I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 30 " Makan Malam Bersama "


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Amanda, Ibu Sekar menjadi tidak tenang. Ia segera mencari tahu, siapa sebenarnya Amanda, apakah Amanda itu adalah anak kandungnya atau bukan. Semua itu karena makanan yang sama persis seperti buatan Ibu nya.


Tidak menunggu waktu yang lama untuk mencari tahu siapa sebenarnya Amanda. Setelah mendapatkan informasi dari salah satu warga di desa, Ibu Sekar sekarang tahu siapa Amanda, tidak lain dia adalah anak kandungnya sendiri. Anak yang ditinggalkannya ketika Amanda masih bayi, berusia 2 bulan.


Ibu Sekar menangis sejadi - jadinya melihat Amanda sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Ia cantik, tapi sayangnya kehidupannya tidak seindah Nadine.


Ya, karena kehidupannya yang dulu susah, Ibu Sekar harus rela meninggalkan Amanda. Dan karena waktu lah mereka kembali di pertemukan. Ibu Sekar juga mendapatkan kabar, kalau Ibu nya, nenek Surti, telah meninggal dunia.


Ibu Sekar harus menutup rapat - rapat tentang Amanda. Ia tidak mau kalau Nadine dan suaminya, Alvan mengetahui siapa sebenarnya Amanda.


Ibu Sekar bisa menikmati kekayaan dan kehidupan yang sangat enak, itu semua karena suaminya, Alvan. Alvan lah yang mengangkat derajat Sekar, tapi sayangnya, Sekar menjadi anak yang lupa daratan. Ia lupa akan Amanda, Ibu bahkan suaminya sendiri. Sekar dibutakan oleh uang.


Ibu Sekar pun punya rencana jahat terhadap Amanda. Ia akan menyingkirkan Amanda, itu semua demi Nadine. Ibu Sekar tidak mau Nadine dan Alvan membenci dan meninggalkan nya kelak.


****


Karena sudah hampir sebulan orang tua Lingga di Indonesia, akhirnya mereka kembali ke LN.


" Manda, saya minta sama kamu, kamu itu ga usah lagi jadi OG dikantor anak saya, kamu kerja di rumah ini aja. Kamu ga usah takut, Lingga itu anak yang baik, dia tidak akan memecat kamu, yang penting kamu itu jujur, ulet bekerja." ucap Mama Lingga.


" Tapi, Bu?"


" Kenapa? kamu merasa capek kerja disini?"


" Bukan itu, Bu. Tapi, saya ga enak Bu, sama pak Lingga,"


" Ga enak gimana? saya ga mau anak saya itu keseringan makan diluar. Saya takut dia sakit. Jadi, kalau kamu ada disini, kamu akan mengawasi makanannya, kamu juga bisa bersihin ini rumah, kan ga mungkin dia anak laki, dia juga yang bersihin ? Gimana, kamu maukan?"


" Ya wes lah Bu, saya mau."


" Gitu dong, kamu kerja yang rajin ya !"


Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


" Mbak Manda, tolong jagain mas Lingga ya !"


" Inje, mbak !"


" Oh ya, nanti saya akan kirimin oleh - oleh dari LN buat mbak, semoga nanti mbak suka ya !"


" Inje, mbak. Makasih ya, mbak !"


" Manda, kalau ada apa - apa, tolong kabari kami. Oh ya, kamu harus rutin ngingatin Lingga agar ga telah makan ya, anak itu susah makan,"


" Ia, Pak."


Akhirnya mereka pun pergi. Lingga mengantarkan mereka sampai ke bandara. Di perjalanan, banyak pesan yang disampaikan Mama dan Papanya.


" Nak, Amanda itu mau kok kerja dirumah kamu. Kalau dia masak, kamu makan dong, biar dia betah kerja dirumah kamu. Kamu ga mau kan, rumah mu itu kotor dan kusam karena banyak debu ? emang kamu ga capek apa, cari art terus. Mana art kamu ga betah lagi kerja dirumah kamu ,"


" Ia deh, Ma. Tapi kalau kerjanya ga becus, jangan salahkan Lingga untuk memecatnya."

__ADS_1


" Astaga mas Lingga, tega bener. Amanda itu orangnya baik lho, ramah, sopan lagi !"


" Ia deh, puji aja terus,"


Melihat rumah sebesar itu, Amanda tidak tahu apakah ia sanggup untuk membersihkannya atau tidak. Amanda mulai membersihkan dari kamar, semua sprei, selimut harus di cuci, ia mulai membersihkan seluruh ruangan yang ada di rumah itu.


Lelah, pasti. Tapi ia sudah berjanji tidak akan pernah menyerah. Ia harus kuat dan sabar. Amanda pun rindu dengan Ibu Yani dan Rani. Setelah selesai pekerjaan, ia mau meminta ijin pada Pak Lingga untuk pergi ke kosannya.


Malam pun tiba, Amanda telah menyiapkan makan malam. Amanda memanggil Lingga agar segera makan. Lingga pun turun. Ia melihat kalau makanan sudah tertata rapi di meja makan.


" Manda...Manda...!" panggil Lingga.


Amanda langsung berlari.


" Ia, Pak? ada apa, Pak?"


" Tolong ambilin nasinya !"


Amanda diam. Ia merasa sedih. Perintah Lingga tidak membuatnya lucu. Ia malah merasa terhina, mengapa mengambil nasi yang sudah ada dihadapannya harus memanggil dirinya?


" Ayo, buruan...!"


" Ya Pak."


Amanda mengambilkan nasi, lalu lauk pauknya juga.


" Ini, Pak !"


Lingga tersenyum tipis.


Amanda semakin geram akan perintah Lingga. Lalu Lingga mengambil piring lagi dan ia mulai mengambil nasi untuknya. Amanda heran.


" Kamu temani saya makan !"


" Tapi, Pak ?"


" Tapi apa? kamu kebanyakan tapi - tapi deh !"


" Anu Pak, saya kan? saya...saya..ga layak duduk disini to, Pak ?"


" Yang bilang kamu ga layak disini siapa? kamu tahu kan, saya itu paling malas makan, apalagi kalau sendiri. Setiap makan makan malam, kamu harus ada disini, kita makan bareng !"


Amanda hanya bisa diam. Mana bisa Amanda makan bersama dengan pria setampan Lingga, sedikit dingin. Apalagi kejadian minggu yang lalu, ia menciumnya di dapur, itu membuat Amanda semakin merasa malu.


Ketika mereka sedang makan, Nadine menelpon. Nadine mencoba video call. Lingga melihat ponselnya, lalu ia menjawabnya.


" Hai...mas !" sapa Nadine dari sebrang.


" Hai juga,"


" Lagi makan ya?"

__ADS_1


" Ia, kamu uda makan belum?"


" Uda mas . Enak ya makanannya?"


" Ya begitulah, Manda yang masakin !"


" Manda ? Manda masih disana?"


Lingga tidak menjawabnya, ia mengalihkan camera ponselnya. Nadine melihat kalau disana ada Amanda yang sedang makan bersama Lingga. Nadine menjadi geram.


" Kenapa Manda bisa duduk bareng kamu makan, mas?"


Amanda mendengarkan suara Nadine yang sedang marah itu. Amanda hanya bisa diam. Ia merasa bersalah, ia baru sadar, karena Nadine pernah berpesan jangan pernah dekat dengan Lingga.


Amanda langsung pergi ke dapur. Disana ia menangis. Lingga melihat kalau Amanda sedang tidak baik - baik aja. Lingga mengakhiri vc nya, lalu ia menghampiri Amanda di dapur.


" Manda ? kamu kenapa?"


Amanda hanya menggelengkan kepalanya.


" Kamu takut sama Nadine?"


" Ga, Pak." Amanda menghapus air matanya.


" Jadi kenapa kamu nangis?"


" Pak, boleh ga malam ini saya tidur di kosan saya?"


" Tidur di kosan kamu? trus besok yang buat sarapan saya siapa?"


Amanda menarik nafas dalam - dalam. Air mata itu kembali mengalir.


" Saya rindu Ibu Yani dan Rani, Pak. Cuma mereka yang saya punya." ucap Amanda.


Lingga paling tidak bisa melihat orang menangis, apalagi masalah perasaan.


" Baiklah, kamu saya kasih ijin !"


" Bener Pak? makasih banyak ya Pak !"


" Sekalian kamu ambil semua pakaian kamu dari sana, trus kamu minta ijin kamu ga ngekos lagi di tempat Ibu Yani !"


" Tapi, Pak?"


" Jangan pernah membantah apa yang saya ucapkan, ngerti ?"


Amanda hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya uda saya akan antarin kamu, ini uda malam, nanti ada yang gangguin kamu lagi !"


" Kan baru tengah tujuh to, Pak !"

__ADS_1


" Emang jarum jam terus tengah tujuh? ya uda buruan !"


Amanda kembali tersenyum. Ia pun merapikan meja makan terlebih dahulu, setelah itu mereka pun pergi.


__ADS_2