
Akhirnya dokter pun selesai memeriksa keadaan Amanda. Dokter dan perawat keluar dari ruangan itu.
" Dokter, gimana keadaan Amanda ? apakah dia baik - baik aja, dok ?"
Dokter itu tersenyum.
" Keadaan Amanda baik - baik saja, Pak Lingga jangan khawatir !"
" Sykurlah ,dok. Terimakasih banyak ya, dok . Oh ya, apakah saya boleh melihat Amanda ?"
" Boleh - boleh, silahkan aja, Pak !"
Lingga langsung masuk ke dalam ruangan itu. Ia merasa lega, karena keadaan Amanda baik - baik saja. Lingga duduk tepat di samping Amanda.
Lingga terus menatap wajah wanita yang pernah ia cintai itu. Wajah itu semakin tirus karena Amanda semakin kurusan. Lingga tahu, banyak beban yang Amanda pikul.
Lingga mengabari kepada adiknya, Lita, kalau Amanda masuk rumah sakit. Mendengarkan kabar itu, Lita kaget, ia pun marah - marah pada kakaknya itu. Lingga hanya bisa diam.
Karena kelelahan, Lingga tertidur. Hingga pagi hari, Amanda pun sadar. Ia melihat sosok pria duduk di sampingnya. Amanda yakin itu adalah Lingga.
Amanda mencoba pergi dari ruangan itu. Tapi sayangnya, ditangan kanannya terdapat selang infus yang sedang terpasang. Amanda mencoba melepaskannya, tapi Lingga mendengar apa yang ingin dilakukan Amanda.
" Kamu kenapa ? kamu mau ngelepasin jarum infusnya ?" tanya Lingga sambil berdiri memperbaiki selang infus itu.
Raut wajah Amanda terlihat tidak senang kalau Lingga ada di sana.
" Amanda, kamu uda baikan ?"
Amanda hanya diam. Ia tidak mau menjawab pertanyaan Lingga.
" Kalau ditanya itu di jawab dong, Amanda !"
Begitulah terus menerus, setiap Lingga menanyakan sesuatu, Amanda hanya diam membisu. Amanda tidak mau sama sekali berbicara pada pria yang sudah membuatnya sakit hati.
Lingga dan Amanda saling diam. Amanda pura - pura tidur. Ia menutup wajahnya dengan selimut. Amanda sangat berharap, Lingga segera keluar dari dalam ruangan itu.
Lingga mulai kesal akan sikap Amanda. Ia pun sadar, mengapa Amanda seperti itu. Itu semua karena kesalahan yang ia perbuat 2 tahun yang lalu.
Didalam keheningan mereka, tiba - tiba saja Lita datang.
Tok...tok...tok...
Karena tidak ada sahutan dari dalam, Lita langsung masuk saja. Lita membuka pintu itu perlahan - lahan. Dan ternyata, Lita melihat kakaknya sedang melamun, sedangkan Amanda tertidur.
" Mas...oi massss Linggaaaa...!"
Lingga pun sadar dari lamunannya.
__ADS_1
" Lita ? kamu kapan nyampenya ?"
" Baru aja. Gimana keadaan mbak Amanda?"
" Kamu tanya aja deh langsung sama orangnya."
Lita tersenyum.
" Dicuekin ya? baru tahu rasanya di cuekin perempuan?"
Lingga masih saja diam. Ia mencoba memainkan ponselnya. Lita mendekati Amanda, ia melihat kalau Amanda sudah tertidur dengan pulasnya. Lita menarik nafasnya dalam - dalam. Ia melirik kakaknya yang sedari tadi sibuk memainkan gawainya.
" Mas, sekarang mas lihatkan gimana keadaan mbak Amanda sekarang ? mbak Amanda ga seperti yang dulu lagi, mas lihat tu..badannya makin kurusan. Mbak Amanda sering sakit - sakitan, banyak pikirannya. Mas, minta maaf gih sama mbak Amanda, dia hanya butuh maaf dari mas. Untuk apa mas ada disini, tapi kalau kata maaf itu belum ada terucap dari mulut mas sendiri. Mas, hanya kita yang mbak Manda punya, hanya kita massss !!!! tolonglah, kasihan sama mbak Amanda. Ini permohonan saya yang terakhir kali nya, jangan sampai mas Lingga nanti menyesal, jangan sampai ada pria diluar sana yang lebih sayang, lebih mencintainya dengan tulus."
Lingga masih saja diam, ia tidak perduli apa kata adiknya itu. Lita merasa kesal karena sikap kakaknya itu. Ia pun mengambil ponselnya dan menyuruh temannya untuk datang melihat Amanda. Sekaligus untuk membuat kakaknya cemburu.
Karena Lingga hanya bisa diam, Lita pun tak mau lagi berbicara pada kakaknya itu. Ia pun sibuk memainkan ponselnya. Dan tak berapa lama, teman yang dimaksudkan Lita itu pun datang.
Tok.. tok..tok...
Tok..tok..tok..
Lita langsung membukakan pintu ruangan itu.
Cklekkk...
Lingga yang tadi sibuk dengan ponselnya, ia pun menghentikan kesibukannya itu. Lingga langsung berdiri. Ia menatap adiknya dengan raut wajah yang tidak senang.
" Oh ya mas Reza, ini mas Lingga, kenalin mas !" ucap Lita sambil menatap Lingga.
" Hai mas, saya Reza, teman Lita !" Reza menyodorkan tangan kanannya. Tapi sayangnya, Lingga tidak mau menjabat tangan Reza. Lingga malah duduk.
Reza dan Lita saling menatap. Mereka berdua tersenyum.
" Maaf ya mas, sepertinya mas Lingga lagi malas salaman. Oh ya silahkan duduk, mas ! " tawar Lita.
Reza duduk di salah satu sofa di ruangan itu. Ia melihat Amanda, sosok wanita yang di kenalin Lita. Lita sudah memberitahukan semua tentang keadaan Amanda. Ternyata wajah Amanda sangatlah cantik.
" Gimana keadaan Amanda ?" tanya Reza pada Lita.
" Mbak Amanda uda baikan, kok. Mas Reza mau lihat mbak Amanda? silahkan aja mas !" lagi - lagi Lita memainkan matanya. Reza mengerti kode dari Lita. Reza langsung cekatan, ia menghampiri Amanda. Ia duduk di samping Amanda yang sedang tertidur pulas itu.
Reza terus memandangi wajah Amanda yang cantik itu. Ntah mengapa wajah teduh itu begitu indah untuk di tatap berlama - lama. Perasaan Reza mulai tidak stabil. Sepertinya ini bukan hanya ingin membuat cemburu Lingga, tapi ada yang lain ia rasakan dari dalam hatinya.
Lingga semakin kesal, wajahnya mulai tampak murung. Amanda terbangun. Ia pun kaget melihat ada seorang pria asing duduk di sampingnya. Reza tersenyum ketika Amanda melihat dirinya.
" Kamu siapa ?" tanya Amanda sambil melihat sekelilingnya.
__ADS_1
Reza kembali tersenyum. Lita langsung menghampiri Amanda.
" Mbak Manda uda bangun ?" tanya Lita.
" Lita ?"
" Mbak, ini mas Reza, teman saya."
" Hai Amanda , saya Reza, temannya Lita !"
Reza, Lita dan Amanda pun asyik bercerita, mereka saling tertawa. Sedangkan Lingga duduk di sofa sudut ruangan itu seorang diri. Lingga semakin kesal, karena adiknya tidak memperdulikannya sama sekali, mengajak bercerita saja adiknya pun tidak mau.
Merasa panas dengan sikap mereka, akhirnya Lingga keluar dari ruangan itu. Lingga membanting pintu ruangan itu, hingga membuat Lita, Reza dan Amanda terkejut.
" Uda biarin aja, paling juga mas Lingga lagi kesal, hahaha...!"
Amanda merasa tidak enakan atas sikap Lingga barusan. Amanda tahu mengapa Lingga kesal, semua itu karena teman adiknya sendiri.
" Oh ya, mas Reza temani mbak Amanda dulu ya, saya mau keluar sebentar !" ucap Lita.
" Kamu mau kemana ?" tanya Amanda.
" Bentar keluar aja kok mbak. Titip ya mas !"
Reza menganggukan kepalanya. Tinggallah Amanda dan Reza di ruangan itu. Amanda menjadi sungkan karena ada pria asing yang belum ia kenal.
Reza pun memberanikan dirinya membuka pembicaraan.
" Oh ya, kata dokter kapan kamu boleh pulang ?"
" Hhmm..belum tahu mas," ucap Amanda malu - malu.
Reza terus menatap Amanda tanpa berkedip hingga membuat Amanda menjadi salah tingkah.
" Kenapa harus gitu ngeliatnya ?" tanya Amanda malu - malu.
Reza tersenyum.
" Kamu cantik, Amanda !" jawab Reza jujur.
Amanda semakin salah tingkah mendengar pujian dari Reza.
" Makasih...!"
" Cepat sembuh ya !"
Amanda menganggukan kepalanya.
__ADS_1