I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 47" Mama Nania Marah "


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal kontrol kehamilan Amanda. Sesuai janjinya, Lingga menemaninya kontrol ke dokter kandungan.


Tanpa sepengetahuan Lingga, Mama nya mengikuti mereka.


Merasa tersakiti, begitulah kira - kira perasaan Mama Nania. Mama Nania tidak menyangka, kalau anak sulungnya itu bisa jatuh cinta pada wanita desa itu. Apalagi sampai menghamilinya. Mama Nania tidak habis pikir, kenapa dan mengapa Lingga bisa sampai sebodoh itu.


Mama Nania melihat kalau sikap Lingga kepada Amanda, ia benar - benar nyaman ada disamping Amanda. Tawa bahagia, keromantisan mereka terpancar dari raut wajah keduanya.


Mama Nania bingung dan sedih, gimana dengan Nadine. Padahal dimata Mama Nania, Nadine adalah wanita paling sempurna.


Mama Nania pun langsung memberitahukan masalah ini kepada suaminya.


" Mama ga setuju kalau Amanda itu hamil anak dari Lingga, Pa. Kita harus melakukan sesuatu supaya mereka berdua pisah. Mama ga mau punya cucu dari wanita miskin, Pa. "


" Tutup mulut Mama. Mama ga boleh ngomong gitu tentang Amanda. Mama ga ingat, Mama itu dulu gimana ?asal Mama dari mana?"


" Kok jadi Mama yang dibully sih, Pa?"


" Papa ga ada ngebully Mama, tapi cara ngomong Mama itu, Mama ngerendahin Amanda. "


" Pa, menantu kita itu Nadine, kok jadi Amanda yang hamil ? apa kata orang - orang, Pa?"


" Ntahlah, Ma. Uda ahh..biar Lingga aja yang ngurus semuanya, Papa pusing !"


" Papa gimana sih? oh ya, bisa kan kita undur dulu kepulangan kita ke LN ?"


" Ga bisa, Ma. Kerjaan Papa itu uda banyak numpuk,"


" Pa, tapi masalah Lingga ini belum selesai, gimana dong ?"


" Lingga itu uda gede Ma, biarkan dia yang mengurus sendiri masalahnya. Papa yakin Lingga itu anak yang bijak. Dia pasti bisa nyelesaikannya sendiri , Lingga tahu yang terbaik untuknya."


" Mama sebel deh, bisa - bisanya Lingga jatuh cinta sama Amanda ? Ahh..ga habis pikir Mama, nak. Kenapa sih kamu bisa sebodoh itu? sekolah tinggi - tinggi, terkenal dengan pintarnya, uda jatuh cinta ehh malah kebangetan bodohnya. " ucap Mama Nania kesal.


****


Akhirnya, Mama Nania menyuruh orang untuk mencari alamat dimana Amanda tinggal. Mama Nania pun merasa senang, akhirnya rencananya memisahkan mereka berdua akan segera terwujud.


Pagi itu, seperti biasa Lingga harus pergi kerja dari kosan Amanda. Ia harus melihat kondisi Amanda terlebih dahulu, baru ia berangkat kerja.


Setelah sarapan, ia pun pergi. Mereka berdua sudah tampak sebagai sepasang suami istri yang sangat romantis. Amanda pun semakin hari semakin mencintainya. Begitu juga sebaliknya. Mereka berdua sama - sama saling mencintai.


Setelah Lingga pergi, Mama Nania pun datang ke kosan itu. Mama Nania melihat Lingga dan Amanda. Ia melihat keromantisan mereka berdua. Merasa sedih, selama ini ia melihat kalau Lingga dan Nadine tidak pernah melakukan seperti yang ia lihat.


Setelah Lingga pergi, Amanda langsung menutup pintu kosan itu. Mama Nania buru - buru langsung menghampirinya.


tok..tok..tok..


tok..tok..tok..


Baru saja Amanda merebahkan dirinya di atas kasur, pintu kosan itu sudah ada yang mengetuknya.

__ADS_1


" Kenapa mas Lingga balik lagi ? apa ada barang yang ketinggalan ya ?" ucap Amanda.


Amanda pun buru - buru membukanya.


Tok..tok..tok...


tok..tok..tok...ketukan pintu semakin cepat.


" Ia..ia..tunggu mas !" jawab Amanda dari dalam.


Ckleeekk..


Amanda langsung terkejut melihat sosok wanita yang tak lain adalah Mama Nania.


" Ibu ?"


Ibu Nania langsung nyelonong masuk. Tanpa ada basa basi dari dirinya.


" Ibu, apa kabarnya ?"


Bukannya menjawab pertanyaan Amanda, Mama Nania langsung menarik rambut Amanda dengan sangat kuat.


" Dasar perempuan ****** !" ucap Mama Nania.


" Bu, sakit, Bu. Lepaskan Bu !" teriak Amanda kesakitan.


" Saya ga akan lepaskan, sampe kamu mau mengatakan itu bukan anak Lingga !"


" Pake nanya lagi ?"


" Bu lepaskan , sakit Bu !"


" Saya ga akan lepaskan , kamu harus mau menggugurkan kandungan mu itu !"


" Ga Bu, ini cucu Ibu, ini anak mas Lingga Bu,"


" Dia itu bukan cucu saya, itu bukan anak Lingga. Saya ga mau punya cucu dari perempuan miskin kayak kamu,"


" Bu, lepaskan dulu , kita akan bicarakan ini baik - baik , Bu."


" Saya ga akan lepaskan,"


" Bu, tolong lepaskan Bu, sakit Bu !"


" Saya akan lepaskan, kalau kamu mau mengikuti perintah saya !"


" Saya ga mau, Bu. Saya akan tetap membesarkan anak ini,"


" Diam kamu, ayo sekarang kamu gugurkan anak itu."


" Ga Bu, saya mohon, Bu. Jangan, Bu !"

__ADS_1


" Kamu tahukan, Lingga itu lebih sayang sama Nadine, bukan sama kamu !"


" Ga, Bu. Mas Lingga itu lebih sayang sama saya, Bu !"


" Kamu itu di bohongi nya, kamu tahu mereka itu sebentar lagi akan pergi honeymoon, jadi kamu ga usah kepedean suka sama anak saya !"


Amanda pun menangis.


" Ga Bu, saya tahu betul gimana mas Lingga, Ibu bohong !"


" Kamu itu ga bisa dibilangi ya ? Lingga itu ga cinta sama kamu, kamu itu hanya sebagai pelampiasannya aja, cinta Lingga itu hanya untuk Nadine. "


Amanda menggelengkan kepalanya.


" Ga, Bu. Tolong Bu jangan sakiti kandungan saya,"


" Baiklah, saya ga akan menyakiti kandungan mu, asal kamu mau ikut perintah saya. "


Mama Nania mengeluarkan sebuah cek.


" Ini kamu ambil, setelah itu kamu pergi jauh, jauuuuhhhh sekali..dan jangan pernah kembali, apalagi menunjukkan wajah mu yang polos sok suci itu,"


Amanda terus menangis.


" Kalau kamu ga terima cek ini, kamu gugurkan saja bayi mu itu. Saya akan tanggung biayanya."


" Ga Bu, saya akan tetap besarkan anak ini,"


" Kamu itu keras kepala ya ?kamu mau nama Lingga itu jelek di mata semua orang ? hahh ?"


" Ga Bu, saya ga akan gugurkan kandungan ini, ini anak kami berdua !"


Plakkkkk...


Mama Nania menampar pipi kiri Amanda.


" Saya akan kasih pelajaran lagi sama kamu, lebih dari ini kalau kamu itu membantah apa yang saya bilang. "


" Saya ga takut ancaman Ibu, saya lebih takut menggugurkan kandungan ini, itu adalah perbuatan dosa besar, Bu !"


" Mau kamu apa sekarang? kamu mau Lingga ? ga akan, Manda. Kamu itu perempuan bodoh, kamu ga pantas buat keluarga kami, "


" Ia Bu, saya memang ga pantas buat keluarga Ibu, tapi ijinkan saya membesarkan anak mas Lingga. Saya ga akan mengganggu keluarga Ibu, apalagi mas Lingga."


" Baguslah, sekarang kamu uda ngerti, orang seperti kamu itu memang ga pantas ada disini,"


Mama Nania pun pergi meninggalkan Amanda. Amanda terus saja menangis.


Perasaan Lingga tidak tenang. Ia mencoba menelpon Amanda, tapi sayangnya telponnya tidak di jawab.


Akhirnya Lingga pun pulang. Ia sangat cemas kepada Amanda. Semua pegawai sangat heran, kenapa Pak Lingga akhir - akhir ini selalu cepat pulang. Semua meeting pun kadang di cancel karena harus buru - buru pulang. Tidak perduli dengan Bapak mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2