I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 70 " Amanda Sakit "


__ADS_3

Lingga melihat kalau adiknya itu terus saja menangis. Ia pun pergi dari kamar Lita tanpa ada sedikit merasa bersalah. Lingga tidak tahu apakah ia harus menemui Amanda lagi atau tidak.


Lingga masuk kedalam kamarnya. Ia mengambil fhoto Amanda dari dalam dompetnya.


" Apa kabar mu disana ? apakah kau masih memikirkan aku? Manda, maafkan aku, kalau aku selama ini ga pernah ngabarin kamu lagi, aku ga mau kamu itu merasa tersakiti, kamu tahu Mama ga pernah ngerestui kamu kan ? kalau semua ini ku paksakan, gimana nanti keadaan kamu? yang ada kamu hanya bisa menangis. Aku ga mau ngeliat kamu itu terus bersedih. Aku yakin, pasti akan ada laki - laki yang lebih pantas untuk kamu, pasti kamu lebih bahagia, Manda. Maafkan aku !"


Lalu Lingga mengoyak - ngoyak fhoto itu, dan ia membuangnya ke tong sampah.


Lingga mencoba menahan air matanya. Ia mengingat semua kenangan dulu bersama Amanda. Ketika Amanda hamil, ketika Amanda bolak - balik masuk rumah sakit dan ketika mereka pertama sekali bertemu. Air mata Lingga pun tak terbendung lagi. Akhirnya ia menangis.


Hari yang dinantikan pun tiba. Awalnya hanya Lita sajalah yang akan pulang ke Indonesia. Tapi Lingga terpaksa harus ikut dikarenakan ia sudah lama meninggalkan perusahaannya.


Lingga juga mengajak Tasya pulang ke tanah air. Sekaligus Lingga ingin bersilahturahmi kepada kedua orang tua Tasya. Mau tak mau Lita pun harus pulang bersama mereka.


****


Pagi itu, Amanda tidak masuk kerja. Karena ia kurang enak badan. Akhir - akhir ini, ia sering sakit. Ibu Yani lah yang mengurus Amanda.


Badan Amanda pun semakin kurus. Ia tidak pernah selera untuk makan.


" Manda, makanlah nak !"


Amanda hanya menggelengkan kepalanya.


" Dari semalaman kamu ga mau makan, kalau gini terus badan mu ini akan semakin kurus."


Amanda menangis.


" Kamu kenapa nangis ?"


" Manda rindu nenek, bu !''


" Manda, atau sebaiknya kamu pulang ke desa, kamu nyekar dulu, biar rindu kamu itu terobati,"


Amanda semakin menangis.


" Kamu juga rindu Lingga kan ?" tanya Ibu Yani.


" Ga bu, Manda ga rindu sama mas Lingga, uda 2 tahun mas Lingga ga pernah kasih kabar, itu artinya mas Lingga uda ngelupain Manda, bu !"


" Kamu yakin Lingga uda lupa?"


" Yakin bu, mungkin saja mas Lingga uda nikah sekarang, "


Ibu Yani pun menangis. Ia langsung memeluk Amanda.


" Kamu yang sabar ya, nak. Ibu pikir dulu kalian itu berjodoh, nyatanya Lingga itu bukan yang terbaik untuk mu. Sekarang makanlah, biar kamu cepat sehat, kamu ga mau kan sakit - sakit terus ?"


"Ia bu, makasih ya bu !"


Hanya keluarga Ibu Yani lah tempat Amanda mendapatkan kasih sayang. Denis atau pun Ibu Sekar tidak pernah perduli sama sekali. Denis juga sekarang sudah menjaga jarak antara dirinya dengan Amanda.

__ADS_1


Amanda benar - benar tidak kuat dengan semua masalah yang ia jalani. Sering sakit, bahkan tubuhnya yang mulai terlihat kurus. Amanda hanya bisa menangis meratapi nasibnya.


Pernah berharap pada pria yang ia cintai, namun pria itu pergi meninggalkannya. Amanda tidak tahu lagi jika ia sudah tua kelak, ia harus pergi kemana.


Tidak punya harta yang bisa menghidupinya, tidak punya tempat tinggal untuk selamanya ia tinggali. Ia tak tahu , apakah kelak ada yang akan menerimanya apa adanya.


****


Lingga, Tasya dan Lita pun tiba di Indonesia. Mereka langsung menuju kerumah. Selama 2 tahun, rumah mewah dan besar itu tidak berubah sama sekali. Lingga pun merasa senang bisa kembali melihat rumah miliknya itu.


Disana ada seorang asisten rumah tangga. Dia lah yang mengurus rumah itu. Lingga mengajak Tasya untuk masuk kedalam. Tasya sangat kagum akan keindahan rumah milik Lingga.


Tanpa berpamitan pada kakaknya, Lita langsung pergi ke kosan Amanda. Ternyata Lita masih ingat dimana kost Amanda.


Lita pun tiba di kosan itu. Rumah kosan yang asri dan sejuk itu, tidak ada berubah sama sekali. Lita pun menuju ke kamar Amanda.


Tok..tok..tok..


Tok..tok...tok..


Amanda terbangun dari tidurnya. Ia mencoba membukakan pintu kamarnya itu. Tapi sayangnya, kepalanya agak pusing, ia pun tidak sanggup untuk berdiri.


Lita mengulanginya lagi. Ia mengetuk pintu kamar itu. Ibu Yani melihat siapa yang mengetuk - ngetuk pintu kamar Amanda.


" Hahhh? itukan adiknya Lingga ? pengacara yang tinggal di luar negeri itu ? mau ngapain dia kesini ?" Ibu Yani pun langsung keluar menemui Lita.


" Kamu adiknya Lingga kan ?" tanya bu Yani.


" Ia bu, saya adik mas Lingga. Oh ya, apakah mbak Amanda masih tinggal disini ?"


" Masih. Amanda masih tinggal disini, "


" Ya Tuhan syukurlah. Mbak Amanda nya ada ya, bu?"


" Ada, dia lagi sakit. "


" Apa ? mbak Amanda sakit ? saya boleh masuk ga ?"


Ibu Yani mengetuk pintu kamar itu. Kebetulan kamar itu tidaklah di kunci.


Cklekkk.....


" Manda !" Ibu Yani mendekatinya.


" Diluar ada adiknya Lingga,"


" Adiknya mas Lingga ? Lita bu ? Lita ada disini ?"


" Ia, bentar ya Ibu panggilin !"


Ibu Yani keluar memanggil Lita.

__ADS_1


" Masuk lah nak, Amanda ada di dalam. Saya minta tolong, jangan sakiti Amanda ya !"


Lita hanya menganggukkan kepalanya.


" Makasih ya, bu !"


Lita pun langsung masuk kedalam kosan itu.


" Mbak Manda ???" Lita berlari dan ia langsung memeluk Amanda.


" Lita ???"


Kedua nya pun menangis bersama. Ibu Yani hanya bisa melihatnya, ia pun ikut menangis.


" Manda, ternyata Lita itu sayang sama kamu, nak. Dia tulus sayang sama kamu, kamu itu memang anak yang baik Manda,hiks..hiks..hiks.."


Ibu Yani pun pergi meninggalkan mereka.


" Mbak Manda sakit apa ?"


" Ga sakit apa - apa kok, hanya kelelahan aja. Kamu apa kabarnya ? kapan datang ?"


" Kabar Lita baik mbak, tadi kita baru aja tiba. Trus , saya langsung ke sini. Lita kangen banget sama mbak Amanda. "


" Makasih banyak ya Lita, kamu masih mau perduli sama saya. Gimana kabar mas Lingga ?"


Lita terdiam.


" Kamu kenapa diam? mas Lingga sehat kan ?"


" Sehat mbak, dia sehat kok. "


" Sykurlah, "


" Mas Lingga juga ikut kok pulang ke Indonesia, "


" Oh ya ?"


" Dia uda sehat, uda bisa jalan, uda bisa melihat lagi, dan bahkan dia mau nikah. Tapi saya ga perduli, dia mau nikah, dia uda sehat, bagi saya dia adalah seorang pecundang, pembohong, bahkan laki - laki kurang ajar,"


" Lita kamu kenapa ? kamu ga boleh ngomong gitu sama mas Lingga. Kalau pun dia uda sehat, dia mau menikah, kamu seharusnya senang, bukan marah seperti ini, itu ga baik buat kamu."


" Gimana saya ga marah mbak ? seenaknya aja dia ninggalin mbak Manda, seenaknya aja dia ngelupain mbak Manda ? emangny dia pikir, dia itu siapa ? jangan mbak pikir, saya itu setuju dengan keputusan yang dia ambil, ga mbak. Saya ga setuju. Saya benci mas Lingga, mas Lingga ga seperti mas Lingga yang dulu. Dia uda lupa semuanya."


Amanda menangis. Ia menangis mendengar kabar Lingga akan menikah, begitu cepatnya ia bisa melupakan Amanda.


" Lita, biarlah mas Lingga memilih kebahagiaannya sendiri. Saya uda ikhlas kok !"


" Apa mbak ? ikhlas ? mbak Manda ikhlas mas Lingga mau nikah sama wanita lain? "


" Lita, sekalipun kita paksakan, itu juga ga baik, "

__ADS_1


" Terserah deh, mbak !"


__ADS_2