Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Dansa


__ADS_3

Di tempat lainnya Rico kedatangan tamu tak di undang. Dafa.


“Ah.. Tuan Dafa silakan masuk.”


“Tidak perlu.”


“Saya kemari hanya untuk memberikan pesan Tuan Arga, jika anda melakukan hal itu untuk kedua kalinya maka Tuan tidak akan segan-segan membuat anda pergi dari negara ini dan tinggal di negara lain yang terpencil.”


“Eh.. Tidak-tidak Tuan kami tidak akan mengulanginya lagi.” Rico ketakutan.


“Baiklah saya akan pergi.”


Seketika berbalik.


“Dan satu lagi jangan pernah singgung nyonya kami dengan permintaan putri anda yang meminta donor mata.”


“Tidak Tuan aku tidak akan melakukannya lagi.” Sambil menggeleng dan terkekeh kecil karena ketahuan tentang rencana dengan baik.


Setelah cukup Dafa pergi dari sana bersama dua orang yang tadi ikut datang dengannya.


“Gimana yah,” ucap Leni yang datang ketika Dafa sudah jauh pergi.


“Mamah sih pake acara culik-culik.


Ayahkan udah bilang, Tuan Arga itu tidak bisa di ganggu. Dan sekarang mamah mengganggu Ayla.”


“terus gimana yah..” Leni kembali berpikir.


“Udah lah kita pake cara lain aja anggap aja Ayla tidak bisa dan Arga akan membuat kita miskin Jika sampai kita mengulanginya lagi.”


*****


Di kediaman Petter yang sudah kembali kenegaranya.


Calysta tampak sangat senang dengan susuatu.


“Hey.. kamu kenapa?”


“Engga Pah Calysta gak apa-apa Calysta cuman seneng aja akhirnya Calysta engga mikirin lagi dan sesuatu itu udah ada jalan keluarnya.”


Seketika Petter yang mendengarnya bingung istrinya pun memandang suaminya.


“Dah Pah Mah Calysta mau kekamar dulu.”


Keduanya mengangguk membiarkan Calysta berlalu.


*****


Menghadari pesta salah satu kolega yang saat ini sedang mengadakan pesta pernikahan.


“Hem.. boleh aku ke sana,” ucap Ayla.


Arga menatap Ayla lama lalu mengangguk terpaksa. Arga kembali bicara dengan orang yang tdi mengajaknya bicara.


Ayla tidak mengerti dengan pembicaraan Arga dan orang-orang tersebut. Menjauh mencari tempat yang sedikit membuat tenang.


Melangkah ke ruangan yang sedikit renggang dari para tamu yang hadir.


Malasnya... acara apa ini, batin Ayla.


Hanya acara penyambutan ultah suami istri dengan pesta kelas bangsawan batin Ayla.


Menatap ke sekeliling.


Ayla beralih menatap ke tempat Arga berdiri seketika seorang perempuan mendekati Arga dan merangkul tangan Arga.

__ADS_1


Arga juga terus menolak.


Seketika Tuan rumah juga datang dan bicara dengan Arga.


“Selamat datang tuan Marvelino. Apa ayahmu Luis tidak datang?” ucap Lelaki paruh baya tersebut.


“Tidak,” ucap Arga datar.


“Kau sangat mirip dengan bunda mu ya dan kini kau sudah dewasa.” Wanita paruh baya.


“Terimakasih atas pujian anda nyonya,” ucap Arga Datar.


“ Oh Syena kau sudah bersamanyanya nak?” ucap Wanita paruh baya itu menatap putrinya yang sudah ada di dekat Arga.


“Iya mah. Gimana ganteng kan mah. Aku mau mah nikah sama dia.”


Seketika Ayla dari kejauhan menatap tajam seperti ingin mematahkan leher perempuan itu.


Huuh.. sabar Ayla... sabar.. ini pasti hormon ke hamilan... batin Ayla.


“Maaf Tuan dan Nyonya Saya tidak bisa,” ucap Arga cepat.


Hampiri ayla.. ayo datang kesana dan peluk lengan Arga ayo Ayla batin Ayla.


“Aduh.. malu ah.. udah birin aja,” gumam Ayla.


AYLA.. CEPET HAMPIRI..bantinnya


“Tidak biarkan saja,” gumam Ayla.


“Kenapa Tuan Marvelino, kenapa tidak bisa?”


“Tidak bisa Tuan karena saya hanya ingin memiliki satu wanita dan juga setia padanya.”


Seketika Ayla datang dan memeluk lengan Arga dan mengangguk hormat menayapa kedua orang tua paruh baya tersebut.


Sabar Ayla.. ini lagi masa labil jangan baper, batin Ayla.


“Oh.. istrinya.. salam kenal aku Syena.. maaf ya Suami kamu terlalu tampan dan juga manis.” Syena memberikan uluran tangannya dan disambut Ayla.


Ayla terkekeh.


“Baiklah, kalo begitu kami pamit Tuan Marvelino nikmati pestanya dan jangan lupa hidangannya jangan pulang sebelum mencicipinya, jangan seperti ibumu dan ayahmu.”


“Hem.. baik Nyonya Tuan terimakasih."


Seketika lampu padam dan berganti lampu yang di gunakan untuk acara dansa, pembawa acara menyuarakan untuk semua tamu mengikuti Dansa romantis.


“Kamu ingin?”


“tidak.” Ayla menggeleng.


“Aku mau pulang saja ini gaunnya ribet.” Kesal Ayla ketika Arga menatapnya.


Seketika lagu di putar Arga tersenyum pada Ayla. Ayla menggeleng.


“Akh..” Ayla sudah turun ke lantai dansa bersama Arga.


Mengikuti alunan musik yang tenang dan sangat pas untuk acara Dansa Romantis malam ini.


Ayla menyesuaikan gerakan Arga dengan pelan.


Musik masih terus di putar, sesi berganti pasangan tiba, sekarang Ayla bersama Tuan Ten, tuan Rumah yang tadi menayapanya dengan Arga.


Dan Arga bersama Syena.

__ADS_1


“Akhirnya aku bisa berdansa denganmu Tuan Marvelino.” Syena senang dan terus bicara. Arga diam dan tidak ingin menanggapinya.


Dan pasangan berganti lagi seketika Ayla bersama seorang Lelaki yang sangat tampan dan menatap Ayla tanpa henti.


“Selamat malam Nyonya Marvelino. Saya Farhan, masih ingat dengan saya.” Lelaki itu tersenyum.


“Ah.. hem ya.." ucap Ayla ragu.


“Anda begitu cantik Nyonya.. bagaimana dengan anda dan Tuan apakah Anda bahagia.”


“Tentu.. dan anda masih sangat muda untuk bertanya hal pribadi pada orang asing.” Menatap Farhan kesal.


“Oh.. maafkan saya jika begitu,” ucap Farhan dengan seringainya.


“Nyonya Marvelino menikah di usia 20 tahun dan sekarang sudah berusia 21 tahun.”


Seketika Ayla terkejut dan langsung menyembunyikannya dengan wajah datarnya.


“Anda cukup tahu banyak hal ya..” ucap Ayla tenang seperti menusuk Farhan.


“Tentu Nyonya Karena saya menyukai anda dan akan terus mencari tahu hal tentang Anda.”


Pergantian pasangan terjadi lagi kini Arga dan Ayla kembali bersama Arga.


“Haah.. Arga.. Aku tidak nyaman mari kita pulang saja.” Ucap Ayla menunduk. Masih dengan Dansanya.


Seketika Musik berhenti. Dansa berakhir.


“Apa yang si berengsek itu katakan?” Ucap Arga tiba-tiba.


“Pu-lang Arga,” ucap Ayla bicara dengan merapatkan giginya.


“Baiklah,” ucap Arga berbisik di telingan Ayla. Seketika rasanya merinding.


Berjalan bersamaan menjauh dari pesta tersebut.


Menekan tombol lift.


Lift terbuka seketika Ayla menatap Lelaki yang tadi


berdansa dengannya.


“Ayla.” Panggilan Arga membuat Ayla menatap Arga tajam.


“Iya.”


Anak ini apa yang dia inginkan, batin Ayla.


Dia hanya semut kecil yang akan mati bila terinjak sayang, batin Arga menjawab tatapan penasaran Ayla lelaki di depannya. Farhan.


Di kediaman Rico saat ini Rosa mengamuk tidak bisa terima dengan peringatan Dafa yang sudah Rico jelaskan.


“Kurang Ajar.. Aakh.. Ayla kamu harus mati.. kamu tidak boleh hidup bahagia hidupmu harus menderita lihat saja setelah aku sembuh aku akan membuat hidupmu sengsara. Ingat itu Ayla ingat!” ucap Rosa pada dirinya sendiri.


Kamarnya sudah habis berantakan dengan kaca rias yang pecah dan kasur yang sudah tidak berbentuk, vas bungnya pun sudah hacur tidak berbentuk cantik lagi.


Di tempat lainnya kediaman yang mewah. Utami ibu dari Lalita sedang bicara empat mata dengan Emilio lelaki yang mirip dengan ayah Arga.


“Katakan apa yang membuatmu bisa keluar dari tempat itu, aku sudah membantumu dengan susah-susah dan kau pergi keluar begitu saja.”


“Kau ini tidak mengerti... Luis sangat pintar dari dugaan kita dan kehilangan istrinya bukanlah hal yang membuatnya terpuruk, selama ini dia terus mencari rahasia itu di belakangku.”


“Aku juga tidak tahu jika Kau juga ikut terdaftar dalam pencarian informasi tentang ku.”


“Kau wanita payah Utami.. kau bodoh..”

__ADS_1


"Kau yang bodoh. Kau tak melakukan apapun dan hanya bisa terima bersih.. kau Malas."


"Oiya.. kalo begitu bagaiman dengan mu yang terobsesi dengan Luis hingga mau menjadi istri keduanya kau Bodoh juga bukan."


__ADS_2