I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 41 " Ibu Yang Tega "


__ADS_3

" Lingga, Mama mau pulang kerumah kalau Amanda itu sudah pergi dari rumah , Mama ga mau kalau Amanda masih ada dirumah kamu. Mama muak dengannya !"


" Ma, kenapa Mama benci sama Amanda ? salah Amanda apa?"


" Mama ga suka aja, dia itu deketin kamu hanya ingin harta kamu aja, "


"Ma, ga boleh nuduh gitu dong, itu dosa, Ma !"


" Ga usah ngomongin dosa deh, Mama ga suka. Pokoknya Mama ga mau pulang kerumah kalau Amanda masih ada disana."


" Ia..ia..ia...Lingga akan usir Manda, sekarang juga !!!" teriak Lingga dengan kesalnya. Lingga keluar dari ruangan dan membanting pintu itu. Papa Lingga hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berbuat apa.


Lingga merasa kesal. Dari dulu Lingga selalu nurut apa kata Mamanya, dan untuk masalah pendamping hidupnya, Lingga tidak bisa menuruti keinginan Mamanya.


Lingga bukan lagi anak - anak yang bisa di atur sesuka hatinya. Ia sudah dewasa, sudah tahu menentukan yang terbaik untuk masa depannya.


Lingga menceritakan masalah itu pada Amanda. Amanda pun menyetujui kalau ia keluar dari rumah itu.


Dengan berat hati Lingga harus mengantarkan Amanda kembali ke kosannya.


" Mas, kamu ga boleh marah sama Ibu ya ! sebenarnya Ibu kamu itu bener, mas itu pantasnya sama Nadine. "


" Begitu ya ? jadi kamu mau nyerah gitu aja? kamu ga mau kita sama - sama berjuang ?"


" Percuma mas, pastilah Ibu itu ga akan suka sama saya,"


" Trus kalau ga suka, kamu jadi nyerah gitu aja?"


" Mas Lingga saya bukan mau nyerah, tapi saya takut ditengah jalan hubungan kita itu semakin rumit !"


" Terserah kamu deh, yang jelas kalau kamu uda telat haid, cepat kabari saya. Uda buruan keluar dari mobil, saya mau pulang !"


Amanda mencoba menahan tangisannya. Ia pun keluar dari dalam mobil itu. Ia masih berdiri di depan kosan itu sampai Lingga benar - benar pergi. Tangisan Amanda pun pecah.


Ternyata Lingga tidak tega untuk marah padanya. Ia pun kembali lagi ke kosan itu. Ternyata Amanda masih berdiri di sana, ia terus menangis.


Amanda tidak sadar kalau Lingga sudah berdiri di hadapannya. Lingga langsung memeluknya. Sontak saja, Amanda pun sangat terkejut.


" Dulu saya sering marah sama kamu, saya suka ngebentak kamu, tapi sekarang saya ga bisa marah sama kamu, saya ga tega, Manda !"

__ADS_1


Pelukan itu semakin sangat erat.


" Mas Lingga kenapa balik lagi ?"


" Saya ga tega ninggalin kamu,"


Amanda melepaskan pelukan itu.


" Saya ga papa kok, mas !"


" Saya akan rajin datang kesini untuk liatin kamu, kamu jangan pergi kemana - mana, "


" Mas Lingga kenapa ? kenapa kok jadi beda gini?"


" Saya ga tahu kenapa saya itu semakin cinta sama kamu, "


" Manda, semenjak saya tahu kisah hidup kamu, hati ini tergerak untuk selalu melindungi kamu, menyayangi kamu, memberikan apa yang ga pernah kamu dapat dari orang tua mu. Mungkin ini adalah jalan Tuhan, agar kamu bisa bahagia," gumam Lingga


" Mas Lingga, sekarang pulang lah, beritahu sama Ibu, kalau saya uda ga dirumah itu lagi, mungkin Ibu bosan dirumah sakit terus. "


Lingga hanya menganggukkan kepalanya. Dan akhirnya Lingga pun kembali pulang. Sangat berat hatinya untuk pergi meninggalkan Amanda.


****


Pagi itu, Amanda baru saja selesai mandi. Ia mendengarkan kamar kosannya diketuk seseorang. Amanda mengira kalau itu adalah Lingga, ia pun membukakan pintu kosan itu.


" Maaasss ! ehh...Ibu ?"


Ibu Sekar langsung masuk kedalam kamar kosannya itu.


" Jadi kamu tinggal disini?"


" Ia, Bu. Semenjak saya datang ke kota ini, saya uda tinggal disini. "


" Trus siapa yang ngebiayai kosan kamu disini?"


" Saya sendiri, Bu !"


" Masa sih? bukannya Lingga ?"

__ADS_1


Amanda pun heran, mengapa Ibu nya begitu sensitif sekali mengenai Lingga.


" Manda, kamu tahu Nadine kan ? dia itu adik kamu, saudara tiri kamu. Ibu ga mau basa basi sama kamu atau pun mengemis - ngemis sama kamu. Ibu mau kamu pergi jauh dari kehidupan Lingga, pliss !"


" Pergi jauh dari kehidupan mas Lingga ? kenapa, Bu ?"


" Lihat ini...!" Ibu Sekar menunjukkan sebuah video dimana Lingga dan Amanda sedang berciuman ketika Lingga dan Nadine akan melangsungkan tunangannya.


" Sekarang kamu tahu, kenapa saya menyuruh kamu pergi jauh dari kota ini ? Kamu tenang aja, Ibu akan berikan uang yang banyak untuk kamu, asal kamu jangan pernah lagi dekat dengan Lingga, Lingga itu milik Nadine, Lingga itu lebih pantas sama Nadine, bukan sama kamu !"


" Bu, kenapa Ibu bisa pilih kasih gini Bu? saya itu juga anak Ibu, kenapa Ibu ga mau kasih kebahagiaan itu buat saya ?"


" Kamu memang anak saya, tapi kamu miskin, Manda !!!! kamu itu ga seperti Nadine, pintar, cantik.


" Ibu bilang Nadine pintar, cantik. Ibu sadar ga sih, Nadine itu bisa seperti itu karena apa? karena uang, Bu. Dan saya ? saya ga punya sekolah yang tinggi, hidup susah di desa, itu ya karena saya ga punya uang, Bu. Jadi, tolong jangan bandingkan saya dengan Nadine. Kalau Ibu dan Ayah tidak pisah, hidup saya juga ga akan seperti ini, Bu. Ibu bisa menyombongkan diri, karena Ibu punya segalanya. Ibu malu punya anak seperti saya ? kalau Ibu malu, saya terima, Bu. Tapi, saya ga akan malu punya Ibu sombong seperti Ibu, karena saya tahu, Ibu lah yang telah melahirkan saya. Jadi, mau ga mau saya harus menghormati Ibu, sekalipun Ibu benci sama saya, "


" Terserah kamu, mau kamu bilang saya sombong, silahkan !"


" Ia Bu, dan perlu Ibu tahu, mas Lingga itu lebih sayang sama saya Bu, dibandingkan Nadine anak kebanggan Ibu itu. Sekarang pilihannya ada di mas Lingga, Bu !"


" Kita lihat aja Manda ,siapa yang akan mendapatkan Lingga. Kamu atau Nadine. "


" Bu, mas Lingga itu bukan barang mainan yang untuk direbutkan , "


" Oh ya? jadi apa namanya dong ? Uda deh Manda, lebih baik kamu pergi dari kota ini, karena kamu di sini itu ga akan bisa apa - apa,


Amanda menangis.


" Kenapa Ibu bisa benci sama saya? kenapa buuuu? Ibu yang uda ninggalin saya, nelantarkan saya, sekarang Ibu mau cari ribut dengan saya hanya karena satu laki - laki. Ternyata selama ini saya itu salah menilai Ibu, Ibu itu bukan seperti Ibu pada umumnya, Ibu itu lebih cinta uang dari pada anak sendiri. Pantasan aja, nenek itu ga pernah merindukan Ibu, ternyata nenek punya anak yang durhaka, lebih mementingkan uang , uang segalanya buat Ibu, "


Plaaakkk..


Ibu Sekar menampar pipi kanan anaknya itu.."


" Ini Bu, silahkan tampar lagi pipi kiri sayaaa !!!" teriak Amanda, ia menyodorkan pipi kirinya kepada Ibunya itu.


" Kenapa kamu bawa - bawa Ibu saya? hahh...?????"


" Saya menyesal dilahirkan dari rahim Ibu, Ibu tega sama saya, bertahun - tahun kita ga ketemu, ini yang Ibu berikan buat saya, Ibu tega, hiks..hiks..hiks..hiks...hiks..!

__ADS_1


" Ia saya benci sama kamu, Manda , karena kamu hidup saya susah, semakin susah, lihat sekarang keadaan kamu, kamu itu ga punya masa depan yang cerah, kamu hidup susah. Kamu bilang sama Ibu, Lingga bisa dekat sama kamu, karena kamu guna - gunai kan ? ayo jawab Mandaaaaa...!!!"


Rani mendengarkan pertengkaran antara Amanda dengan Ibu nya. Ia pun langsung datang menemui mereka.


__ADS_2