I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 60 " Berpura - Pura "


__ADS_3

Amanda pun tiba di kosan itu. Suasan kosan itu tidak berubah sama sekali. Masih tetap seperti yang dulu. Apalagi cat warna kosan itu juga masih sama seperti yang dulu.


Amanda membuka pagar kosan itu. Ia pergi ke rumah Ibu Yani tepat di samping kosan itu. Ia mencoba mengetuk pintu rumah itu. Dan tak berapa lama, seorang pria bertubuh tinggi keluar dari dalam rumah.


Amanda kaget dengan keluarnya seorang pria dari dalam rumah Bu Yani.


" Maaf Pak, saya mau nanya Ibu Yani pemilik kosan ini ada ? atau sudah pindah ?"


" Ada, Ibu ada didalam, kamu siapa ?"


" Saya Amanda, Pak. Dulu saya pernah ngekos disini, saya juga teman Rani. "


Tak berapa lama, Ibu Yani dan Rani keluar.


" Amanda ?" sapa Rani.


" Rani ? kamu apa kabarnya ?"


Mereka berdua saling berpelukan. Amanda menangis dipelukan Rani. Ingin rasanya ia segera bercerita semua masalah yang dihadapinya.


" Kamu kenapa nangis? ya uda kita masuk dulu !" tawar Ibu Yani.


Mereka semua pun masuk kedalam rumah. Ibu Yani segera mengambilkan air putih untuk Amanda. Amanda masih saja terus menangis.


" Uda jangan nangis lagi, kemana aja selama ini kamu ? kamu ga kasih kabar sama sekali, saya kira kamu uda pulang ke desa,"


" Ran, saya ? oh ya, dia siapa kamu ?" Amanda menunjuk pria yang masuk kedalam kamar.


" Astaga, saya sampai lupa. Dia suami saya, Manda. Kamu tahukan, seminggu setelah kamu pergi, saya langsung menikah. Saya dan Ibu terus mencari kamu, tapi kamu ga keliatan batang hidungnya, kami ga tahu kamu pergi kemana. Padahal, saya pengen banget waktu nikahan saya, kamu ada disana. Tapi ya sudahlah, sekarang kita uda bersama lagi, semoga kamu ga pergi kemana - mana lagi ya !"


Amanda kembali menangis.


" Oh ya, itu pipi kamu sebelah kanan kenapa? kok kayaknya bekas luka ?" tanya Rani.


" Ia Ran, itu bekas luka. Saya dan mas Lingga baru saja kecelakaan,"


" Apa ? kamu sama Pak Lingga kecelakaan ? dimana? kapan ?"


Terpaksa Amanda menceritakan semua kejadian dari awal hingga sampai mereka kecelakaan. Amanda terus menangis. Ia sangat menyesal karena begitu polosnya dan pasrah begitu aja mencintai Lingga tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Mendengar cerita dari Amanda, Rani pun menjadi sedih melihat sahabatnya itu.


Amanda juga menceritakan kalau Lingga mengalami buta dan tidak bisa berjalan. Ia juga menceritakan kalau Ibu Nania menyuruhnya untuk pergi meninggalkan Lingga.


Rani tak kuasa menahan tangisnya. Ia menangis mendengarkan cerita sahabatnya itu. Rani memeluknya, memberikan semangat untuk sahabatnya itu.


" Kamu yang sabar ya, Manda. Kamu harus yakin, kalau Tuhan berkehendak, pasti kalian berjodoh. Sejauh apa pun , kemana pun pergi Lingga, kalau kalian jodoh pasti kalian bertemu kembali. Sekalipun Mama Pak Lingga tidak menyetujui kamu sebagai mantunya. Kamu orang baik Manda, pasti kamu akan mendapatkan yang terbaik juga. Kamu harus yakin ya !" Rani kembali memeluk Amanda.


Mendengarkan cerita mereka, Ibu Yani juga sedih. Ia terus memeluk Amanda. Tak henti - hentinya ia terus mencium kening anak itu.


****


Malam hari pun tiba, Lingga sangat gelisah, karena sedari tadi ia tidak mendengarkan suara Amanda. Ia mencoba menanyakan pada perawat kemana pergi Amanda, tapi sayangnya perawat itu tidak tahu.


Lingga tidak tenang, firasatnya mengatakan kalau sudah terjadi sesuatu sama Amanda.


Malam itu, Lita lah yang menjaga Lingga.


" Selamat malam, mas !" sapa Lita.


" Lita ? kamu Lita kan ?"


" Ia dong, masa suara adik sendiri ga kenal, gimana sih ?"


" Mbak Amanda ?"


" Ia, Amanda pergi kemana? Amanda ga pernah mau ninggalin mas, dia selalu ada disini. Kalau pun dia pergi, pasti dia pamit dulu sama mas,"


" Waduhh, saya ga tahu mas, mbak Amanda pergi kemana. Ntar, saya telpon Papa dulu,"


Lita menghubungi Papa nya, ia menanyakan kemana Amanda pergi. Jawaban Papa nya sama saja, ia tak tahu kemana Amanda pergi.


Lita mencoba menghubungi Mama nya, Mama Nania mengatakan kalau ia juga tidak tahu, padahal Mama Nania telah mengusir Amanda.


" Apa kata Papa - Mama ? mereka tahu kemana Amanda ?"


" Ga mas, Papa - Mama ga tahu kemana mbak Amanda pergi. "


" Astaga, Manda ? kemana kamu pergi ?"

__ADS_1


" Sabar ya mas, paling juga ke rumah kali, ngambil pakaiannya. "


" Ya, semoga aja. Tapi filling mas ga enak banget, sepertinya ada sesuatu terjadi sama Amanda."


Malam pun semakin larut, Lingga semakin tidak tenang . Ia menyuruh Lita untuk menghubungi Amanda. Tapi sayangnya nomor ponsel Amanda tidak bisa dihubungi.


Begitu juga Amanda, Amanda tidak tenang ia terus gelisah, ia selalu kepikiran Lingga, ia tidak bisa jauh darinya.


Di kamar kosannya, Amanda terus menangis. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


Rani sebagai sahabat yang baik sangat mengerti sekali kesedihan yang di alami Amanda. Malam itu, Rani juga tidak bisa tidur. Ia mencoba menemui Amanda.


" Kamu belum tidur ?" tanya Rani.


Amanda menggelengkan kepalanya.


" Lihat tu mata kamu, karena nangis terus akhirnya bengkak. Manda, kamu kangen sama Pak Lingga ?"


Amanda menganggukan kepalanya. Rani melihat jam sudah menunjukan pukul 11.30, rasanya tak mungkin membesuk Lingga ke rumah sakit di jam segini.


Rani mencoba mencari jalan keluar. Akhirnya ia memutuskan membawa Amanda pergi ke rumah sakit dengan alasan sakit kepala.


Akhirnya Amanda pun mengikuti ide sahabatnya itu. Rani pun meminta ijin pada Ibu dan suaminya, kebetulan suami nya lagi piket malam karena seorang polisi. Dengan rumah sakit yang sama, akhirnya mereka pun pergi.


Tibalah mereka di rumah sakit itu. Rani mendaftarkan Amanda sebagai pasien. Dokter dan perawat pun memeriksa keadaan Amanda. Setelah selesai registrasi pasien, Amanda pun langsung di antar menuju ruang inap.


Amanda tidak yakin rencana Rani akan berhasil. Tapi Rani tetap memberikan semangat kepada Amanda , kalau rencananya akan berhasil.


Rumah sakit sudah tampak sepi, tidak ada lagi orang yang berlalu lalang untuk membesuk. Rani dan Amanda pun diam - diam menemui Lingga. Amanda memberitahukan dimana letak posisi ruangan Lingga. Ternyata ruangan mereka tidak begitu jauh.


Rani menemui perawat yang dinas pada malam itu. Ia menceritakan kepada mereka bahwa Amanda adalah kekasih dari Lingga. Rani menceritakan semua masalah yang di hadapi Amanda, yaitu masalah terhalang restu.


Rani meminta kepada perawat itu untuk membantu Amanda agar bisa bertemu dengan Lingga dengan cara Amanda berpura - pura menjadi perawat.


Setelah berunding dengan kedua perawat itu, akhirnya Amanda mendapatkan ijin dari mereka, Amanda langsung mengganti pakaiannya menjadi pakaian dinas perawat. Kebetulan, salah satu perawat itu mempunyai stok baju dinas yang ia tinggal di loker rumah sakit.


Amanda sangat gugup. Ia membawa botol infus dan peralatan lainnya. Amanda langsung memakai maskernya dan ia pun masuk kedalam ruangan itu. Malam itu, Lita yang bertugas menjaga kakaknya.


Lita yang belum juga tidur, ia sedang sibuk memainkan ponselnya.

__ADS_1


Amanda harus kelihatan tenang, ia tidak mau mengecewakan rencana Rani. Ini semua dilakukan Rani demi dirinya, demi bisa bertemu dengan Lingga sebelum Lingga pergi ke Amerika.


Amanda mengatur nada suaranya. Ia mencoba bersikap santai. Ia pun melihat Lingga yang sedang tertidur pulas itu. Ingin rasanya memeluk tubuh pria yang tak berdaya itu. Amanda terus mencoba menahan air matanya.


__ADS_2