I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 94 " Bermain Dengan Calon Anak "


__ADS_3

Nadine menceritakan kepada Mama nya, kalau ia sudah bertemu dengan Amanda.


" Jadi, gimana nak ? apakah kamu mau minta maaf pada Amanda ?"


" Harus ya, saya minta maaf sama dia ?"


" Nak, kalian sudah sama - sama dewasa, kalian juga sudah sama - sama jadi istri, kenapa harus menahan ego ? bukannya ga baik menahan ego ?"


" Mama ga usah sok ngajari Nadine masalah ego. Nadine mau nanya sama mama, kok mama tega ninggalin Manda waktu Manda masih kecil ? kenapa? semua karena ego kan, ma ? Mama ga mau hidup susah. Sekarang mama uda hidup enak, makanya mama seenaknya aja bilang kenapa harus menahan ego. "


" Nadine, kamu itu anak yang keras kepala. Ga pernah bisa dibilangi. Kamu sama kayak papa mu."


" Trus, mama nyesal punya anak seperti Nadine ?"


Mama Sekar menangis.


" Jangan ajari Nadine masalah perasaan ma, karena Nadine pernah kecewa akan perasaan, semua itu karena Mama juga."


" Kenapa karena mama ? karena kamu ga jadi nikah sama Lingga ? Nadine, Tuhan tahu mana yang terbaik untuk hambanya. Kalau pun sekarang Manda sama Lingga, itu hal yang wajar, karena Amanda adalah anak yang baik. Ga kayak kamu, kamu itu egois, sombong."


" Terserah mama menilai Nadine gimana, saya benci mama, mama uda jahat, mama tega buat perasaan Nadine kecewa. "


Nadine pergi meninggalkan mamanya, sembari menangis.


****


Amanda selalu kepikiran akan ucapan Nadine. Dan Lingga melihat, kalau istrinya itu setiap hari hanya melamun dan menangis.


" Kamu kenapa lagi ?"


" Mas, Nadine mas !"


" Kenapa dengan Nadine ?"


" Nadine masih benci sama saya, karena dia kira, saya lah penghancur hubungan mas dengan Nadine."


" Hhmmm..jadi kamu mikirin itu ?"


Amanda menganggukan kepalanya.


" Mas, kamu jelasin dong sama Nadine, kasih tahu yang sebenarnya, "


" Sebenarnya apa? kan emang jelas - jelas, saya itu ga suka sama dia, dia uda banyak melakukan kebohongan. Mau dijelaskan gimana lagi ?"


" Masalahnya mas, Nadine itu dendam sama saya !"


" Ohhh...jadi dia mau ngancam kamu lagi ?"


" Ga tahu mas, tapi saya takut."


" Kamu ga usah takut, sayang. Kamu akan baik - baik aja. Kamu harus jaga, calon anak kita ini."


" Ia mas, saya akan selalu menjaganya. "


Lingga mengelus perut yang semakin hari semakin membesar itu.

__ADS_1


Diam - diam, Lingga menemui Nadine. Ia tak mau ada permasalahan di antara Nadine dan Amanda. Biar gimana pun, mereka adalah saudara.


Lingga menemui Nadine di kantor nya. Tanpa permisi pada resepsionis, Lingga langsung saja masuk ke ruangan Nadine.


Nadine yang sedang sibuk dengan sekretarisnya itu, tiba - tiba saja harus berhenti sejenak, karena kehadiran Lingga.


" Mas Lingga ? ngapain kamu kesini ?" tanya Nadine.


" Saya mau bicara sama kamu, "


" Bicara apa? apa lagi yang mau dibicarakan?"


" Banyak yang mau dibicarakan, "


" Tentang Amanda ? istri kamu yang goblok itu ?"


" Goblok ? hehhh..kamu bilang dia goblok ? bukannya kamu lebih goblok ?''


" Mau kamu apa sih ?"


" Kamu mau tahu? saya mau kamu minta maaf sama istri saya, atau kamu mau , saya laporkan lagi ke pihak berwajib ?"


" Saya minta maaf sama istri kamu ? hellooooo...kamu masih waras kan ?"


" Nadine, kamu itu uda buat Amanda ketakutan, kamu selalu mengancam dia. Mau kamu apa ? bukannya masalah kita uda selesai ?"


" Masalah kita belum selesai,"


" Apa maksud kamu ?"


" Gila kamu!"


" Ya, saya emang uda gila, dan itu semua karena kamu ."


Lingga mendekati wajah Nadine.


" Kamu ingat, sekali kamu melangkah untuk mencelakai Amanda, nyawa mu ga akan tertolong. Ingat itu !"


" Ohhhh...jadi kamu ngancam saya ? hebat kamu !"


" Ya, saya akan terus mengancam kamu. Dan kamu ingat, saya ga main - main dengan ini. Jadi, tolong jauhi Manda atau kamu akan mendapatkan akibatnya."


" Kamu pikir saya takut dengan ancaman kamu ?"


" Mau takut atau ga, itu hak mu. Yang penting kamu jauhi istri saya, atau nyawa mu melayang ."


" Lingga, kamu yang uda buat saya jadi begini. Kamu yang uda buat saya jadi salah melangkah. Masa kamu ga pernah peka , semua ini hancur karena siapa?"


" Ini bukan salah Amanda, ini salah kamu yang uda rela berbohong. Saya ga nyangka Nadine yang saya kenal smart ternyata bisa membodohi orang. Jadi, saya minta sama kamu, jauhi Amanda. "


Lingga langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Nadine menangis. Ia langsung mengejar Lingga.


" Massssss, hikss..hikss..hikss...!"


Lingga menghentikan langkahnya. Ia pun menoleh ke arah Nadine.

__ADS_1


" Masss, saya masih sayang sama kamu !" ucap Nadine sambil menghampiri Lingga.


" Maaf Nadine, saya ga pernah mencintai mu. Cinta saya hanya milik Manda, Manda seorang. Kalau kamu mau masalah ini selesai, minta maaf lah pada Manda. Manda akan memaafkan mu, akui semua kesalahan mu. "


Nadine hanya terus menangis.


" Kamu mau, selamanya di hati dan pikiran mu itu, dendam yang ga pernah selesai ? kamu mau selama nya kamu dihantui rasa sakit hati ? ga kan ? Nadine, semua belum terlambat, minta maaflah pada Amanda. Kamu ga usah takut, Amanda itu sangat baik, dia akan memaafkan kamu, "


Nadine terus menangis.


" Nadine, kamu sekarang sudah bahagiakan ,sudah ada anak, David yang selalu mencintai mu. Keluarga mu uda sempurna. Emangnya kamu ga mau, kamu dan Amanda itu sama - sama bahagia ? kalian itu saudara. Minta maaflah pada Amanda !"


Nadine pun menganggukan kepalanya.


" Gitu dong, saya pamit ya !"


Lingga pergi meninggalkan kantor itu.


Malam hari, seperti biasa, Lingga lah yang mengambil tugas untuk memasak makanan. Sampai sekarang, Amanda belum bisa mencium aroma masakan.


Lingga mendengar, kalau Amanda masih saja mual dan muntah.


Makan malam pun tersedia.


" Sayang, kamu muntah lagi ?" tanya Lingga sambil memberikan minyak telon.


" Ia mas, perutnya mual terus. "


Lingga tersenyum.


" Sabar ya !"


Amanda menganggukan kepalanya.


" Kayaknya, anak papa ini manja banget ya , kenapa sih harus mual sayang ? kasihan mama dong !" ucap Lingga sambil mengelus perut Amanda. Dan spontan saja, bayi yang ada di dalam perut Manda, langsung bergerak.


" Massss, anak kita gerak....!" ucap Amanda kegirangan.


" Hhmmm...sayang, kamu dengar ucapan papa ya ? baiklah, mau kamu apa? kita main? nanti ya, kalau kamu uda lahir, papa janji akan beliin mainan yang banyak buat kamu,"


Bayi yang ada di dalam perut Amanda kembali bergerak. Meliuk ke kanan dan ke kiri.


Melihat hal itu, Amanda dan Lingga sangat senang sekali.


" Mas, kayaknya anak kita pengen main bareng sama kamu !"


" Hhmm..papa capek nak, gimana kalau papa dan mama makan malam dulu, boleh kan ?"


Bayi itu kembali bergerak.


" Oke..oke...papa akan ajak kamu main. Hhmm..tapi kamu makan dulu bareng mama, ya sayang !"


Kembali bayi itu bergerak kembali.


" Sayang, kamu makan ya !" pinta Lingga.

__ADS_1


Amanda menganggukan kepalanya. Lingga menyuapi Amanda makan sambil bermain dengan calon anaknya. Respon yang sangat bagus dari dalam perut Amanda. Bayi nya, sepertinya sangat senang sekali bermain dengan papa Lingga. Amanda hanya bisa tertawa dan ia sangat bahagia dengan semua yang telah ia jalani.


__ADS_2