I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 56 " Perban Mata "


__ADS_3

" Mama lihat kan, karena sikap Mama pada Amanda, dia pergi gitu aja ?"


" Kamu kenapa sih Lita, kenapa jadi belain dia ?"


" Lita bukan ngebela Amanda, Ma. Mama lihat sekarang keadaan mas Lingga, sekarang kondisi mas Lingga sama sekali ga bisa normal lagi, apakah ada wanita yang mau menerima dia dengan kondisi buta dan lumpuh ? Ma, hanya Amanda harapan mas Lingga, hanya Amanda yang bisa menerima dia apa adanya. Tolonglah Ma, jaga sikap Mama terhadap Amanda !"


" Mama ga bisa menerima wanita itu. Karena dia uda buat sial hidup Lingga. Coba kalau Lingga ga kenal dengan Amanda, pasti ga akan seperti ini hidup Lingga. Amanda itu hanya ingin mengincar harta Lingga. Kalian harus tahu, kenapa ia mau hamil di luar nikah, karena apa coba ? ya karena uang, uang Lingga. Jadi, pliss deh..buat kamu Lita dan Papa, ga usah ngebela anak itu lagi. Kita lihat aja nanti, apakah dia masih sayang sama Lingga ? atau malah pergi jauh meninggalkan Lingga ? "


" Cukup Ma, Papa ga mau dengar lagi Mama itu merendahkan Amanda. Papa tahu betul bagaimana perjuangan Lingga mendapatkan Amanda. Mama mau tahu, kenapa Lingga sampai menghamili Amanda ? karena ia ingin hanya Amanda dalam hidupnya. Lingga ga mau kehilangan anak itu. Ma, jangan pernah lagi membenci Amanda. Mama tahu , kita ga akan lama lagi di dunia ini, kita itu uda tua, kita ga bisa selamanya bersama Lita dan Lingga. Mereka semua akan mempunyai jalan hidupnya masing - masing. Mama mau melihat Lingga hidup sendiri, sebatang kara, tanpa bisa melihat dan berjalan ? Mama mau? Mama lihat, Amanda itu anak yang baik, cantik, laki - laki mana pun masih mau menerima dia, sedangkan Lingga ? siapa yang mau, Ma ? oke, kalau hartanya masih ada, kalau hartanya sudah ga ada lagi ? dia hidup susah ? siapa yang mau ?"


Mama Nania pun menangis


" Mama ga usah nangis. Mama harus minta maaf pada Amanda, Mama mau kan ? Ma, kita akan sama - sama mengurus Lingga, sampai kemana pun kita akan berusaha membuat Lingga sembuh. Jadi tolong untuk kerja samanya, kita itu butuh Amanda. Hanya dia yang bisa menguatkan Lingga, Mama mau kan ?" pinta suaminya .


Mama Nania masih saja menangis. Lita pun memeluk erat tubuh Mama nya itu.


" Ma, temui mbak Amanda sekarang juga, demi mas Lingga, Ma !" titah Lita.


Mama Nania menggelengkan kepalanya.


" Ma, besok perban mata Lingga akan dibuka, itu artinya Lingga akan menanyakan semua ini, dan ia pasti akan bertanya dimana Amanda. Papa ga mau di depan Lingga kita semua sedih, ribut. Papa mau kita semua memeluk erat Lingga, tetap mendukungnya, memberikan semangat untuknya. Mama bisa ajak Amanda untuk membantu Lingga tetap semangat. Pliss, Ma !"


Mama Nania belum bisa menerima Amanda begitu saja. Mama Nania pergi meninggalkan suaminya dan Lita.


****


Karena Lingga sudah melewati masa kritisnya, dokter dan perawat sudah berada diruangan dimana Lingga di rawat. Pagi itu, dokter akan membuka perban mata Lingga. Disana juga sudah ada Papa, Mama dan Lita.


Sebelumnya Lita sudah memberitahukan pada Amanda, kalau pagi ini perban mata Lingga akan di buka. Tapi Amanda tidak ingin ikut, ia tidak mau menganggu keluarga itu.


Lita tidak bisa memaksa Amanda. Lita hanya minta pada Amanda untuk tetap mendoakan kakaknya itu. Diam - diam, Amanda datang untuk melihat Lingga. Ia hanya bisa melihatnya dari kaca jendela ruangan itu.


" Selamat pagi, Lingga !" sapa dokter itu.


" Dokter, apa yang terjadi pada saya ?"

__ADS_1


" Kamu ga papa, Lingga. Kamu baik - baik aja, kok ! Oh ya, hari ini kita akan membuka perban mata kamu ya!"


" Kenapa mata saya, dok ? kenapa harus diperban ?"


" Ada sedikit cedera, jadi saya harus memberikan tindakan pada mata kamu !''


Lingga mulai tidak tenang. Ia semakin gelisah. Keringat dingin mulai mengucur dari pelipis wajahnya. Jantungnya berdetak sangat cepat sekali.


Dokter membuka perban itu perlahan - lahan, dokter itu dibantu oleh salah satu perawat. Balutan perban pun habis.


" Lingga, sekarang buka kedua mata kamu !" titah dokter itu.


Papa, Mama dan Lita begitu juga Amanda yang melihat dari luar, mereka semua menangis.


Lingga mencoba membuka kedua matanya perlahan - lahan. Dan kegelapan menyelimuti pandangannya.


" Dok, kenapa mata saya ? kenapa saya ga bisa melihat, dok ? kenapa gelap dok? dokterrr...dokter dimana ?"


Lingga mencoba mengusap - usap kedua matanya. Lingga sangat panik sekali.


" Apa ? jadi saya buta ? saya buta, gitu dok ? jawab dokterrrrrr....!!!" teriak Lingga.


Semua yang ada diruangan itu sangat terkejut mendengar teriakan Lingga. Begitu juga Amanda. Ia menangis. Ingin rasanya ia memeluk Lingga, tapi ia takut kalau Mama Nania marah dan akan membuat keributan.


Mama Nania dan Lita pun menangis. Mereka tidak bisa berbuat apa - apa.


" Lingga !" panggil Papa nya.


" Papa ? apakah itu Papa ?"


Pak Chandra menghampiri Lingga.


" Ia nak, ini Papa. Papa, Mama dan adik mu ada disini."


" Pa, jawab Lingga, dokter ini bohongkan ? Lingga ga buta kan, Pa ? jawab Pa. Mama, Lita kalian ada dimana ? kenapa saya bisa begini ? kemana mata saya ? jawab Mama, Litaaaa !!"

__ADS_1


Tangisan Mama Nania dan Lita pun pecah.


" Linggaaaaaaa, hiks..hiks..hiks..hiks..!" peluk Mama Nania.


Lingga mencoba mengangkat kedua kakinya, tapi sayangnya kakinya tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Melihat hal itu, semua yang ada diruangan itu sangat sedih sekali. Dokter dan perawat itu pun merasakan kesedihan yang amat mendalam.


" Dok, kenapa lagi kaki saya ? kenapa ini dok? jawab dokterrrr, kenapa kaki saya ?"


Dokter Irwan, dokter yang menangani Lingga, ia tidak kuasa menahan air matanya. Dokter itu mendekatinya dan memeluknya.


" Kamu anak yang hebat, Lingga. Tuhan memberikan cobaan ini buat kamu, karena kamu anak yang kuat, anak yang hebat. Tuhan mau, kamu istirahat untuk sejenak, supaya kamu ga lelah dengan semua ini. Tuhan sayang sama kamu,"


" Jadi saya ? saya juga ga bisa jalan ? gitu dok ?" tanya Lingga terbata - bata.


" Kamu yang sabar ya, kamu pasti bisa melewati ini semua, "


" Tinggalkan saya sendiri, " ucap Lingga.


" Lingga ? nak, ini Mama !"


" Tinggalkan saya sendiri, jangan ganggu saya, pergi kalian semuaaaaaa...!!!" teriak Lingga sambil melempar selimut yang ia pakai.


Karena permintaan Lingga, semua nya pun pergi. Amanda melihat kalau Lingga sangat terpukul sekali.


Mama Nania melihat kalau Amanda menangis. Mama Nania mendekatinya dan berbisik pada Amanda.


" Saya ga mau ribut sama kamu. Saya hanya mau minta sama kamu, jangan pernah melihat Lingga lagi, silahkan kamu pergi , pergi sejauh mungkin. Pergi kemana pun kamu mau, kamu ngertikan ?"


" Bu, ijinkan saya melihat mas Lingga,"


" Kamu budek ya ? kamu ga dengar saya tadi ngomong apa? kamu pergi sejauh mungkin. Kamu itu pembawa sial buat keluarga kami. "


Mama Nania pun pergi meninggalkan Amanda. Amanda hanya bisa menangis.

__ADS_1


" Mas Linggaaaaa....!" tangis Amanda.


__ADS_2