I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 95 " Lahirnya Lingga Junior "


__ADS_3

9 bulan kemudian...


Persalinan Amanda pun sudah di depan mata.


Pagi - pagi sekali, Amanda sudah bangun dari tidurnya. Ia merasakan perutnya sangat kesakitan.


" Masssss, bangun...!" titah Amanda sambil mengguncang - guncangkan tubuh Lingga.


Lingga pun langsung terbangun, ia melihat kalau Amanda sudah peluh dengan keringat dinginnya. Wajahnya sangat pucat sekali.


" Sayang, kamu kenapa ?" tanya Lingga sangat cemas.


" Mas, perut saya sakit. Ga tahan lagi ini, mas !" jawab Amanda sambil mengusap - usap perutnya itu.


" Jangan - jangan kamu mau melahirkan, sayang. Ya da saya ganti baju dulu, kita siap - siap pergi ke rumah sakit. "


Lingga langsung bergegas dari kasur itu. Ia pun mengganti pakaiannya. Segera ia membawa keperluan untuk lahiran istrinya itu.


Lingga langsung memapah Amanda ke dalam mobil. Tanpa menunggu lama, mobil pun tancap gas.


Karena masih suasana pagi hari, jalanan kali itu tidak begitu padat merayap.


Dengan sehat dan selamat, mereka pun tiba di rumah sakit bersalin, dimana tempat Amanda selalu memeriksakan kandungannya.


Para medis pun segera menangani Amanda.


Rencana dari awal, Amanda meminta untuk lahiran normal. Tapi sayangnya, pinggul seorang wanita cantik itu terlalu sempit untuk lahiran normal. Jalan terbaik adalah SC.


Lingga langsung mengabari keluarga besarnya. Papa dan mama nya sudah tak sabar ingin pulang ke Indonesia.


Lita dan tunangannya pun begitu juga, semua sudah sangat menantikan kehadiran Lingga junior.


Lingga juga mengabari mama Sekar dan ayah Amanda. Mama Sekar dan ayahnya langsung datang kerumah sakit.


Lingga juga mengabari Nadine. Nadine akan datang menemui Amanda setelah pulang kerja dan ia ingin datang menemui Amanda bersama dengan David, suaminya.


" Linggaaaaa.....!" panggil mama Sekar.


Lingga menoleh ke arah suara mama Sekar.


" Ibu ?"


" Lingga, gimana keadaan Amanda ?" tanya ayah Amanda.


" Pak - bu, Amanda masih di ruang operasi. Doain Amanda, pak - bu !''


Mereka hanya bisa duduk diam dan berdoa. Lingga sangat khawatir keadaan Amanda.


Dan tiba - tiba saja terdengar suara bayi menangis dari dalam ruang operasi.


Oooeeeekkkkk...oooeeekkkk...oooeeekkk....


" Linggaaaaaaa....?"


" Bu, itu tangisan anak saya, bu. " ucap Lingga tak percaya.


" Lingga, anak mu uda lahir. "


" Iii...ia..ia pak, anak saya uda lahir. Alhamdulillah...!"


Lingga pun melihat kalau lampu emergency itu sudah padam. Lingga langsung mengabari keluarga besarnya itu.


Semua sangat senang sekali, akhirnya semua bisa melihat Lingga junior.

__ADS_1


Tak berapa lama, dokter pun keluar dari dalam ruangan itu.


" Pak Lingga...!"


" Ya dok, gimana keadaan anak dan istri saya, dok ?"


" Anak dan istri bapak, Alhamdulillah, mereka berdua sehat, pak. "


" Syukurlah, dokter. Oh ya, apakah saya bisa melihat anak saya ?"


" Silahkan, pak. Tapi hanya boleh papa nya aja dulu !"


Lingga langsung memakai baju steril operasi. Ia pun di persilahkan untuk melihat anaknya.


" Selamat pagi , pak Lingga !"


" Selamat pagi juga, sust !"


" Oh ya, ini anak bapak ya, dengan jenis kelamin laki - laki, berat badan 3,800 dan panjang bayi 50 cm." ucap salah satu perawat yang ada di OK itu.


Air mata Lingga langsung mengalir. Ia begitu terharu dan sangat bahagia sekali melihat anak mudanya tampak gagah. Senyum manis bayi kecil itu, langsung sumringah.


" Hallo anak papa, nanti kita main ya sayang, papa uda ga sabar pengen gendong kamu !"


Amanda langsung di pindahkan keruangan rawat inap. Sedangkan bayinya harus di ruang bayi agar mendapatkan perawatan yang lebih khusus.


Amanda pun sudah siuman. Lingga langsung mengecup kening istrinya itu.


" Sayang, kamu uda siuman ?"


" Masss...!"


" Sayang, anak kita laki - laki. Tau ga, anak kita itu mirip kayak siapa ?"


" Kayak papanya dong, "


" Hhmmm, jadi mirip mama nya ga ada ya ?" tanya Amanda sedikit cemberut.


" Ada dong, mata kamu mirip banget sama anak kita. "


Amanda pun tersenyum.


" Sayang, terimakasih ya uda ngelahirin Lingga junior, kamu itu wanita hebat , wanita terbaik dalam hidup saya. " puji Lingga


" Ia mas, aduhhh....!"


" Kenapa sayang ?"


" Sakit."


" Ia , ga papa, nanti juga sembuh. Kamu sabar ya !"


" Oh ya, kamu tahu ga, diluar ada siapa? bentar ya !"


Lingga memanggil ayah dan ibu Amanda. Amanda yang masih merasakan kesakitan, harus kuat menahannya.


" Manda...!" panggil mama Sekar.


" Ibu - ayah ?"


Kedua orang tuanya itu pun langsung mendekati Amanda.


" Gimana keadaan kamu sayang ?" tanya mama Sekar.

__ADS_1


" Seperti yang ibu lihat, Manda belum begitu pulih, bu !"


" Tetap semangat ya !" ucap ayah nya.


" Terimakasih ayah dan ibu, uda mau datang lihat Manda. " Amanda pun menangis.


" Ini semua karena suami mu, nak. Lingga. Lingga lah yang uda membuat keadaan ini lebih membaik, damai, dan kita semua bisa saling mencintai dan menyayangi lagi. "


" Betul, nak. Ibu dan ayah, minta maaf yang sebesar - besarnya sama kamu, sama Lingga juga !"


Amanda hanya bisa tersenyum. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.


" Kalau ada apa - apa, ibu dan ayah siap membantu kalian, jangan sungkan - sungkan ya nak, ya Lingga !" ucap ibu Sekar.


" Ia, bu !"


Mereka saling bercerita , tertawa dan tak ada lagi rasa marah, dendam dan sakit hati. Untuk pertama kali, bayi Amanda dibawa keruang rawat inap ibunya.


Semuanya tampak senang sekali. Bayi itu begitu tampan sekali. Mirip dengan Lingga.


Amanda pun sangat bahagia sekali. Dan untuk pertama kalinya, ia memberikan ASI pada bayi tampannya itu.


Perawat itu mengajari Amanda bagaimana cara memberikan ASI pada bayinya itu.


Dengan lahapnya, Lingga junior itu menerima asupan ASI yang diberikan oleh ibu nya.


Lingga sangat bahagia sekali, melihat jagoannya itu.


Ia pun mulai mencari nama untuk bayi tampannya itu. Clay Darendra Prabu Ningrat, nama yang pantas untuk anaknya, karena Clay akan menjadi penerus tahta warisannya dan menjadi anak yang tangguh di tengah - tengah keluarga Prabu Ningrat.


Akhirnya, papa dan mama Lingga pun tiba di Indonesia. Mama Nania sangat senang sekali begitu melihat cucu pertamanya itu.


" Ohhh sayang oma, hhmm....kamu itu buat gemes oma aja deh...!"


" Ma, yang sabar ya !" ucap pak Chandra.


" Kok gitu sih ngomongnya , pa ?"


" Ia, cucu kita belum bisa di gendong, "


" Boleh kok, pak - bu. Bapak dan ibu boleh kok gendong Clay. "


" Tu kan, papa sih, kompor , hahaha...!"


Dengan sangat hati - hatinya, pak Chandra menggendong cucu nya itu. Ia mengajak Clay untuk bermain.


" Clay, nanti kamu akan menjadi penerus papa mu ya, kamu jadi anak yang pintar ya sayang !" ucap opa Chandra.


Clay langsung memberikan senyum tampannya untuk opa nya itu.


" Hahaha, Clay tersenyum, ma !"


" Ihh Clay, kamu curang deh, tadi waktu oma gendong, kamu ga mau senyum. Giliran sama opa kamu, kamu malah senyum. Gimana sih ? Oma marah ya...!"


" Hahaha, Clay ga boleh gitu dong, harus senyum juga sama Oma, sayang !" ucap Lingga sambil memeluk mamanya.


" Lingga dan Amanda, selamat untuk kalian berdua ya, jadilah orang tua yang baik, yang bisa mendidik Clay menjadi anak yang bertanggung jawab." ucap mama Nania.


" Inje, bu. Kami berterima kasih buat bapak dan ibu, uda datang untuk lihat Clay. Doakan keluarga kecil kami selalu ya pak - bu, kiranya keluarga kami ini dapat menjadi keluarga yang penuh cinta kasih ."


" Ia, nak. Itu pasti. Kami akan selalu berdoa buat anak - anak kami. Amanda, tanggung jawab mu semakin besar nak, karena ada anak yang harus kamu didik. Jadilah ibu, yang selalu siap memberikan kasih sayang untuk suami dan anak mu. Kamu adalah jantung rumah tangga dirumah ini. Selalu kuat, selalu sehat, agar seisi rumah ini penuh damai dan kebahagiaan. Kamu itu wanita hebat, wanita kuat." puji pak Chandra.


" Cieeee...di puji ni yeeee....naik ga itu telinganya ?" ledek Lingga.

__ADS_1


" Massss, apa'an sih...!" Amanda tersenyum malu.


__ADS_2