I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 64 " Nadine dan David Menikah "


__ADS_3

Keadaan di Amerika


Dokter Sam, adalah dokter yang akan menangani terapi kedua kaki Lingga. Dokter Sam meminta pada Lingga untuk tidak khawatir dan takut, team dokter akan menangani penyembuhan tersebut.


Dan untuk kedua mata Lingga, dokter Lily lah yang menanganinya. Keluarga Lingga mempercayakan mereka, karena yang mereka tahu, dokter di rumah sakit itu sangat bagus.


Lingga dan keluarganya hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada dokter di rumah sakit tersebut, berapa pun biayanya, Pak Chandra akan siap membayarnya.


Dokter Sam meminta pada Lingga untuk kerja samanya yang baik. Terapi pertama pun dimulai. Lingga tidak merasakan sakit sama sekali pada kedua kakinya. Kedua kaki itu seperti mati rasa, tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Lingga tidak tahu, apakah ia bisa kembali berjalan. Ia pun teringat dengan Amanda. Demi Amanda, Lingga harus bisa sembuh dan tetap semangat menjalani terapinya.


Mama Nania tetap setia menemani anak sulungnya itu. Mama Nania terus menangis melihat keadaan anak nya itu.


" Nak, kamu pasti bisa sembuh, kamu pasti bisa jalan lagi !" ucap Mama Nania memberikan semangat pada anaknya itu.


" Ia, Ma. Demi Amanda, Lingga harus sembuh ,"


Mendengar Lingga menyebut nama Amanda, Mama Nania langsung menarik nafasnya dalam - dalam.


" Amanda lagi..Amanda lagi..dipikiran kamu itu hanya Amanda, kenapa sih terus Amanda..Amandaaaaaa...pusing Mama,"


Mama Nania pun pergi meninggalkan Lingga. Lingga hanya bisa tersenyum melihat Mama nya itu terus marah - marah.


Lita melihat kalau Mama dan Kakaknya habis ribut masalah Amanda.


" Sampai kapan sih Mama itu bisa ngerti perasaan kita ?" tanya Lita.


" Ntahlah, kalau kayak gini, mas ga akan nikah - nikah dong, hehehe...!"


" Mas Lingga, mas sabar ya,"


" Mas sabar kok, kalau pun mas ga bisa sembuh lagi, mas sudah pasrah. Mas ga yakin, Amanda itu mau menerima mas, pria buta dan lumpuh."


" Mas Lingga ga boleh pesimis gitu, mbak Manda itu akan setia sama mas, dia pasti nunggu mas Lingga,"


" Mas ga yakin. Amanda itu masih muda, dia cantik, walaupun hidupnya seperti itu, pasti banyak pria yang mau mencintai nya. Mas ga akan memaksa dia, Lita."


Mendengar ucapan kakaknya itu, Lita menangis.


" Mas, semoga saja ada pendonor mata ya !"


Lingga pun menganggukan kepalanya.


****


Keadaan di Indonesia.

__ADS_1


Sebelum pergi bekerja, Amanda selalu menanyakan kabar dari Lingga. Ingin rasanya Amanda menceritakan kerinduan yang ia rasakan.


Perbedaan jarak dan waktu tidak membuat mereka berdua saling lupa diri. Support dan doa untuk Lingga tak henti - hentinya ia haturkan.


Amanda mencoba mengirimkan pesan untuk Lingga. Ia mengirimkan pesan tersebut lewat Lita, adik Lingga.


Pesan Amanda, ia hanya mengatakan kalau dirinya sangat merindukan Lingga.


Ia akan menunggu Lingga kembali ke Indonesia.


Sebulan dua bulan, Lingga masih mau membalas pesan dari Amanda. Lingga semakin tidak percaya diri, apakah ia bisa sembuh atau tidak.


Lingga takut kalau Amanda tidak akan lagi mencintainya. Lingga pun terpaksa harus berbohong, Lingga menyuruh Lita untuk mengatakan kalau Lingga sibuk dengan terapinya.


Berat rasanya harus berbohong, tapi Lingga tidak mau menggantung Amanda. Lingga pun menyuruh Amanda untuk mencari laki - laki lain yang bisa membahagiakannya.


Mendengar ucapan Lingga, Amanda menangis. Tidak segampang itu mencari pengganti Lingga. Apalagi Lingga pernah memberikan hasil buah cintanya pada Amanda, walaupun mereka tidak dapat memilikinya.


Bagi Amanda, Lingga adalah cinta pertamanya, begitu juga sebaliknya.


" Manda, saya ikhlas dengan semua ini, kamu jangan pernah lagi menunggu saya, mungkin juga kita ga akan pernah bertemu lagi, "


" Ga mas, mas pasti sembuh, mas uda janjikan akan menikahi Manda ? mas ga boleh ngomong gitu,"


" Ia, memang dulu saya pernah berjanji, tapi janji itu saya tarik kembali, Manda. Saya takut saya ga kan bisa seperti yang dulu lagi. Jadi, silahkan aja, kamu cari laki - laki yang bisa membuat kamu bahagia, saya ikhlas kok,"


" Dulu Ibu Nania juga pernah minta sama Manda untuk menjauhi mas Lingga, tapi saya ga mau, karena mas Lingga itu pasti benar - benar sayang sama Manda, tapi kali ini, karena mas Lingga sendiri yang minta untuk menjauhi mas, Manda siap kok, kalau memang itu yang terbaik untuk Mas Lingga. Semoga mas Lingga lekas sembuh ya,"


" Manda ?"


" Ga papa, mas. Itu kan yang mas inginkan ? menjauhi mas Lingga. Manda tahu diri kok mas, Manda ini memang ga pantas buat mas Lingga. Semoga mas Lingga cepat sembuh dan cepat menemukan jodoh mas ya !"


" Manda, kok jadi ngomong gitu ?"


" Kan mas duluan yang minta Manda menjauhi mas Lingga,"


" Ia , tapi kenapa kamu pasrah gitu aja ?"


" Pasrah gimana ? bukannya mas Lingga yang pasrah ?"


Amanda langsung menutup telponnya. Merasa kecewa atas sikap Lingga. Tapi Amanda tidak akan memaksakan kehendak Lingga.


Amanda menceritakannya pada Rani, Rani tidak mau melihat sahabatnya itu terus - terusan sedih dan terlalu menunggu Lingga, akhirnya Rani meminta padanya untuk tidak lagi menghubungi Lingga.


" Manda, kalau memang Pak Lingga yang memintanya, kamu harus ikhlas, mungkin Pak Lingga juga ga mau menggantung diri mu. Manda, kamu layak bahagia, masih banyak Lingga diluar sana, kamu pasti bisa melupakan Pak Lingga. Kamu positif thinking aja, mungkin Pak Lingga melakukan ini semua, dia ingin fokus pada terapinya, pada kesembuhannya. Kamu sabar ya !"


" Ia Ran. Lagian hubungan tanpa restu orang tua itu juga ga baik, saya ga akan terus memaksakannya. "

__ADS_1


" Gitu dong, "


Rani memeluk erat sahabatnya itu.


****


Setahun telah berlalu, kini Lingga tidak pernah sama sekali menanyakan kabar Amanda lagi. Begitu juga Amanda, ia pun tidak pernah lagi menanyakan kabar Lingga.


Amanda tidak tahu apakah Lingga sudah sembuh atau belum sama sekali.


Pelan - pelan Amanda bisa melupakannya, walaupun terkadang terlintas dalam benaknya.


Restoran tempat Amanda bekerja, mendapatkan amanah sebagai catering untuk acara nikahan. Ternyata Nadine dan David menikah.


Amanda ikut dalam acara tersebut. Dia di hunjuk Pak Angga untuk melayani para tamu di acara pesta tersebut.


Amanda dan teman - temannya pun tiba di lokasi acara itu.


" Manda, keren banget ya dekorasi pestanya, gila benar dah !" ucap salah satu teman Amanda.


" Ia, pasti orang kaya ya , hehehe...!"


" Ia, bener banget. Kamu tahu ga, saya tu pengen banget, kalau saya pesta nanti bisa kayak gini, "


" Pasti kamu bisa, ga ada yang ga mungkin kok, Bil !"


" Kamu sendiri gimana Manda, kamu ga pengen nikah ?"


Disinggung masalah nikah, Amanda pun terdiam. Tiba - tiba saja, ia ingat akan janji Lingga. Dulu Lingga pernah menjanjikan akan menikahinya.


" Saya takut, Bil. "


" Takut kenapa ?"


" Mana ada yang mau sama saya, hehehe...!"


" Ga usah ngomong gitu, Amanda itu karyawan paling cantik di resto Pak Angga, jadi ga usah merendah gitu, "


" Hahaha, paling cantik dari mana ? kamu itu ada - ada aja, berlebihan, tahu ga !"


" Ga berlebihan kok, emang kenyataannya. Kamu itu anak yang baik, rajin , cantik juga . Kamu sabar ya, pasti suatu saat ada kok jodoh mu,"


" Hahaha, ia. Makasih banyak ya Bil !"


Bila dan Amanda langsung siap - siap. Amanda melihat sebuah fhoto prawed yang dipajang di sudut gedung. Amanda mendekati fhoto itu. Dan ternyata yang menikah adalah Nadine dan David.


" Astagaaaa, jadi yang menikah Nadine dan David ?"

__ADS_1


Dan tak berapa lama, semua para tamu pun berdatangan.


__ADS_2