I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 11 " Hari Pertama Kerja "


__ADS_3

Karena hari ini, hari pertama kerja, maka Amanda tidak mau terlambat. Pagi - pagi sekali Amanda sudah sampai di tempat kerja barunya.


Amanda pun langsung disuruh ganti pakaian, ia menggunakan seragam OG. Leader memberitahukan apa - apa saja tugasnya.


" Manda, kalau ada yang kurang jelas, kamu bisa tanyakan sama saya, kamu jangan sungkan - sungkan ya !" ucap Leader itu.


" Ya, Pak !"


" Baiklah, sekarang mulailah bekerja !"


Amanda langsung memulai kerjanya. Banyak yang harus ia kerjakan. Pagi itu Amanda sedang membersihkan ruangan para pegawai. Mulai menyapu dan mengepel.


" Kamu OG baru ya?" ucap Bima, salah satu pegawai disana.


" Ia, Pak !"


" Nama kamu siapa ?"


" Amanda, Pak. Bisa dipanggil Manda."


" Oh...!


Bima kembali duduk di kursinya. Sedangkan Amanda harus menyelesaikan pekerjaan yang lain.


" Cakep juga, bro !" ucap Pegawai yang lain.


" Yo'i, bro !" jawab Dimas.


Jam makan siang pun tiba. Amanda mendapat tugas disuruh oleh para pegawai untuk membelikan mereka makan siang. Amanda pun nurut.


Ketika Amanda mau keluar, ia berpapasan dengan pemilik kantor itu. Yang tak lain adalah Ibu kandungnya sendiri. Ia bersama dengan anak gadisnya yang bernama Nadine, yang tidak begitu jauh beda umurnya dengan Amanda.


Karena masih baru, Amanda belum mengenali siapa pimpinan dikantor itu. Amanda pun tidak ada sama sekali menyapa. Amanda pikir mereka adalah tamu kantor.


Nadine melihat kalau Amanda tidak ada menyapanya sama sekali. Ia melihat wajah Amanda yang sangat cantik rupawan itu. Matanya tidak berkedip. Ia pun menjadi geram.


" Ma, kayaknya ada OG baru dikantor ini deh !, tapi sombong banget ya ! main lewat aja, ga ada ramahnya jadi orang." ucap Nadine kesal.


" Oh ya? mau kemana dia?"


" Ini uda jam makan siang, paling juga disuruh pegawai lain beli makanan !"


Mereka berdua pun langsung naik ke atas. Nadine merasa kesal. Ia pun jadi naik pitam.


" Vi, apa ada OG baru dikantor ini?" tanya Nadine pada sekretaris Papa nya.


" Ia, Bu. Namanya Amanda. Baru sehari aja kerja !"


" Oh begitu. Nanti suruh dia keruangan saya !"


" Baik, Bu !"


Amanda pun kembali ke kantor. Ia membelikan makan siang untuk para pegawai. Cuaca diluar sangat panas sekali. Ia kelelahan. Para pegawai itu hanya mengucapkan terimakasih tanpa memberikan upah.


Karena masih jam makan siang, Amanda pun pergi ke pantry kantor. Disana ia bergabung dengan temannya yang lain untuk menikmati makan siang.


Amanda hanya membawa bekal dengan lauk apa adanya, telur goreng dan mie goreng kesukaannya. Ketika mau makan, tiba - tiba saja, Leader nya memanggil Amanda.

__ADS_1


" Manda, kamu ikut saya sekarang !"


" Tapi saya belum makan, Pak !'


" Nanti aja dilanjutkan !"


Amanda menutup kembali bekal makan siangnya. Lalu ia mengikuti Leadernya dari belakang. Mereka menuju keruangan Ibu Nadine, selaku Direktur Keuangan dikantor itu.


" Pak, kita mau kemana?" tanya Amanda.


" Kita mau ketemu sama Ibu Nadine,"


" Ibu Nadine itu siapa toh, Pak ?"


" Ibu Nadine itu, direktur keuangan dikantor ini. Beliau adalah anak semata wayang pemilik perusahaan ini."


" Emang siapa yang punya, Pak ?"


" Pak Alvan Abhizar, dia keturunan timur tengah, dan istrinya namanya Ibu Sekar Kumalasari."


" Sekar?" kayaknya aku pernah dengar nama itu, tapi dimana ya?" gumam Amanda. Mereka pun tiba di ruangan Nadine.


" Selamat siang, Bu !"


" Siang juga !"


" Bu, ini Amanda, Bu !"


" Ya, sekarang kamu bisa pergi !"


Leader itu pun meninggalkan ruangan itu. Sekarang hanya ada mereka berdua diruangan itu. Amanda sangat ketakutan. Nadine memiliki paras wajah yang cantik tapi sayangnya sifatnya yang sombong dan angkuh membuatnya tidak begitu banyak disukai orang, terlebih para pegawai dikantor Papanya.


" Nama kamu siapa ?" tanya Nadine


" Amanda, Bu !"


" Uda berapa lama kamu kerja disini?"


" Baru aja, Bu ! baru masuk tadi pagi, Bu !"


" Emangnya leader kamu ga ada kasih tahu kalau bertemu dengan pimpinan kantor ini, harus di sapa?"


" Maaf Bu, memang Leader saya sudah kasih tahu, tapi saya kan belum kenal sama pemilik kantor ini, Bu !"


" Baiklah, untuk kali ini kamu saya maafkan !"


" Maafkan ? emang saya salah apa Bu?"


" Kamu mau tahu kesalahan kamu ?"


Amanda hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu.


" Kita tadi berpapasan, tapi kamu ga ada sama sekali menyapa saya dan mama saya !"


" Oh, maaf ya Bu saya ga tahu, Bu ! saya pikir Ibu itu adalah tamu kantor !"


" Sekarang juga buatin kopi buat saya dan kamu ingat, setiap pagi kopi saya uda harus ada di meja kerja saya, kopinya jangan terlalu manis, kopinya sedikit aja, trus ruangan saya juga uda harus bersih, jangan ada lagi debu - debu di atas meja kerja saya, semua ruangan ini harus bersih dan wangi. Ngerti kamu?"

__ADS_1


" Ia Bu, saya ngerti Bu !"


" Sekarang keluarlah !"


" Permisi ya Bu !"


Amanda pun buru - buru keluar dari ruangan Nadine. Ia sangat ketakutan.


" Cantik - cantik kok sombong ya ! mungkin orang kota emang kayak gitu !" gumam Amanda.


****


Dikantor, Lingga selalu saja kepikiran Amanda. Lingga mengingat kejadian malam itu, hampir saja preman - preman itu menodainya.


Tok..tok..tok...


" Ya, silahkan masuk !" titah Lingga


Vera membuka pintu ruangan itu dan ia membawa beberapa berkas untuk di tanda - tangani.


" Pak, ini beberapa berkas yang mau di tanda - tangani, Pak !"


Lingga masih saja melamun.


" Pak Lingga !" panggil Vera.


" Ehh..ia..ia..ia..ada apa? hhm..maaf Ver !"


" Hhmm...belum juga malam minggu Pak, uda pake melamun aja, hihihi.. ! Ini Pak, berkas yang mau di tanda - tangani."


" Ia maaf ya..!"


" Pak, gimana dong pengganti saya, kenapa sampai sekarang ga ada Pak?"


" Ia, kamu cari aja lagi !"


" Amanda itu gimana Pak? tapi sayangnya ga ada nomor ponselnya ya Pak !"


" Nomor ponselnya? saya tahu kos nya !"


" Apa? Bapak tahu dimana kos Amanda ?"


" Hhmm..ga, saya ga tahu. Maksud saya ? kamu coba cari tahu dimana kosannya !"


" Ya ampun Pak, saya ga budek lho..tadi Bapak bilang, Bapak tahu kosan Amanda, sekarang malah bilang ga tahu,"


" Beneran saya ga tahu !"


" Tapi Bapak setuju kan kalau Amanda kerja disini ?"


"Ver, gimana saya mau setuju, pendidikannya ga memadai, kamu cari yang lain aja !"


" Ya uda deh Pak, permisi !"


Lagi - lagi Vera sangat kesal akan sikap atasannya itu. Padahal bulan depan Vera akan segera lahiran. Tak mudah memang menjadi seorang sekretaris. Banyak tugas yang harus cepat diselesaikan, membuat jadwal meeting atasan, membuat laporan - laporan yang harus di persentasikan jika diperlukan.


Perut semakin membesar, Vera terkadang harus ikut lembur karena banyaknya pekerjaan.

__ADS_1


" Mana mungkin Amanda jadi sekretaris saya, gimana nanti kalau ketemu dengan klien? trus buat laporan bulanan, tahunan, belum lagi harus ngerti komputer, ngerti cara kerja di program. Ntah lah...kenapa susah sekali ya cari pengganti Vera ?" gumam Lingga.


__ADS_2