I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 75 " Bertengkar "


__ADS_3

Amanda mencari dimana Reza duduk. Dan akhirnya ia melihat pria itu. Reza duduk tidak jauh dari tempat dimana Lingga dan Tasya.


Amanda masih saja memakai maskernya. Ia tidak mau kalau Lingga melihatnya.


" Selamat malam, mas !" sapa Amanda dengan nada suara yang pelan. Reza langsung menoleh ke arah suara tersebut.


" Hai...Manda, silahkan duduk," tawar Reza.


Amanda langsung menarik kursi itu dan ia pun duduk. Perasaan Amanda mulai tidak tenang.


" Kamu uda selesai kerja ?" tanya Reza.


" Uda, mas." jawab Amanda singkat. Ia melirik ke arah Lingga. Ia melihat kedekatan antara Lingga dan Tasya. Dalam bathin Amanda, ingin rasanya ia menangis. Tapi kali ini ia sudah menyadari, kalau Amanda tidak boleh lemah dan sedih hanya karena laki - laki. Amanda yakin pasti ia bisa melupakan pria itu.


Reza melihat Amanda sedang melamun.


" Mandaaaa....kamu baik - baik aja kan ?" tanya Reza membuyarkan lamunan Amanda.


Amanda pun sadar dari lamunannya.


" Ia..ia..mas, saya baik - baik aja. Maaf ya !"


" Kamu mikirin apa ?"


Amanda menundukkan wajahnya, lalu ia melihat ke arah Lingga yang duduk berdekatan dengan Reza. Reza pun mengetahui kemana arah pandangan Amanda. Reza melihat sosok pria yang dimaksudkan Amanda itu.


" Kamu mikirin dia ?"


Amanda terkejut dan ia menatap Reza. Kedua matanya mulai berkaca - kaca.


" Jadi kamu belum bisa move on dari dia ?"


Amanda tidak menjawab pertanyaan Reza. Amanda malah menangis.


" Kamu uda bisa pulangkan ? sekarang kita pulang, saya akan antarkan kamu, gimana?"


" Saya belum bisa pulang," jawab Amanda sambil melihat jam dinding yang ada di resto itu.


" Baiklah, saya akan tunggu kamu. "


" Saya kebelakang dulu ya !"


Reza menganggukkan kepalanya. Reza kembali melihat Lingga dan teman wanitanya. Reza hanya bisa menarik nafasnya dalam - dalam.


Tak terasa waktu pun berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 22.00, itu artinya pengunjung resto sudah mulai meninggalkan tempat tersebut.


Lingga dan Tasya juga sudah pulang. Hanya Reza yang tinggal di ruangan itu. Reza asyik bermain ponselnya. Amanda melihat dari kejauhan kalau Reza belum juga pulang. Amanda menghampirinya.


" Mas, resto nya uda mau tutup, mas Reza belum mau pulang ?" tanya Amanda.


Reza tersenyum.

__ADS_1


" Saya itu nungguin kamu !"


" Nungguin saya ?"


" Ia, nungguin kamu. Ini uda malam, ga bagus kan kalau wanita itu pulang malam - malam. Apalagi ini musim hujan, "


Mendengar ucapan Reza, Amanda tersenyum.


" Ga usah senyum - senyum, sekarang buruan gih siap - siap, biar kita pulang !"


Amanda langsung menganggukan kepalanya. Amanda berlari ke belakang, ia mulai beberes. Setelah meminta ijin dari Pak Angga, Amanda dan Reza pun pulang.


Reza dan Amanda menuju ke parkiran resto. Amanda menghentikan langkahnya, ia sangat ketakutan karena belum begitu kenal dengan Reza.


" Kamu ga usah takut, saya ga makan orang kok,"


" Hahahahaha.....!" Amanda tertawa lepas.


Reza pun terdiam dan ia kaget begitu melihat tawa Amanda.


" Kenapa mas ?"


" Saya pikir kamu itu ga bisa lagi tertawa, ternyata masih bisa tertawa ya ?"


" Astaga ??? jadi mas Reza pikir, saya itu uda mati rasa ?"


" Ya ga gitu juga sih. Ya uda buruan naik !"


Setelah Lingga mengantarkan Tasya pulang, Lingga tidak langsung pulang kerumahnya. Ia mampir di kosan Amanda. Lingga melihat kosan itu. Ia kembali mengingat semua kenangannya dengan Amanda. Kosan itu tidak ada berubah sama sekali. Masih sama seperti yang dulu.


Lingga memarkirkan mobilnya tepat dibawah pohon mangga. Pohon mangga itu tempat saksi dimana dulu Lingga pertama sekali mencium bibir Amanda.


Tiba - tiba saja, Lingga dikejutkan oleh suara mobil. Lingga langsung masuk kedalam mobilnya. Ia ingin melihat siapa yang datang. Dan ternyata Amanda. Lingga sangat terkejut ternyata pria yang mengantar Amanda itu adalah Reza, teman adiknya.


" Amanda ???? ngapain dia sama si Reza ? ohh..jadi kamu mau balas dendam sama saya ?"


Amanda turun dari mobil Reza. Reza pun langsung pergi meninggalkan kosan itu. Amanda perlahan berjalan menuju kamar kosannya. Lingga buru - buru keluar dari dalam mobilnya. Dan ia langsung menarik tangan Amanda.


" Aaawwwww....sakit...!" teriak Amanda karena tangannya di tarik kuat oleh Lingga.


" Manda, saya mau bicara sama kamu !"


" Mas Lingga ? ngapain disini ?"


" Ngapain kamu di antar sama laki - laki itu ?"


" Emangnya kenapa kalau saya di antar mas Reza ?"


" Oh sekarang uda pake mas ?"


" Mas Lingga itu ga usah sibuk ngurusin hidup saya lagi, kita itu uda ga punya hubungan apa - apa lagi. Sebaiknya mas pergi dari sini !"

__ADS_1


" Saya ga mau pergi. Saya mau bicara sama kamu !"


" Ga ada yang perlu dibicarakan lagi mas, semuanya uda jelas."


" Kamu dari mana ? kenapa pulangnya malam - malam ?"


" Saya mau pulang malam, itu bukan urusan mas Lingga lagi. "


" Kamu kenapa sih ?"


" Mas yang kenapa ? ga usah bentak - bentak saya lagi, mas. Mas ga usah pernah ikut campur urusan saya lagi."


" Oh sekarang kamu uda berani kasar ya ?"


" Manusia itu bisa berubah - ubah mas. Jika ia disakiti, dia bisa berubah untuk menjadi kasar. Sekarang pergi lah, jangan pernah lagi temui saya, saya lebih bahagia dengan hidup saya seperti ini, "


Amanda pergi meninggalkan Lingga. Tapi Lingga tidak mau di tinggal begitu saja. Lingga kembali menarik tangannya.


" Lepaskan tangan saya, mas !"


" Ga, saya ga akan lepaskan tangan mu, sampai kamu jawab kamu itu dari mana ?"


" Ga usah ikut campur masalah hidup saya, "


" Kenapa ?"


" Mas Lingga masih nanya kenapa ???? mas Lingga lupa, apa yang uda mas Lingga lakukan ? atau kalau mas Lingga bersama wanita lain, mas Lingga lupa semuanya ? atau memang pura - pura lupa ? mas, saya ga mau melihat kebelakang lagi masalah yang saya hadapi, saya uda menutupnya rapat - rapat. Terlebih dulu saya pernah hamil anak mu, tapi mungkin itu jalan Tuhan agar saya bisa jauh dari mas Lingga. Jadi, saya mohon jangan pernah lagi muncul di hadapan saya. Biarkan saya bahagia dengan waktu yang sekarang. Kalau mas Lingga uda menemukan wanita yang lebih baik lagi, saya ikhlas mas, silahkan, saya tidak akan menganggu mas Lingga lagi. Saya tahu mas, siapa diri saya. Memang sangat mustahil bisa jadi istri mu mas. Saya bodoh, terlalu berharap dan percaya sama laki - laki seperti mas Lingga." Amanda pun tak dapat menahan air matanya. Padahal ia sudah berusaha untuk menahannya.


Lingga hanya bisa diam.


" Manda, saya ?"


" Minta maaf ? saya uda maafin mas Lingga. Oh ya, saya dan mas Reza udah sah jadian, kita berdua sekarang sudah menjalin hubungan dan akan menuju ke jenjang yang lebih serius. Jadi, saya mohon jangan ganggu saya, ijinkan saya bahagia. " ucap Amanda dan ia pun harus berbohong.


" Kalian pacaran ? kalian akan menikah ?"


" Ya, mas Reza akan menikahi saya,"


" Secepat itu ?"


" Ya, kenapa ?


" Gila kamu, Manda !"


" Saya yakin mas Reza itu orang baik,"


" Kamu sadar ga sih, kamu itu uda ga perawan lagi, Manda !!!"


Plaaakkkkk.....


Amanda menampar pipi kiri Lingga. Amanda pun geram melihat sikap Lingga.

__ADS_1


" Semua karena kamu mas !!! sekarang kamu uda puas menghancurkan masa depan saya!!! kamu tega mas, tega !!!" teriak Amanda dan ia pun kembali menangis.


__ADS_2