I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 93 " Ribut "


__ADS_3

Nadine semakin iri melihat Amanda. Apalagi ia tahu kalau Amanda sudah hamil. Nadine semakin geram, pasalnya semua orang semakin memujinya, terlebih mamanya. Mama Sekar meminta agar Nadine segera meminta maaf pada Amanda.


Tanpa kebetulan, di rumah sakit, Amanda dan Nadine bertemu. Nadine melihat kalau Amanda mengunjungi salah satu dokter kandungan.


" Mandaaaaaa....!" panggil Nadine sembari mendekatinya.


Amanda langsung menoleh kearah suara.


" Nadine ?"


" Kenapa ? "


" Oh ya, gimana kabar kamu ?"


" Lebay, ga usah sok baik sama saya. Saya mau bicara sama kamu !"


" Ya uda, kita bicara disana aja !" sambil menunjuk sebuah taman yang ada di rumah sakit.


" Nadine, kamu mau bicara apa?" tanya Amanda.


" Kenapa sih kamu itu selalu mengganggu kehidupan kami ?"


" Mengganggu gimana ?"


" Saya uda tahu, siapa kamu sebenarnya,"


" Trus kalau uda tahu, gimana ?"


" Kamu pikir, saya akan menganggap kamu sebagai saudara saya ? ga akan Manda. "


" Itu hak kamu, Nadine. Saya mah ga akan memaksakan kamu. Suka atau tidaknya kamu sama saya, itu hak mu. "


" Ia, itu memang hak saya. Saya ga suka sama kamu. Saya mau ingatin kamu, jangan pernah mendekati mama Sekar, karena mama Sekar itu hanya mama saya, bukan mama kamu. Jangan pernah berharap, mama Sekar akan memberikan kasih sayangnya untuk kamu. Dan kalau bisa, menjauhlah dari kehidupan kami. Karena kamu ga pantas mendapatkan nya. "


" Nadine, kita uda sama - sama jadi istri. Apakah begini perkataan seorang istri ? apalagi kamu adalah anak yang pintar, berpendidikan tinggi, cantik, tapi kenapa kamu bisa berkata seperti ini ? tenang aja, saya ga akan mengganggu kehidupan kalian. Jadi, kamu ga usah takut ya !"


" Kenapa sih kamu ga pergi aja dari kota ini ?"


" Kenapa harus saya pergi ? apa seorang Amanda tidak layak untuk tinggal di kota ini ? apakah kota ini hanya untuk orang - orang hebat seperti kamu ? Nadine, kenapa kamu terus merendahkan saya ? saya ga pernah menyakiti perasaan mu, bahkan membenci mu. "


" Bulsittt....ga usah ngomong seperti malaikat, kamu itu uda menghancurkan segalanya. Kamu ga ingat, karena kamu, hubungan saya dengan Lingga itu kandas. Lingga meninggalkan saya itu karena kamu, Manda !"


" Astaga, Nadine ? mas Lingga itu ninggalin kamu itu bukan karena saya,"

__ADS_1


" Bukan karena kamu? trus karena siapa dong ?"


" Nadine, kamu bisa tanyakan sama mas Lingga, kenapa mas Lingga itu bisa ninggalin kamu !!"


" Udalah Manda, kamu ga usah ngeles gitu. Bilang aja, sekarang kamu itu uda senang kan mendapatkan Lingga, puas kamu !"


" Astaga Nadine, kok gitu kamu ngomongnya ?"


" Saya doain, kamu akan keguguran lagi, biar kamu di cerain sama Lingga ,"


" Astajim, Nadine ? jaga ucapan mu !!"


" Terserah, "


Nadine pergi meninggalkan Amanda. Ucapan Nadine telah menyakitkan hati Amanda, ia pun menangis.


Amanda tidak menyangka, kalau saudara tirinya itu, bisa setega itu padanya. Padahal, Amanda tidak pernah sama sekali menyakiti perasaan Nadine.


Selesai memeriksa kandungannya, Amanda segera pulang. Di tengah jalan ia bertemu ayah nya. Kedua nya pun saling bercerita.


Amanda terus saja menangis, terpaksa ia harus mengingat masa kecilnya di desa tercinta. Mengingat semua perjuangan neneknya.


" Maaf kan ayah , nak. Ini semua sudah jalan dari Tuhan. Ayah sudah salah mengambil keputusan. Ayah juga ga mau menyalahkan ibu mu, karena ayah tahu, ayah itu ga sanggup menghidupi kalian. Ibu mu pergi meninggalkan kita, setelah hampir setahun, ia langsung menikah dengan Alvan. Dan ayah, ayah ga sanggup menjalani ini semua. Ayah pun pergi meninggalkan kalian. Kamu tahu, bertahun - tahun , ayah mencari mu, menanyakan tentang diri mu, tapi ayah ga pernah menemukannya. Dan sekarang ayah bisa melihat diri mu, itu karena ibu mu, ibu mu lah yang telah memberitahukannya pada ayah. Manda, apakah kamu mau memaafkan ayah dan ibu mu, nak ?"


Amanda masih saja terus menangis.


" Manda ga tahu, yah ! apakah Manda bisa atau tidak. Karena Manda merasakan , kalau perbuatan ayah dan ibu itu sangat menyedihkan, memalukan, bahkan menjijikan. Kalian mempunyai ego yang tinggi. Manda ga tahu, apakah Manda ikhlas atau tidak. Tapi, hiks...hiks..hiks..Manda ga bisa melupakannya begitu aja, yah !"


" Ia Manda ,ayah tahu, ini berat sama kamu. Untuk menebus dosa ayah, ayah janji akan memberikan apa yang kamu minta, ayah akan kabulkan. Kamu mau minta mobil, rumah atau apartemen, apa aja nak, silahkan, ayah akan turuti. "


" Hentikan yaahh...hentikannn...Manda ga akan pernah minta apa - apa dari ayah. Manda ga butuh itu semua, yang mau Manda adalah , ayah datang ke makam nenek, ayah dan ibu minta maaf, minta maaffff yahhh....!!"


" Tapi ?"


" Tapi apa, ayah malu datang ke desa ? dengan apa yang sudah ayah perbuat ? kenapa harus malu yah? bukannya sekarang ayah sudah menjadi orang sukses ?"


Ayah Amanda hanya diam.


" Bukan itu, nak. Gimana perasaan istri ayah ?"


" Kenapa dengan istri ayah ? dia keberatan kalau ayah dan ibu pergi ke desa ? "


" Ia, Shanti , kurang menyukai ibu mu, nak !"

__ADS_1


" Kenapa ga suka ? kenapa yahhh???"


" Ayah ga tahu, tapi semenjak ayah dan ibu kembali bertemu, Shanti marah, ia telah menuduh ayah kembali lagi sama ibu mu !"


" Jadi karena itu ?"


" Ia nak, lagian mana mungkin ayah dan ibu mu bersatu ?"


" Kenapa ga mungkin yah ?"


" Kamu mau tahu jawabannya ? ibu mu itu ga mau menjadi miskin lagi ,nak. Sekarang ibu mu uda bahagia. Dia dapat pengusaha terkenal. Sedangkan ayah, ayah belum sebanding dengan Alvan. Ayah pernah bilang, bagaimana hubungan kita ini, ini semua demi Amanda, tapi ibu mu ga mau. Karena kita uda punya keluarga masing - masing. Manda, ayah hanya minta sama mu, tetaplah menjadi anak kami, anak yang baik. "


Amanda semakin menangis.


" Manda, jangan pernah ada dendam di antara kita ya, nak !!"


" Bagaimana mungkin, yah ?"


Ketika ayahnya dan Amanda saling bercerita, Lingga melihat mereka dari kejauhan. Lingga pun buru - buru menghampiri nya.


" Mandaaaa....!!" panggil Lingga.


" Masss ???"


" Ternyata kamu disini, dari tadi saya nyariin kamu, "


" Ia mas, maaf ya !"


" Sepertinya saya sangat mengganggu kalian, silahkan terus kanlah, "


" Ga nak Lingga. Kami sudah selesai berbicara. Nak Lingga, maafkan Amanda kalau hari ini dia telat pulang. Oh ya, gimana kabar kamu ?"


" Kabar saya baik - baik aja, pak !"


Akhirnya mereka pun saling bercerita. Ayah Amanda meminta pada Lingga agar selalu menjaga putrinya itu.


" Ia pak, saya akan berusaha menjaga dan melindungi Amanda, karena saya tahu, wanita seperti Amanda itu sangatlah jarang bisa ditemukan, hahaha....!"


" Masss ????"


" Ia maaf, mas hanya becanda kok, "


" Hehehe, ga papa atuh Manda, suami kamu ini kelihatan orang baik. "

__ADS_1


" Hhmmm..bangga ya mas?"


Lingga pun tertawa lepas.


__ADS_2