
Perjalanan Ayla terhenti ketika mobil Arga sudah memasuki parkiran taman. Arga keluar dari mobil sembari membawa sekantong makan siang dan mengitari mobilnya untuk membantu Ayla keluar.
Ayla yang sudah berada di luar mobil. Arga yang langsung menutup pintu mobil kembali.
"Diamana ini?" tanya Ayla.
Ayla juga merasa jika tempat ini sangat sejuk dan juga rindang. Ayla mendengar suara daun berjatuhan yang sangat banyak karena angin yang sedikit kencang yang tak sengaja lewat.
"Taman dekat danau," jawab Arga.
Arga membawa Ayla dengan menuntunnya perlahan karena cara jalannya Ayla yang masih sedikit belum normal.
Jarak dimana mobil Arga parkir dan kursi taman tidak terlalu jauh, untungnya.
Sampai di kursi taman itu Ayla dan Arga duduk bersama menikmati siang hari yang lumayan panas walaupun berawan, di bawah pohon besar yang rindang.
Arga beralih membuka makan siang mereka dan memberikan pada Ayla.
"Apa ini, apa ini burger?" ucap Ayla yang meraba dan mencium bau dari roti isi tersebut.
"Iya, kenapa? tidak suka," ucap Arga yang sudah memakan makanannya.
"Tidak, aku suka, terimakasih," ucap Ayla. Ayla mulai memakan roti itu perlahan dan mengunyahnya pelan menikmatinya.
"Arga kenapa kamu mau bersikap seperti ini pada ku?" ucap Ayla.
Sembari membukakan tutup botol untuk Ayla, memberikannya pada Ayla. Ayla menerima botol air tersebut.
Ayla meminumnya dan menutupnya kembali. Arga menerimanya botol air tersebut yang Ayla ingin letakan.
"Aku lebih suka mencitai tanpa alasan karena aku tidak suka mencintai dengan Alasan," ucap Arga.
"Tapi, Aku buta aku bukan perempuan yang sempurna aku tidak bisa melakukan apa-apa, apa gunanya aku menjadi istri orang, aku saja tidak pernah membayangkan memiliki suami dengan kekurangan yang aku miliki, Cukup sadar diri itu membuatku tahu akan batasan," jelas Ayla dengan bangga dan tersenyum. Kembali memakan burgernya hingga selesai.
"Apa kamu bahagia dengan kehidupanmu?" tanya Arga sembari menatap Ayla dari samping.
"Ya itu membuatku senang, sangat senang karena aku menyukainya," ucap Ayla masih dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tapi, Aku tidak pernah bisa menerima kebohongan," ucap Arga dengan nada yang datar. Seketika Ayla merasa takut, jika ketahuan berbohong menyembunyikan tentang perasaan senangnya.
"Ayla aku, tidak memerlukan perempuan sempurna untuk menjadi istriku, Aku hanya ingin seorang istri yang selalu ada untuk suaminya dalam suka maupun Duka. Jangan pernah samakan aku dengan yang lain," ucap Arga.
Seketika Ayla seakan merasa harus menceritakannya pada Arga karena Arga adalah suaminya.
"Arga sebenarnya aku ragu denganmu, Aku memang tak pantas untuk meragukanmu tapi, Aku juga ingin tahu kenapa kau sebaik dan seperhatian ini pada ku, Aku memang buta aku bahkan tidak tahu bagaimana wajah ayah mama dan kak Rosa, Aku juga tidak bisa melihat jika kita benar-benar sudah menikah," ucap Ayla.
"Ternyata kau masih meragukannya ya, Ayla, aku akan memberitahukan semuanya padamu tapi, kau harus berjanji untuk tidak mudah terpengaruh oleh apapun selain aku,"ucap Arga.
"Kenapa-kenapa begitu," ucap Ayla lagi menimpalinya.
"Ayla, aku sebenarnya sudah tahu kalo ayahmu itu memiliki dua orang putri, Ayla Aku juga menikahimu dengan cara yang sah dimata hukum dan agama, namamu bahkan yang tertulis buku nikah denganku bukan nama kakakmu, memang sulit bagimu mempercayai seseorang tapi, sekarang kamu harus mulai bisa mempercayaiku," jelas Arga dengan mata menatap wajah samping Ayla.
"Hem...aku akan berusaha percaya dan jika suatu saat kau ingin pergi dariku, Aku minta satu hal darimu jangan ambil sesuatu yang sangat berharga dariku, Karena aku tidak bisa,"ucap Ayla. Air mata yang sejak tadi Ayla tahan kini keluar juga bersamaan dengan perasaan senang bercampur sedih.
"Hey... hey... kamu ngomong apa?"
"aku gak bakalan ninggalin kamu, bukannya aku udah bilang percaya sama aku," ucap Arga.
Ayla semakin menangis dan mengusap air matanya. Seketika Arga merangkulnya dan memeluknya.
Ayla seketika mengangguk dalan pelukan Arga. Arga tersenyum.
****
Di mansion Arga saat ini kedatangan tamu yang sangat istimewa hingga Lisa dan Dafa sendiri juga datang menyambutnya.
"Dimana dia kenapa hanya kalian yang menyambut kami," ucap pria paruh baya yang datang bersama dua perempuan di dekatnya.
"Tuan sedang keluar, Tuan besar," ucap Lisa.
"Putramu selalu saja membuat masalah," omel perempuan paruh baya yang langsung melangkah duduk di sofa tanpa mau menunggu suaminya untuk duduk.
"Kan aku sudah katakan padamu, berbaikkan lah dengannya, kau itu ibu sambungnya, Dan kau Lalita dia kakakmu Papa tidak mau mendengar kamu menyukainya," ucap pria paruh baya tersebut dengan lantang.
Sejak kemarin istri dan anaknya selalu memojokannya untuk datang kemari, ketika datang mereka malah membuat kepalanya menjadi lebih pusing.
__ADS_1
*****
Saat ini Arga dan Ayla berada di pemakaman yang tak jauh dari taman dekat Danau.
Arga menuntun Ayla hingga sekarang mereka berdua sampai di sebuah gundukan tanah yang sudah di tutupi rumput dan sudah di urus dengan sangat baik.
"Arga ini dimana kenapa sepi banget dan wangi bunga dimana-mana," ucap Ayla.
Arga mengajak Ayla berjongkok di samping makam.
"Kita di makam," ucap Arga.
"Aku mau kamu kenalan sama mertua perempuan kamu," ucap Arga yang hampir ingin menangis.
Tangan Ayla bergerak dengan dituntun Arga menyentuh nisan tersebut.
"Arga maaf, mama kamu?" ucap Ayla.
"Iya, Bunda udah meninggal waktu aku masih kecil, Setelah itu ayah nikah lagi dan aku lebih milih hidup pisah sama mereka, aku gak mau tinggal serumah sama keluarga tiri," ucap Arga.
"Aku sengaja ngejauh dari Ayah, aku juga udah gak sependapat lagi sama Ayah," ucap Arga.
"Aku tahu kamu pasti berat banget ngejalaninnya, yang sabar ya," ucap Ayla.
"Bunda, aku bawa menantu yang mirip banget sama bunda, dia Ayla menantu bunda, Senyum Ayla dan bunda sama-sama manis," ucap Arga.
"Arga juga akan penuhin semua janji Arga sama Bunda buat selalu menyayangi orang yang kita cintai," ucap Arga dengan pelan.
Setelah lama berada di makam kini Ayla dan Arga pergi dari sana dan melaju pulang kerumah. Dalam perjalanan Ayla selalu diam melamun Arga masih fokus pada jalan raya.
Awan mendung yang semakin gelap, akhirnya menurukan hujannya yang deras dan juga angin kencang seperti badai.
Arga melajukan mobilnya hingga sampai di Mansionnya. Gerbang yang terbuka otomatis .
Melajukan mobilnya masuk dan memarkirkannya di garasinya.
Arga turun dari mobil, keluar mengitari mobilnya melakukan hal yang sama untuk Ayla. Menggandeng tangan Ayla dan menuntunya untuk masuk kedalam lewat pintu garasi yang langsung masuk pintu belakang.
__ADS_1
Baru saja masuk, mencuci tangan kaki dan juga mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah yang sudah pelayan siapkan.
Seketika dua orang perempuan menatap Arga dan perempuan di sebelahnya dengan tatapan intimidasi.