I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 69" Lita Kecewa "


__ADS_3

Pihak rumah sakit memberitahukan kepada Lingga dan keluarga kalau ada seseorang yang mau mendonorkan matanya. Semua proses pun di urus, dan akhirnya Lingga menjalani operasi pada kedua matanya.


Betapa bahagianya keluarga Lingga, akhirnya anak kesayangannya itu akan kembali bisa melihat lagi. Tasya, dokter cantik itu pun sangat bahagia, karena Lingga akan bisa melihat dirinya .


Mama Nania berjanji jika Lingga bisa kembali melihat, Tasya dan Lingga segera akan menikah. Tidak butuh menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua Tasya, mereka sangat setuju sekali. Apalagi kedua orang tua Tasya sudah sangat merindukan kalau Tasya segera menikah.


Tapi tidak dengan Lita, Lita tetap pada pendiriannya. Ia tidak setuju pada keputusan Mama nya itu. Ia tak mau melihat kakaknya itu menikah dengan Tasya. Sekalipun Tasya itu seorang dokter.


Ingin rasanya ia memberitahukan ini pada Amanda, tapi sayangnya Papa nya sangat melarang.


" Papa lebih memilih Tasya sebagai mantu Papa atau Amanda ? Pa, plis deh, Lingga itu hanya untuk mbak Amanda," ucap Lita.


" Lita, Papa juga bingung. Kamu tanyakan aja sama kakak mu itu, dia malah lebih milih Tasya di banding Amanda,"


" Pa, ga bisa gini dong, Papa tahu kan mbak Amanda pernah hamil anak nya mas Lingga ?"


" Papa tahu, Papa uda berusaha mencegah Lingga agar tidak menikahi Tasya, tapi Lingga ?" Pak Chandra hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Mbak Amanda harus tahu tentang ini, Pa. Kita ga boleh biarin mas Lingga nikah sama Tasya, sekalipun Tasya itu uda banyak membantu mas Lingga. Tapi itu bukan berarti mas Lingga harus menikah sama Tasya. Ini ga boleh terjadi,"


" Ya uda, baiknya kamu beritahukan sama Amanda, biar Amanda tahu. "


" Ia, Pa. Minggu depan Lita akan pulang ke Indonesia, saya akan segera mengurus kasus kecelakaan itu, semua bukti - bukti uda dapat, Nadine akan membayarnya semua, dan saya akan memberitahukan semua nya sama mbak Amanda. Terserah mbak Amanda mau terima atau tidak, tapi saya harus beritahu semua ini,"


" Bagus, nak. Papa bangga akan kerja keras mu, "


Tindakan operasi pun selesai, semuanya berjalan dengan lancar. Semua sangat bahagia dan sudah tak sabar lagi ingin segera tahu apa hasil dari operasinya.


Lita, tidak merasa tenang. Ia selalu khawatir akan keadaan Amanda. Ia terus kepikiran Amanda.


Lita tidak ingin memberitahukan masalah kakak nya itu dari via telpon atau pun pesan.


Sudah lebih dari 3 hari, akhirnya dokter pun membuka perban hasil operasi itu.


" Lingga, semoga hasilnya baik - baik saja, dan kamu bisa kembali melihat lagi, "


" Baik dokter, terimakasih banyak ya !"

__ADS_1


Dokter itu pun membuka perbannya perlahan - lahan, sesekali perawat pendampingnya ikut membantunya.


" Perbannya sudah saya lepas, sekarang bukalah kedua mata mu perlahan - lahan, lihatlah ke cermin ini, apakah kamu bisa melihatnya ?"


Lingga mencoba mengikuti apa yang diperintahkan dokter itu. Lingga membuka kedua matanya perlahan - lahan, sedikit samar - sama dalam penglihatannya.


" Ia terus lah buka kedua mata mu !" titah dokter itu.


Lingga kembali membukanya. Penglihatannya pun semakin jelas dan Lingga dapat kembali melihat. Merasa tidak percaya dengan semua ini. Tapi ini adalah mujizat dari Tuhan untuk dirinya.


" Dokterrrrr...saya bisa melihat lagi, dokterrrr...lihat dokterrr...saya bisa melihat lagi, saya bisa melihat cermin ini !" ucap Lingga dengan girangnya.


Semua yang ada diruangan itu ikut merasakan bahagia, terlebih Tasya, ia sangat bahagia sekali, akhirnya Lingga dapat melihat kembali.


Mama Nania langsung menangis. " Linggaaaaaa..ini Mama !"


Lingga pun menoleh ke arah Mama Nania.


" Mama ?"


Tangisan Mama Nania pun pecah. Lingga langsung memeluk Mamanya, kedua nya pun saling menangis. Lingga juga memeluk Papa nya dan Lita. Terakhirnya ia melihat sosok wanita cantik, berambut panjang, tinggi semampai, wanita itu sungguh sempurna kecantikannya, dalam benak Lingga apakah itu Tasya ? dokter yang selama ini ikut merawat dirinya ? Lingga menghentikan langkahnya tepat di hadapan wanita itu.


" Kamu Tasya ? dokter Tasya yang selama ini uda banyak membantu saya ?"


Tasya menganggukkan kepalanya. Lingga mengangkat dagu wanita itu perlahan - lahan. Kedua mata mereka pun bertemu. Tak sungkan - sungkan, Lingga langsung memeluk wanita itu.


Melihat hal itu, Lita langsung pergi keluar. Ia menangis. Ia tak mau melihat kakaknya itu dekat dengan wanita itu. Lita sangat kasihan pada Amanda, wanita yang bertahun - tahun Lingga tinggalkan demi kesembuhannya.


Lita sangat kecewa pada kakaknya itu. Tak ada sedikit pun Lingga ingat pada Amanda. Melihat Lingga dengan Tasya berpelukan, Papa nya juga ikut keluar. Ia langsung menemui Lita.


" Lita, kamu kenapa, nak ?"


" Lita kecewa sama mas Lingga, Pa !"


" Lita, kita tunggu waktu yang tepat, perlahan kita akan ingat kan Lingga tentang Amanda, "


Lita hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Mama Nania sangat bahagia sekali melihat anaknya bisa melihat kembali, di tambah lagi dengan adanya Tasya, sepertinya Lingga dan Tasya sangat serasi.


" Tasya, tante sangat berterima kasih sekali atas kebaikan mu, kesabaran mu merawat Lingga anak tante, kalau ga ada kamu, tante ga tahu harus gimana dengan keadaan Lingga, "


" Tante, berterima kasihlah pada mas Lingga, karena dia uda semangat dan berjuang demi kesembuhannya, saya hanya bisa berharap, kedepannya mas Lingga selalu sehat dan selalu berhati - hati kemana pun pergi," jawab Tasya sembari melirik Lingga.


" Makasih banyak ya, kamu uda mau meluangkan waktu mu untuk saya," ucap Lingga terseyum.


" Sama - sama, mas."


" Tasya, tante berharap sekali kamu mau menikah dengan Lingga, gimana ?"


Lingga dan Tasya saling berpandangan, Tasya tersenyum melihat Lingga, begitu juga sebaliknya, Lingga membalas senyuman itu.


****


Seminggu telah berlalu. Akhirnya Lita ingin menepati janjinya untuk menyelesaikan kasus yang menimpa kakaknya itu.


Malam itu, Lita mengemasi pakaian yang akan ia bawa. Diam - diam, Lingga masuk ke kamar adiknya itu, tanpa ijin sama sekali.


" Mau kemana ? kok sibuk banget ?"


" Bukan urusan mas !" jawab Lita ketus.


" Kok gitu sih ngomongnya ? bukannya senang lihat mas uda sembuh, ehh..malah jutek banget sekarang !"


" Mas mau tahu, kenapa saya bisa seperti ini ?"


" Ya mana mas tahu, emangnya kamu ada kasih tahu ? nggak kan ?"


" Mas masih ingat Amanda ?"


Mendengar ucapan Lita, Lingga terdiam. Sejenak ia mengingat nama itu.


" Mas masih ingat ga sama Amanda, wanita kampung yang mas hamil, mas tinggalin ? mas masih ingat ga janji mas sama Amanda ? kalau mas Lingga ga ingat sama sekali, mas itu uda keterlaluan. "


Lingga masih saja diam. Lita pun menangis.

__ADS_1


" Mas pernah bilangkan, kalau mas sembuh, mas akan kembali untuknya ? apa mas masih ingat ? walaupun uda bertahun - tahun, tapi yang namanya janji itu harus di tepati mas, bukan di ingkari. Mas sekarang dekat sama Tasya, Mama juga meminta kalian untuk menikah, tolong mas, coba tanyakan pada hati mas, apakah mas mau menikahi Tasya ? apakah mas akan meninggalkan Amanda ? apakah segampang itu melupakan kisah mas dengan Amanda ? wanita yang sabar, tidak tahu apa- apa, polos dan lugu, begitu percayanya dia dengan janji manis mas Lingga, bayangin mas kalau adik mas ini ada di posisi Amanda, gimana perasaan mas Lingga ?"


Lingga masih saja diam. Tidak ada sama sekali keluar dari mulutnya sepatah dua kata tentang Amanda. Ntahlah, apakah Lingga sudah benar - benar melupakan Amanda ?


__ADS_2