I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 91" Papa Lingga Sembuh "


__ADS_3

Akhirnya Mama Sekar memberitahukan kepada Nadine, siapa sebenarnya Amanda. Mama Sekar tidak ingin menyimpan rahasia terbesar dalam hidupnya. Karena itu akan membuat dirinya menjadi beban pikirannya.


" Jadi, Amanda itu adalah kakak saya, ma ?"


" Ia, sayang. Amanda itu adalah kakak tiri mu. Maafkan mama, karena mama telah merahasiakan ini semua dari papa dan kamu. Mama janji, mama ga akan pernah meninggalkan kalian. "


" Gimana ceritanya , mama itu bisa ninggalin Amanda, ma ?"


" Hhmm..panjang ceritanya. "


Akhirnya mama Sekar pun menceritakan mengapa ia harus meninggalkan Amanda. Mendengar cerita dari mamanya, Nadine hanya bisa diam seribu bahasa.


Ia pun mengingat kalau dulu ia pernah menghina Amanda, bahkan menuduhnya yang bukan - bukan. Apalagi tentang dirinya dengan Lingga.


" Jadi, mau nya mama saya harus baikan gitu sama Amanda ?"


Mama Sekar menangis.


" Ia nak, mama mau hubungan mu dengan Amanda baik - baik saja, dan mama mau minta sama kamu, minta maaflah sama Amanda. Karena biar gimana pun, dia adalah kakak mu, anak mama juga."


" Minta maaf ? saya minta maaf sama Amanda ? Mama ga ingat, hubungan saya dengan Lingga itu putus karena Amanda, ma. Dulu, saya sangat mencintai Lingga, karena saya tahu, saya pantas untuknya. Tapi, setelah ada Amanda, apa yang terjadi ? Amanda merusak semuanya. Lingga begitu mencintainya. Adil ga ma? sekarang, saya mau nanya sama mama, yang salah siapa? saya atau Amanda ?"


Mama Sekar kembali menangis.


" Apakah papa uda tahu masalah ini ?"


Mama Sekar menganggukan kepalanya.


" Trus, apa kata papa?"


Mama Sekar menggelengkan kepalanya.


" Ma, saya ga akan pernah minta maaf pada putri sulung mama itu, ga akan pernah, ma !"


" Nadine, kamu uda berkeluarga, nak !"


" Trus, kalau saya uda berkeluarga, saya harus bisa memaafkan dia ? begitu maksud mama kan?"


Mama Sekar terus menangis.


" Saya ga akan pernah minta maaf sama dia ma. Mama tahu, begitu sombongnya dia, 9 bulan ma , saya ada di tahanan, apakah dia perduli sama saya ? ga kan ? dengan kondisi saya yang lagi hamil, apakah Manda mau membujuk suaminya itu untuk melepaskan saya ? ga kan ?"

__ADS_1


" Nadine, itu semua salah kamu, nak !"


" Salah saya ?"


" Ia, karena kamu lah, bayi yang ada di dalam kandungan Amanda keguguran, dan Lingga lumpuh dan buta. Jadi, mama ga bisa selalu berpihak sama kamu, karena kamu telah berbuat jahat sama mereka, nak !"


" Mama tahu, saya melakukan semua ini karena saya dendam sama Amanda, ma !"


" Ia nak, kamu memang bisa dendam sama Amanda, tapi tidak begitu caranya. Kamu uda membunuh anak yang tidak berdosa sama sekali. Perbuatan mu itu tidaklah terpuji. Jadi, kamu pantas mendapatkan nya. "


Mendengar ucapan mama nya, Nadine semakin marah dan kesal. Ia pun pergi meninggalkan mamanya itu.


****


Pagi itu, Lingga dan Amanda membawa papa nya ke rumah sakit, untuk kontrol kesehatannya.


Betapa terkejutnya dokter yang selama ini merawat papa nya Lingga. Kesehatannya semakin pulih dan dokter pun sangat bangga atas mujizat yang terjadi pada pasiennya itu.


" Wahhh...sungguh diluar dugaan ini pak Lingga. Pak Chandra bisa sembuh total, padahal saya sendiri juga sudah angkat tangan untuk kesembuhan beliau. Dan ternyata, diluar dugaan saya, pak. "


" Ia dok, ini semua karena menantu kesayangannya, Amanda , istri saya, dok. Amanda lah yang sudah sabar mengurus papa sampai papa bisa sembuh seperti sekarang ini, "


Amanda hanya bisa tersenyum. Dibalik ini semua, ada doa yang selalu di panjatkan menantu kesayangannya itu.


" Amanda, papa banyak - banyak mengucapkan terimakasih untuk kebaikan, kesabaran mu dalam merawat papa. Papa berharap nak, teruslah berbuat baik sampai masa tua mu. Dan kamu nak Lingga, jadilah pria bertanggung jawab, jangan pernah lalai akan segala tugas mu, cintai istri mu ini, nak. Banyak perubahan yang terjadi dalam diri mu, itu semua bukan karena kebetulan saja, tapi karena Amanda, Amanda istri mu ini. Dia lah yang telah banyak merubah mu, nak. Berterimakasih lah pada waktu, waktu lah yang mempertemukan kalian berdua. Papa hanya minta, saling menjaga, menghormati, dan menerima segala kekurangan dan kelebihan masing - masing. Papa tahu, apa yang menjadi beban pikiran kalian, kalian harus sabar, semua indah pada waktunya. Banyak berdoa, kekuatan doa itu sangat mujarab , nak. Semoga rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisahkan ya !"


Mendengar ucapan bapak mertuanya itu, Amanda menangis. Lingga juga ikut merasakan kesedihan. Semua karena pertolongan papa nya, papa nya lah yang telah mendukung Lingga untuk tetap menjadi anak rendah hati dan tidak sombong. Perjuangannya mendapatkan Amanda, pun itu karena bantuan papa nya juga.


Lingga langsung memeluk papanya. Kedua nya saling menangis. Ada rasa haru bahagia dan semua itu menjadi campur aduk.


Kabar mengenai kesembuhan papa Lingga terdengar sampai ke Amerika. Semua sangat senang sekali mendengar kabar baik itu. Mama Nania, istri yang selalu setia menemani suaminya itu dari nol, ketika mendengarkan kabar baik itu, beliau sangat bahagia sekali. Akhirnya, ia dapat kembali menikmati masa tua nya bersama suami tercinta.


Kabar bahagia itu juga terdengar ke telinga Lita dan calon suaminya. Mendengar papa nya sudah sembuh, Lita pun berniat ingin membawa calon suaminya ke Indonesia. Ia ingin memperkenalkan nya pada keluarga besarnya.


Betapa bahagianya keluarga besar Prabu Ningrat , dibalik ini semua ada hikmahnya.


Waktu berlalu, Lita dan calon suaminya akhirnya pun datang ke Indonesia. Semua berkumpul dan rencana segala rencana telah di persiapkan.


Amanda pun mulai sibuk ikut mengurus rencana adik iparnya itu.


Malam itu, mereka semua makan malam. Seperti biasa, Amanda lah yang telah menyiapkan semua menu makan malamnya.

__ADS_1


Semua keluarga sangat menyukai masakan Amanda. Ketika mereka sedang asyik makan, tiba - tiba saja, perut Amanda terasa mual.


Hueeekkkk...hueeekkkk...hueeekkk..


Amanda segera berlari ke arah dapur. Terpaksa makan malam itu, terhenti sejenak. Papa dan mama Lingga saling menatap. Mama Nania pun tersenyum.


Lingga juga menghentikan makan malamnya. Ia berlari menuju ke dapur.


" Sayang, kamu kenapa ?"


Amanda masih saja muntah, perutnya semakin terasa mual. Lingga memberikan segelas air hangat untuk Amanda.


" Minumlah, mungkin kamu kecape'an, karena dari tadi pagi kamu sibuk terus !"


" Ia mas, kepala saya juga pusing, " Amanda kembali muntah.


Lingga pun mulai panik. Ia tak tahu harus berbuat apa. Amanda terus saja muntah. Bahkan wajahnya pun kini sudah terlihat sangat pucat sekali.


" Uda selesai muntahnya, nak ?" tanya mama Nania.


" Ma, Manda masih saja muntah, ga ada berhentinya. Manda kenapa, ma ?"


" Kamu ga usah takut, Lingga !" ucap papa nya meyakinkan nya.


" Gimana saya ga takut, pa ? Manda terus saja muntah, bahkan wajahnya sudah keliatan pucat. Saya takut terjadi apa - apa pada Manda, pa !"


" Istri kamu itu baik - baik aja, Lingga !"


" Sok tahu mama, "


" Dia itu lagi hamil, hamil muda.'' ucap mama Nania.


" Hamil ? Amanda hamil ?"


Papa dan mama nya serentak menganggukan kepalanya.


" Apa ia, ma ? Amanda hamil ?"


" Kamu itu kalau dikasih tahu , ya percaya dong ! mama mu kan tahu, mana yang masuk angin , mana yang bukan masuk angin !"


Lingga mulai tersenyum. Seakan tidak percaya apa yang diucapkan papanya barusan.

__ADS_1


" Itu artinya Amanda hamil, ma - pa?"


Papa dan mama nya tersenyum.


__ADS_2