I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 45 " Lingga Berbohong "


__ADS_3

" Lepaskan massss...!!!" teriak Amanda.


" Ga Manda, kamu harus sayang sama anak kita, jangan sakiti diri mu !! "


" Awas mas, lepas kan, saya mau pergiiiiii...!!" teriak Amanda mencoba melepaskan selang infusnya.


" Ga sayang, kamu ga boleh pergi, kondisi kehamilan kamu itu sangat lemah, "


Amanda terus saja menangis. Lingga pun memeluknya.


" Kamu ga boleh pergi, ada mas disini menemani kamu."


" Mas Linggaaa.....!!!" teriak Amanda dalam tangisnya.


" Manda dengerin mas, mas janji akan bertanggung jawab, mas akan nikahi kamu, mas janji. Kita akan beritahu sama Papa masalah ini,"


Amanda menggelengkan kepalanya.


" Ga massss, saya ga mau, saya takut, hiks..hiks...hiks..hiks..


" Sekarang kamu yang tenang ya ! kamu tenang...dengar mas baik - baik ya ! mas lah yang minta ini semua, mas berharap kamu cepat hamil, dan sekarang kamu sedang mengandung anak mas, mas janji akan nikahi kamu. Dan masalah Nadine, kamu tahu kan, mas ga pernah cinta sama dia, kita akan bicarakan ini semua sama Papa, Papa itu sayang sama kamu, Papa itu berharap kamu itu menantu pilihannya. Sayang, kita harus berjuang sama - sama. Kamu ga mau kan, anak ini lahir tanpa seorang Ayah ? masalah Mama, mas yang berurusan dengan Mama. Sekarang tugas kita, kita sama - sama membesarkan anak ini,"


" Ini bukan anak mas Lingga !"


" Ga sayang, itu anak mas, mas tahu kamu itu wanita seperti apa,"


" Ga mas, saya mau pergiiiii....lepaskan saya,"


" Manda, dengerin mas dulu. Kondisi kamu sekarang sangat lemah, itu sangat bahaya buat kamu dan anak kita. Mas akan jagain kamu, mas akan selalu ada disini. Sekarang kamu istirahat, tenang kan hati dan pikiran mu. Kamu sayangkan sama anak kita ?"


" Mas ga akan kasih anak ini buat Nadine kan ?"


" Ga sayang, ini anak kita berdua, kenapa kamu bisa ngomong seperti itu ?"


Amanda kembali menangis.


" Kamu tahu, selama kamu menghilang, mas terus mencari kamu, mas ingin tahu gimana keadaan kamu. Seandainya kamu cepat memberitahukan kalau kamu uda hamil, kita akan langsung menikah. Tapi, kamu pergi ntah kemana, kamu ga ada kasih kabar,"


Amanda pun terdiam.


" Kamu ga usah takut, mas akan ada buat kamu, sekarang istirahatlah !"


Amanda pun merebahkan tubuhnya. Lingga menghapus air matanya, ia mencium kening Amanda. Dan Amanda pun tertidur pulas.


Lingga tidak ingin berlama - lama dalam masalah ini, ia segera memberitahukan kepada Papa nya. Hanya Papa nya lah yang dapat mengerti perasaannya.

__ADS_1


Lingga meminta pada suster agar selalu menjaga Amanda.


****


Ternyata Nadine mendatangi kantor suaminya itu. Ia tak melihat disana ada Lingga.


" Kamu tahu, kemana Pak Lingga ?" tanya Nadine pada sekretaris Lingga.


" Ga tahu, Bu. Bapak ga ada bilang mau pergi kemana !"


" Kemana mas Lingga ya ? dari pagi ga ada masuk kantor, ponselnya juga ga aktif, ternyata ada yang di sembunyikan dari aku," gumam Nadine.


Lingga pulang kerumah, ia melihat disana ada mobil Ibu mertuanya. Lingga mendengarkan percakapan mereka berdua.


" Aduhh jeng, ternyata jeng Nania itu pintar banget ya actingnya, sampai Lingga yakin dan percaya kalau Mama nya itu sakit beneran, "


" Ia dong, siapa dulu hahaha...! suami saya aja percaya kok, wkwkwkw....!"


" Trus gimana rencana kita ?" tanya Ibu Sekar


" Kita akan menyuruh mereka secepatnya pergi honeymoon , supaya kita cepat punya cucu, hahaha !"


" Ia bener. Tapi makasih banyak lho jeng, akhirnya Nadine dan Lingga bisa nikah, saya sangat bersyukur sekali Lingga itu jadi mantu kami,"


Betapa kagetnya Lingga setelah mendengar pembicaraan mereka, ternyata ini semua ide Mama nya sendiri.


****


Karena merasa sudah baikan, akhirnya Amanda di ijinkan pulang. Sebelum Amanda pulang, dokter melakukan USG terlebih dahulu. Lingga lah yang memintanya, ia ingin sekali melihat anak nya itu.


" Bu Amanda, kita USG dulu ya , katanya Papanya pengen lihat Dede bayinya, hehehe..!" ucap dokter itu.


Amanda dan Lingga pun tersenyum. Dokter pun melakukan tindakan USG itu.


" Pak - Bu, ini lah dede bayi nya, masih imut, hehehe. Tapi janinnya sehat kok, sekarang kita dengar detak jantungnya ya !"


Dokter itu mengarahkan alat USG itu lagi. Dan mereka semua mendengarkan suara detak jantungnya.


Betapa bahagianya Lingga mendengarkan detak jantung anaknya itu dan Amanda pun menangis.


Karena kondisi kehamilan Amanda yang sangat lemah, Lingga pun jadi lebih banyak meluangkan waktunya untuk mengurus Amanda. Sebelum dan sesudah pulang dari kantor, Lingga wajib mampir di kosan Amanda. Ia harus melihat kondisi Amanda terlebih dahulu. Tidak sungkan - sungkan, Lingga memasak untuk Amanda dan dengan kesabarannya, Lingga juga selalu menyuapinya. Karena ia tahu, kondisi Amanda kurang baik.


Perlahan Amanda pun menerima kalau dirinya harus merasakan pahit getir kehidupan ini. Dengan adanya Lingga yang selalu memperhatikan dirinya, Amanda pun semakin semangat menjalani hari - harinya.


****

__ADS_1


Setiap malam, Nadine selalu mengenakan pakaian haram. Dari awal mereka menikah dan sampai sekarang, Lingga belum pernah sama sekali menyentuh dirinya.


Nadine pun merasa heran, kenapa Lingga tidak pernah meminta dirinya untuk melayaninya. Malam itu, Nadine menggodanya.Tak segan - segannya ,ia membuka pakaiannya sendiri di depan suaminya itu. Lingga melihatnya dan ia langsung menghindar. Ia sudah berjanji tidak akan pernah mau menyentuh Nadine.


" Mas, kamu kenapa ? dari awal nikah, kita belum pernah merasakan hubungan suami istri, dan kamu cuek aja masalah ini, kalau gini caranya kapan kita bisa punya anak ?" tanya Nadine.


" Maafkan saya Nadine, saya ga bisa !"


" Maksud mas Lingga apa? kenapa ga bisa ?"


" Kamu harus tahu, makanya saya itu ga setuju kalau kita menikah karena saya takut ga bisa bahagia'in kamu,"


" Ga bisa bahagia'in gimana ?"


Dengan terpaksa Lingga pun harus berbohong.


" Saya impoten, Nadine !"


" Apa ?"


" Ia, saya minta maaf. Saya bukan laki - laki yang sempurna buat kamu. "


Mendengar kata impoten, Nadine langsung merasa lemas. Ia pun menangis.


" Mas Lingga ? mas ga bohong ?"


" Ga, kalau kamu ga percaya, kamu bisa lihat. Dari tadi kamu memakai pakaian haram itu, dia biasa aja, ga ada reaksinya. "


" Mas, jangan bohong sama saya !"


Lingga membuka celananya.


" Sekarang kamu lihat, benarkan ? saya ga bohong Nadine !"


Tidak merasa sungkan, Nadine memegangnya dan meremasnya. Lingga pun mulai panik, ia takut kalau tiba - tiba saja, senjata miliknya terbangun. Lingga langsung menghindar. Ia melepaskan tangan Nadine. Lingga kembali memakai celanannya.


Nadine tidak tinggal diam, ia mendekatkan tubuhnya, ia ingin tahu apakah Lingga berbohong atau tidak.


" Sekarang kamu pegang benda kenyal ini, mas. Siapa tahu milik mu bisa bergairah, bisa hidup kembali !"


Lingga pun langsung keringat dingin. Bagaimana mungkin dia menyentuh benda kenyal kembar itu.


" Ga Nadine, dia ga bangun juga, lebih baik kamu pakai pakaian kamu. Saya mau tidur. "


" Ga mas, kamu harus nurut apa kata saya,"

__ADS_1


" Kamu itu ga bisa dibilangi ya ? kan uda saya bilang, dia ga bakalan bangun, uda saya mau tidur !!"


" Maafkan saya Nadine, saya harus bohong sama kamu !" gumam Lingga.


__ADS_2