Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Semua aman


__ADS_3

Uh.. kok gak enak perasaannya ini gimana.. marah pasti Arga.. batin Ayla.


Tak berapa lama Dafa masuk dan membawakan dua bungkus makan siang.


"Silakan Nyonya makan siang anda dan Tuan."


"Haah.. Terimakasih Dafa." Ayla terkejut tapi, tetap menerimanya.


Dafa tersenyum mengangguk dan Ayla bangkit dari duduknya untuk menyiapkan makan siangnya untuk Arga.


"Wadah bekal tadi gimana ya.. Ck.. lumayan mahal lagi.." gumam Ayla.


Eh.. kok Dafa gak kaget kalo aku udah bisa ngeliat.. dan biasa aja.. Jangan-jangan Emang benar lagi.. kalo Arga udah cari tahu sama dokter itu, batin Ayla.


"Ehmm. Arga makan dulu."


"Hem."


Ayla berdiri dan melangkah mendekati Arga. Seketika Arga langsung mengembalikan layar komputernya semula dan menutup Leptopnya. Bangkit dari duduknya melewati Ayla. Ayla hanya heran lalu mengedikkan bahu mengikuti Arga duduk kembali.


Bersiap makan setelah mencuci tangannya.


"Arga kamu yang pesen sama Dafa?"


"Ini Seafood.." ucap Ayla. Ketika melihat bungkusan yang sudah terbuka. Tadi sewaktu menyiapkan Ayla tidak terlalu memperhatikannya.


"Hem."


Arga melihat Ayla yang membolak balik dan mengaduk makanannya saja sejak tadi.


"Buang makanan itu."


"Ah.. Enggak kok aku mau makan," sahut Ayla dengan ringisan.


Aduh makanan Laut.. batin Ayla.


Ayla mulai memakannya. Dan menelannya perlahan seketika matanya membulat dan untuk memastikannya Ayla memakannya lagi.


"Kok Enak.." Melihat kearah nasi dan makanan laut tersebut.


"Makasih Arga." Seketika Arga berdiri dari duduknya dan melangkah mengambil dua gelas air minum satu untuknya dan Ayla.


"Makasih lagi."


Arga kembali melanjutkan pekerjaannya. Ayla kembali menikmati makanannya dan memakan udangnya perlahan sambil menikmat bumbunya.


"Aku kira rasanya gak enak.. tenyata enak banget," gumam Ayla sambil memakan makanannya lagi. Tidak menghiraukan Arga yang sejak tadi mendiaminya.

__ADS_1


Selesai dengan makan siangnnya. Arga juga bangkit dari duduknya menggunakan jasnya dan Ayla yang baru saja masuk setelah membuang sampah bekas makannya.


"Ke rumah sakit." Ayla langsung ditarik Arga yang langsung membawanya keluar. Membawa outer dan sepatu Ayla.


Sampai didepan Lift Arga memberikan semuanya pada Ayla dan ketika memakai outernya Ayla merasakan sakit yang teramat. Mungkin obat luka disikutnya hampir bereaksi untuk mengeringkan lukanya.


"Gak usah di pakai."


"Iya ini gak jadi aku pakai"


Tak lama Lift sampai di lantai bawah. Dan mobil juga sudah siap. Dafa memberikan kunci mobil pada Arga dan Membukakan pintu mobil untuk Arga dan Ayla yang di bukakan oleh tetugas keamanan.


Mobil melaju meninggalkan perusahaan.


Dalam perjalanan hanya ada ke sunyian seketika Arga menoleh kearah Ayla.


"Apa kau sudah merah?" tanya Arga yang menahan malunya setengah mati.


"Haah.. Merah.. ehm.. itu.. belum waktunya mungkin minggu depannya."


"Emang kenapa?" tanya Ayla dengan polos.


Arga tidak menjawab tak berapa lama mereka berdua sampai di rumah sakit. Arga langsung mendatangi Dokter yang sudah membuat janji dengannya dan Ayla sebelumnya.


"Selamat datang Tuan Arga.." Seketika anggukan Arga membuat dokter wanita itu tersenyum mengerti.


"Dari hasil pemeriksaan semuanya aman dan juga pola makan nyonya yang sangat baik dan normal. Nyonya juga diam-diam sering menjadikan buah dan sayuran sebagai makanan yang tidak pernah absen dari daftar makanannya. Selalu bergerak dan beraktivitas dengan baik walau tidak terlalu berat itu cukup. Dan tentang kehamilan nyonya, hanya waktu yang bisa menjawab. Dan hal berbahaya lainnya sepertinya tidak ada semua kondisi nyonya untuk memiliki keturunan peluangnya juga besar. Jadi semuanya baik-baik saja."


"Ehmm.. baik dokter terimakasih.. Oiya dokter gimana caranya biar dapet anak kembar."


Seketika Arga menatap Ayla dan Dokter yang tersenyum malu. Ayla juga baru tersadar setelah selesai mengucapkan kalimatnya.


*Kok aku ngomong gitu sih.. Ya Tuhan maafkan aku.. Batin Ayla.


Kamu ingin mendapat lebih dari satu ternyata. batin Arga, seketika Arga memulai rencananya untuk membuat Ayla tidak bisa mengelak dari permintaannya*.


"Itu bisa nyonya."


Dokter wanita itu menjelaskan dengan baik Ayla juga langsung faham dengan penjelasannya.


"Terimakasih." Ayla tersenyum mengangguk membalas anggukan Dokter dan jabat tangan Dokter padanya.


Semuanya aman.. ternyata Lisa lebih cepat dari dugaanku, batin Arga.


"Arga kamu mau pulang tapi, ini masih jam setengah tiga."


Arga tidak menjawab ucapan Ayla dan tetap berjalan. Ayla menghela nafasnya dan diam. Sampai di parkiran Arga langsung menaiki mobilnya bersama Ayla.

__ADS_1


Mobil kembali melaju meninggalkan Rumah sakit.


Di dalam mobil Ayla hanya Diam tanpa mau bicara apapun dan Arga juga yang fokus mengemudi.


Sampailah mobil Arga di depan butik Claudia.


Arga menatap butik tersebut dari dalam mobil dengan malas.


"Arga ngapain kita kesini ini butik."


Arga tidak mau menjawab ucapan Ayla dan langsung turun melangkah masuk. Ayla juga langsung mengikuti Arga. Seketika Claudia menoleh dan melihat Arga yang masuk bersama Ayla ke butiknya.


Claudia yang sedang bicara dengan kedua pegawainya. Langsung beralih pada Arga dan dan Ayla mengajak mereka untuk mencoba pakaian yang Claudia buat.


"Cobalah untukmu Ayla."


"Untuk apa?"


"Untuk menjadi asistenku di acara peragaan busana ku besok aku akan datang bersama Arga dan kamu akan menemani kami." Ayla menatap Arga dan yang ditatapa hanya menatap dirinya di cermin. Menganggap Ayla tidak ada di dekatnnya.


"Arga.. kamu kenapa.."


"Lakukan.. pakailah gaun itu." Seketika Ayla melepaskan gaun yang di pegangnya dan seketika juga rasa sesak membuat dadanya sulit menerima oksigen masuk. Airmata Ayla keluar begitu saja membuatnya segera menghapusnya.


"Hem.. baiklah aku akan melakukannya." Ayla tersenyum menatap Arga dari samping yang memainkan ponselnya di depan cermin. Meletakan gaun itu di lantai begitu saja.


"Aku tidak akan datang hanya untuk menjadi hal jelek diantara kalian. Aku akan pergi membiarkan kalian. Dan ingat satu hal Cla.."


Beralih menatap Cla yang sibuk memilih gaun lainnya di samping Arga.


"Ingat Hal ini baik-baik. Claudia..Anda adalah orang asing diantara hubungan pernikahan yang sah ini dan Aku adalah istrinya. Jadi.. aku persilahkan kalian untuk berbuat hal yang ingin kalian lakukan tapi, jangan pernah mengajakku dalam hubungan jelek dan kotor kalian yang membuatku ingin muntah saat itu juga."


Ayla pergi dengan tangis yang masih terlihat. Ayla bingung ingin naik taksi atau mobil Arga ketika sudah keluar dari butik Claudia. Seketika Ayla masuk kedalam mobil Arga dan duduk di dalam di bangku penumpang.


Di dalam Claudia tersenyum lalu tertawa senang sambil menepuk tangan. Arga yang mendengar semua perkataan Ayla terasa sangat menyedihkan itu membuat Arga semakin ingin menjaga dan membuat Ayla tidak akan menangis setelah sandiwara ini selesai.


"Ck..ck.. menyedihkan sekali."


"Sudahlah lebih baik kau pisah saja dengan Ayla.. dia tidak terlalu bahagia sepertinya menghadapi sikap dinginmu dan Aku juga bisa memberimu kebahagian lebih dari Ayla."


Sambil membantu Arga melepas jasnya dan menggantikan dengan jas semula.


"Oiya. Sepertinya tidak akan dan mustahil kau menjadi seperti Ayla bahkan lebih. Aku lebih baik menduda seumur hidup setelah Ayla tiada atau hidup bahagia dengan Ayla tanpa anak kandung.. Ehm.. kurasa anak kandung itu sepertinya terjadi karena rencanamu gagal nona Claudia. Dokter yang mengatakannya jika aku dan Ayla memiliki peluang besar untuk memiliki anak."


Seketika Claudia menatap Arga dengan wajah terkejutnya.


"Ya.. semuanya baik-baik saja." Arga melangkah pergi tapi, seketika berhenti dan berbalik.

__ADS_1


"Terimakasih. Karena berkat rencanamu aku jadi tahu jika Aku memilih istri dan ibu dari calon anak-anak ku adalah perempuan terbaik."


__ADS_2