I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 48 " Ketahuan Sifat Jeleknya "


__ADS_3

Lingga pun tiba di kosan Amanda. Ia melihat pintu kosan itu sudah terbuka lebar. Lingga tidak mendengar ada suara Amanda disana, semuanya tampak hening. Lingga terus memanggil Amanda. Ia pun pergi menuju ke arah kamar.


" Astaga, Manda ? kamu kenapa ?"


Lingga melihat kalau Amanda sudah dalam keadaan pingsan. Lingga mencoba membangunkannya, tapi sayangnya Amanda masih tidak sadarkan diri. Lingga melihat kalau ada darah segar mengalir dari dalam dasternya, Lingga pun panik.


Tanpa berpikir panjang, Lingga langsung membawa Amanda ke rumah sakit. Lingga semakin tidak tenang, ia takut anak yang dikandung Amanda terjadi sesuatu.


Tiba di rumah sakit, dokter kandungan pun langsung memeriksa kondisi Amanda.


Lingga pun menghubungi Papanya. Mendengar kabar Amanda masuk rumah sakit, Papa Lingga juga ikutan panik. Ia mengajak istrinya untuk ikut melihat Amanda. Mau tidak mau, Mama Nania pun nurut apa kata suaminya itu. Bukannya bersedih melihat keadaan Amanda, Mama Nania malah mengutukinya.


" Itulah azab dari wanita miskin yang mencoba - coba mau mengambil harta orang lain, mengaku - ngaku anak kamu, padahal sebenarnya bukan darah daging kamu !" ucap Mama Nania kepada Lingga.


Mendengarkan ucapan Mamanya itu, Lingga sangat terkejut.


" Mama ?"


" Kamu pikir, Mama ga tahu Amanda itu hamil ?"


" Papa dimana ?"


" Papa disini, nak !"


" Lingga, kenapa sih kamu itu jadi orang kok kebangetan bodohnya ?"


" Maksud Mama, apa ?"


" Huffff...Nadine itu istri kamu, kenapa juga Amanda yang kamu hamili ?"


Lingga tersenyum.


" Mama nanya kenapa kan ? Mama mau tahu jawabannya ? Lingga itu sayangnya hanya sama Amanda. A..man..daaaaa...Amanda. Ngerti sekarang kan ? ngertilah masa nggak . Ya, kan ?"


" Lingga, kamu harus tinggalin Amanda, nak !"


" Tinggalin ? kalau boleh meminta, Lingga ga mau ninggalin Amanda, Ma. Lingga mau ninggalin Nadine, karena saya ga ada cinta sama Nadine. "

__ADS_1


" Kamu tega banget, nak. Kamu uda buat malu keluarga Ningrat. Mau dimana muka Papa mu itu kamu buat ?"


" Kalau Mama ga bermain curang dibalik ini semua, saya mungkin bisa menerima Nadine. Mama tahu kenapa ? semua ini ide Mama dan Mama nya Nadine. Benerkan ? Mama pura - pura sakit, trus nyuruh Lingga untuk menikahi Nadine. Ma, saya mau nanya sama Mama, Mama itu punya hati ga sih ? emangnya saya itu apa? sampai Mama pura - pura sakit, segala. Pakai nama penyakit langka,maksud Mama buat seperti itu untuk apa ?"


" Apa ? Mama mu pura - pura sakit ?" tanya Papa Lingga kepada Lingga, seakan tidak percaya.


" Ia, Pa. Mama ini, pura - pura sakit. Biar kenapa? biar Lingga bisa secepatnya menikahi Nadine. Suatu saat, Mama pasti akan tahu siapa Nadine sebenarnya, gimana kelakuannya,"


" Ma, jawab Papa sekarang juga. Apa benar yang dikatakan Lingga ?"


" Kenapa sih pada nyalahin Mama ?"


" Jangan basa basi, jawab pertanyaan Papa. Bener kah begitu ?"


" Ia..ia..ia..Mama pura - pura sakit, puas kalian ?"


" Astaga, Mama ? Mama tahu, pura - pura sakit itu, bahaya Ma ? gimana kalau suatu saat Mama beneran sakit, sakit langka, gimana perasaan Mama ?"


" Mama ngelakuin ini, supaya Lingga mau menikahi Nadine, Pa !"


" Ga gitu juga caranya, Ma. Lingga itu uda dewasa, dia tahu mana yang terbaik untuknya , kita ga boleh paksain nikah dengan siapa, hidup dengan siapa ? biarin dia yang nentuin jalan hidupnya. Mama tahu ga? waktu Mama bilang, Mama itu sakit, kita semua cemas, Ma. Apalagi kata dokter itu, sakitnya sakit langka. Pliss Ma, jangan lakukan hal bodoh itu lagi untuk menuruti semua keinginan Mama. Kasihan Lingga Ma, hidup sama wanita yang ga dicintainya."


" Dok, gimana keadaan Amanda ?" tanya Lingga.


" Pak Lingga, untung aja Bapak segera membawa Amanda ke rumah sakit, jadi kami masih bisa menyelamatkan kandungannya. Kehamilan Amanda itu sangat lemah sekali. Amanda ga boleh banyak pikiran. Kami sudah memberikan obat penguat rahimnya. Saya minta, tolong semakin diperhatikan keadaan Amanda !"


" Baik, dok. Terimakasih banyak ya dok !"


Dokter itu pun langsung pergi. Lingga merasa sangat cemas dengan keadaan Amanda.


" Lingga, kamu yang sabar ya, ternyata anak kamu baik - baik aja !"


" Ini gimana sih konsepnya ? Nadine yang jadi menantu, orang lain yang hamil. Bingung deh !"


" Gini aja, nak gimana kalau kamu itu jujur sama Nadine. Kamu kasih tahu, kalau Amanda itu hamil anak mu. Papa ga mau sih sebenarnya kalian pisah, tapi ? gimana nanti anak itu lahir tanpa seorang ayah?"


" Baik Pa, saya akan ngomong semua ini sama Nadine. Dan saya juga ga mau menjadikan Amanda yang kedua, saya mau Amanda itu tetap yang pertama dan terakhir buat saya. "

__ADS_1


" Aduhh..ribet banget sih ? gini aja deh, untuk sementara biar aja dulu rahasia ini kita simpan. Takutnya Papa nya si Nadine jantungnya kambuh, bahaya kan ?"


" Pa - Ma, maafkan Lingga. Ini salah Lingga !"


Pak Chandra hanya bisa menganggukan kepalanya.


****


Malam itu, Lingga pulang kerumah. Ia mengambil beberapa bajunya untuk dibawa kerumah sakit. Karena ia akan menjaga Amanda.


Nadine melihat kalau Lingga menyusun baju - bajunya.


" Kamu mau kemana ?" tanya Nadine.


Terpaksa Lingga berbohong.


" Malam ini saya mau keluar kota, ada urusan pekerjaan."


" Oh bagus dong. Itu artinya kamu akan semakin kaya."


Mendengar ucapan Nadine , Lingga merasa heran. Apa maksudnya.


" Kamu sendiri mau kemana ?" tanya Lingga


" Saya mau pergi keluar, saya bosan dirumah. Lagian punya suami impoten, ga bisa dipake. "


" Nadine ?"


" Ia kan, bener kan ? emangnya kamu bisa apa? kamu itu cuma bisa ngasilin duit doang. Kamu bisa ga kasih saya nafkah bathin ? ga kan ? makanya saya bilang, bagus dong kamu kerja terus, itu artinya kamu akan semakin kaya. Walaupun kamu sebenarnya ga bisa apa - apa. Wajah aja tampan, ternyata lusuh. "


" Jaga ucapan kamu. Saya baru tahu, ternyata memang benar, kamu itu sama sekali ga punya hati."


" Trus ? kamu nyesal ? hahaha...saya juga nyesal nikah sama kamu, saya juga nikah sama kamu bukan karena cinta, tapi uang kamu. Secara kamu itu pengusaha yang terkenal, kaya raya, banyak uang. Sorry ya Lingga, selama ini sebenarnya saya itu cuma pura - pura aja suka sama kamu. Oh ya ? kamu cerai'in saya ? silahkan. Paling juga masuk berita kalau pengusaha terkenal yang bernama Lingga Prabu Ningrat itu, impoten, ga bisa on, wkwkwkw.....!"


Mendengar Nadine mengejek dirinya, Lingga hanya bisa tersenyum dan lapang dada. Akhirnya ia tahu sifat asli istrinya itu. Tuhan itu maha baik, pelan - pelan sifat Nadine terlihat ketika ia mengatakan jika ia punya kekurangan. Lingga pun menyadari, kalau seandainya ia tidak berbohong, mungkin Nadine dan Lingga akan hidup dengan kepura - pura'an.


Lingga sangat bersyukur dengan semua ini, dan Lingga pun semakin mencintai Amanda, Amanda wanita yang tulus.

__ADS_1


Lingga tidak perduli lagi dengan Nadine. Ia tidak akan mau mencampuri urusan wanita itu.


__ADS_2