
" Saya mencuri hati Bapak?"
" Saya ini bukan Bapak kamu !"
" Maaf,"
" Panggil mas atau abang, gimana ?"
" Hahaha, abang ya?"
" Terserah deh mau panggil apa, yang penting ga dipanggil Bapak lagi, belum tua , tau !"
" Ia maaf ya abang, hehehe...!"
" Manda, kalau kamu tahu, aku itu sayang sama kamu, aku ga mau jauh dari kamu. Kamu tahu ga, aku adalah pria paling bodoh, setiap melihat kamu, aku selalu ingin peluk. Tapi, kenapa juga kamu sedikit dingin, kenapa ga ada responnya, bilang aku juga suka kek, sayang kek. Gila, baru kali ini aku di butakan oleh cinta, ga ngenal status dia siapa, main jatuh cinta aja sama mantan OG ku, gila...gila..gila...aku S2 dari LN, pengusaha terkenal, wajah ku ga jelek - jelek amat, malah cakep banget lagi, tapi kenapa bisa jatuh cinta sama anak desa yang nota benenya ga punya sekolah tinggi sama sekali. Apa ini yang dinamakan cinta itu buta ya?" gumam Lingga.
" Bapak kenapa melamun?"
Lingga tidak mendengarkan ucapan Amanda. Lingga terus memandangi wajah cantik wanita desa itu.
" Pak, kenapa Bapak melamun?"
" Hah? kenapa?"
" Bapak kenapa melamun ?"
" Bapak lagi..Bapak lagi...! emang ga ada panggilan yang lain ya ?"
Amanda hanya tersenyum. Lingga langsung pergi meninggalkan Amanda. Ia langsung menemui Papanya, karena ada hal yang mau di bicarakan.
Amanda kembali tersenyum ketika ia mengingat Lingga memeluknya dengan sangat erat. Amanda benar - benar mulai merasakan kalau ia juga mulai jatuh cinta.
Papa nya sudah menunggu di parkiran mobil. Ia tidak mau percakapan mereka di ketahui oleh istrinya sendiri.
" Pa, katanya mau ngomong sesuatu, kenapa disini?"
" Masuk ke mobil, yuk !"
" Kenapa harus masuk ke mobil, Pa ?"
" Nanti Mama mu nguping !"
Lingga tertawa lepas ketika Papanya meledek Mamanya. Mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
" Katanya Papa mau ngomong sesuatu, ada apa, Pa?"
" Nak, Papa itu ga akan pernah memaksakan kehendak. Kamu uda dewasa, kamu uda tahu menentukan mana yang baik dan tidak bagi kamu. Papa ga perlu lagi mengajari kamu untuk mencari yang terbaik untuk mu. Kamu tahu ga? Papa itu bangga sekali sama kamu, dari kecil kamu uda menjadi anak yang cerdas, kamu itu kebanggaan keluarga. Dan sampai saat ini, kamu itu tetap anak yang cerdas. Lingga, Papa mau nanya sama kamu, apa kamu menyukai Amanda ? Papa ga mau memaksakan kamu harus menjawab sekarang, tapi Papa pengen tahu, kamu serius menyukai Amanda ?"
Lingga pun terdiam.
" Ntahlah Pa, saya ga tahu apakah saya menyukainya. Tapi, saya benar - benar ga bisa jauh dari Amanda. Setiap hari, selalu aja dipikiran ini hanya Amanda. Pa, saya laki - laki normal, saya merasakan kalau saya benar - benar jatuh cinta sama dia. Maafkan saya Pa, kalau saya harus mencintai wanita yang bukan pilihan Papa dan Mama, tapi saya tahu kalau Amanda itu adalah anak yang baik. Ya mungkin bibit, bebet, bobotnya tidak sesuai harapan Papa dan Mama. Pa, saya mau hidup dengan wanita yang benar - benar mencintai saya, tulus menyayangi saya, bukan karena apa yang saya punya. Diluar sana banyak yang suka sama saya, tapi ga ada yang senyaman dengan Manda, Pa. Apalagi Nadine, saya benar - benar ga nyaman Pa. Maafkan saya Pa, kalau saya harus mencintainya. "
__ADS_1
" Lingga, Papa dan Mama dulu juga kisah cintanya seperti kamu kok. Mama itu juga dari desa terpencil. Papa ga melihat bagaimana kehidupannya, tapi Papa melihat ketulusannya, kesabarannya menemani Papa hingga sampai sekarang ini. Jadi, bagi Papa, pilihan kamu itu, itu adalah hak kamu, kamu lah yang menentukan siapa pendamping hidup mu. Tapi, Papa ga yakin dengan Mama mu, pastilah Mama mu akan marah, tidak setuju dengan hubungan kalian ini. "
" Ia Pa, saya tahu. Jadi Papa merestui hubungan saya kan, Pa?"
Pak Chandra hanya menganggukan kepalanya, dan ia pun tersenyum pada anaknya itu.
" Papa percaya sama kamu, kamu akan bahagia !"
" Makasih ya, Pa !"
Diam - diam Mamanya Lingga menemui Amanda.
" Mandaaaa...!" panggil Mama Lingga.
Amanda pun keluar dari kamarnya.
" Sekarang kamu puaskan uda menggagalkan acara tunangan anak saya? dan tamu - tamu semua uda pergi, dan mereka meninggalkan kata - kata mutiara yang pedas sama saya, ini semua gara - gara kamu, Manda !"
" Bu, saya minta maaf. Tapi ini bukan karena saya, "
" Alah....bilang aja kamu iri sama Nadine, ya kan?"
" Bu, saya ga pernah iri sama Bu Nadine."
" Lah buktinya Nadine nangis - nangis karena kamu. Tega kamu ya mencoba mendekati anak saya, kamu itu ga level Lingga. Oh ya, mulai besok kamu cari kerja di tempat lain aja deh, kamu itu buat enek, tau ga sih ?"
" Saya di pecat, Bu?"
Amanda menangis.
" Bu, maafkan saya Bu !"
" Ga ada kata - kata maaf, saya ga mau tahu, besok pagi kamu harus pergi dari sini. Oh ya, jangan sampe Lingga mengetahui hal ini, awas kamu !''
Amanda kembali menangis. Mamanya Lingga langsung pergi meninggalkan Amanda.
" Kalau saya ga kerja, gimana hutang dengan Pak Lingga ?" ucap Amanda dengan Isak tangisnya.
****
" Saya ga mau tahu Ma, saya itu harus nikah sama mas Lingga. Saya ga perduli dia ga suka sama saya. "
" Kamu sabar ya sayang, Lingga pasti akan jadi milik mu, kalian itu pantas untuk hidup bersama,"
" Hiks..hiks..hiks..kenapa harus Amanda sih, Ma !"
" Kamu ga boleh cengeng gitu dong, masa kamu mau kalah sama Manda?"
" Ma, saya hanya mau mas Lingga,"
" Ia, Mama juga maunya kamu sama nak Lingga, kamu tahu kenapa? dia mapan, nak. Pintar, kaya, tampan lagi, sangat pantas sekali untuk kamu !"
__ADS_1
" Ia Ma, saya uda terlanjur cinta sama mas Lingga. "
" Manda, maafkan Ibu, kamu ga akan bisa mendapatkan Lingga, Lingga itu milik Nadine, adik kamu. Hanya Nadine yang bisa mendapatkannya." gumam Ibu Sekar.
****
" Bu, Rani kangen banget sama Manda,"
" Ya uda kamu temui toh kerumah Pak Lingga ,"
" Ia ya Bu. Kasihan lihat Manda Bu, sampai sekarang dia belum punya ponsel. Coba kalau ada ponselnya, kita kan bisa menghubungi dia. Kangen banget tau Bu, hiks...hiks..hiks..!"
Ibu Yani langsung memeluk anaknya itu. Ia tahu betul kerinduan anaknya pada Amanda.
" Kamu punya kan nomor Pak Lingga ! coba kamu hubungi dia, minta ijin untuk bertemu dengan Amanda."
" Ia Bu, saya akan coba hubungi Pak Lingga. "
Rani langsung mengirim pesan pada Lingga. Dan tak berapa lama, Lingga langsung membacanya. Lingga pun merasa kasihan pada Rani. Ia memberikan ijin untuk mereka dapat bertemu.
Betapa senangnya hati Rani, ketika ia mendapatkan ijin untuk bertemu dengan Amanda. Tanpa menunggu lama, Rani pun langsung pergi kerumah Lingga.
Lingga tidak memberitahukan pada Amanda kalau Rani akan menemuinya. Ia ingin memberikan kejutan untuk Amanda.
Rani pun tiba dirumah itu. Lingga melihat kedatangan Rani. Sore itu, Manda sedang sibuk di dapur. Lingga langsung menyuruh Rani untuk menemuinya di dapur.
" Masak apa, non ?" tanya Rani mengejutkan Amanda.
Amanda menghentikan pekerjaannya. Ia tersenyum dan langsung menoleh ke arah suara Rani.
" Raniiiiii?"
Amanda langsung berlari dan memeluk sahabatnya itu. Keduanya saling melepaskan rindu, dan mereka berdua menangis bersama.
" Kangen banget sama kamu !" ucap Rani.
" Sama, saya juga kangen sama kamu. Kamu apa kabarnya ?"
" Saya baik, Manda. Kamu gimana ?"
" Alhamdullilah saya baik, Ran !"
" Kamu enak ya disini, sampe lupa sama teman sendiri !"
" Enak apanya ?"
" Ya enaklah, punya bos juga cakep, hehehe !"
" Dia itu jodoh orang, heheh !"
Rani dan Amanda saling tertawa, seperti bertahun - tahun tidak bertemu, keduanya saling melepas rindu.
__ADS_1