I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 33 " Ketahuan Bohong "


__ADS_3

Lingga mencoba menelpon Rani, ia menanyakan apakah disana ada Amanda. Rani terpaksa berbohong. Ia mengatakan tidak ada Amanda di kosannya. Lingga pun semakin khawatir, kemana perginya anak itu. Lingga baru sadar, kalau Amanda tidak mempunyai ponsel.


Malam itu, Lingga tidak bisa tenang. Ia pun tidak percaya pada Rani. Dan akhirnya Lingga pergi diam - diam ke kosan itu.


Di depan kosan ada penjual bakso. Amanda dan Rani sedang menikmati bakso kesukaan mereka. Mereka berdua ketawa - ketiwi karena Lingga bisa dikibulin.


" Puas banget deh bisa ngibulin bos kamu yang songong itu. Uda songong, sombong, angkuh, apalagi ya?" tanya Rani dengan tawanya yang lepas.


" Bukannya songong, sombong dan angkuh artinya sama ya?" tanya Amanda rada bingung.


" Hahaha, ia ya, itu artinya sama. Terserah deh, tapi kita uda berhasil ngibulin bos kamu itu, hahahaha...!"


" Ia Ran, dan Pak Lingga langsung percaya gitu aja, hahaha....!"


Ternyata Lingga melihat kalau mereka berdua ada disana. Amanda dan Rani tertawa terbahak - bahak, sepertinya ada yang sangat lucu. Lingga pun sangat geram. Lingga langsung menghampiri mereka berdua.


" Tapi, saya takut Ran kalau Pak Lingga tahu kita ngibulin dia !"


" Ga usah takut, bos kamu itu ga bakalan tahu. Uda tenang aja !"


Perasaan Lingga benar, ternyata Rani dan Amanda telah membohonginya.


" Oh, jadi ini kelakukan Rani ? Rani uda berani ngajari kamu untuk berbohong? enak banget ya kamu Manda, pergi dari rumah tanpa mengunci rumah sama sekali, kamu mau rumah itu di bobol maling? hahhh...?" bentak Lingga pada Amanda.


Amanda dan Rani mengangkat kepalanya perlahan - lahan, dan ternyata Lingga, bos yang galak itu ada di hadapan mereka.


Kedua tangan Amanda langsung bergetar, jantungnya serasa mau copot, wajahnya langsung memerah bak kepiting yang kena rebus.


" Ba..Ba..Bapak? Pak Lingga ?"


" Kamu pikir saya ga tahu, kamu itu kemana perginya ? saya tahu kamu itu pasti bareng Rani. Dan kamu Rani, beraninya kamu bohong sama saya, kamu bilang Manda itu ga ada dikosan, ternyata apa?"


" Hey Bapak sombong, emang Manda ga ada di kosan, yang ada Manda di tempat tukang bakso, gimana sih ?"


" Ya itu sama aja, Manda itu ada sama kamu !"


" Terserah deh Pak, tapi saya ga akan ijinin Manda kerja bareng Bapak lagi, mendingan Manda cari kerja aja di tempat yang lain. Ya kan Manda ?"


Amanda hanya bisa diam. Ia tidak tahu mau menjawab apa. Ia tampak gugup. Kesalahan terbesarnya adalah merusak laptop dan pergi dari rumah tanpa memberitahukan terlebih dahulu.


" Ayo dong Manda, dijawab? gimana sih ?" bisik Rani.


" Ran, kamu tahu kan saya punya hutang sama Pak Lingga ?"


" Ya elahh..perkara utang, kamu takut keluar dari rumah Pak Lingga ?"


" Hey kalian berdua ga usah bisik - bisik, kalau Manda ga mau kerja lagi dirumah saya, sekarang juga semua hutang kamu balikin, sekarang juga !"


Amanda dan Rani saling menatap.


" Oke...saya yang akan mengganti semua hutang Amanda. Emang berapa hutangnya ?"

__ADS_1


" Kamu cek aja deh laptop termahal di dunia, Luvaglio. Kamu lihat harganya !"


" Hah? Luvaglio? saya ga pernah dengar," ucap Rani.


" Makanya kuping itu dipake, kan saya bilang kamu cek aja !"


'' Cek nya dimana to Pak?" tanya Amanda bingung.


" Tanya teman kamu yang sok pintar ini !" jawab Lingga.


Rani langsung mengambil ponselnya, ia langsung menuju mbah Google. Ia langsung mencari nama laptop yang dimaksudkannya itu.


Betapa terkejutnya Rani setelah melihat harga dari laptop itu. Itu adalah barang termahal.


" Gimana, Ran?" tanya Amanda.


" Manda, maafkan eikeee...eikeee ga sangguppppp...ngejual kedua ginjal eikeeee juga masih kurang, Manda !"


" Kalau ditambah ginjal saya gimana?"


" Mati dong kita dua,"


" Hey kalian berdua, cepatan. Saya ga punya waktu untuk ribut sama krucil - krucil kayak kalian !"


" Manda, uda deh, kamu nyerah aja !"


" Jadi, saya harus balik lagi kerja dirumah Pak Lingga ?"


Rani menganggukan kepalanya.


Lingga tersenyum kecut.


" Gimana Manda? teman kamu yang sombong ini ga sanggup menggantikan laptop saya yang rusak. "


" Ia Pak, saya juga minta maaf ya Pak." ucap Amanda menimpali.


" Sekarang kamu pilih, kamu saya jebloskan ke penjara atau kamu ikut balik kerumah saya !"


" Jangan Pak, jangan masukkan saya ke penjara, saya ikut Bapak aja !"


" Ya uda buruan ikut balik sama saya !"


" Pak Lingga, tapi bakso Manda belum habis, Manda uda kelaparan. Bapak bisa kan nunggu bentar aja !"


Lingga merasa kesal karena sikap Amanda dan Rani. Ia menarik nafasnya dalam - dalam.


" Ya uda, " Lingga mencoba menahan emosinya.


" Bapak ga mau ikutan makan?" tanya Amanda.


" Ga, "

__ADS_1


" Baksonya enak, Pak !" ucap Rani.


" Udah buruan makan, ga usah banyak cerita."


Amanda dan Rani buru - buru menghabiskan baksonya.


" Pak, baksonya uda habis, Pak !" ucap Amanda.


" Trus kalau uda habis ? mau minta bayarin?"


" Ga Pak, kita ada uang kok !" ucap Rani ketakutan.


" Ya uda buruan pulang !"


Lingga langsung pergi dan diikuti oleh Amanda. Rani hanya bisa geleng - geleng kepala. Ia sangat kasihan pada temannya itu.


" Ran, maaf ya, nanti kita ketemua lagi ya !"


" Ia, kamu tenang aja, kalau ada waktu saya datang ke tempat kamu ."


Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


" Salam sama Ibu ya !"


Rani pun menganggukkan kepalanya.


Disepanjang jalan Lingga dan Amanda hanya bisa diam. Amanda sekali - sekali menoleh ke arah Lingga. Karena selalu diam, Amanda mencoba membuka pembicaraan.


" Bapak da makan belum ?"


Lingga tidak menjawab pertanyaan Amanda. Ia hanya fokus pada kemudinya saja.


" Bapak selalu ngajari saya, kita itu harus ada etika sama orang lain, kalau ditanya orang lain harus kita jawab, lah Bapak ditanya ga mau menjawab."


Lingga langsung melihat Amanda.


" Kalaupun Bapak benci sama saya, itu hak Bapak, tapi ijinkan saya minta maaf Pak, saya janji, saya ga akan mengulangi kesalahan lagi. Saya akan berubah, Pak !"


Lagi - lagi Lingga hanya diam. Tampak di raut wajahnya masih ada rasa kecewa pada Amanda. Akhirnya mereka pun tiba di rumah. Lingga terlebih dahulu keluar dari dalam mobil. Amanda langsung menyusulnya dan ia mengejar atasannya itu.


Karena tidak melihat jalan, Amanda terjatuh dan kedua lututnya sedikit terluka. Lingga langsung menolongnya.


" Pake mata kalau jalan !" ucap Lingga.


Amanda pun diam.


" Makanya lain kali ga usah ceroboh, itu akibatnya kalau suka berbohong," ucap Lingga lagi.


" Ga ada yang bohong kok, Pak !"


" Terserah deh,"

__ADS_1


" Pak, makasih ya Bapak uda nolongin saya,"


Lingga tidak memperdulikan ucapan Amanda. Ia segera naik keatas. Amanda hanya bisa tersenyum melihat majikannya itu.


__ADS_2