I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 80 " Diajak Menikah "


__ADS_3

" Mandaaaa....!" Lingga mencoba mengatur nafasnya yang sedari tadi berdetak cepat karena terbawa nafsunya yang menggebu - gebu.


Amanda terus menghindar ia mencoba keluar dari kamar itu, sayangnya Lingga terlalu cepat mengunci kamar itu.


Lingga langsung memeluk Amanda, ia menciumi seluruh area leher milik Amanda. Amanda mencoba terus menghindar, tapi tenaga Lingga begitu kuat hingga ia tak bisa melawannya.


" Masssss, jangannnn...!!" rengek Amanda.


Lingga tidak perduli rengek'an Amanda. Mendengar suara Amanda yang terus - terusan merengek, Lingga tidak perduli dan ia semakin bergairah.


Lingga mengangkat Amanda ke kasur empuk itu, ia membaringkan tubuh Amanda. Tubuh mungil itu terlalu gampang untuk di angkat.


Lingga menelan air liurnya, ia semakin tidak sabar ingin menikmati tubuh wanitanya itu.


" Massss jangan...saya mohon !" pinta Amanda.


" Kamu ga lihat ini ?" Lingga membuka handuk yang ia kenakan.


Amanda melihat jelas kalau milik pusaka Lingga sudah terlalu on.


" Ga mas, saya ga mau..!" Amanda mencoba bangun dari rebahannya. Tapi Lingga tetap memaksanya.


Tanpa menunggu waktu yang lama, Lingga sudah berada di atas tubuh Amanda.


Lingga terus menciumi bibir manis itu, dan tangan kanannya membuka kancing baju milik Amanda. Amanda terus menolak, tapi kekuatan tenaga Lingga tidak bisa terkendalikan .


Kancing baju lepas satu persatu, Lingga pun merasa puas, akhirnya ia dapat melihat benda kenyal itu. Tangannya kembali meraba punggung Amanda, dan pengait bra itu pun terlepas.


Amanda kembali mendorong tubuh Lingga. Tapi sayangnya tenaga nya tidak kuat sama sekali.


" Masssssss, jangan.....!"


" Mandaaaaaa....saya ga akan ninggalin kamu lagi, saya janji !"


Amanda pun menangis.


" Kamu kenapa nangis ? kamu ga usah takut sayang, kita akan segera menikah. "


Lingga pun memulai aksinya, hingga membuat Amanda terbang melayang menikmati permainan itu. Ntah sudah berapa kali mereka melakukannya, Lingga benar - benar membuat Amanda tidak berdaya.


Amanda duduk, ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal itu. Lingga memeluknya dari belakang.


" Kamu tahu, saya ngajak kamu kesini, saya mau kasih ini sama kamu !"


Lingga membuka kotak perhiasan.


" Kenapa harus juga disini ? kalau memang niatnya baik?" tanya Amanda.


" Saya mau, kita menikah !" Lingga memegang tangan kanan Amanda. Lingga menyematkan sebuah cincin berlian mahal ke jari manis Amanda.


Amanda pun terkejut. Merasa tidak percaya. Amanda menggelengkan kepalanya.


" Saya ga mau, mas !"

__ADS_1


" Kenapa ? kenapa kamu ga mau menikah sama saya ? apa alasannya ?"


Amanda menangis.


" Saya ga yakin dengan mas Lingga, mas Lingga kan sudah punya wanita lain, " ucap Amanda sambil menangis.


" Wanita yang pernah kamu lihat itu, adalah Tasya. Ia, dulu saya pernah mencoba mencintainya, tapi ternyata dia sudah punya tunangan. Itu semua kehendak Tuhan, Manda. Ternyata saya pikir - pikir, hanya kamu yang saya miliki. Dan harus sama kamu, saya itu menikah. Kita itu jodoh, Manda. Kamu itu di takdirkan harus jadi istri saya,"


Amanda kembali menangis.


" Tapi kita itu beda jauh, mas !"


Lingga langsung memeluknya.


" Manda, saya mau minta maaf sama kamu, untuk semua kesalahan yang pernah saya lakukan sama kamu. Kamu itu wanita yang sabar, kamu harus bisa membimbing saya, kamu mau kan ?"


Amanda melepaskan pelukan itu.


" Mama kamu mas !"


" Mama ? kenapa dengan mama? emangnya yang nikah siapa ?"


" Tapi setidaknya, mama kamu pasti ga akan suka sama saya, mas !"


" Yang jalani pernikahan ini siapa ? kita atau mama ?"


Amanda memandang Lingga.


" Kamu ga usah nangis lagi, kita akan bahagia. Dan saya minta sama kamu, jangan pernah dekat lagi dengan Reza, saya ga rela, Manda. "


" Secepatnya kita akan menikah, saya akan beritahukan ini sama Papa dan Mama,"


" Saya malu, mas !"


" Malu kenapa ? oh ya, sebelum kita menikah, saya mau kita pulang ke desa kamu, kita akan ziarah ke makam nenek kamu, gimana ?"


" Ziarah ?"


" Ia, kenapa ? kamu ga mau ?"


" Ya mau lah mas,"


" Kita kesini itu bukan hanya untuk seperti ini. Saya dapat informasi, kalau ke desa kamu itu bisa lewat puncak sini, jadi kita bisa lebih cepat tiba di sana, ga banyak makan waktu. Benarkan ?"


" Saya ga tahu kalau bisa dari daerah ini . Emangnya siapa yang bilang mas ?"


" Denis !"


" Mas Denis ?"


" Ia. Denis lah yang menyuruh saya secepatnya minta maaf sama kamu, karena Denis ga mau, kamu itu larut dalam kesedihan. Denis tahu, kalau kamu itu mencintai saya, dan saya sadar, ternyata ga ada wanita di dunia ini yang benar - benar tulus seperti kamu . Terimakasih Amanda, karena kamu masih memberikan ruang untuk saya. Maafkan selama ini sifat ego, kasar, sombong saya sama kamu."


Amanda hanya menganggukkan kepalanya. Ia masih tidak percaya, kalau Lingga, pria yang paling dingin itu, egois , sombong, sekarang bisa luluh dan terlalu bucin pada wanita desa seperti Amanda.

__ADS_1


" Mas, tapi saya ndak bawa baju, "


" Kamu ga usah khawatir, dilemari pakaian itu banyak baju buat kamu !"


" Baju siapa ?"


" Ya baju kamu,"


" Baju saya ?"


" Ia, sebelum kita kesini, saya uda minta ke orang saya , semua nya harus dipersiapkan."


" Mas serius ?"


" Males ah ngomong sama kamu, banyak ga percaya nya."


Amanda tersenyum. Lingga beranjak pergi ke kamar mandi. Ia kembali membersihkan tubuhnya. Amanda masih tak percaya apa yang baru saja Lingga ucapkan. Apakah ini mimpi ? apalagi ketika Lingga mengajaknya menikah, Amanda seakan tak percaya lagi.


Malam itu, di villa yang sangat besar dan mewah itu, hanya ada mereka berdua. Lingga merasa sangat senang karena dapat menghabiskan waktunya bersama Amanda.


Lingga tak sungkan - sungkan, terus mengajak Amanda untuk bercinta. Seakan mereka telah sah menjadi suami istri. Amanda tidak pernah menolaknya. Lingga terlalu bucin pada wanita itu.


Tidur saja pun harus ada disamping Amanda. Pelukan demi pelukan yang hangat terus ia lakukan agar Amanda merasa bahagia ada bersamanya.


Selama 2 tahun saling diam, dan saatnya Lingga membalaskan itu semua. Lingga benar - benar sangat mencintai Amanda. Ia tak mau kehilangan wanita nya itu lagi.


****


Malam itu, Pak Alvan membahas masalah yang sempat tertunda ketika mereka di resto tempat Amanda bekerja.


Pak Alvan meminta pada istrinya, agar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Ibu Sekar pun menceritakan yang sebenarnya terjadi tentang masa lalunya dan tentang Amanda.


Betapa terkejutnya Pak Alvan mendengar penjelasan istrinya itu. Ia tak menyangka kalau Amanda itu adalah anaknya.


" Sekarang mama pilih, pilih kita atau Amanda ?" tanya suaminya.


Ibu Sekar hanya bisa diam. Ia tak bisa menjawab pertanyaan suaminya itu.


" Papa ga akan pernah menganggap Amanda itu anak mama, Papa ga akan pernah kenal dengan Amanda. Jadi, papa minta jangan pernah temui anak itu lagi. Karena dia aib untuk kita. Mama ngerti kan ?"


Ibu Sekar hanya bisa menangis.


" Saya tidak perduli bagaimana perasaan mama, tapi saya minta jangan pernah menemui Amanda lagi. "


" Pa ?"


" Jangan pernah membantah perintah papa, atau mama akan saya ceraikan, dan hidup mama kembali miskin seperti dulu lagi? "


" Jangan, pa. Mama mohon !"


" Kalau gitu ikuti apa yang papa katakan. "

__ADS_1


Pak Alvan pergi meninggalkan istrinya itu. Ibu Sekar terus menangis. Ia sangat menyayangkan mengapa Amanda harus hadir di tengah - tengah keluarga mereka.


__ADS_2