I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 17 " Amanda Sakit "


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, Nadine dan Papa nya telah siap - siap akan pergi meeting dengan Lingga. Semua keperluan meeting telah di siapkan.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi , Nadine dan Papa nya pun pergi menuju kantor Lingga. Mereka pun tiba di lokasi kantor yang super duper besar dan megah itu.


Petugas informasi langsung menyuruh Nadine dan Papa nya langsung naik ke ruangan meeting.


" Pa, ternyata Lingga keren banget ya ! punya kantor segede kapal pesiar gini, beneran gila deh !" ucap Nadine terheran - heran melihat situasi kantor Lingga itu.


" Ya, Lingga memang anak pekerja keras. Apa sih yang ga bisa dia buat? suksesnya seperti Papa nya, pebisnis yang handal. Papa jadi ga sabaran, pengen kamu segera menikah dengan Lingga !"


" Hah? menikah, Pa? tapi apa Lingga belum punya pacar ya?"


" Kamu tanya dong, percuma ada no Wa nya, kamu jalin silahturahmi, gitu !''


" Hahaha..ia - ia...Papa bener. "


Nadine dan Papa nya pun masuk ke ruangan meeting. Disana sudah banyak para pimpinan perusahaan dari berbagai perusahaan asing.


Pagi itu perasaan Lingga tidak tenang. Seperti ada yang kurang. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 dan waktunya meeting dimulai.


Waktu pun berlalu, semua para client pun telah pergi. Tinggallah Nadine dan Papa nya.


" Nak Lingga, saya sangat kagum akan kesuksesan mu, kamu itu seperti Papa mu, hebat sekali !"


" Hahaha...Bapak bisa aja, ini belum seberapa di banding Nadine, Nadine juga the best..wanita tangguh. "


Mendengar dirinya di puji Lingga, Nadine menjadi salah tingkah.


" Oh ya, gimana kalau besok malam, kita makan malam dirumah saya, kita sambil ngobrol, gitu !" tawar Pak Alvan


" Makan malam?" tanya Lingga seperti tidak percaya.


" Ya, makan malam. Kamu ga mau ?" tanya Pak Alvan.


" Hmmm...!"


" Ga boleh nolak lho, mas !" ucap Nadine.


" Hhmm...bukan nolak. Tapi ?"


" Ya uda kalau kamu ga mau, lain kali juga boleh !"


" Maaf Pak. Oke...saya terima tawaran Bapak. Besok ya ?"


" Ia, nanti saya akan kirimkan alamatnya !"


" Baiklah."


" Mas Lingga, kami ijin dulu ya. Sampai ketemu besok malam !" ucap Nadine memberikan senyum manisnya.

__ADS_1


Lingga hanya bisa menganggukan kepala dan membalas senyuman Nadine.


Nadine dan Pak Alvan pun pergi meninggalkannya. Tinggallah Lingga seorang diri di ruangan meeting itu. Ia baru sadar, dari pagi ia tidak melihat keberadaan Amanda.


Lingga pun buru - buru menanyakan pada Liana kemana Amanda pergi.


" Liana, dari tadi saya ga ada melihat Amanda, kamu tahu kemana dia?" tanya Lingga penasaran.


" Maaf Pak, saya kelupaan kasih tahu Bapak. Amanda hari ini ga masuk, Pak ! Amanda sakit."


" Amanda sakit ? sakit apa?"


" Saya kurang tahu, Pak !"


Lingga langsung pergi meninggalkan Liana. Lingga pun menjadi kepikiran akan keadaan Amanda. Mau menghubungi Amanda, tapi sayangnya Amanda sendiri tidak mempunyai ponsel.


Lingga pun melanjutkan pekerjaannya. Waktu pun berlalu. Sore itu Lingga buru - buru pulang. Ia semakin khawatir akan keadaan Amanda.


Lingga pergi menuju kosan Amanda. Setelah menepikan mobilnya, Lingga buru - buru menuju kosan tersebut.


Tok...tok..tok...


Tok..tok..tok..


Belum ada jawaban sama sekali. Lingga mencoba membuka pintu kosan itu.


Lingga terkejut dengan suara ibu paruh baya itu. Ia pun menoleh ke arah suara.


" Ya, Bu. Manda hari ini ga masuk kerja. Ibu tahu kemana Manda ?"


"Manda sakit, Pak. Dia demam tinggi. Sekarang Manda ada di klinik Bina Kasih !"


" Manda demam?"


" Ia, Pak. Manda demam. Tadi anak saya yang membawa Manda ke klinik. Pak, kosan Manda ga dikunci kok, kalau Bapak mau nunggu, Bapak bisa nunggu di dalam kosan Manda. "


" Nunggu di dalam?"


" Ia, Pak. Ga papa kok. Bapak ga usah takut. Bentar lagi juga Manda dan anak saya bakalan balik dari klinik !"


" Hhmm...maaf Bu, tapi ga etis kalau saya nunggu di dalam !"


" Ga usah sungkan, Pak !"


Akhirnya Lingga masuk kedalam kosan Manda. Lingga melepaskan sepatu kerjanya. Ia duduk di atas alas tikar yang tidak begitu besar. Ia melihat keadaan kosan Manda.


Ruangannya sangat rapi. Ia melihat ada sebuah fhoto yang berukuran sangat kecil dan sudah mulai sedikit kusam.


Dalam benak Lingga, mungkin itu fhoto Amanda ketika masih kecil. Manda kecil sangat cantik sekali, rambut panjangnya terurai dengan rapi. Ditambah lagi dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Lingga tidak tahu disamping Manda itu siapa, wanita sedikit tua dengan memakai pakaian kebaya jaman dulu. Lingga pun berpikiran mungkin itu adalah nenek nya.


Akhirnya Amanda pun tiba. Amanda sangat heran begitu melihat ada Lingga di dalam kosannya.


" Bapak ?"


Lingga begitu sangat sangat sedih melihat keadaan Amanda. Wajahnya sangat pucat sekali.


" Manda? kamu kenapa ?" tanya Lingga


" Maaf, Pak. Saya ga ada ngabari Bapak kalau saya ga masuk kerja. Saya sakit, Pak !"


" Kamu sakit apa?"


Manda terdiam. Ia mulai ketakutan dengan atasan nya itu. Anak Ibu yang empunya kosan pun membantu menjawabnya.


" Manda demam tinggi, Pak !"


" Demam tinggi ? demam kenapa ? kerjaan dikantor itu banyak, Manda !"


Amanda hanya diam saja. Anak ibu kosan itu mulai emosi melihat sikap atasan Amanda itu.


" Bapak punya hati ga sih? kok Bapak tega bentak - bentak orang yang sedang sakit ?"


" Saya bicara sama Manda bukan sama kamu !"


" Bapak lihat Manda ga? dia lagi sakit kan? emang ada ya kalau karyawannya sakit, di paksa untuk bekerja ? saya baru tahu, kalau di dunia ini ada pimpinan seperti Bapak yang maksa karyawannya sakit harus bekerja. Pak, punya hati dan pikiran ga sih? Manda manusia bukan robot. Kalau di kantor Bapak banyak kerjaan, ya cari aja karyawan yang lain, jangan main paksa orang sakit untuk kerja, paham ga sih ?"


" Kamu ga usah ngatur - ngatur saya, saya itu atasan Manda, jadi saya berhak dong ngomong sama Manda."


" Begini ya model atasan masa kini ? cuihhh....menjijikkan."


" Ran, uda ga usah ribut. Malu di lihatin orang !"


" Manda, ga papa dilihatin orang. Biar semua orang tahu kalau manusia seperti Bapak ini perlu di viralkan, kalau bisa ampe ke negara tetangga biar semua tahu, atasan kamu ini ga punya hati sama sekali. "


" Tutup mulut kamu !"


" Saya ga mau menutup mulut saya, karena saya merasa benar. Bapak salah, terlalu memaksakan Manda yang lagi sakit untuk bekerja. Ga punya hati. Sekarang Bapak pergi dari sini, atau saya akan panggil semua penghuni kontrakan ini untuk mengusir Bapak !"


Lingga pun semakin geram akan sikap anak si empunya kosan itu.


" Saya akan tunggu kamu dikantor, Manda !"


Lingga pun langsung pergi meninggalkan daerah kosan itu.


" Pergi sono, jangan pernah datang lagi kesini, dasar manusia sableng !" maki Rani si anak empunya kosan itu.


Amanda hanya bisa diam. Ia tidak dapat berbuat apa - apa. Amanda pun jadi takut kalau ia bakalan di pecat.

__ADS_1


__ADS_2