I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 84 " Hubungan Tanpa Restu "


__ADS_3

" Manda, kamu yang sabar ya nak, suatu saat, istri saya akan menerima kamu sebagai mantunya. " ucap Pak Chandra meyakinkan Amanda.


Amanda terus saja menangis. Lingga mencoba menguatkannya.


" Manda, kamu jangan nangis terus, semangat ya !" ucap Lingga menimpali.


Melihat Amanda menangis terus, Pak Chandra pun menemui istrinya ke kamar.


" Mama itu uda keterlaluan, bisa ga sih Mama itu menjaga perasaan Lingga ?" bentak pak Chandra.


" Justru mama menjaga perasaan Lingga, pa. Lingga dari kecil kita didik menjadi anak yang pintar, kita sekolahkan di sekolah mahal, kuliah di luar negeri, kampus termahal, terfavorite, kenapa sekarang jadi bodoh begini ? bodoh karena perempuan itu ? papa tahu kan latar belakang si Amanda itu ? ga punya sekolah, dari keluarga yang susah, hanya modal cantik doang, emang bisa hidup hanya ngandalin cantik aja, pa ? enak banget dong si Amanda itu, dia hanya ongkang - angking dirumah, sementara Lingga, anak kita, dia mati - matian kerja. Pokoknya Mama ga setuju sama si Amanda itu. Mama bisa kok cariin Lingga jodoh yang sepadan dengan keluarga kita."


" Oh, jadi sekarang mama uda merasa hebat dengan apa yang sudah mama miliki ? emang mama ga ingat, mama itu dulu gimana ? asal usul mama itu gimana? kehidupan mama yang susah, papa terus perjuangkan, demi cinta papa ke mama. Mama ga ingat, kalau oma nya Lingga juga dulu ga setuju dengan mama ? tapi apa ? papa perjuangkan mama sampai bisa seperti sekarang ini. Dan sekarang, mama mau balas dendam pada Amanda ? papa ga nyangka sama sekali, kalau mama bisa se sombong ini. Ma, Manda itu anak yang baik. Suatu saat, Amandalah yang akan mengurus kita kalau kita berdua sudah tua, sudah tidak bisa beraktivitas lagi. Jadi, papa mohon jangan pernah membenci Amanda. "


" Mama ga perduli, pokoknya Mama ga setuju sama perempuan kampung itu,"


" Cukuupppppp....mama itu uda keterlaluan, mama ga punya hati. Baiklah, kalau mama ga merestui mereka, biarkan papa yang merestui Lingga dan Amanda, karena papa tahu, Lingga sudah memilih perempuan yang tepat untuk masa tuanya. Papa yakin, mereka akan bahagia. "


Pak Chandra pergi keluar dari kamar itu. Mama Nania pun marah, ia melempar semua barang yang ada di hadapannya.


"Aaaarrghhhhh.....Lingga kamu ga boleh nikah sama perempuan itu, dia ga baik sama kamu, dia mau harta kamuuuu Linggaaa, hiks...hiks...hiks..hiks...!" teriak Mama Nania.


Lingga dan Amanda melihat wajah papa nya yang g sedang tidak baik - baik saja.


" Pa, apa yang terjadi ?"


" Besok kalian harus menikah !"


" Apa, pa ? besok, saya dan Amanda langsung menikah ?"


" Ya,"


" Pa, tapi persiapan kita itu belum ada,"


" Papa akan menyuruh wo untuk segera mempersiapkan pernikahan kalian. "


Pak Chandra pergi meninggalkan mereka berdua. Amanda dan Lingga saling berpandangan. Amanda kembali menangis.


" Mas, kenapa jadi begini ?"


Lingga tersenyum.

__ADS_1


" Kamu tahu ga, kadangkala senyuman termanis datang , setelah air mata penuh luka. Jadi, kalau sekarang kita seperti ini, tanpa di restui mama, kamu yakinlah kelak kalau kita sudah punya anak, pasti mama akan merestui kamu dan mengakui kamu sebagai menantu terbaiknya. Jadi, jangan sedih lagi ya !" Lingga mencium kening Amanda.


Amanda mencoba tersenyum, walaupun sebenarnya ia tak sanggup untuk tersenyum. Berat rasanya masalah yang di hadapinya.


Belum lagi ia harus meminta restu pada ibunya.


Lingga selalu menguatkannya, ia tak mau membuat wanitanya itu merasa sedih.


Hari itu juga, Lingga menemani Amanda untuk menemui ibunya. Karena Amanda tidak tahu dimana rumah ibu nya, Lingga lah yang membawanya kesana.


" Mas, apakah itu rumah ibu ?"


" Ya, itu adalah rumah ibu kamu. Sekarang, kita akan menemui ibu kamu juga."


"Mas, tapi saya ndak yakin ibu mau merestui kita. "


" Jangan pernah menyerah, kita akan coba. "


Lingga dan Amanda memberanikan dirinya untuk menemui ibu Sekar.


Lingga menekan bel rumah itu.


Perasaan Amanda semakin tidak tenang. Lingga mengenggam erat tangan calon istrinya itu.


Tiba - tiba saja, pintu rumah itu terbuka. Seorang pria paruh baya keluar dari dalam rumah itu. Pak Alvan melihat kedatangan mereka berdua.


" Mau ngapain kalian kesini ?" tanya Pak Alvan sangat ketus sekali.


" Selamat sore, pak. Apakah ada ibu ?"


" Maksud kamu istri saya ?"


" Ia pak,"


" Ada urusan apa kamu sama dia ?"


Amanda melirik Lingga. Amanda mulai ketakutan.


" Pak, ijinkan Amanda bertemu dengan ibu nya, karena ada hal yang sangat penting mau dibicarakan,"


" Ibu nya ? istri saya ga pernah punya anak seperti kamu, wanita gembel !!!"

__ADS_1


Amanda dan Lingga kembali saling berpandangan. Lingga tersenyum kecut.


" Bapak bilang Amanda ini gembel?"


" Asal kamu tahu Lingga, saya ga akan pernah mengijinkan istri saya bertemu dengan anak ini, sekarang pergilah, sebelum saya mengusir kalian berdua."


" Bapak ga ada hak untuk melarang Amanda bertemu dengan ibu nya, itu adalah hak Amanda, pak !"


" Saya ada hak, karena Sekar itu adalah istri saya."


" Pak, saya mohon, saya hanya ingin bertemu dengan ibu aja, cuma mau minta doa restu aja pak, besok saya dan mas Lingga akan menikah !"


" Ohh...jadi kalian mau menikah ?"saya baru tahu, kalau Lingga Prabu Ningrat, orang terpandang di dunia ini, bisa - bisa nya menikah dengan wanita seperti kamu. Miris sekali hidup kamu Lingga, menikahi wanita seperti Amanda ini, kayak ga ada perempuan lain. "


" Cukup, pak. Saya datang kesini mau bertemu dengan ibu Sekar, bukan sama bapak. Jadi, saya minta tolong, beritahukan pada ibu Sekar, kalau kami ada di sini. " ucap Lingga tegas.


" Sampai kapan pun, saya ga akan pernah kasih ijin istri saya untuk bertemu dengan kamu Manda , ngerti kamu !"


Karena sudah terlalu emosi, Lingga menarik kera baju mantan mertuanya itu.


" Bapak jangan main - main sama saya, bapak masih sayang kan sama nyawa bapak sendiri ? kalau bapak ga sayang lagi, saya akan mencincang semua organ tubuh bapak, ngerti bapak kan ?"


" Kamu pikir saya takut ? silahkan Lingga, saya ga akan pernah takut sama ancaman kamu, "


" Bapak jangan main - main sama saya! "


" Apakah kamu melihat kalau saya main - main ? hahahaha....sekarang kalian pergilah, nikahi lah wanita gembel ini, karena dia hanya numpang hidup sama kamu, Lingga. "


" Terserah bapak mau ngomong apa, tapi saya minta, bapak jangan pernah menghina calon istri saya, karena bapak akan tahu akibatnya, cam kan itu !"


Lingga langsung masuk ke rumah mantan mertuanya.


'' Bu Sekarrrrr....keluarlah !!!" teriak Lingga.


Amanda tidak tahan akan sikap ibu dan ayah tirinya itu. Amanda terus menangis.


" Mas, kita pergi dari sini ya !"


" Ga sayang, kita harus bertemu dengan ibu kamu. Biar gimana pun, ibu Sekar itu adalah ibu kamu, kamu punya hak dong, "


Amanda terus saja menangis.

__ADS_1


__ADS_2