I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 53 " Ungkapan Hati "


__ADS_3

Amanda tahu kalau Ibu nya terus mengikutinya. Ia pun langsung memesan taxi. Amanda sudah sangat ketakutan. Dengan cepat, supir taxi itu membawa Amanda pergi jauh.


" Ahh..sial, Amanda langsung pergi. Okelah Manda, suatu saat Ibu pasti akan tahu, dimana kamu tinggal." ucap Ibu Sekar rada kecewa.


****


Pagi itu, Lingga mendatangi kantor Bapak mertuanya, Pak Alvan. Maksud dan tujuan Lingga, ia ingin memberitahukan masalah hubungan mereka.


" Selamat pagi, saya mau bertemu dengan Pak Alvan, apakah beliau ada?" tanya Lingga pada salah satu resepsionis kantor itu.


" Maaf, Pak. Pak Alvan lagi ada meeting,"


" Kira - kira, berapa lama saya harus menunggunya ?"


" Hhmmm, sekitaran 10 menit lagi, bisa Pak?"


" Oke, baiklah. "


Akhirnya Lingga menunggu Bapak mertuanya itu sampai selesai meeting. Ia tak mau berlama - lama menyimpan masalah ini.


Waktu berlalu, sudah ada 10 menit. Itu artinya meeting pun selesai.


" Pak Lingga, silahkan keruangan Pak Alvan sekarang juga, Pak !" ucap resepsionis itu.


Lingga langsung pergi keruangan bapak mertuanya itu. Disana ia melihat ada Nadine.


" Selamat pagi semua !" sapa Lingga sambil menarik kursi yang ada di hadapan Bapak mertuanya itu.


" Ehh, nak Lingga. Ada apa nak, pagi - pagi kamu sudah datang ke kantor Bapak ?"


" Ada yang perlu Lingga bicarakan sama Bapak. Dan kebetulan Nadine juga ada disini. "


" Ada apa, mas ? sepertinya penting sekali !"


" Ya, ini penting sekali. Ini masalah kita berdua, " ucap Lingga sambil melirik Nadine.


" Masalah kita berdua ?"

__ADS_1


" Masalah apa, Lingga ?" tanya Pak Alvan penasaran.


" Pak Alvan yang terhormat, saya ingin menyampaikan kalau saya ingin menceraikan Nadine, putri Bapak," ucap Lingga dengan lantangnya.


Mendengarkan ucapan Lingga Pak Alvan dan Nadine pun terkejut.


" Cerai ? kenapa? apa masalah kalian?" tanya Pak Alvan.


" Bapak tahukan, kalau didalam rumah tangga, antara suami dan istri tidak ada kecocokan, apa yang terjadi ? "


" To the point aja, maksud kamu apa?" tanya Pak Alvan semakin ia penasaran.


" Saya dan Nadine itu tidak saling mencintai Pak, di antara kami berdua tidak ada rasa sayang ataupun cinta. Jadi, untuk apa kami mempertahankan hubungan ini. Di depan kalian, kami hanya berpura - pura saling mencintai, tapi sejatinya kami tidaklah demikian. Nadine itu lebih mencintai David. Dan saya ?saya lebih mencintai Amanda dari pada putri Bapak ini. " ucap Lingga tegas.


Pak Alvan pun sangat terkejut mendengar penjelasan dari Lingga.


" Apa maksud kamu mengatakan ini Lingga ?" tanya Pak Alvan lagi.


" Bapak kurang ngerti apa yang saya katakan? sekarang tanya putri Bapak ini, apakah benar yang saya katakan?"


" Saya ga perduli dia wanita kampung, wanita kampung tapi punya hati nurani. Dan kamu, wanita kota, punya pendidikan yang tinggi, apa kamu punya hati? ga kan? jadi saya mau bilang, mulai sekarang saya akan urus surat cerai kita. Maaf kan saya, Pak, inilah yang terbaik untuk kami berdua."


" Lingga, saya ga menyangka kalau kamu bisa setega itu sama putri saya,"


" Saya ga perduli, Bapak bisa tanya sama Nadine, ini semua rencana siapa? Nadine itu tidak cinta sama saya, dia hanya cinta sama harta saya. Jadi ga salahkan kalau saya harus pisah dari dia ?"


" Astaga, saya ga habis pikir, kenapa ini bisa semua terjadi ?" tanya Pak Alvan lagi.


" Pak Alvan, saya itu tipe orang yang ga suka basa basi, kalau Bapak mau putri Bapak ini bahagia, silahkan cari pria yang bisa membuat dia bahagia, tidak dengan saya,"


" Nadine, apakah benar yang dikatakan Lingga ?"


Nadine hanya diam. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Papa nya sendiri.


" Nadine, jawab Papa. Jawabbbbbb....!!!!" bentak pak Alvan.


" Ia pa, saya emang ga cinta sama Lingga. Papa tahu kenapa? mas Lingga itu, pria ga normal, Pa !"

__ADS_1


" Ga normal ? maksud kamu?"


" Dia impoten Pa, dia ga bisa kasih keturunan. " ucap Nadine dengan lantangnya.


Pak Alvan menarik nafasnya dalam - dalam. Mendengar dirinya di rendahkan, Lingga hanya tersenyum.


" Kenapa kalian tidak cerita masalah ini sebelumnya ? kenapa???" tanya Pak Alvan.


" Maaf, Pa !" sahud Nadine.


" Papa pikir kalian selama ini baik - baik saja, ternyata ? kalian itu ga saling cocok. Lingga saya akan tetap membela putri saya, apapun itu alasannya, saya ga mau tahu. Saya ga mau melihat putri saya itu ga bahagia. Terserah kamu, kalau kamu lebih mencintai Amanda, OG kamu itu, kita ga perduli. Silahkan, pergi lah dengan wanita itu. Saya ga keberatan kalau putri saya harus pisah dari kamu. Saya yakin, di luar sana masih banyak pria yang baik, ber attitude yang baik, mungkin lebih mapan dari kamu, terimakasih untuk kebersamaan selama ini, terimakasih juga karena dulu kita pernah bekerja sama, sekarang saya harus memutuskan tali silahturahmi ini, dan ingat Lingga, selamanya kita tidak akan pernah lagi kerja sama. Ingat itu !"


" Baiklah, saya ga keberatan. Sekarang Bapak uda mengikhlaskan semua ini, terimakasih untuk semuanya. Permisi !"


Lingga pun pergi meninggalkan ruangan itu. Nadine menangis. Pak Alvan tidak bisa berbuat apa - apa.


" Nadine, jangan pernah menyesal dengan semua ini, ini adalah jalan terbaik untuk diri mu. Papa yakin, dibalik semua ini, ada hikmahnya untuk kita, untuk kamu. Kamu itu putri kebanggaan Papa, jadi Papa yakin semua ini akan baik - baik aja, kamu sabar ya !"


" Ia, Pa. Makasih ya, Pa !"


" Oh ya, Papa tadi dengar kata Lingga kamu lebih menyukai David. Siapa David itu, nak?"


" Nanti kalau mas David ada waktu, Nadine akan kenalkan mas David ke Papa dan Mama, "


" Ya, nak. Papa akan mendukung pilihan mu. Sekarang kamu uda bebas dari laki - laki seperti Lingga. Kamu layak bahagia, nak !"


Nadine hanya tersenyum.


..." Lihat aja mas Lingga, saya akan membalaskan dendam saya pada kalian berdua, kalian berdua harus mendapatkannya. " ancam Nadine ...


****


Amanda pun tiba dirumahnya. Dan tak berapa lama, Lita, adik Lingga menghubunginya. Lita sangat merindukan Amanda. Lita juga tahu kalau Amanda hamil anak kakaknya itu. Lita sudah tidak sabar ingin melihat kakaknya menikah dengan Amanda.


Lita menyampaikan , kalau minggu depan, ia akan datang ke Indonesia. Lita seorang pengacara, dialah yang akan membantu kakaknya menyelesaikan masalah perceraian Lingga dengan Nadine.


Amanda merasa bersalah, karena dirinya Lingga dan Nadine harus pisah. Tapi, ini semua adalah keinginan Lingga. Lingga lah yang menginginkan semua ini, karena Lingga dan Nadine tidaklah saling mencintai. Amanda takut, kalau Ibu nya tahu, siapa sebenarnya ayah dari anak yang dikandungnya itu. Bagaimana pun Amanda tidak akan pernah bisa menyembunyikan masalah ini. Lita tetap mendukung Amanda. Karena Lita juga tahu apa maksud Nadine menikah dengan kakaknya itu. Lita selalu menenangkan hati calon kakak iparnya itu.

__ADS_1


__ADS_2