I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 77 " Kecewa "


__ADS_3

Lingga merasa kesepian, karena adiknya sudah kembali ke Amerika. Tinggallah Lingga sendiri dirumah yang megah dan besar itu.


Dulu masih ada Amanda yang tinggal bersamanya. Sekarang Amanda pun sudah membencinya dan tak mau lagi bertemu dengannya.


Karena merasa kesepian, Lingga ingin menemui Tasya, tanpa memberitahukannya terlebih dahulu. Sebelum kerumah Tasya, Lingga mampir di toko bouquet bunga, ia membeli bouquet itu terlebih dulu. Bunga mawar merah menjadi pilihan Lingga. Setelah selesai, Lingga pun pergi kerumah itu. Dan tiba disana, ia melihat ada sebuah mobil mewah, dalam benaknya mungkin saja itu punya Papa nya Tasya. Lingga tidak kepikiran, kalau sebenarnya mobil itu milik tunangannya Tasya.


Tok..tok..tok...


Tok..tok..tok...


Tasya pun membukakan pintu rumahnya.


Ckleekkkk....


Pintu rumah terbuka. Tasya sangat terkejut melihat Lingga sudah berdiri di hadapannya.


" Mas Lingga ?"


" Selamat malam, Cha !" ( nama panggilan Tasya ).


" Ma..ma..malam mas, eh...mas Lingga ?? hhmm...kenapa ga ngabari kalau mau kesini ?" tanya Tasya


" Ga surprise dong namanya kalau dikasih tahu, benerkan ?"


" Ia sih, ya uda silahkan masuk yok !"


" Sepertinya lagi ada tamu ya ?"


" Ia, ya uda ga papa, masuk aja !"


Lingga pun mengikuti Tasya dari belakang. Lingga pun sangat kaget, ternyata disana ada seorang pria. Lingga jadi salah tingkah, karena semua memandangnya.


" Hai, Lingga !" sapa Papa nya Tasya.


" Malam,om. Maaf kalau saya uda menganggu acaranya !''


" Ga kok, silahkan duduk, nak !" titah Mama Tasya.


Lingga memperhatikan pria yang duduk di samping Tasya. Sepertinya pria itu tamu istimewa malam itu. Perasaan Lingga semakin tidak tenang.


" Oh ya mas Lingga, kenalin ini Jack, tunangan saya!"


Mendengar kata tunangan, jantung Lingga seperti akan berhenti sejenak.


" Tunangan ? jadi kamu uda tunangan ?"


" Ia nak Lingga, mereka itu di jodohkan ketika mereka masih kecil. Opa dan Oma nya lah yang menjodohkan mereka, dan permintaan terakhir mereka, ketika mereka masih sehat, kalau Tasya dan Jack ini harus menikah. Sebelumnya Tasya ga tahu, semenjak Tasya pulang ke Indonesia, kami pun harus memberitahukan ini." ucap Papa Tasya.


" Oh begitu, baguslah."


" Maafkan kami ya nak Lingga, sebelumnya ga ada pemberitahuan tentang ini," ucap Mama Tasya menimpali.

__ADS_1


" Ga papa kok om - tante. Kalau ga jodoh dengan Tasya, kan masih bisa berteman, ya ga Tasya ?"


Tasya hanya bisa tersenyum. Sebenarnya Tasya tidak suka dengan perjodohan ini, tapi demi oma dan opa nya, Tasya harus rela.


" Untung aja bouquetnya ga aku bawa turun, bisa berabe kalau gini ceritanya !" gumam Lingga.


Tak terasa waktu berlalu, Lingga pun pamit pulang. Lingga melihat bouquet bunga itu. Terlintas dalam benaknya nama Amanda.


" Gimana kalau bouquet ini aku kasih ke Amanda aja ? siapa tahu dia suka, sekalian aku mau minta maaf. Tapi ? aarrrrgghh...Manda..Manda...Manda..mana mau dia ketemu aku lagi ? tapi ga salahkan kalau dicoba. " gumam Lingga.


Mesin di nyalakan, mobil pun melaju kencang. Tepat waktu, masih pukul 21.00, Lingga buru - buru keluar dari dalam mobilnya. Ia mengambil bouquet itu dan menyelipkannya di belakang tubuhnya.


Tok..tok..tok...


Tok..tok..tok..


Pintu kamar kosan belum saja dibuka. Lingga mencobanya lagi.


Tok..tok..tok..


tok..tok..tok..


Amanda yang seketika sedang mandi, ia pun buru - buru memakai bajunya. Tanpa melihat dari bilik jendela, Amanda langsung membuka pintu.


Ckleekkkk...


" Happy birthday ya...!" ucap Lingga.


" Mas Lingga ? mau ngapain kesini ?"


" Selamat ulang tahun ya !" ucap Lingga sambil memberikan bouquet itu.


" Ga ada yang ulang tahun hari ini,"


" Masa sih ? ya uda ini buat kamu !" Lingga langsung masuk ke dalam kosan itu. Merasa lelah, ia pun merebahkan tubuhnya di kasur milik Amanda.


Amanda pun mengikutinya dari belakang.


" Mas..pulang gihh, ini uda malem. Maassssss, banguuunnnnn....oi mas bangunnn...!!" Amanda terus membangunkan Lingga , tapi Lingga sudah tertidur pulas.


Amanda pun tak tega untuk membangunkannya lagi. Rasa kasihan menghampiri dirinya. Wajah tampan itu terlihat sangat kelelahan dan banyak beban pikiran.


Amanda melepaskan kedua sepatu yang dipakai Lingga. Ia pun membenarkan posisi tidur Lingga lalu ia menyelimutinya.


Malam semakin larut. Angin malam semakin menusuk ke relung kalbu, Amanda tidak bisa sama sekali memejamkan kedua matanya. Ia mengambil bouquet bunga itu.


" Ya Tuhan, apa arti semua ini ? apakah aku harus memaafkan pria seperti mas Lingga ?" ucap Amanda sembari menangis.


Lalu, ia meletakkan bouquet itu di sudut kamar itu. Amanda kembali menangis.


" Kamu kenapa nangis ?"

__ADS_1


Amanda langsung menoleh dan ia pun menghapus air matanya.


" Kenapa kamu ga pulang, mas ?"


" Emang kenapa kalau saya ada disini ? kamu uda lupa ya , siapa yang nyari'in kosan ini buat kamu ?"


Amanda pun terdiam. Lingga langsung duduk dan ia mendekatkan dirinya di bahu Amanda.


" Malam ini saya mau tidur disini, ngerti ?"


" Ga bisa gitu dong, mas. Ini Uda malem , buruan kamu pulang,"


" Sampai kapan sikap kamu seperti ini sama saya ? hahh?"


" Anggaplah kita ga pernah saling kenal, mas. Lebih baik, kita saling berjauhan, biar ga ada rasa sakit hati, "


" Kamu ngomong gitu karena Reza uda jadi pacar kamu ya ?"


" Ia, saya dan mas Reza akan segera menikah,"


Mendengar kata menikah, lagi - lagi Lingga merasa hatinya hancur. Ia pun diam seribu bahasa.


" Sekarang pulanglah, kita ini ga ada hubungan apa - apa lagi !"


Lingga menganggukan kepalanya. Lalu Amanda beranjak berdiri dan ia mengambil bouquet bunga itu.


" Bawa pulang bunga ini, saya ga mau menerimanya !"


" Kenapa kamu ga mau ?" tanya Lingga


" Ga, saya hanya mau menerima bunga dari mas Reza aja. Jadi, silahkan bawa pulang bunga ini !"


Kedua mata Amanda mulai berkaca - kaca. Semua yang dikatakannya adalah bohong, hanya saja Amanda tidak ingin lagi berhubungan dengan Lingga. Hanya Reza lah yang dapat di jadikannya alasan.


"Kamu ngusir saya ?" tanya Lingga.


" Ia. Sekarang pergilah, "


" Manda, ini uda larut malem ?"


" Saya ga peduli ini sudah larut malam atau tidak, yang jelas mas Lingga harus pulang. "


" Baiklah, tapi sebelum saya pulang, saya mau nanya sama kamu, dan kamu harus jujur dari hati kamu yang paling dalam. Apakah kamu benar - benar membenci saya ? apakah ga ada lagi rasa sayang mu untuk saya ? jawab Manda, saya mau kamu jawab semua ini, "


Amanda hanya diam. Pertanyaan yang berat untuk ia jawab. Bagaimana pun Lingga lah orang pertama yang menyelamatkan hidupnya dan membuat ia bisa kembali semangat menjalani hari - harinya.


" Jawab, Manda !"


Dengan terpaksa harus berbohong, Amanda pun menjawabnya.


" Yang pertama, Ia, saya benar - benar membenci mas Lingga. Kedua, rasa sayang untuk mu mas tidak ada lagi, jadi silahkan carilah wanita yang benar - benar tulus mencintai mu. " ucap Amanda, seketika ia mengingat ketika Lingga dan teman wanitanya makan malam di restoran tempat ia bekerja.

__ADS_1


Amanda cemburu, sebenarnya ia belum bisa melupakan Lingga begitu saja. Jika ia mengatakan kalau masih mencintainya, Amanda takut Lingga akan menyakitinya lagi.


__ADS_2