
" Pak, kasih waktu ya, saya cari uang dulu !"
" Kamu mau cari uang kemana? kamu aja ga punya sekolah, mau cari kerja dimana? mau nyopet atau ngamen ?"
Amanda menahan tangisnya, karena merasa dihina karena pendidikannya.
" Saya usahakan Pak, besok saya langsung cari kerja !"
" Oke, saya kasih waktu kamu 2 hari. Kalau kamu ga bisa mengganti baju saya, kamu akan tahu akibatnya !"
" Ia, Pak. Saya usahakan ya, Pak. Makasi banyak ya, Pak !"
Lingga pun pergi meninggalkan tempat kosan itu. Amanda menangis. Ia tidak tahu harus dapat uang dari mana untuk mengganti baju pria sombong itu.
****
Pagi - pagi sekali Amanda telah pergi mencari pekerjaan. Ia pergi ke pasar - pasar tradisional, disana ia mencari pekerjaan. Nasib baik berpihak pada Amanda, ia mendapatkan pekerjaan. Ia membantu para pembeli membawakan belanjaannya. Amanda tidak mengenal lelah, ia tetap semangat walaupun terasa lelah.
Siang hari pun tiba, Amanda merasa kelaparan. Perut tengahnya tidak bisa lagi di ajak kompromi. Amanda hanya membeli sepotong roti dan sebotol air mineral. Ia beristirahat sejenak. Setelah selesai menikmati makanannya, ia melanjutkan pekerjaannya lagi. Karena hari sudah mulai siang, para pembeli pun mulai berkurang.
Amanda masih berkeliaran di pasar tradisional itu. Lagi - lagi, ia mencari pekerjaan. Amanda menemui pedagang beras, ia mencoba meminta bantuan untuk dapat kerja di toko tersebut.
" Selamat siang, Pak ! Pak, apakah saya bisa bekerja di toko Bapak?''
" Memang saya lagi butuh, tapi untuk cowok, nak !"
" Pak, saya juga bisa kok ngerjai pekerjaan cowok, "
" Emang kamu bisa?"
" Bisa, Pak !"
" Kamu bisa angkut beras - beras itu? coba gih lihat ke dalam !"
Amanda masuk kedalam toko, ia tidak tahu apakah ia bisa mengangkat beras - beras itu.
" Gimana, kamu bisa ga ?" tanya pemilik toko itu.
" Bisa, Pak ! saya bisa kok."
" Ya uda kalau begitu, mulai lah bekerja, angkat beras - beras itu ke mobil pick up ya ! jangan sampe tumpah !"
" Ia, Pak !"
Amanda pun memulai pekerjaannya. Ia terus mengangkut beras - beras puluhan kilo itu. Merasa berat, karena sebenarnya Amanda tidak kuat sama sekali.
Tak terasa hari semakin sore, Amanda pun mendapatkan upahnya. Ia menghitung upah tersebut. Hanya 300 ribu masih terkumpul.
Amanda pun buru - buru pergi ke kantor pria sombong itu. Amanda terus berlari hingga tibalah Amanda di kantor pemuda tampan itu.
" Selamat sore, Pak ! Pak mau nanya, apakah Bapak pemilik kantor ini uda pulang ?"
" Amanda? kamu Amanda kan?"
" Ia, Pak. Syukurlah Bapak masih ingat saya !"
" Ya ingatlah, kamu apa kabar ?"
" Saya baik, Pak. Pak, apa Bapak itu masih ada?"
" Pak Lingga maksudnya?"
" Lingga ?"
" Ia, Pak Lingga yang punya kantor ini, kamu ada urusan apa sama Pak Lingga ?"
" Oh, namanya Pak Lingga ?"
__ADS_1
" Kok baru tahu sih Manda?"
" Maaf Pak, saya ga tahu. Pak Lingga nya masih ada ga, Pak ?"
" Ada, Pak Lingga masih ada didalam."
" Saya boleh masuk ga , Pak?
" Silahkan Manda, beliau ada diruangan nya kok !"
" Makasih ya, Pak!"
Amanda segera berlari masuk kedalam kantor itu.
Tok..tok..tok...
Tok..tok..tok..
Karena tidak ada jawaban dari dalam, Amanda segera masuk.
" Selamat sore , Pak !" sapa Amanda
Lingga sangat terkejut sekali melihat ada Amanda di ruangannya.
" Kamu masuk tanpa ijin ya?"
" Ga, Pak. Tadi saya uda ngetuk pintunya , dua kali malah, tapi karena ga ada jawaban dari dalam, ya saya masuk aja, Pak!"
" Kamu sama sekali ga ada etika ya?"
" Saya ga salah to, Pak. Bapak yang salah, saya kan uda ngetuk pintunya, Bapak malah ga dengar, jangan - jangan, Bapak budek ya ? hehehe..!"
" Kamu ngejek saya ?"
" Maaf Pak. Oh ya Pak, saya punya uang masih segini, 300ribu, kira - kira cukup ga ya Pak gantiin baju Bapak itu?"
Lagi - lagi Amanda diam. Air matanya pun mengalir. Amanda pun berlutut di hadapan Lingga. Amanda tidak merasa malu harus berlutut di hadapan pria sombong itu.
"Pak, saya minta maaf. Saya ga sanggup mengganti baju Bapak, tolong maafkan saya, Pak !"
Lingga sangat terkejut ketika Amanda berlutut dihadapannya. Ia tahu kalau Amanda tidak akan sanggup mengganti bajunya. Amanda tidak lagi memperdulikan harga dirinya.
" Baiklah, saya maafkan kamu. Tapi, dengan satu syarat !"
Amanda menghapus air matanya.
" Apa itu pak?"
"Kamu kerja dikantor saya, sebagai OG. Tapi, gaji kamu akan saya langsung potong untuk menggantikan baju saya ! Gimana?"
" Ya uda Pak, saya terima !"
" Baguslah. Kalau begitu, mulai besok kamu bisa kerja. Tapi kamu jangan pernah berharap , kamu akan mendapatkan gaji. Ngerti ?"
" Ia Pak, saya ngerti."
Amanda pun keluar dari ruangan Lingga. Amanda menangis. Ia bingung, kalau tidak mendapatkan gajinya, gimana nanti membayar uang kosannya ? kalau ia di usir, Amanda akan tinggal dimana?
Amanda masuk lagi ke ruangan itu.
" Pak !"
" Ada apa lagi ?"
" Kalau saya ga terima gaji, trus saya makan apa, Pak? bayar kosan saya gimana?"
" Saya ga perduli kamu mau makan apa, bayar kosan kamu gimana? ya kamu pikirkan dong, masa itu urusan saya?"
__ADS_1
Amanda pun keluar lagi. Ia langsung pulang ke kosannya. Di tempat kos, Amanda terus saja menangis. Ia meratapi nasibnya.
Lingga sama sekali tidak perduli pada keadaan Amanda.
" Orang kampung emang sesekali harus di kasih pelajaran, biar ga suka - sukanya !" gumam Lingga.
Lingga memberitahukan pada Liana, HRD kantor itu, bahwa besok ada OG baru.
****
Karena hari pertama kerja di kantor Lingga, Amanda tidak mau terlambat datang . Ia takut kalau Lingga marah.
" Pagi Pak Irwan !" sapa Amanda
" Amanda ? kamu mau kemana?"
" Mau kerja lah, Pak !"
" Kerja ? kerja dimana?"
" Disini, Pak !"
" Kamu kerja disini ? dikantor Pak Lingga ?"
" Ia, Pak. Mulai sekarang saya kerja di kantor Pak Lingga. Saya OG baru disini !"
" Wah...keren Manda !"
" Kok keren, Pak?"
" Gaji disini gede, Manda !"
" Oh ya?"
" Tapi ya itu, kamu harus sabar ngadapin Pak Lingga, kerja itu harus tepat waktu, jangan malas - malasan !"
" Ia, Pak. Makasih banyak ya Pak uda ngingatin Manda ,"
" Selamat bekerja ya, Manda !"
Amanda pun masuk ke dalam kantor itu. Ia sudah menunggu Lingga di depan ruangannya. Karena merasa lama menunggu, Amanda rebahan di sebuah sofa disamping ruangan Lingga . Tak terasa, Amanda pun tertidur.
Pukul 07.30 wib, Lingga pun tiba di kantor itu.
Ting..pintu lift terbuka. Perlahan Lingga berjalan ke arah ruangannya. Dan tiba - tiba saja, ia berhenti dan melotot melihat sosok seorang wanita tidur di sofa ruang tunggu.
Lingga mendekatinya.
" Astaga ? apa yang dia lakukan disini? hey...bangun kamu !" bentak Lingga pada Amanda .
Amanda pun langsung terbangun dan merapikan rambut panjangnya.
" Bapak ? maaf Pak, saya ketiduran disini !"
" Kamu mau kerja apa mau tidur ?"
" Saya nungguin Bapak, karena Bapak lama datang, saya rebahan dan tertidur, maaf ya, Pak !"
" Sekarang kamu ke ruangan HRD !"
" Ruangannya ada dimana, Pak ?"
" Ada di lantai 3, kamu cari sendiri ruangannya !"
Lingga langsung masuk keruangan pribadinya.
" Huhh...sombong sekali sih Pak !"
__ADS_1
Amanda pun kembali turun ke lantai 3, ia mencari - cari ruangan HRD yang dimaksudkan Lingga.