I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 92 " Positif Hamil "


__ADS_3

" Ia, nak. Amanda, istri kamu itu hamil. " ucap mama Nania.


" Alhamdulillah, akhirnya...!"


" Kamu harus bisa menjadi suami siaga, perhatian mu lebih buat Manda ya, nak !"


" Ia pa - ma. "


" Oh ya, sekarang bawa Amanda pergi ke dokter kandungan, biar langsung dapat vitamin. Mama mau, cucu mama sehat selalu, "


" Ia ma. Hhmmm..kalau begitu, saya akan pergi bawa Amanda. "


Lingga langsung menemui Amanda.


" Sayang, kamu ga papa kan?" tanya Lingga.


" Mas...!"


" Ia sayang, sekarang kita pergi ke dokter ya, biar dokter langsung periksa kamu !"


Amanda menganggukan kepalanya. Di sepanjang jalan, Amanda terus merasa mual. Mau tak mau, Lingga harus berhenti sejenak, karena Amanda terus - terusan muntah.


Huekkkkk...huekkkk..huekkkkk...


Amanda kembali muntah. Lingga dengan sabar membersihkan muntahan istrinya itu.


" Sayang, kamu harus kuat ya, kayaknya calon anak kita manja deh..!"


" Mas yakin saya hamil ?"


" Yakin sayang. Dulu juga kamu seperti ini kan ?"


" Mudah - mudahan aja ya mas, " ucap Amanda sambil mengelus perutnya itu.


" Kamu jangan capek - capek dulu ya, kamu harus banyak istirahat."


Amanda hanya menganggukan kepalanya. Mereka pun tiba di rumah sakit. Dokter langsung memeriksa Amanda.


Perasaan Lingga tidak tenang. Ia tidak sabar ingin mengetahui apa hasil labnya. Lingga terus berdoa, semoga apa yang di nantikan nya selama ini, membuahkan hasil yang baik.


Akhirnya, dokter itu keluar membawakan hasil lab Amanda. Lingga memegang erat tangan istrinya itu. Amanda juga sangat gugup, ia takut kalau hasil nya mengecewakan suaminya.


Wajah dokter yang memeriksa Amanda sangat datar. Tak ada tampak senyum sama sekali. Lingga dan Amanda saling menatap, seakan tidak mungkin.


Lingga berusaha tenang. Kalau pun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, ia sudah pasrah dengan keadaan.


" Pak Lingga dan bu Amanda, ini hasil lab nya sudah keluar. Dan kita akan sama - sama membuka hasilnya. Dan kalau pun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, bapak dan ibu, bersabarlah."


Lingga hanya menganggukan kepalanya. Kedua mata Amanda sudah berkaca - kaca. Tidak menunggu waktu yang lama, air mata itu pun tumpah ruah.


Lingga melihat kalau istrinya itu menangis. Lingga mencoba menenangkannya. Dokter itu pun membuka hasil nya dan membacanya. Dan sama sekali tak tampak wajah senang, hanya ada wajah datar saja. Tersenyum tipis, dan ia menganggukan kepalanya.


" Pak - bu, hasilnya adalah, ibu Amanda ne- " dokter itu menghentikan ucapannya.


Amanda semakin menangis.

__ADS_1


" Apa dok, hasilnya ?" tanya Lingga.


" Hasilnya positif hamil...!" ucap dokter itu dan ia pun tertawa dan langsung menjabat tangan Lingga dan Amanda.


" Alhamdulillah, ya Tuhan....akhirnya istri ku hamil, " ucap Lingga sangat kegirangan.


Lingga langsung memeluk Amanda. Air mata nya pun mengalir tanda ia bahagia. Begitu juga Amanda, tangisannya pun pecah.


" Selamat ya pak - bu, tadinya saya mau nge prank lho, hahahaha...!"


" Dokter akhirnya istri saya hamil juga,"


" Ia, pak. Penantian yang panjang, dan kini Lingga junior sudah ada. Bu Amanda, ibu harus banyak istirahat ya, dijaga kesehatannya. Oh ya, saya akan berikan vitamin nya, tolong di habiskan ya !"


Lingga sangat kegirangan, ia pun tak malu jingkrak sana - sini, karena ia merasa sangat bahagia. Semua orang melihatnya, tapi Lingga tidak perduli.


Lingga terus memeluk Amanda, ia terus mengusap perutnya itu.


" Massss, malu dilihat orang, "


" Ga papa sayang, mas hari ini senang banget, akhirnya Lingga junior ada. Aduhhh..Uda ga sabar pengen gendongnya,"


" Ia mas, tapi ga gini juga to mas, malu diliatin orang. Mas, lepasin pelukannya, kenceng banget to mas, ga bisa nafas saya nya mas !"


" Oh ia, mas lupa. Maaf ya sayang !"


Lingga langsung mengambil ponselnya dan ia memberitahukan kepada orang tuanya, kalau Amanda benaran hamil.


Keluarga besar Prabu Ningrat sangat bahagia sekali, karena akan lahir cucu pertama dari keluarga tersebut.


Ayah Amanda juga sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Ia ingin sekali menemui Amanda.


****


Semenjak Amanda hamil, mau tak mau, Lingga lah yang terjun langsung ke dapur. Ia mencoba belajar memasak makanan. Karena Amanda tidak bisa mencium aroma masakan.


Belajar dari YouTube atau Google adalah pilihannya.


Hari itu Lingga memasak ayam rica - rica, dengan percaya dirinya, ia menghidangkan makanan itu dihadapan istrinya.


" Sayang, kamu makan ya !" titah Lingga.


Amanda tersenyum begitu melihat masakan suaminya. Lingga pun menghidangkannya. Begitu mau di makan, Amanda langsung muntah.


Dengan sabarnya Lingga membersihkan muntahan istrinya itu.


" Massss, maaf...!"


" Ia sayang, ga papa. Mas tahu kok, kamu belum bisa cium aroma masakan. Tapi kamu harus paksa ya, biar anak kita makan."


Amanda mencoba mencicipi masakan suaminya itu. Amanda tersenyum.


" Kok senyum ? ga enak ya ?" tanya Lingga.


" Enak kok, mas."

__ADS_1


Lingga tahu, mimik wajah istrinya itu sedikit berbeda.


" Jujur dong sayang, ga enak ya ?"


" Enak, mas. Tapi sedikit asin , heheh...!!"


" Masa sih ? perasaan pas deh garemnya !"


Lingga pun mencicipi makanan yang di masaknya. Benar saja, ayam rica - rica buatannya itu sangat asin sekali.


" Astagaaaa, sayangggg???"


Amanda tertawa lepas.


" Tadi kamu bilang, sedikit asin. Tau nya asin banget,"


" Hahaha, ga papa mas. Tapi mas hebat banget lho, bisa masak kayak gini,"


" Kan ada mbah google, sayang !"


Amanda kembali tertawa lepas. Amanda membawa makanan itu kembali ke dapur. Ia kembali mengolanya.


" Sayang, maaf ya, kalau mas mu ini belum bisa masak yang enak."


" Emang harus se enak apa, mas ?"


" Hehehehe, mas jadi malu. "


" Malu kenapa ?"


" Malu sama kamu,"


" Ada - ada aja, mas !"


" Sayang...!"


" Opo, mas ?"


" Makasih ya, uda mau jadi istri yang terbaik buat mas. Hhmm..kalau ga ada kamu, mungkin hidup mas sekarang ntah jadi apa, ga bisa sesabar ini, mungkin mas masih aja jadi orang yang sombong, dingin, dan ga perduli pada sesama. Kamu itu sangat berarti dalam hidup mas. Manda, mas itu sangat memerlukan cinta mu, cinta mu yang telah mengubah segalanya. Tetaplah jadi Amanda yang baik hati, sabar, penyanyang, dan selalu rendah hati. Maafkan semua kesalahan mas di masa lalu. Amanda yang dulu mas hujat habis - habisan, mas marahi, mas hina, sekarang telah menjadi malaikat tak bersayap dalam hidup mas. Manda, mas sangat mencintai mu, lebih dari apa pun. "


Lingga mencium kening istrinya itu.


" Masss, semua itu karena waktu mas, waktu lah yang membuat kita bisa jadi seperti ini. Karena waktu juga, mas bisa perlahan menjadi pribadi yang baik. Mas, saya juga mencintai mas lebih dari apapun. Tahu ga mas, sampai sekarang, saya itu masih ga percaya, kalau saya itu bisa jadi istrinya mas Lingga. Ya, kebayang sih , dulu kita itu gimana, setiap ketemu berantem, marahan, ada aja kelakuan saya yang ga mas suka. Mas, masih ingat ga, waktu saya itu numpahi kopi ke baju nya mas? disitu , saya uda pasrah, saya takut banget mas, kalau mas itu selamanya membenci saya. Tapi, perlahan waktu menjawab, mas mau memaafkan saya, semua itu menjadi kenangan buat kita, mas. "


Lingga pun tersenyum.


" Ia sayang, banyak ya kenangan yang kita lalui. Seru juga sih , hahaha...!"


" Dan sekarang, anak kamu ada disini mas, Lingga junior. " Amanda mengusap perutnya.


" Andai aja, dulu kamu ga keguguran, mungkin anak kita sudah 2 sayang, "


" Yang lalu biarlah berlalu, mas. Jangan diingat lagi. Mungkin Tuhan belum menghendakinya. "


" Ia sayang. Mas jadi ga sabar ingin cepat - cepat gendong anak kita ini, "

__ADS_1


Amanda langsung memeluk suaminya itu.


__ADS_2