis. Ia ingin sekali bisa seperti itu. Tapi ia sadar diri, tidaklah mungkin ada laki - laki yang mau menerimanya.
Dalam benak Amanda, sungguh sempurna kehidupan Nadine. Ia memiliki Ibu dan Ayah, dan selalu mendapatkan kasih sayang. Sedangkan Amanda, sama sekali tidak pernah mendapatkan rasa sayang dari orang tuanya. Amanda sangat berharap ada seorang pria yang mau memberikan kasih sayangnya untuknya. Amanda benar - benar mengharapkan itu.
Diam - diam Lingga menemui Amanda. Ia melihat kalau Amanda sedang menangis.
" Ngintip apa?" tanya Lingga mengejutkan Amanda.
Amanda terkejut mendengar suara Lingga. Ia langsung menghapus air matanya.
" Bapak ?"
" Kamu ngintip apa?"
" Ehhmm..ga ada Pak. Wah...Bapak tampan sekali !" puji Amanda.
" Makasih. Kamu ga mau ikut kesana ?"
Amanda menggelengkan kepalanya.
" Ndak usah, Pak !"
" Kenapa? karena ada Tante Sekar ?"
" Ga, Pak. "
" Manda, saya ?"
" Nopo to, Pak ?"
Lingga langsung mendekatkan diri nya ke wajah Amanda. Ia langsung menciumi bibir milik wanita cantik itu.
Amanda mencoba melepaskannya, tapi sayangnya tenaganya tidak kuat untuk melepaskan dekapan Lingga. Dari kejauhan Ibu Sekar melihat Amanda dan Lingga. Ia langsung berlari ingin melihat apa yang terjadi.
" Manda???kurang aja, apa yang mereka lakukan ? murahan sekali kamu, Manda. Saya ga akan biarkan Lingga itu suka sama kamu !" ucap Sekar merasa geram.
Sekar langsung pergi meninggalkan mereka. Ia sangat kecewa pada Lingga, calon mantunya. Lingga sudah berbuat kotor, Lingga sudah membuatnya naik pitam. Wajah cantiknya berubah menjadi sangar, ingin sekali ia memberitahukan pada calon besannya.
Lingga pun melepaskan ciuman itu. Amanda memukul bidang dada Lingga.
" Apa yang Bapak lakukan? Bapak jahat !" ucap Amanda sambil menangis.
" Maafkan saya Manda, saya khilaf. Saya ga ada maksud mau menyakiti mu, "
Amanda menangis. Ia berlari ke kamarnya.
" Mandaaaa...jangan pergi, saya cinta sama kamuuuuuuu...Mandaaaaa...!!!!"
Lingga mengejar Amanda sampai ke kamarnya.
" Mandaaaa..buka pintunya, saya mau bicara sama kamu, Mandaaaa....!!"
Amanda tidak menghiraukan panggilan Lingga. Ia terus saja menangis.
" Manda, tolong bukain pintunya, saya mau bicara sama kamu,"
" Mas ??"
Lingga langsung menoleh kearah suara. Ternyata Nadine datang menemuinya.
" Nadine ?"
__ADS_1
" Mas ngapain disini? semua orang uda cariin mas Lingga !"
" Apa?"
" Mas, acaranya mau dimulai !"
" Ya, saya akan datang."
" Kamu kenapa? kenapa juga kamu ngejar Amanda?"
" Ada yang mau saya bilang ke Manda, "
" Nanti kan bisa, mas. Harus sekarang ya ?"
" Ia, karena ini penting."
" Apa lebih penting dia dari pada acara kita ?"
" Itu acara kamu, bukan acara saya !"
" Apa? acara saya? maksud kamu apa, mas ?"
" Kamu tahu, saya itu ga menginginkan acara ini, saya itu ga mau tunangan sama kamu !"
" Kenapa? apa alasannya, mas ?"
" Kamu mau tahu apa alasannya ? karena saya ga cinta sama kamu, saya ga sayang sama kamu, Nadine !"
Mendengar ucapan Lingga, Nadine merasa sedih.
" Apa? kamu ga cinta sama saya? trus kenapa kamu menginginkan ini semua? kenapaaaaa??"
" Saya hanya ingin menghormati orang tua saya,"
" Kamu jahat, mas. Kenapa ga dari dulu kamu bilang masalah ini, kenapa harus sekarang , kenapaaaaa????"
" Kamu aja yang ga peka, Nadine. Dari dulu saya itu uda pernah bilang ke kamu, kalau saya itu ga pernah cinta sama kamu, "
" Sekarang apa mau mu, mas ?"
" Kita batalkan tunangan ini, "
" Ga mas, mas tahu kan, Papa itu ada penyakit jantungnya ?"
" Trus kalau ada penyakit jantungnya?"
" Kamu mau Papa itu sakit ?"
" Tapi ini ga bisa diteruskan , Nadine ?"
" Kenapa ga bisa diteruskan mas? karena Amanda ?"
" Ya, saya mencintai Amanda."
" Hahaha, kamu mencintai pembantu kamu sendiri ?"
" Dia itu bukan pembantu, jaga ucapan kamu !"
" Jadi apa namanya kalau bukan pembantu? oh..pantas aja, kamu suruh Amanda tinggal disini, biar kamu bisa dekat terus sama dia, ya kan ??"
" Itu bukan urusan mu. "
" Itu urusan saya, mas !"
__ADS_1
" Terserah !"
Lingga pergi meninggalkan Nadine. Nadine menangis histeris, ia tak menyangka Lingga akan berbuat seperti ini.