I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 55 " Semua Menangis "


__ADS_3

Lita memasuki ruangan dimana Amanda sedang terbaring. Lita tidak dapat menahan air matanya, ia langsung menangis histeris. Banyak luka memar di tangan dan di wajah Amanda. Bayi yang di dalam kandungannya pun tidak bisa diselamatkan karena kejadian itu.


Ntah bagaimana nanti Lita akan mengatakan pada Amanda, kalau bayi nya tidak bisa di selamatkan. Lita tidak tahu dimana keluarga Amanda tinggal. Lita terus saja menangis meratapi nasib Amanda.


Setelah dari ruangan Amanda, Lita ingin melihat kakaknya. Ia hanya bisa melihat kakak tercintanya itu lewat kaca jendela saja. Lingga lah paling banyak mengalami luka cedera.Lita tidak rela, kalau kakaknya buta dan lumpuh seumur hidupnya. Perasaan Lita begitu hancur. Wajah kakaknya penuh dengan balutan perban. Lita tidak tahu, apa yang akan ia katakan pada kedua orang tuanya nanti.


Lita terus menangis. Begitu berat rasanya cobaan yang diberikan Tuhan buat keluarganya. Baru saja kakaknya menikmati kebebasannya dari wanita yang tidak ia cintai, sekarang Lingga harus di perhadapkan dengan masalah seperti ini.


Waktu pun berlalu, akhirnya Amanda sadarkan diri. Dokter segera memeriksa keadaan Amanda. Lita juga ada disana menemani Amanda. Ia harus bisa menguatkan Amanda. Amanda meraba perutnya. Ia mengusap - usap perut itu.


" Dokter, gimana dengan bayi saya?" tanya Amanda terus mengusap perutnya. Dokter dan Lita pun saling menatap.


" Ibu Manda, maafkan kami ya, kami tidak bisa menyelamatkan bayi yang ada dikandungan Ibu, karena kecelakaan itu perut Ibu mengalami benturan yang sangat kuat." jawab dokter itu.


Amanda menangis. Lita langsung memegang tangannya.


" Mbak, sabar ya!"


" Lita ? hiks..hiks..hiks..hiks..!"


Lita menghapus air mata Amanda.


" Ia mbak, bayi mbak ga bisa di selamatkan, mbak harus kuat ya !" Lita mencoba menguatkan Amanda.


" Ga dok, saya ga mau kehilangan bayi saya, hanya dia milik saya, hiks..hiks..hiks. Ga dokkkkkkk, saya mau bayi sayaaaaaa....!" teriak Amanda.


" Mbak Manda, sabar ya, tenangkan hati mbak dulu. Yang penting mbak selamat dari kecelakaan itu, mbak sabar ya !"


" Ga Lita, apa kata mas Lingga nanti, kalau bayi nya uda ga ada !"


" Mas Lingga ga akan marah, mbak. Semua nya akan baik - baik aja,"


Dokter dan perawat itu pun pergi meninggalkan mereka. Amanda terus menangis. Ia mengingat kejadian itu. Amanda pun menjerit histeris. Lita langsung memeluknya. Mereka berdua sama - sama menangis.


" Mas Lingga ? Lita gimana dengan mas Lingga ?"


Lita pun menangis.


" Lita, dimana mas Lingga ? mas Lingga selamatkan ? jawab Lita, dimana mas Lingga ?"


" Mas Lingga ?hiks..hiks..hiks..hiks..!"


" Kenapa dengan mas Lingga ? jawab Litaaaa, dimana mas Lingga ?"

__ADS_1


" Mas Lingga mengalami kebutaan dan ga bisa jalan, mbak !" tangisan Lita pun pecah.


" A...a..apa? apa yang kamu bilang Lita ? mas Lingga ? mas Linggaaaaaaaaaaa.....!" teriak Amanda.


" Mbakkk....!" tangisan mereka semakin pecah diruangan itu.


" Ga mungkin Tuhan, mas Linggaaaaaa.....!" tangis Amanda.


" Mbak, doakan mas Lingga, biar mas Lingga cepat sembuh,"


****


Papa dan Mama Lingga pun tiba di Indonesia, mereka berdua langsung menuju ke rumah sakit dimana Lingga di rawat. Perasaan Mama Nania semakin tidak tenang. Ia terus menangis.


Mereka pun tiba dirumah sakit. Lita menunggu kedua orang tuanya di lobbi rumah sakit.


Lita tampak diam. Ia tak bisa bicara sepatah kata pun.


" Lita, gimana keadaan kakak kamu, dimana dia sekarang ?" tanya Papa nya.


Lita membawa mereka menuju ruang ICU, dimana Lingga di rawat. Mereka hanya bisa melihat Lingga dari bilik kaca. Disana ada 2 orang perawat yang sedang menjaga Lingga.


" Itu Lingga ? itu Lingga kakak kamu ?" tanya Mama Nania.


" Lita, jawab Mama, apa yang terjadi sama kakak kamu ?"


Lita hanya diam, air matanya terus mengalir deras.


" Lita, apa yang terjadi sama kakak kamu?" tanya Papa nya.


" Mas Lingga ? mas Lingga, ga akan bisa ngeliat kita lagi, Pa - Ma, trus....mas Lingga ga akan bisa jalan lagi ,"


Mendengar ucapan Lita, Mama Nania pun tidak sadarkan diri. Perawat rumah sakit itu, langsung membawa Mama Nania ke ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan.


Pak Chandra hanya bisa mengelus dada. Diam - diam, ia menangis meratapi anak kebanggaannya itu. Lita memeluk Papa nya, ia mencoba menguatkan Papa nya itu.


Lita menceritakan kejadian yang dialami kakaknya itu. Ia juga memberitahukan keadaan Amanda yang harus kehilangan bayinya.


Papanya tidak bisa berbuat apa - apa, hanya air mata nya yang mengalir perlahan. Ia sangat terpukul dengan kejadian ini.


Malam itu, Amanda keluar. Ia ingin melihat Lingga. Lita melihatnya. Ia melarang Amanda untuk tidak banyak bergerak dulu. Tapi sayangnya, Amanda tidak menghiraukan perkataan Lita.


Amanda pun berdiri di depan kaca ruang ICU itu. Amanda terus menangis.

__ADS_1


" Mas, Manda disini. Bangun mas Linggaaa....lihat Manda disini !" gumam Amanda.


" Amanda !" panggil Pak Chandra.


Amanda pun menoleh.


" Bapak ?" Amanda menangis.


" Kamu yang sabar ya !"


Tiba - tiba Mama Nania datang, ia langsung menarik rambut Amanda.


" Dasar wanita iblisssss kamu !!!!" ucap Mama Nania pada Amanda,


" Mama, jangan Ma, lepas kan Ma !" ucap Lita dan Pak Chandra. Mereka berdua mencoba melepaskan Mama Nania.


Amanda kesakitan, karena rambutnya di tarik kuat.


" Gara - gara kamu, anak saya buta dan ga bisa jalan lagi, kurang ajar kamu, kenapa ga kamu aja yang mati sekalian !" teriak Mama Nania pada Amanda.


" Sakit, Buuuu...!" ucap Amanda


" Ma, lepaskan Ma, Mama ga boleh menyakiti Amanda !" ucap Pak Chandra.


" Kenapa kalian semua membela wanita iblis ini? kenapaaaaa???"


" Ma, ini ga salah mbak Amanda, ini uda takdir Tuhan, Ma !"


" Takdir Tuhan? ini semua karena diaaaaaa !" Mama Nania semakin menarik kuat rambut Amanda.


" Mama hentikan !" bentak Pak Chandra.


Mama Nania pun melepaskan tarikan rambut Amanda.


" Mama uda keterlaluan, Mama pikir ini kemauan Amanda ? Mama ga ada hati, Amanda juga kehilangan bayi nya, anak Lingga, cucu kita !"


" Mama ga pernah menganggap bayi yang dikandung Amanda itu cucu Mama, Pa. Mama ga sudi. Dari dulu Papa tahukan, kalau mama itu ga suka sama wanita murahan ini ?"


" Cukup, Ma. Mama itu uda keterlaluan. Mama itu ga lihat mas Lingga itu lebih bahagia sama siapa? Nadine atau Amanda ? Mama ga tahu kan, semenjak mas Lingga kenal Amanda, mas Lingga banyak berubah. Dari kesombongannya pada semua orang, dari dinginnya sikapnya, semua itu berubah karena Amanda. Mama tahu, selama ini mas Lingga itu menyimpan rasa sakit di rumah tangganya. Mama pernah tahu apa yang dirasakan mas Lingga ? ga kan ? mas Lingga itu pura - pura bahagia , itu semua demi menyenangkan Mama. Mas Lingga itu ga mau menyakiti hati Mama. Dari dulu, mas Lingga itu nurut apa kata Mama. Ma, mas Lingga itu benar - benar mencintai Amanda. Amanda selalu ada di hatinya. Sekarang mas Lingga dalam keadaan sakit begini, masih tega Mama ribut ?"


Mama Nania pun menangis.


" Ma, Lita tahu betul perubahan dari mas Lingga. Mas Lingga uda menemukan cinta sejatinya, jadi tolong Ma, jangan buat sakit hatinya. Mama harus bisa terima ini, Mama harus bisa terima Amanda. Hanya Amanda dihati mas Lingga, Ma !"

__ADS_1


Amanda pun menangis. Ia kembali ke kamarnya.


__ADS_2