I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 21 " Bertemu Dengan Mantan Bos "


__ADS_3

Lingga tidak langsung pulang kerumahnya. Ia mampir di kosan Amanda. Lingga keluar dari dalam mobilnya . Ia melihat kalau pintu kosan Amanda tertutup rapat.


Ketika Lingga mau mengetuk pintu kosan itu, tiba - tiba saja Rani dan Amanda tiba. Lingga langsung menoleh ke arah mereka berdua.


" Kalian baru sampai?" tanya Lingga.


" Emang kenapa? bukan urusan anda jugakan ?" ucap Rani dengan lantangnya.


" Kamu mikir ga sih, Amanda itu besok kerja ?trus kalau dia sakit lagi, gimana ? kamu mau tanggung jawab ?"


" Gampang kok, Pak !"


" Gampang apanya ?"


" Kalau Manda sakit, Bapak tinggal cari pengganti yang baru. Gampang kan ? lagian juga Bapak ga pernah kasihan sama Manda, tega banget sih ngekang anak orang !"


" Seharusnya kamu yang kasihan sama Manda, teman kamu ini. Kalau dia saya pecat, trus dia mau makan apa? makan batu ?"


" Tuhan itu maha baik, Pak. Ga hanya perusahaan Bapak aja yang ada didunia ini, masih banyak kok yang mau nerima Manda, jadi ga usah sombong !"


" Uda dong Ran, ga usah ribut mulu, malu diliatin orang - orang,"


" Ga papa Manda, saya itu kasihan aja sama kamu, kamu itu dibentak - bentak. Saya jadi takut, lama - lama Bapak sombong ini suka sama kamu, habisnya kamu di pantau terus sih...!"


" Suka sama Manda? astaga..emang ga ada wanita yang lebih dari Manda ?"


" Ga usah songong jadi orang , ntar kalian jodoh gimana? ga tahu nasib seseorang, Pak. Sekarang aja Bapak benci, ntar juga cinta mati sama Manda, wkwkwkw....! yok buruan masuk Manda !" ajak Rani sambil menarik tangan Amanda.


Mendengar ucapan Rani, Lingga menjadi shock. Ia benar - benar ga nyangka anak itu begitu lancang berbicara padanya.


" Mereka berdua ini ga tahu kalau saya ini pengusaha terkenal ya ? astaga, Manda...saya suka sama Amanda ? oh no....no..no..no....!" ucap Lingga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ia kembali masuk kedalam mobilnya.


Di sepanjang jalan, Lingga jadi kepikiran akan kata - kata Rani. Ia takut kalau ucapan Rani itu akan menjadi kenyataan. Amanda memang cantik, tapi sayangnya kehidupannya kurang beruntung. Dibenak Lingga, wajah Amanda selalu menjadi bayang - bayangnya.


" Ahhhh...kenapa juga saya jadi mikiri anak itu ? Amanda ....kenapa wajah kamu jadi muncul terus ? ohh tidak...Tuhan tolong saya, jangan biarkan wajah Amanda ada dalam ingatan saya terus..plisss...!"


****


" Pagi ma - pa...!" sapa Nadine kepada kedua orang tuanya.


" Sayang, kamu ga sarapan ?"


" Sarapan dong, tapi Nadine mau sarapan bareng seseorang,"


" Hahaha...Mama tahu, bareng Lingga kan ?"

__ADS_1


" Wahh..Mama hebat, tebakannya pas banget,"


" Ia dong, nak ! Mama itu tahu anak gadis Mama yang cantik ini lagi berbunga - bunga, ya kan ?"


" Kira - kira kapan ya Lingga mau menerima cinta kamu, nak ?"


" Sabar dong Pa, Lingga itu ga mau buru - buru, dia itu tipe orang yang selektif, lagian Nadine juga ga mau ahh..langsung nikah ngurus anak. Nadine pengen jadi wanita karir, Pa ! "


" Ya, Papa setuju aja sama kamu. Mana yang baik buat kamu, silahkan !"


" Ya uda, Nadine pamitan ya Pa - Ma, doakan hari ini kerjaan Nadine lancar ya..!"


" Oke sayang...!"


Nadine pun pergi. Ia mengambil ponselnya, ia mencoba menghubungi Lingga. Tapi sayangnya, Lingga tidak mengangkat telpon Nadine. Tanpa pikir panjang, Nadine langsung pergi menuju ke kantor Lingga.


***


Seperti biasa, setiap pergi kerja Amanda selalu bersama Rani. Pagi itu, Amanda menjadi takut, karena kejadian kemarin malam.


Amanda pun tiba di tempat kerja. Setelah mengganti pakaiannya, ia langsung membuatkan kopi dan teh untuk para pegawai.


Tak berapa lama Lingga pun tiba dikantor. Ia melihat kalau Amanda sedang mengepel lobi depan. Perasaan Lingga pun menjadi lain. Ia selalu ingat akan kata - kata Rani. Amanda melihat kedatangan Lingga.


" Selamat pagi, Pak !" sapa Amanda.


Amanda pun melanjutkan pekerjaannya. Nadine tiba dikantor itu. Buru - buru ia masuk, tanpa melihat ada ember yang berisikan air.


Brakkkk...air pun tumpah. Sepatu milik Nadine pun basah kuyub. Nadine pun menangis.


" Astaga...kerjaan siapa ini ?" tanya Nadine dengan suara keras. Amanda langsung berlari dan melihat kalau sepatu Nadine sudah basah.


" Bu Nadine ?"


Nadine mengenali suara itu. Perlahan ia mengangkat kepalanya.


" Kamu ? Amanda ? kamu ngapain disini ?"


" Saya kerja, Bu !"


" Jangan bilang, ini air karena ulah kamu?"


" Maaf, Bu. Tapi Ibu yang salah, Ibu ga lihat kalau lantai ini baru aja di pel, "


" Goblok kamu, saya tahu lantai ini baru di pel, tapi jangan buat dong ada ember di tengah - tengah, kan saya ga lihat !"

__ADS_1


" Ibu juga yang salah, kenapa juga ga Ibu lihat, padahal embernya kan besar, Bu !"


" Ga dikantor saya, dikantor Mas Lingga, kamu tetap aja buat masalah. Mas Lingga perlu tahu, kalau karyawan OG nya ini uda membuat saya hampir jatuh. Kamu tahu kan sepatu saya ini mahal, gaji kamu sebulan aja belum tentu bisa mengganti sepatu saya, ngerti kamu ?"


Amanda hanya diam. Ia semakin takut kalau Nadine akan melaporkannya pada Lingga. Pastilah Lingga akan marah besar.


Nadine pun berteriak - teriak memanggil Lingga, karena merasa terganggu, akhirnya Lingga pun turun. Ia melihat kalau dibawah ada Nadine dan Amanda.


" Untung aja kamu datang Mas. Nih...si Manda, teledor banget, naruh ember pel di tengah - tengah, hampir aja saya jatuh. Lihat nih Mas, sepatu saya jadi basah."


" Maaf, Pak. Saya ga sengaja !"


" Manda, sekarang kamu bersihkan lantai itu sampai kering. Nanti temui saya, saya akan berikan kamu pelajaran !"


" Pak, jangan pecat saya, saya mohon, Pak !"


" Pecat aja deh Mas, ngapain juga kamu pelihara OG model beginian, kerjaannya teledor, ga pernah becus. "


" Ya uda Nadine, sekarang kita naik ke atas !"


Lingga dan Nadine pun pergi meninggalkan Manda seorang diri. Amanda pun menangis. Ia sangat takut kalau Lingga akan memecatnya.


Amanda kembali mengepel lantai itu sampai kering.


" Kenapa ga kasih kabar, kalau kamu datang kesini?" tanya Lingga.


" Mas Lingga, coba deh cek ponselnya !"


" Kenapa dengan ponsel saya?"


" Hhmm...Mas, dari tadi saya itu uda menghubungi Mas lho...tapi Mas Lingga ga ada ngejawab telpon dari saya ,"


" Oh ya? maaf ya !"


" Mas uda sarapan belum ?"


" Belum, kamu gimana ?"


" Belum juga. Saya kesini itu mau ngajakin Mas sarapan bareng, "


" Kamu mau sarapan apa?"


" Kita cari di luar dong,"


" Hhm...ya uda , kita cari sarapan diluar."

__ADS_1


Nadine sangat senang sekali akhirnya Lingga mau menuruti permintaannya.


__ADS_2