
Keadaan di Amerika
Lingga dan keluarganya pun tiba di kota Paman Sam itu. Mereka langsung menuju apartemen milik mereka. Apartemen di kawasan elit, disanalah Lingga akan tinggal untuk sementara.
" Lita, tolong beritahu sama Manda, kalau kita uda sampai," titah Lingga.
" Penting banget ya, nak ?" tanya Mama Nania dengan wajah juteknya.
" Ma, pastilah Amanda disana terus kepikiran sama Lingga,"
" Perasaan banget sih kamu, nak ! paling juga anak itu ga perduli lagi sama kamu,"
" Ma, ga boleh ngomong gitu, biar gimana pun Manda itu punya Lingga,"
" Tau ah..pokoknya selama kita disini, Mama ga mau tahu, jangan bawa - bawa nama Amanda. Ngerti ?"
Diam - diam, Lita memberitahukan pada Amanda kalau mereka sudah tiba di Amerika.
Mendengar kabar baik itu, Amanda pun sangat senang sekali.
" Mbak, mas Lingga istirahat dulu ya, nanti kalau uda agak enakan, saya suruh mas Lingga untuk ngubungin mbak Amanda,"
" Ia, Lita. Baik - baik disana ya, salam buat mas Lingga, Bapak dan Ibu. "
" Ia, mbak cantik, "
Lita pun menutup telpon itu.
" Mas, cepat sembuh ya, semoga aja ada pendonor mata buat kamu," gumam Amanda.
****
Keadaan di Indonesia.
Waktu terus berlalu, Amanda tidak mau terus - terusan larut dalam kesedihan hanya karena jarak yang memisahkan antara dirinya dengan Lingga.
Pagi itu, Rani mengajak Amanda pergi ke salah satu resto yang terkenal di kota itu. Pemilik resto itu adalah teman suami Rani.
Mereka berdua pun tiba disana. Pemilik resto itu bernama Angga, Angga langsung menyambut kehadiran Amanda dan Rani.
Setelah berbincang - bincang, Angga pun menyetujui kalau Amanda bekerja di resto milik nya.
Dan hari itu juga, Amanda langsung bekerja. Amanda mengganti pakaiannya, ia langsung berkenalan dengan karyawan yang lain.
Amanda anak yang cekatan dan rajin, ia tetap semangat untuk bekerja.
Karena masih karyawan baru, Amanda bekerja dari pagi hari hingga malam hari. Malam itu, resto itu sangat ramai sekali. Banyak pengunjung datang.
Ibu Sekar dan keluarganya mampir makan malam di resto itu. Amanda melihat kedatangan Ibu nya dan keluarganya. Mau tidak mau, Amanda harus melayani mereka. Memakai masker adalah jalan satu - satunya agar Ibu dan keluarganya tidak mengetahui dirinya.
Sekalipun Amanda memakai masker, Ibu Sekar tahu kalau yang melayani mereka adalah Amanda. Bathin seorang Ibu tidak pernah salah.
Setelah mencatat pesanan Ibu dan keluarganya, Amanda buru - buru pergi. Tapi sayangnya Ibu Sekar langsung menarik tangan Amanda.
" Amanda ? kamu kerja disini ?" tanya Ibu Sekar.
Amanda diam.
Ibu Sekar berdiri dan menarik masker putrinya itu. Pak Alvan, Nadine dan David terkejut melihat adanya Amanda disana.
" Hahahah, jadi kamu kerja disini ?" ledek Nadine dengan nada yang sangat kuat. Hingga semua pengunjung resto fokus pada mereka.
__ADS_1
" Ia, kenapa ?"
" Sejak kapan kamu kerja disini ?" tanya Ibu Sekar dengan lantangnya.
" Apa urusan Ibu ?"
" Ga, saya cuma nanya aja, emang ga boleh ?"
" Hahaha, kasihan banget dia ya Ma, secara ATM berjalannya ga ada lagi, jadi mau ga mau, dia jadi pelayan resto, kasihan sekali hidup kamu, Manda !"
" Nadine, kamu ga boleh seenaknya ngerendahin orang, itu ga baik !" ucap David.
" Biar aja mas, dia memang perlu di kasih pelajaran,"
" Ia, tapi ga boleh gitu, apalagi di depan banyak orang, kamu harus bisa menjaga perasaan orang, karena kita ga tahu kita kedepannya itu gimana,"
" Kok mas David jadi belain dia sih ?"
" Nadine, apa yang dikatakan David itu benar, kamu ga berhak merendahkan pekerjaan Amanda, lagian pekerjaan Amanda itu kan halal, nak. " imbuh Pak Alvan.
" Kesel deh, lihat Papa dan mas David ngebela perempuan ini, "
Semuanya pun diam.
" Berat rasanya memberitahukan ini semua pada keluarga ku, apalagi Nadine, begitu bencinya sama Amanda. Aku ga tahu harus ngomong dari mana duluan, aku takut kalau suami dan anak ku akan membenci aku, aku ga mau hidup susah, aku ga mau miskin kayak dulu lagi, aku ga mau....!"
gumam Ibu Sekar.
Amanda mencoba menahan air matanya. Ia sangat malu telah di hina di depan semua orang. Dan ternyata, salah satu pengunjung yang ada di resto itu, disana ada Ayah nya Amanda, Ayahnya juga datang bersama keluarganya.
Bertahun - tahun, Ayah dan Ibu Amanda berpisah, akhirnya mereka dapat bertemu kembali di resto itu.
" Sekar ? itu Sekar ?"
" Ma, Sekar itu mantan istri Papa dulu, "
" Mantan istri ? dia mantan istri Papa dulu ?" sambil menghunjuk Sekar.
" Ia, jadi itu suami nya ?"
" Pa, udalah ga usah perdulikan mereka."
" Ma, masalahnya, Papa dan dia punya anak, anak perempuan yang cantik, Papa ga tahu dimana dia sekarang, Papa kangen,"
" Kenapa Papa ga pernah cerita kalau kalian itu punya anak ?"
" Itulah karena ke egoisan Papa, Ma. Amanda pasti uda besar,"
" Apa itu Amanda ?" tanya Santi sambil menunjuk Nadine yang duduk disamping Sekar..
" Bukan, Amanda itu tinggal sama Ibu mertua , Papa ga tahu gimana keadaan mereka sekarang di desa ,"
" Kalau Papa kangen sama Amanda , kita pulang aja ke desa, kita lihat Amanda disana. Gimana Pa?"
" Mama yakin mau ketemu Amanda ?"
" Ia, Pa. Lagian desa kita juga saling berdekatan kan ?"
" Ya, ini semua salah Papa, Ma. Dulu Papa begitu aja ninggalin Amanda sama Ibu. Papa ga pernah sekalipun melihat keadaan mereka. Papa menyesal, telah meninggalkan Amanda."
" Udalah Pa, yang berlalu biarlah berlalu. Ga perlu di sesali."
__ADS_1
Selesai makan malam, para pengunjung pun pada berpulangan . Ibu Sekar minta ijin pada suaminya untuk ke toilet. Radit ( Ayah Amanda ) melihat kalau Sekar pergi ke arah toilet. Radit juga minta ijin pada istrinya hendak pergi ke toilet. Radit menyuruh istri dan anaknya untuk terlebih dahulu masuk ke mobil.
Santi, istri Radit hanya bisa mengangguk, ia dan anak nya pun pergi ke parkiran terlebih dulu.
Radit mempercepat jalannya, ia tak mau ketinggalan jejak Sekar.
Karena sepi, Radit memberanikan dirinya untuk memanggil Sekar.
" Sekarrrr..... !"
Sekar langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Ia heran mengapa ada yang tahu namanya.
Begitu melihat mantan suaminya, Sekar sangat terkejut.
" Mas Radit ?"
Radit mendekatinya.
" Sekar, kamu Sekar kan ?"
" Ia, ternyata kamu masih mengenali saya !"
" Bagaimana saya bisa lupa sama kamu. Kamu apa kabarnya ?"
" Saya baik - baik aja,"
" Sekar, saya ga punya banyak waktu, ini kartu nama saya, di situ ada alamat dan nomor ponsel saya,"
Sekar menerima kartu nama itu. Ia membacanya lalu menyimpannya di dalam tasnya.
" Kalau ada waktu, saya mau bicara kamu," ucap Radit.
Sekar hanya menganggukan kepalanya. Ntah mengapa, Sekar hanya bisa diam begitu melihat mantan suaminya.Ia tidak bisa berkutik sama sekali. Sekar hanya bisa terpana melihat penampilan mantan suaminya itu, Radit banyak berubah, sekarang ia lebih tampan, tubuhnya juga lebih berisi, wajahnya semakin berseri, beda sekali ketika masih di desa.
Radit langsung buru - buru pergi. Sekar kembali masuk kedalam resto itu. Ia mencari Amanda.
" Manda !" panggil Ibu Sekar.
Amanda tidak memperdulikan Ibunya, ia terus bekerja.
" Manda, Ibu pengen cerita sama kamu,"
" Maaf Bu, Manda lagi kerja, silahkan Ibu pergi !"
" Ini penting Manda, "
" Ibu ga dengar Manda ngomong apa? Ibu ga budek kan ? Ibu mau menghina Manda lagi ?"
" Bukan gitu Manda !"
" Udahlah Bu, Manda itu ga mau berurusan lagi sama Ibu, anggap aja Manda itu ga pernah ada di hati Ibu. Manda capek Bu, tolong jangan ganggu Manda lagi,"
" Ibu mau bilang, tadi disini ada Ayah kamu, "
" Manda ga perduli disini ada Ayah Manda , Ibu Manda, Manda ga perduli. "
" Kamu kok jadi anak durhaka gini sih Manda ?"
" Manda mau kerja, permisi Bu."
Amanda pun pergi meninggalkan Ibu Sekar.
__ADS_1
" Mandaaaaaa....!"
Ibu Sekar terus memanggil Amanda, tapi Amanda tidak mendengarkan Ibu nya itu.