
Sudah beberapa hari ini, Nadine merasa dirinya kurang enak badan, muntah dan tidak selera makan.
David meyakini kalau Nadine sedang hamil. David memberitahukan masalah ini pada Ibu mertuanya, Ibu Sekar sangat senang sekali mendengar kabar baik itu.
Ibu Sekar menyuruh David untuk membawa Nadine kerumah sakit, agar Nadine segera di periksa oleh dokter. Perintah tersebut pun langsung dilaksanakan David.
" Mas, kenapa saya jadi ga tenang gini ya?" tanya Nadine.
" Kamu sabar ya, dokter akan memberitahukan keadaan kamu."
" Semoga hasilnya baik - baik saja ya mas !"
David menganggukkan kepalanya. Dokter pun datang dengan membawa hasil dari lab.
" Selamat siang Bapak dan Ibu. Ini hasil lab nya sudah keluar," ucap dokter itu sembari membuka perlahan - lahan isi dari map coklat itu.
Nadine dan David saling menatap, perasaan keduanya semakin tidak tenang. David yakin kalau istrinya positif hamil.
" Untuk hasil nya, Ibu Nadine dinyatakan positif hamil. Selamat ya untuk kalian berdua !" ucap dokter kandungan itu sembari memberikan hasil lab itu kepada mereka.
Seakan tidak percaya, David sangat kegirangan mendengarkan kabar baik ini.
" Dokter serius kalau Nadine hamil ?"
" Ia, Pak. Ibu Nadine benar - benar hamil, usia kandungannya sudah memasuki 3 minggu. Sekali lagi saya ucapkan selamat ya ! dan untuk Ibu Nadine, tolong jaga kesehatan Ibu, banyak makan sayur, buah, vitaminnya juga di minum dan jangan lupa banyak istirahat."
" Baik ,dok. Terimakasih banyak ya dok !"
David langsung memeluk istrinya itu. Tangis bahagia Nadine pun pecah, doa mereka telah di kabulkan Tuhan.
Baru saja mendapat kabar baik tentang kehamilannya, Nadine dan keluarga harus menelan rasa pil pahit dikarenakan kasus kecelakaan yang menimpa Amanda dan Lingga.
Petugas kepolisian mendatangani rumah kediaman orang tua Nadine. Mereka membawa surat penangkapan untuk Nadine. Ibu Sekar membantah tuduhan tersebut.
Ibu Sekar mencoba memberikan penjelasan mengenai putrinya itu. Ibu Sekar mengatakan kalau semua itu adalah fitnah.
__ADS_1
" Nanti bisa dijelaskan di kantor polisi ya, Bu ! sekarang Nadine ikut dengan kami."
Tidak sedikit pun Nadine membantah atau melawan pihak kepolisian itu. Karena ia tahu, bahwa dialah biang dari semua ini.
David hanya bisa pasrah dengan melihat istrinya itu dibawa polisi. Ia tidak bisa menolong Nadine. Karena bagi David, berani berbuat berani bertanggung jawab.
Ibu Sekar tidak terima. Ibu Sekar dan suaminya langsung mencari pengacara yang hebat dan termahal agar kasus putrinya itu bisa bebas.
" Vid, dibela dong istrinya, masa di diamin aja, gimana sih ? kamu kan tahu Nadine lagi hamil?"
" Ma, saya mau nanya sama Mama, Nadine itu uda dewasa, bukan anak - anak lagi. Kalau memang dia yang melakukan itu semua, Nadine harus siap bertanggung jawab. Tapi, kalau bukan Nadine yang melakukannya, pasti Nadine akan bebas. Kita ga boleh ikut campur, biarkan polisi yang menanganinya. Kita serahkan semua nya, mudah - mudahan Nadine ga salah. Mama ga usah takut, ga usah panik gitu,"
" Kamu gimana sih Vid ? kok santai banget istri dapat masalah ?"
" Pa, bukannya saya santai, tapi biarkan hukum yang bekerja."
" Ga, Papa akan cari pengacara untuk membebaskan Nadine, Papa ga akan tinggal diam. Nadine itu lagi hamil, lho !"
" Apa yang dibilang Papa mu itu bener, Vid. Temani Nadine, kasih support dong !"
" Vid, kamu akan selamanya mencintai Nadine kan ?" tanya Mama mertuanya.
" Ia, Ma. Apapun keadaannya, saya tetap menerimanya, apalagi Nadine sekarang hamil anak saya, Ma !"
Papa dan Mama mertua nya pun tersenyum bahagia. Mereka berharap David benar - benar tulus mencintai Nadine.
****
Karena merasa di abaikan oleh Amanda, Lingga pun kembali kerumah. Ia tak mau bertemu lagi dengan Amanda. Apalagi ia melihat kalau ada pria yang mencoba mendekatinya.
Melihat itu, Lita sang adik, sangat bahagia sekali, karena ia telah berhasil membuat kakaknya itu cemburu.
Lita terus meminta pada temannya itu, Reza, agar ia berpura - pura menyukai Amanda. Tapi sayangnya, pertemuan pertama itu membuat Reza jatuh hati sesungguhnya pada Amanda.
Lita tidak mengetahui hal itu. Reza mencoba menyembunyikannya dari Lita. Ia tak mau Lita mengetahuinya. Karena sedari awal, Reza hanya ingin membantu Lita untuk membuat cemburu sang kakak.
__ADS_1
Amanda sudah kembali dari rumah sakit. Untuk sementara, ia pun harus istirahat terlebih dahulu. Kabar Amanda sakit terdengar sampai ke telinga Rani, sahabatnya itu.
Rani pun langsung menemui Amanda. Ia tak mau melihat sahabatnya itu larut dalam kesedihan. Amanda benar - benar anak yang baik, hingga yang mengenalnya sangat perduli sekali.
Ke egoisan Lingga membuat dirinya harus menjaga jarak pada wanita yang pernah ia cintai itu. Semingu berlalu, ternyata Lingga tidak bisa melupakan Amanda begitu saja. Sekalipun ia bersama Tasya, tapi bayang - bayang wajah Amanda terngiang selalu.
Suatu hari, Lingga dan Tasya pergi makan malam di sebuah resto dimana tempat Amanda bekerja. Lingga tidak tahu sama sekali kalau Amanda bekerja disana. Malam itu, pengunjung resto sangat ramai sekali. Amanda pun harus lembur untuk bekerja. Walaupun sebenarnya ia tampak lelah, ia tetap kuat.
Malam itu juga, Reza ada disana. Lita lah yang memberitahukan kalau Amanda bekerja di salah satu resto di kota itu. Diam - diam, Reza datang ke resto itu dengan alasan makan malam dengan menu spesialnya.
Reza dan Lingga sama - sama tiba di resto itu. Mereka tidak saling melihat. Lingga datang bersama Tasya. Lingga sibuk memainkan ponselnya. Tasya lah yang memesan makanan itu.
" Selamat malam, Bu. Ibu mau pesen makanan apa ? disini ada menu andalan kita ," Amanda memberikan daftar menu itu dan menjelaskan nya.
Selesai menjelaskan, matanya tertuju pada pria yang ada di hadapannya.
" Mas Lingga ???" Amanda memastikan lagi kalau itu adalah Lingga. Lalu ia menoleh ke arah Tasya. Amanda buru - buru langsung memakai maskernya, agar Lingga tidak mengenalinya.
Selesai mencatat semua pesanan mereka, Amanda pun pergi.
" Jadi karena wanita itu mas Lingga banyak berubah ? pantasan aja selama 2 tahun mas Lingga ga pernah mau mengabari aku, ternyata di sana dia telah menemukan wanita pilihannya ." ucap Amanda sambil menangis.
Pak Angga melihat kalau Amanda ada masalah.
" Manda , kamu kenapa ?"
" Pak Angga ? ga Pak, saya ga kenapa - napa, Pak !"
" Ya uda lanjut lagi kerjanya !"
Amanda pun mengantarkan pesanan itu kepada Lingga dan teman wanitanya. Perasaan Amanda tidak tenang. Amanda melihat kedekatan mereka, dan ternyata Amanda cemburu melihat wanita yang dekat dengan Lingga.
Betapa hancurnya hati Amanda melihat pria yang selama ini ia nantikan ternyata sudah bersama dengan wanita lain.
Kesedihan Amanda tergantikan dengan kehadiran Reza di resto itu. Reza memberikan secarik kertas kepada pelayan lain, Reza meminta agar Amanda datang menemuinya.
__ADS_1
Pelayan itu pun nurut apa kata Reza. Dan ia menyampaikan pesan itu kepada Amanda. Karena sudah tidak terlalu sibuk, Amanda pun menemuinya.