I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 35 " Bertengkar Dengan Ibu "


__ADS_3

Sekar tidak bisa menutupi masalah ini berlarut - larut, ia semakin di hantui rasa bersalah pada Amanda. Diam - diam, Sekar pergi kerumah Lingga. Ia ingin menemui Amanda disana. Ia ingin memberitahukan siapa dia sebenarnya.


Sekar tidak melihat disana ada mobil Lingga. Ia pun memberanikan dirinya mengetuk rumah itu. Tak berapa lama Amanda datang untuk membukakan pintu rumah.


" Ibu Sekar, ada apa?" tanya Amanda.


Sekar langsung memeluk Amanda. Ia menangis di pelukan anaknya itu.


" Ini kenapa?" tanya Amanda. Amanda merasa sangat heran, mengapa seorang Ibu Sekar, istri seorang pengusaha terkenal bisa menangis di pelukannya.


" Manda, saya mau bicara sama kamu. Ini penting sekali !"


" Bicara apa, Bu?ehhmm..baiklah, kalau begitu silahkan masuk !"


Amanda mempersilahkan Ibu Sekar untuk masuk kedalam. Sekar mengeluarkan sebuah fhoto, fhoto itu adalah fhoto nenek Surti.


" Kamu kenal dengan wanita ini?" tanya Sekar.


Saat itu Lingga sedang berada dirumah. Mobilnya seperti biasa, sedang berada di car wash. Lingga mendengar suara tangisan. Ia langsung keluar dan melihat dari atas siapa yang datang.


" Tante Sekar ? ngapain dia kesini? ada perlu apa dia sama Manda?" gumam Lingga.


Lingga melihat kalau Tante Sekar sedang menangis dan memegang sebuah fhoto.


" Manda, kamu kenal dengan wanita ini?"


Amanda mengambil fhoto itu. Amanda langsung menangis.


" Ini nenek saya, nenek Surti. Dari mana Ibu punya fhoto nenek saya?''


Tangisan Sekar pun pecah.


" Kamu Amanda anak saya, saya ini Ibu kamu, Ibu kandung kamu, Ibu yang melahirkan kamu,"


Bagai disambar petir di siang bolong, Amanda dan Lingga sangat terkejut sekali mendengarkan penjelasan Ibu Sekar.


" Tante Sekar adalah Ibu nya Amanda ?" tanya Lingga penasaran.

__ADS_1


Amanda menangis. Ia menggelengkan kepalanya.


" Ibu adalah Ibu kandung saya?"


Sekar menganggukan kepalanya.


" Manda, Ibu ini adalah Ibu kandung kamu, dan fhoto ini, ini adalah fhoto Ibu saya, Ibu Surti, nenek kamu !"


" Ibu jangan macem - macem sama saya. Ibu pikir, saya langsung percaya gitu aja?"


" Manda, Ibu ga bohong. Kamu ingat kan, waktu saya nanya sambal buatan kamu, kamu tahu hanya Ibu saya yang tahu resep itu !"


" Saya ga punya Ibu seperti anda. Kalau memang anda Ibu saya, kenapa sekarang anda baru muncul dihadapan saya, selama ini Ibu kemana????" bentak Amanda.


Mendengarkan Amanda menangis histeris, ingin rasanya Lingga melerainya, tapi ia tidak ingin ikut campur masalah mereka.


" Manda, maafkan Ibu nak, Ibu ga ingin meninggalkan mu, kamu tahu kan kita itu dulu orang susah, Ayah kamu ga sanggup untuk ngidupin kita. "


" Trus Ibu pergi dan Ibu mendapatkan laki - laki kaya, Ibu lupa semua kan? lupa sama saya, nenek dan ayah. Kalau Ibu itu ingat kita di desa, Ibu pasti mikir untuk menikah lagi. Apakah Ibu ada minta ijin sama nenek untuk menikah lagi ? ga ada kan? Ibu pergi gitu aja, tanpa pernah sekalipun ngabari kita."


Sekar hanya bisa menangis.


" Manda, jangan gitu nak, Ibu sayang sama kamu,"


" Tapi Manda ga, Bu. Manda ga sayang sama Ibu, Ibu uda ninggalin Manda dari kecil. Manda ga pernah dapat kasih sayang dari seorang Ibu. Ibu lupa sama Manda, sama nenek. Sekarang Ibu pergi dan jangan lagi menampakkan diri Ibu disini !"


" Ga Manda, Ibu ga akan pergi sampai kamu mau maafin Ibu. "


" Manda ga mau maafin Ibu."


" Kenapa ? kenapa kamu sekarang jadi anak egois? "


" Siapa yang egois, Bu???? bentak Manda.


" Jadi ini hasil didikan nenek kamu, jadi anak yang suka melawan, jadi anak yang durhaka??"


" Jangan bawa - bawa nenek saya, kalau saya seperti ini, itu karena Ibu."

__ADS_1


" Kamu hanya bisa marah sama Ibu, gimana Ayah kamu? kamu ngebela dia? kamu tahu kan Ayah kamu itu juga uda nikah?"


" Intinya saya ga perduli pada kalian, ngertiiiiii???? saya ga mau tahu kalian itu bagaimana, karena kalian berdua uda tega ninggalin Manda !!!!"


" Manda , kamu ga bisa gini nak !"


" Ga bisa gimana? ga bisa menerima kalian? trus Manda harus apa, Bu? seenaknya aja Ibu ngatur - ngatur hidup Manda,''


" Ibu ga ngatur hidup kamu, nak. Ibu hanya ingin kamu tahu, kalau Ibu itu sayang sama kamu,"


" Ga usah basa - basi sama Manda, Bu. Biarkan Manda hidup seorang diri, sekarang Ibu pergi dari sini !"


" Saya ga akan pergi, sebelum kamu maafkan Ibu !"


Amanda pun menjadi geram. Ia pergi meninggalkan Ibunya. Manda pergi berlari ke luar rumah.


Melihat Manda pergi, Lingga pun panik. Ia mencoba bertahan di tempat persembunyiannya.


Sekar langsung mengejar Amanda. Tapi sayangnya, Sekar tidak menemukan Amanda. Sekar menangis histeris. Ia tidak mau dibenci oleh Amanda.


Amanda terus berlari, tibalah ia ditaman dekat komplek rumah. Ia memasuki taman itu, ia menangis sejadi - jadinya.


" Dunia ini ga adil, Tuhannnnnnn.....!!!!" tangis Amanda semakin pecah.


Lingga pun mencari Amanda. Ia terus berjalan, hingga ia tiba di sebuah taman. Lingga melihat kalau Amanda ada disana. Amanda masih saja terus menangis.


" Mandaaaa....!" panggil Lingga dengan lembut.


Amanda tidak memperdulikan suara yang memanggilnya itu. Ia terus menangis. Lingga duduk disampingnya.


" Menangis lah, kalau itu yang membuat mu tenang. Menangis lah sekuat - kuatnya, saya yakin dengan kamu menangis, perasaan mu akan lega. " ucap Lingga.


Amanda pun berhenti menangis. Lingga memberikan tissue padanya.


" Kamu uda berhenti nangis? nihh...!" Lingga menyodorkan tissue pada Amanda.


" Saya uda tahu semuanya, memang berat kamu harus menerima ini semua. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, Ibu itu adalah Tuhan yang kita lihat, karena surga itu ada ditelapak kaki Ibu. Manda, kamu itu uda dewasa, kamu tahu mana yang baik dan tidak bagi kamu, seharusnya kamu bersyukur karena Tuhan sudah mempertemukan kamu dengan Ibu mu, walaupun sebenarnya keadaannya ga seperti yang kamu harapkan. Berat memang harus menerima itu semua, tapi saya yakin , kamu anak yang baik, mau memaafkan. Kamu ga mau kan jadi terus seperti ini? marah pada diri sendiri, marah pada keluarga? kalau kamu benci sama Ibu yang uda melahirkan kamu, rejeki kita itu akan susah, Manda !"

__ADS_1


Amanda kembali menangis.


" Manda, kamu itu anak yang kuat, sabar, kamu mau kan membahagiakan alm nenek kamu? perlahan - lahan kamu pasti bisa menerima Ibu kamu. Saya janji, saya ga akan beritahu ini pada Nadine. Karena saya tahu Nadine itu pasti ga akan bisa nerima ini semua. Kamu yang sabar ya!"


__ADS_2