I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 62 " Dapat Ancaman "


__ADS_3

Setelah mengurus seluruh dokumen Lingga, akhirnya keluarga pun membawa Lingga ke Amerika. Disana Lingga akan mendapatkan perawatan yang lebih intensif.


Lingga hanya pasrah kemana pun ia dibawa, keinginannya untuk sembuh demi Amanda, wanita yang sangat di cintainya. Walaupun ia sedih karena Amanda tidak bisa menemaninya, tapi ia yakin dengan doa kekasih hatinya itu, ia yakin akan sembuh.


Lita memberitahukan pada Amanda kalau sekitar 3 jam'an lagi Lingga akan pergi. Amanda dan Rani pun segera menemui mereka di bandara. Rani mengantarkan sahabatnya itu, karena ia tahu, Amanda tidak akan bisa tenang jika tidak melihat kepergian Lingga. Amanda dan Rani tidak perduli pada Mama Nania ada disana. Tangis Amanda pecah begitu melihat Lingga duduk di sebuah rostur.


Amanda meminta ijin pada Mama Nania untuk melihat Lingga, tapi sayangnya Mama Nania tidak mengijinkannya. Percekcokan pun sempat terjadi antara Lita dan Mama nya.


" Mama ga boleh ngalangin niat mbak Manda untuk bertemu sama mas Lingga, Ma. Mereka berdua itu saling mencintai, Ma. "


" Ga, Mama ga setuju. Mama ga rela kalau Lingga mencintai wanita kampung itu, Mama ga sudi."


" Mama ga boleh egois, Ma. Biarkan mas Lingga bahagia dengan pilihannya,"


" Apa yang dikatakan Lita itu benar, Ma. Mama jangan pernah mengekang Lingga untuk masalah kebahagiaannya."


" Papa sama Lita itu sama aja, pokoknya Mama ga sudi, Mama ga sudi mereka hidup bersama, "


Lita memanggil Amanda, ia segera mengajak Amanda untuk bertemu Lingga.


" Mbak, sebelum mas Lingga pergi, ada baiknya kalian berdua bertemu dulu. " titah Lita.


" Makasih banyak ya Lita, saya ga tahu kalau ga ada kamu, gimana saya dapat bertemu dengan mas Lingga,"


Lita tersenyum.


" Itu mas Lingga, mbak. " Lita langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Tanpa menunggu lama, Amanda langsung memeluk Lingga. Ia tak perduli dengan Ibu Nania. Tangis Amanda pun pecah.


" Masssssss....!" Amanda memeluk erat tubuh Lingga.


" Manda, doakan saya ya !"


" Ia mas, itu pasti. Mas tetap semangat ya !"


" Ia, kamu jangan nangis terus, nanti kamu sakit. Saya akan suruh Lita untuk terus ngabarin ke kamu, kamu baik - baik disini, jangan nikah sama orang lain ya, hehehe..!"


Amanda semakin menangis, pelukan yang begitu erat dari Amanda, ia tidak mau berpisah dari pria yang baru saja di cintainya itu.


" Ia mas, saya janji, saya akan menunggu mas Lingga disini, hiks..hiks..hiks..hiks..!"


" Amanda, bantu doa buat Lingga ya !" ucap Papa Lingga.

__ADS_1


" Inje, Pak. Saya akan terus berdoa buat mas Lingga,"


Papa Lingga menganggukan kepalanya, dan ia pun tersenyum puas pada Amanda.


Akhirnya, mereka pun pergi. Amanda semakin tak kuasa menahan tangisnya.


" Masss Linggaaaaaaaaa, hiks..hiks..hiks..hiks..!"


" Sabar ya Manda, ini semua untuk kebaikan Pak Lingga. " Rani mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Amanda terus melambaikan tangannya, hingga mereka semua tak tampak lagi.


Rani mengajak Amanda segera pulang. Ia tak mau melihat sahabatnya itu terus larut dalam kesedihan.


****


Nadine semakin penasaran cerita dari Mama nya tentang Amanda. Siapa sebenarnya Amanda ? Nadine semakin benci pada anak itu. Ia pun segera mencari tahu dimana Amanda tinggal.


Tidak menunggu waktu yang lama untuk mencari keberadaan Amanda. Akhirnya, Nadine menemukan dimana Amanda tinggal.


Sore itu, Nadine mendatangi kosan Amanda. Ketepatan saat itu, Amanda sedang di kamarnya, ia sedang rebahan, karena masih saja menangis karena kepergian Lingga.


Tok..tok..tok...


Tok..tok..tok...


Ckleeeekk....


Amanda terkejut dengan kehadiran Nadine. Nadine menatap Amanda tanpa berkedip.


" Nadine ?"


" Ia, kenapa ?"


" Kamu mau ngapain kesini?"


Nadine langsung masuk ke dalam kosan itu.


" Jadi ini tempat tinggal kamu? tapi katanya pacar seorang pengusaha, kenapa bisa tinggal disini ?"


" Emang kenapa kalau saya tinggal disini ?"


" Hahah..masih nanya, berarti Lingga itu ga tulus dong cinta sama kamu? masa sih dia biarin kamu tinggal di tempat kumuh kayak gini ?"

__ADS_1


" Kamu mau ngapain kesini?"


" Mau lihat kamu aja. Oh ya, katanya Lingga uda pergi ya? trus nasib kamu gimana ? enak ya jadi Lingga, menghamili kamu, ga tanggung jawab, ninggalin gitu aja tanpa di nikahi, hahaha..bodoh banget kamu jadi cewek, "


" Mas Lingga itu pergi karena mau berobat,"


" Ia saya tahu, trus kalau uda sembuh, dia yakin balik ke kamu ? Manda, kamu itu pernah mikir ga sih, kamu itu bukan tipe Lingga ? sadar dong kamu. Oh ya, saya mau nanya, ternyata kamu hebat juga ya, bisa membuat Lingga jatuh cinta sampai klepek - klepek sama kamu, kamu pakai santet apa? kenapa Lingga bisa begitu mencintai kamu? lihat penampilan kamu, kamu itu jauh dibawah saya, pendidikan kamu aja ga sederjaat sama saya, tapi kenapa Lingga bisa cinta sama model kayak kamu ? kenapa ?"


" Seharus kamu ngaca diri kamu gimana? kamu memang cantik, pintar, kaya, tapi punya hati ga ? ga kan? kamu bisa nya menghina orang, merendahkan orang. Mas Lingga itu anak yang baik, dia tahu mana yang terbaik untuk dirinya. "


" Ehhmm..gitu ya, jadi saya ga punya hati ? emang kamu punya hati ? kalau kamu punya hati, kamu ga akan ganggu rumah tangga saya dengan Lingga, ngerti kamu !"


" Saya ga ada menganggu rumah tangga mu, kamu bisa tanyakan sama mas Lingga, mas Lingga itu ninggalin kamu, karena dia ga cinta sama kamu."


Nadine semakin geram.


" Lingga itu menjauh dari saya, itu semua karena kamu, Manda !"


" Oh ya? coba kamu tanyakan lagi sama mas Lingga, bener ga apa yang kamu bilang barusan ?"


Nadine merasa semakin di tantang Amanda. Ia semakin membencinya.


" Kita lihat aja Manda, sampai kapan Lingga itu perduli sama kamu, palingan juga kalau dia uda sembuh, kamu itu akan ditinggalkannya."


" Nadine, kamu kenapa masih mempersalahkan sikap Lingga ?"


" Karena saya ga terima Lingga itu lebih suka sama kamu dari pada saya, ngerti kamu ? oh ya, kamu punya rahasia apa sama Mama saya ?"


" Rahasia ? rahasia apa?"


" Ga usah banyak nanya, sepertinya Mama saya menyimpan suatu rahasia tentang kamu,"


Amanda pun terdiam. Ia tidak mau mengatakan pada Nadine, kalau mereka itu sebenarnya saudara tiri.


" Saya ga ada rahasia - rahasia'an sama Mama kamu, "


" Manda, kamu jangan main - main sama saya, kalau suatu saat saya mendengar rahasia ini, saya ga akan tinggal diam,"


" Ia, saya bisa jamin, saya ga pernah punya urusan sama Ibu kamu, apalagi sampai ada rahasia - rahasian,"


Nadine pun geram, ia langsung pergi. Di perjalanan Nadine sangat marah, ia semakin membenci Amanda.


" Awas aja Manda, kamu tahu apa akibatnya kalau membohongi saya, " ancam Nadine .

__ADS_1


__ADS_2